<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727</id><updated>2012-02-16T08:59:23.982-08:00</updated><title type='text'>Wajiran.net</title><subtitle type='html'>Assalamu'alaikum... Para pembaca yang budiman. Sebenarnya tulisan ini dipublikasikan sekedar upaya menyimpan data agar tidak termakan virus atau hilang. Tentunya masih banyak kekurangan dalam tulisan ini. Saya berharap mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bukan sekedar buat penulis tetapi para pembaca sekalian. Semoga Allah membimbing kita untuk terus bersemangat dalam belajar. Terutama belajar untuk memahami tujuan hidup kita. Amin.. Selamat Membaca..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-798294170093565080</id><published>2010-09-04T07:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T07:55:17.686-07:00</updated><title type='text'>Demi Waktu</title><content type='html'>Demi Waktu&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt; Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. &lt;br /&gt;Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan &lt;br /&gt;saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. &lt;br /&gt;(QS : Al-Ashr 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi waktu, bahwa kita dalam keadaan merugi. Kita sering melakukan hal-hal yang tidak berguna. Sepanjang hidup kita; tenaga, waktu dan pikiran, sering kita gunakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Ironisnya kita lebih suka menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak jelas tujuannya. Padahal jelas sekali Al-Qura’an mengajarkan kepada kita untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah. &lt;br /&gt;Kita terlena dengan waktu luang kita. Waktu luang adalah saat-saat dimana kita berfikir tidak ada sesuatu yang harus kita kerjakan. Padahal, dalam hidup ini sebenarnya tidak ada waktu yang harus kita buang secara percuma. Kita bisa mengisi detik-detik hidup kita dengan aktivitas yang bermanfaat. Bahkan tidur saja itu bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat jika detik-detik lainnya kita diisi dengan aktivitas produktif. Jadi tidur merupakan usaha membangun kekuatan atau memulihkan tenaga agar kita lebih kuat lagi untuk mengerjakan pekerjaan selanjutnya. &lt;br /&gt;Untuk itu, perlu kiranya kita memformulasikan hari-hari dalam kehidupan kita dengan jadwal aktivitas yang teratur. Jadwal ini akan memberikan arah ataupun panduan kepada kita akan apa yang harus kita kerjakan pada setiap detiknya. Pasalnya, kebanyakan dari kita itu terbunuh oleh waktu dan usia. Waktu luang yang kita gunakan untuk sesuatu yang sia-sia atau tidak produktif akan membawa kita pada kematian yang sia-sia. Waktu adalah pedang, jika kita tidak pandai menggunakannya. Maka kitalah yang akan terbunuh dengan waktu. Demikian juga dengan usia. Usia adalah masa dimana kita memiliki batas waktu. Dimana batas akhirnya pun tidak ada yang tahu. Batas waktu usia adalah rahasia Allah atas manusia. Allah sengaja tidak memberi tahu kapan kehidupan kita berakhir karena Ia ingin menguji sejauh mana keimanan dan  komitmen aplikasi keimanan dalam hidup kita. Itulah sebabnya manusia harus berkarya dengan ibadah sebanyak-banyaknya guna mempersiapkan diri agar siap dipanggil kapan pun juga. &lt;br /&gt;Semakin banyak aktivitas produktif dalam hidup kita, semakin banyak juga kemungkinan amal ibadah kita. Kita bekerja untuk dunia dapat dikatakan ibadah jika kita bekerja sesuai dengan ajaran agama atau tidak melanggar hukum agama. Kita bekerja dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan umat manusia adalah jihad yang sangat besar pahalanya di sisi Allah swt. Apalagi kehidupan kita diisi dengan ibadah-ibadah yang sudah jelas-jelas untuk Allah swt. Kita solat, kita puasa, zakat dan naik haji merupakan bukti keimanan kita, dan keimanan itu akan terpancar dari gerak-gerik kita di dalam kehidupan bermasyarakat dan berkomunitas. Semakin sholih kita, berarti kita harus lebih banyak memberi daripada meminta. &lt;br /&gt;Setiap muslim dianjurkan menjadi orang kuat. Orang yang kuat adalah orang yang kuat secara lahir dan batin. Orang yang kuat secara lahir berarti ia mampu berdiri sendiri. Ia mampu berkarya dalam kehidupannya sesuai dengan bidang yang ditekuni. Dengan demikian, ia akan dapat lebih banyak memberi daripada meminta. Sedangkan orang yang kuat batinnya. Ia akan tabah menghadapi cobaan, hambatan dan rintangan. Sehingga ia bagaikan pelita dalam kegelapan persoalan suadara-saudarannya. Orang yang kuat secara batin akan menjadi panutan. Ia tidak pernah mengeluh dengan kesulitan hidup ini. Ia tidak mudah menyerah dengan segala kondisi hidup ini. Bahkan ia mampu memberi semangat kepada saudara-saudaranya agar bangkit dan terus berjalan menuju Sang Pencipta. Ia benar-benar menyadari bahwa semua kehidupan adalah cobaan sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tidak ada yang perlu ditakuti dan disesali. Setiap makhluk yang sudah terlahir di muka bumi, maka apapun kondisinya kehidupan harus jalan terus. Tidak boleh berhenti. Tidak boleh menyerah. Sebelum sampai pada tujuan hakiki kehidupan, yaitu Allah swt. Semoga kita dimudahkan untuk mencapainya. Amien....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-798294170093565080?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/798294170093565080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=798294170093565080&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/798294170093565080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/798294170093565080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/09/demi-waktu.html' title='Demi Waktu'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-6796088889840134393</id><published>2010-08-21T16:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T16:08:25.913-07:00</updated><title type='text'>Membangun Militansi di Organisasi</title><content type='html'>Membangun Militansi di Organisasi&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Kepala Pusat Bahasa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian organisasi&lt;br /&gt;Organisasi berasal dari kata organon yang diartikan sebagai alat. Yaitu suatu alat dari  suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk  tujuan bersama (Wikipedia). Dengan istilah lain, organisasi digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya baik uang, material, mesin, metode, maupun lingkungan, juga sarana-parasarana, data, dan yang lain. Orang-orang yang berada di organisasi tersebut bekerja dan menggunakan segala fasilitas secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama.&lt;br /&gt;Menurut Stoner,  organisasi adalah suatu pola hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama (Efendi dkk. 1976). Dalam pengertian ini menunjukan bahwa peranan pimpinan menjadi ujung tombak jalannya organisasi. Pemimpin adalah pengarah dan penggerak dari semua komponen untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. &lt;br /&gt;Sementara itu, James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama (Willies, 1996). Pengertian ini mengacu pada setiap bentuk perserikatan atau perkumpulan. Meskipun tidak disebutkan peranan sentral dari seorang pemimpin, tetapi umumnya sebuah perserikatan memiliki seorang penggerak dari perkumpulan tersebut. Dengan demikian, setiap perkumpulan orang dapat dikatakan sebagai organisasi. &lt;br /&gt;Ketiga, Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan (Wikipedia). &lt;br /&gt;Dari beberapa pengertian tersebut di atas dapat dikatakan bahwa sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu  penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama. Penyatuan tersebut merupakan sebuah bentuk agar sekelompok orang tersebut memiliki kekuatan dan efektifitas di dalam mencapai suatu tujuan. Itulah sebabnya, sebuah organisasi  dianggap baik jika organisasi memiliki komponen-komponen yang saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. &lt;br /&gt;Orang-orang yang terlibat di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Mereka saling bekerja sama, untuk mencapai suatu tujuan yang sama pula. Namun demikian, rasa keterkaitan ini bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Tetapi sebaliknya,  perubahan yang konstan di dalam keanggotaan akan terus terjadi.  &lt;br /&gt;Partisipasi&lt;br /&gt;Sebuah perkumpulan dapat dikatakan sebagai suatu organisasi jika ada partisipasi dari setiap komponen di dalam perkumpulan tersebut. Setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi, setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan. &lt;br /&gt;Partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.&lt;br /&gt;Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:&lt;br /&gt;1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.&lt;br /&gt;2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.&lt;br /&gt;3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.&lt;br /&gt;Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pikiran (psychological participation)&lt;br /&gt;2. Tenaga (physical partisipation)&lt;br /&gt;3. Pikiran dan tenaga&lt;br /&gt;4. Keahlian&lt;br /&gt;5. Barang&lt;br /&gt;6. Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektifitas tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas. &lt;br /&gt;Bertolak dari pemahaman tersebut di atas, maka sudah sepantasnyalah jika kita berperan aktif di dalam organisasi dimana kita berada. Perankita sebagai bawahan adalah menjalankan fungsi dan tugas yang sudah ditentukan. Sedangkan peran kita sebagai pemimpin atau atasan adalah memberikan arahan, motivasi dan koordinasi dari semua komponen untuk bersama mencapai tujuan. Mengkomunikasikan tujuan bersama adalah tanggungjawab utama dari seorang pemimpin organisasi. Semakin efektif pemimpin mengkoordinasi dan menginstruksi bawahan, maka semakin sukses pula organisasi itu mencapai tujuan. Semoga.... wallahua’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-6796088889840134393?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/6796088889840134393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=6796088889840134393&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/6796088889840134393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/6796088889840134393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/membangun-militansi-di-organisasi.html' title='Membangun Militansi di Organisasi'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-1912391191147629028</id><published>2010-08-19T20:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T20:02:38.938-07:00</updated><title type='text'>Lailatul Qadar</title><content type='html'>Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al Qadar [97] : 3-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt memberikan begitu banyak kebaikan dan kemudahan bagi umat manusia di muka bumi. Selain dilipatgandakan pahala bagi setiap kebaikan, pada bulan puasa Allah menurunkan malam yang disebut dengan lailatul qodar. Yaitu suatu malam dimana Allah memberikan sagala rahmat bagi siapa saja yang menemuinya. Seseorang yang menemui lailatul qodar akan menemukan kedamaian, kesejukan dan barokah dari Allah Swt. Dalam beberapa sumber menyebutkan bahwa lailatul Qodar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. &lt;br /&gt;Nabi Muhammad  saw selalu bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir dari bulan romadhan  dengan berbagai amalan melebihi waktu-waktu lainnya. Pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.&lt;br /&gt;Sebagaimana istri beliau –Ummul Mu'minin Aisyah ra berkata,&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Aisyah radhiyallahu 'anha juga mengatakan,&lt;br /&gt;"Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima',pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;Ibada-ibadah yang dilakukan pada saat sepertiga terakhir di bulan ramadhan meliputi; shalat, membaca Al Qur'an, dzikir, sedekah dan lain sebagainya. Bukan melakukan hal-hal yang bersifat duniawi sebagaimana yang banyak dilakukan orang sekarang. Seperti  yang kita tahu jika memasuki sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan kita lebih disibukan dengan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan untuk persiapan lebaran (hari raya). Inilah hal ironis umat muslim saat ini yang lebih mengutamakan sepirit glamor keduniaan dibandingkan dengan meluangkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Lihat saja bagaimana pada saat akhir-akhir romadhon setiap orang sudah sibuk dengan persiapan mudik, berjubel di berbagai pusat perbelanjaan sedangkan masjid sudah mulai kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi? &lt;br /&gt;Kita tidak pernah mengetahui kapan pastinya malam lailatul qodar itu turun. Oleh karena itu sebagai seorang muslim yang taat, pada sepertiga dari bulan ramadhan itu sepenuhnya kita perjuangkan untuk tetap menjalankan ibadah secara sungguh-sungguh. Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam lailatul qadar adalah agar dapat dibedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. Karena orang yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut. Dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak. &lt;br /&gt;Mengenai informasi kapan datangnya lailatu qadar dapat kita pahami dari beberapa hadits Rasulullah saw. Sebagaimana sabda Nabi Saw, Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt; "Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;"Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;"Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanda-tanda  Malam Lailatul Qadar&lt;br /&gt;1) Udara dan angin sekitar terasa tenang.  Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;2) "Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)&lt;br /&gt;3) Malaikat turun membawa ketenangan, sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.&lt;br /&gt;4) Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya, sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.&lt;br /&gt;5) Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih. Dari Abi bin Ka'ab bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya,"Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;I’tikaf &lt;br /&gt;Untuk dapat menemui malam lailatul qodar kita harus memperbanyak amalan ibadah secara sungguh-sungguh mendekatkkan diri kepada Allah. Ibadah yang mungkin jarang kita lakukan di luar bulan ramadhan adalah i’tikaf. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa Iktikaf berarti berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah Swt. I’tikaf dapat dilakukan dengan sholat tahajud, membaca Al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah Swt. &lt;br /&gt;I’tikaf ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi diri akan kehidupan kita yang penuh dengan berbagai kekurangan. Kita dapat memohon ampun atas segala khilaf dan memohon kekuatan agar kita diberi kekuatan dan kemudahan untuk dapat memperbaiki diri di dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;Marilah kita berusaha sekuat tenaga menghabiskan waktu-waktu kita dengan berdiam diri di Masjid. Kita isi hari-hari kita dengan membaca Alqur’an, dzikir, memperbanyak sholat sunnah. Semoga Allah meridhoi kita untuk dapat menjumpai malam kemuliaan tersebut. Semoga ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-1912391191147629028?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/1912391191147629028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=1912391191147629028&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1912391191147629028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1912391191147629028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/lailatul-qadar.html' title='Lailatul Qadar'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3075470331449836220</id><published>2010-08-13T22:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T22:45:25.272-07:00</updated><title type='text'>Amanah Berbuat Adil</title><content type='html'>Amanah Berbuat Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak dengannya dan apabila kalian menghukumi diantara manusia, maka hukumilah dengan adil. Sesungguhnya Allah yang paling baik menasehati kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (An-Nisa: 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak orang putus asa dengan kehidupan ini. Pasalnya banyak orang yang diberi amanah menjadi pemimpin, tetapi tidak mengemban amanah itu secara baik. Amanah itu justru dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga atau golongannya. Ironisnya sebelum diberi amanah,berupa jabatan, mereka berjanji bahkan bersumpah dengan nama Illahi untuk mendapat simpati. &lt;br /&gt;Kejadian yang terjadi di gedung DPR/MPR hanya bagian kecil dari bukti keputusasaan rakyat kecil untuk mengingatkan para pemimpin yang tidak adil. Kata-kata tidak didengar lagi. Demo sudah bukan barang baru, bahkan sekedar menjadi intertainment semata. Walhasil, wajarlah jika lahir tindakan-tindakan “destruktif” seperti yang dilakukan pak Pong dan kawan lainnya. Jika kritik sudah tidak mempan lagi apalagi hanya sekedar saran dan kritikan. &lt;br /&gt;Jika para pemimpin sudah tidak lagi mengindahkan nasehat para ulama’ di negeri ini, maka siapa lagi yang dapat diandalkkan oleh rakyat kecil. Hasilnya adalah ketidak percayaan, sehingga setiap orang akan dengan caranya sendiri mengekspresikan kekecewaan dan kekesalan terhadap para pemimpin mereka. Hal itu tentu akan melahirkan tindakan destruktif yang berkepanjangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang adil &lt;br /&gt;Saat ini memang sangat sulit mencari pemimpin yang dapat di percaya. Hal ini terbukti dengan semakin terpuruknya lembaga-lembaga hukum kita. Lembaga hukum kita telah tercoreng dengan ditemukannya beberapa oknum yang terlibat dalam korupsi dan kolusi. Jika lembaga hukum saja demikian, bagaimana dengan lembaga-lembaga yang lain? Jawabanya, tentu akan lebih para dari itu. &lt;br /&gt;Pemimpin yang adil akan mengemban amanah sesuai yang telah ditetapkan atau dijanjikan. Ia akan konsisten mencapai tujuan dengan tindakan-tindakan mulia, yaitu dengan cara yang benar, dengan tidak mengorbankan kepentingan rakyatnya. Pemimpin yang adil tidak akan mengorbankan bawahan demi kepentingan dirinya bahkan kepentingan organisasinya. Pemimpin yang adil harusnya justru berani berkorban untuk orang lain terutama bawahan agar bawahannya mendapatkan hak sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan. &lt;br /&gt;Dalam konsep yang sederhana, pemimpin adalah orang yang dipercaya mengemban amanah untuk mewakili kepentingan organisasinya (dalam kontek negara, rakyat). Pemimpin yang adil tidak akan melakukan atau memutuskan sesuatu tanpa landasan kebenaran. Apapun yang terjadi dengan organisasi, pucuk pimpinan bertanggungjawab atas segala sesuatunya. Sehingga keputusan apapun dan kebijakan apappun sangat tergantung dengan kebijakan pimpinan itu sendiri. Jika pemimpin dapat bersikap adil, dalam arti menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ketentuannya, maka sinergi organisasi itu akan semakin baik. Jika sinergi ini dalam kondisi yang baik, maka  organisasi itu akan semakin mudah mencapai tujuan bersama. Namun berbeda halnya jika pemimpin tidak bisa menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ketentuan. Sudah dapat dipastikan jalan organisasi akan pincang. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya sinergi di dalam organisasi tersebut. &lt;br /&gt;Ketidakadilan dapat berakibat fatal dalam kehidupan. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai persoalan sosial akibat persaingan yang tidak sehat. Bahayanya lagi,  ketidakadilan akan melahirkan kecemburuan sosial yang berakibat pada dihalalkanya segala cara untuk meraih jabatan. Kondisi ini pernah melanda umat islam, pada zaman kekhalifahan. Seperti yang digambarkan oleh KH Abdurrahman Muhammad (2009); “…caci maki dan fitnah terhadap keluarga Ali tidak saja dilakukan di wilayah privat, tapi juga di tempat-tempat umum, bahkan di masjid-masjid. Tak sedikit di antara para Khatib yang memanfaatkan mimbar  Jumat sebagai ajang caci maki terhadap Ali dan keluarganya. Padahal, semua orang tahu bahwa Ali adalah orang pertama dari kelompok anak muda yang masuk Islam. Ia kelurga dekat, juga menantu kesayangan Rasulullah SAW. Ali mengikuti hampir semua peperangan menghadapi kaum kafir.”&lt;br /&gt;Kejadian seperti itu tentu tidak boleh terulang kembali di kalangan umat Islam. Sesama muslim hendaknya mempererat persaudaraan dan ukhuah islamiah. Kalaupun ada pertentangan atau perbedaan hendaknya diselesaikan secara musyawarah. Hal itu akan lebih meredam perpecahan dan permusuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menciptakan sinergi dalam organisasi. Yaitu kondisi dimana setiap komponen dalam komunitas itu memiliki rasa memiliki dan bersemangat untuk menjalankan tanggungjawabnya masing-masing.&lt;br /&gt;Hal pertama yang harus dilakukan adalah memulai segala kebaikan dari pucuk pimpinan. Pemimpin adalah representasi dari setiap orang yang ada di bawahnya. Ia adalah representasi dari organisasi yang dipimpinnya. Jika pemimpin sudah sesuai dalam menjalankan amanah kekpemimpinan, secara otomatis menggerakan bawahan akan semakin mudah. Karena bawahan tidak akan membangkan dan akan lebih menghormati pemimpin yang amanah. Tetapi berbeda halnya jika pemimpin itu dholim. Pemimpin dholim; pilih sih atau tidak adil, maka akan lehir bawahan yang tidak sinergi dan tidak akan mengikuti bahkan menentang atasan mereka. &lt;br /&gt;Kedua, seorang pemimpin harus transparan terhadap kebijakan-kebijakannya. Kebijakan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, yaitu bawahan. Jika pemimpin dapat memusyawarahkan segala keputusan dan ketentuan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban bawahannya, insya Allah bawahan akan menerima dengan lapang dada dan tidak akan membangkan dengan ketentuan pimpinannya. Oleh karena itu, pemimpin yang adil harus bersikap lapang dada dan terbuka terhadap segala ketentuan yang dibuat bersama. Tidak ada yang diistimewakan atas setiap komponen yang ada di dalam lembaga tersebut. &lt;br /&gt;Ketiga, seorang pemimpin hanya akan mengambil keputusan jika sesuatu itu sudah dapat dibuktikan. Idealnya seorang pemimpin harus bijaksana terhadap segala persoalan. Ia tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang berkembang, terutama yang berkaitan dengan persoalan di lembaga sendiri. Karena bisa jadi, orang-orang di sekelilingnya akan berusaha dengan berbagai cara untuk mendapat simpati dari pemimpinnya. Dengan demikian, orang-orang yang berkepentingan akan menyebarkan fitnah terhadap golongan lain di dalam lembaga itu. Jika ini terjadi maka akan terjadi perpecahan, yang berarti juga akan mengurangi kekuatan atau bahakn menghancurkan organisasi itu sendiri. &lt;br /&gt;Keempat, seorang pemimpin tidak suka menghukum, tetapi lebih suka memberi motivasi. Tugas ini adalah tugas yang sangat berat. Tetapi kalau kita melihat pola kepemimpinan Rasulullah saw, kita akan menemukan betapi beliau lebih banyak memotivasi orang-orang yang berbuat salah ketimbang memberi hukuman. Contoh saja ketika ada seseorang yang mengadu bahwa dirinya telah batal menjalankan puasa, karena ketidakmampuannya terhadap istrinya. Maka tidak sertamerta, Rasulullah menghujatnya sebagai manusia berdosa. Tetapi dengan bijaksana beliau mengajari dan menyarankan hamba itu berbuat sesuatu yang lebih baik. Inilah contoh pemimpin yang diharapkan oleh setiap manusia sepanjang jaman. &lt;br /&gt;Kelima, seorang pemimpin lebih banyak memberi contoh daripada menegur. Dalam setiap kesempatan kita tentu melihat bagaimana pola kepemimpinan di lingkungan kita. Seorang pemimpin ditakuti, tetapi bukan dihormati. Kalaupun ada yang dihormati itu sementara saja saat pemimpin itu ada di depan mata, tetapi ketika pemimpin sudah pergi akan menjadi bahan caci maki. Coba lihatlah bagaimana bisa seorang pemimpin di negeri yang mayoritas muslim, justru jadi cemoohan, ejekan dan hujatan. Hal ini tentu karena seorang pemimpin tidak dapat memberi contoh yang lebih baik dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;Mudah-mudahan kesadaran kita akan pentingnya memimpin dengan amanah akan membawa kita pada kedamaian dan kesejahteraan bersama. Hal itu hanya akan terwujud jika kita meneladani pola kepemimpinan yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Semoga dengan usaha yang sungguh-sunggu kita akan diberi kekuatan untuk mengikuti pola kepemimpiannya. Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3075470331449836220?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3075470331449836220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3075470331449836220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3075470331449836220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3075470331449836220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/amanah-berbuat-adil_13.html' title='Amanah Berbuat Adil'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-2509025045465769068</id><published>2010-08-12T08:49:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T07:36:04.179-07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Dilarang Mengeluh</title><content type='html'>Pemimpin Dilarang Mengeluh&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat yang lalu kita baru saja menyadari bahwa pemimpin kita mengeluh. Presiden mengeluh terhadap kondisi yang dihadapi, terutama mengenai terorisme. Presiden nampaknya wawas dengan adanya berbagai ancaman yang membahayakan dirinya. Jika presiden saja mengeluh bagiamana dengan rakyatnya? Jika presiden saja mengeluh, tentu rakyat kecil akan lebih mengeluh. Pasalnya, rakyat kecil terancam dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok, terutama menjelang lebaran. Belum lagi ancaman kenaikan TDL dan kebutuhan-kebutuhan lainya. Lebih menakutkan lagi akan adanya ledakan gas beracun yang siap menelan siapa saja, tentunya masyakat miskin yang hanya mampu membeli gas 3 kiloan. &lt;br /&gt;Kenginan mengeluh adalah sifat yang dimiliki oleh setiap orang. Tindakan ini  dilakukan oleh orang-orang yang menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan. Bisa karena khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk padanya, atau karena kondisi yang tidak menyenangkan. Mengeluh umumnya dilakukan oleh orang-orang yang hidup susah. Baik susah secara ekonomi, karena belum dapat perkerjaan, susah karena harga-harga naik dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Sikap mengeluh hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak sabar dengan cobaan yang dihadapi. Seberat apapun ujian dan tantangan dalam kehidupan harus dihadapi dengan lapang dada dan pantang menyerah. Namun demikian, bagaimana jika yang mengeluh itu seorang presiden? Tentu akan timbul berbagai pertanyaan. Apa yang terjadi dengan presiden tersebut? Apakah presiden sedang galau menghadapi harga-harga yang naik menjelang lebaran? Atau mengeluh karena kurang tunjangan? &lt;br /&gt;Harusnya, seorang pemimpin pantang untuk mengeluh. Apalagi dihadapan rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin yang suka mengeluh menunjukan ketidakikhlasan atas pekerjaan dan beban yang diembanya. Apapun resikonya menjadi seorang pemimpin harus bisa menunjukan bahwa pemimpin itu siap menghadapi segala resiko, termasuk resiko mengorbankan jiwa dan raga. Pemimpin yang bijak merelakan diri dan segalanya untuk masyarakat  yang dipimpinnya. &lt;br /&gt;Jika seorang pemimpin mengeluh dihadapan rakyatnya bagaimana mungkin rakyat akan menggantungkan harapan dan perlindungan  dari pemimpinnya. Rakyat sangat percaya bahwa pemimpin yang telah dipilihnya mampu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi.  Pemimpin yang kuat secara lahir batin akan memberikan semangat dan atmosfir positif terhadap segala kondisi yang dihadapi. Hal itu akan menjadikan siapa saja yang dipimpin semakin percaya dan bersemangat menjalani kehidupan dengan berbagai kondisi. &lt;br /&gt;Seseorang yang mengeluh menandakan tidak percaya kepada Allah swt. Karena sesungguhnya segala sesuatu datang dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Dengan mengeluh ia akan menjadi lemah, frustasi dan merasa tidak mampu menghadapi persoalan yang dihadapi, akhirnya lahirlah ungkapan-ungkapan ketidakmampuan menahan diri dari segala persoalan yang dihadapi. &lt;br /&gt;Dengan mengeluh atau dalam istilah anak mudah churhat, orang memang dapat mengurangi beban psikologis yang dihadapi. Tetapi hal itu tentu tidak etis jika dilakukan oleh seorang pemimpin, apalagi pemimpin negara. Seorang pemimpin yang terlalu banyak mengeluh akan menimbulkan efek negatif terhadap kehidupan sebuah organisasi, baik besar maupun kecil. Misalnya saja seorang karyawan yang banyak mengeluh tentu tidak akan disukai rekan kerjanya. Karena orang-orang seperti ini akan lebih banyak menggantungkan diri kepada oang lain. Dan tentunya kebiasaan mengeluh akan  mempengaruhi orang-orang yang ada di sekelilingnya. Orang yang suka mengeluh tidak dapat dijadikan tumpuan dan harapan, karena orang seperti ini hanya akan merepotkan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan Itu Adalah Amanah &lt;br /&gt;Pada dasarnya, kepemimpinan adalah amanah yang membutuhkan karakter dan sifat-sifat tertentu. Seseorang  dinilai layak untuk memegang amanah kepemimpinan atas dasar mampu memikul amanah kepemimpinan. Sifat-sifat kepemimpinan tersebut dalam Islam sangat penting untuk dipertimbangkan. Ia harus kuat secara lahir maupun batin. Fisik dan mental akan sangat mempengaruhi cara berfikir dan cara pengambilan kebijakan di dalam kepemimpinannya. Oleh karena itu, di dalam Islam perlu diperhatikan beberapa kriteria seorang pemimpin, diantaranya: &lt;br /&gt;Pertama, al-quwwah (kuat). Seorang pemimpin haruslah kuat lahir dan batinnya. Karena ketika ia mengemban amanah memimpin umat, setiap orang yang dipimpinnya akan menggantungkan segala harapan kepadanya. Untuk itu kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada orang-orang yang lemah. Orang yang lemah akan mudah putus asa dan mudah mengeluh ketika diserahi tanggungjawab. Bahkan jika merasa tidak bisa cenderung akan meninggalkan tanggungjawab tersebut, bahkan akan mencari kesalahan orang lain. &lt;br /&gt;Rasulullah Saw pernah menolak permintaan dari Abu Dzar al-Ghifariy yang menginginkan sebuah kekuasaan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Abu Dzar berkata, “Aku berkata kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah tidakkah engkau mengangkatku sebagai penguasa (amil)?” Rasulullah saw menjawab, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau orang yang lemah. Padahal, kekuasaan itu adalah amanah yang kelak di hari akhir hanya akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali orang yang mengambilnya dengan hak, dan diserahkan kepada orang yang mampu memikulnya.”&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan kekuatan di dalam hadits tersebut adalah kekuatan ‘aqliyyah dan nafsiyyah. Artinya seorang pemimpin harus memiliki kekuatan akal yang menjadikan dirinya mampu memutuskan kebijakan yang tepat dan sejalan dengan akal sehat, sesuai syari’at Islam. Seorang yang lemah akalnya, pasti tidak akan mampu menyelesaikan urusan-urusan rakyatnya. Lebih dari itu, ia akan kesulitan untuk memutuskan perkara-perkara sulit yang harus segera diambil tindakan. Pemimpin yang memiliki kekuatan akal akan mampu melahirkan kebijakan-kebijakan cerdas dan bijaksana. Ia mampu melindungi dan mensejahterakan rakyatnya. Sebaliknya, pemimpin yang lemah akalnya,  pasti akan merugikan dan menyesatkan rakyat yang dipimpinya.&lt;br /&gt;Selain kekuataan ‘aqliyyah, seorang pemimpin harus memiliki kekuatan nafsiyyah (kejiwaan). Kejiwaan yang kuat akan mencegah seorang pemimpin dari tindakan tergesa-gesa, emosional atau tidak sabar. Seorang pemimpin yang lemah kejiwaannya cenderung  mudah mengeluh, gampang emosi, serampangan bahkan gegabah dalam mengambil keputusan. Pemimpin yang seperti ini sangat membahayakan bagi orang-orang yang dipimpin. Karena rakyat akan semakin merasa wawas dan gelisah dengan masa depan mereka.&lt;br /&gt;Kedua, al-taqwa (ketaqwaan). Ketaqwaan adalah  sifat yang sangat penting harus dimiliki seorang pemimpin. Ketakwaan merupakan kunci dari kepempimpinan di dalam Islam. Seorang pemimpin yang bertakwa akan berpegang teguh pada aturan dan nilai-nilai di dalam Islam. Oleh karena itu, pemimpin yang bertakwa tidak akan menyengsarakan rakyatnya hanya untuk kepentingan diri sendiri dan golongan. Bahkan lagi seorang pemimpin yang bertakwa akan mengikuti apa yang telah digariskan oleh Allah swt. &lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat dituturkan bahwa tatkala Rasulullah saw melantik seorang amir pasukan atau ekspedisi perang, beliau  berpesan kepada mereka terutama pesan untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT dan bersikap baik kepada kaum Muslim yang bersamanya.(HR. Muslim &amp; Ahmad).&lt;br /&gt;Pemimpin yang bertaqwa akan selalu berhati-hati dalam mengatur urusan rakyatnya. Ia tidak akan menyimpang dari aturan Allah SWT. Ia sadar bahwa, kepemimpinan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari akhir. Untuk itu, ia akan selalu menjaga tindakan dan perkataannya. Berbeda dengan pemimpin yang tidak bertaqwa, yang cenderung untuk menggunakan kekuasaannya untuk menindas, mendzalimi dan memperkaya diri sendiri. Pemimpin seperti ini merupakan sumber fitnah dan penderitaan.&lt;br /&gt;Ketiga, al-rifq (lemah lembut). Seorang pemimpin haruslah bersifat lemah lembut ketika bergaul dengan rakyat. Pemimpin akan semakin dicintai dan tidak ditakuti oleh rakyatnya jika ia memimpin secara lemah lembut. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa ‘Aisyah ra berkata, ”Saya mendengar Rasulullah saw berdoa di rumah ini, ‘Ya Allah, siapa saja yang diserahi kekuasaan untuk mengurusi urusan umatku, kemudian ia memberatkannya, maka beratkanlah dirinya, dan barangsiapa yang diserahi kekuasaan untuk mengurus urusan umatku, kemudian ia berlaku lemah lembut, maka bersikap lembutlah kepada dirinya.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Pemimpin yang lemah lembut tidak akan ambisius dengan kekuasaan. Dengan demikian, ia tidak akan menghalalkan segala cara untuk melanggengkan kekuasaannya. Lebih dari itu, ia juga tidak akan meremehkan, memfitnah, dan menghujat lawan politik yang ada di sekitarnya. Inilah sumber fitnah dalam ranah kepemimpinan di negeri kita saat ini. Kita sering menyaksikan bagaimana para pemimpin di teras atas, dengan berbagai cara yang sesungguhnya dilarang di dalam Islam. Seolah-olah tindakan-tindakan menfitnah dan menghujat sudah bukan larangan lagi. Padahal setelah mendudukan  mereka dapatkan, mereka tidak memperjuangkan sebagaimana yang dijanjikan sebelum mendudukinya. &lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa diberi kekuasaan oleh Allah SWT untuk mengurusi urusan umat Islam, kemudian ia tidak memperhatikan kepentingan, kedukaan, dan kemiskinan mereka, maka Allah SWT tidak akan memperhatikan kepentingan, kedukaan, dan kemiskinannya di hari kiamat.” (HR. Abu Dâwud &amp; at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;Semoga kita terhindar dari sifat-sifat munafik yang ada di dalam diri kita. kita tidak boleh meminta jabatan, tetapi jika diserahi amanah memimpin umat maka harus dikerjakan sebaik-baiknya, yaitu dengan menerima segala resiko dan tidak mengenluh dengan berbagai kondisi. Hanya dengan inilah kita akan menemukan kepemimpinan yang dapat menjadi panutan, tumpuan dan gantungan dalam menghadapi persoalan kehidupan yang semakin kompleks ini. Semoga Allah memberikan jalan kemudahan bagi segala persoalan hidup kita. amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dimuat di Republika hari Kamis 2 September 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-2509025045465769068?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/2509025045465769068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=2509025045465769068&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/2509025045465769068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/2509025045465769068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/pemimpin-dilarang-mengeluh.html' title='Pemimpin Dilarang Mengeluh'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3731051045877317948</id><published>2010-08-11T15:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T15:16:04.265-07:00</updated><title type='text'>Hikmah Perintah Puasa</title><content type='html'>Hikmah Perintah Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”&lt;br /&gt;(Al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan romadhan sudah hampir tiba. Bulan romadhan adalah bulan penggemblengan. Bulan, dimana setiap muslim dilatih untuk mengendalikan nafsunya. Baik nafsu makan dan minum, juga nafsu-nafsu duniawi lainnya. Pada bulan ini umat muslim dilarang melakukan hal-hal yang tidak penting, dan dianjurkan untuk mengerjakan amalan kebaikan sebanyak mungkin. Amalan itu baik yang berkaitan dengan ibadah langsung kepada Allah, maupun maupun ibadah sosial. Ibadah-ibadah yang dilakukan pada bulan puasa akan diberi balasan berlipat ganda. &lt;br /&gt;Pada bulan puasa kita dilarang makan dan minum. Secara sosial, hal ini dimaksudkan  agar kita dapat merasakan bagaimana sengsaranya saudara-saudara kita yang tidak mendapat nikmat berupa rezeki makanan. Kita diajari untuk hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan dalam hal makanan dan minuman. Ini juga menunjukan bahwa Islam sangat menganjurkan kepada umat muslim agar ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain sesama muslim. &lt;br /&gt;Puasa bukan hanya berhenti dari aktivitas makan dan minum, tetapi kita juga dianjurkan untuk tidak melakukan dosa-dosa kecil apalagi dosa besar. Dosa-dosa yang berkaitan dengan orang lain; seperti menggunjing, meremehkan, mencela, mengambil hak orang lain dan lain sebagainya. Dosa-dosa itu sering tidak disadari kita lakukan sepanjang hidup kita. Baik dengan keluarga sendiri maupun dengan tetangga kita. Mungkin kita sering  jengkel, sering marah-marah karena ketidakpuasan kita atas mereka. Ataupun dosa kita kepada tentangga, karena kita secara sengaja maupun tidak disengaja menyinggung perasaan, membicarakan kekurangan-kekurangan mereka dan lain sebagainya. Intinya dengan berpuasa kita harus menyadari bahwa apa yang dirasakan orang lain harus dapat kita rasakan pula. Dengan demikian kita akan peka terhadap persoalan sosial yang ada di sekeliling kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat puasa &lt;br /&gt;Di era modern ini begitu banyak orang mengalami persoalan kesehatan karena overnutrisi. Manusia modern melampiaskan nafsu makan dan minumnya sekehendak mereka. Walhasil, sering kita menemukan manusia-manusia yang cemas dengan kondisi tubuh yang tidak terkontrol, alias kegemukan. Kondisi tubuh yang tidak sehat ini juga berpengaruh terhadap kejiwaan mereka, sehingga timbulah berbagai macam penyakit mengerikan. Penyakit-penyakit seperti tumor, gagal ginjal, strok dan lain sebagainya lebih disebabkan oleh tidak terkontrolnya pola makan atau gaya hidup manusia itu sendiri. &lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut, puasa memberikan solusi atas berbagai macam persoalan overnutrisi yang terjadi pada masyarakat modern. Pertama, dari segi kesehatan, puasa akan memberikan dampak yang sangat bagus bagi kesehatan. Selama tidak berpuasa kita mengkonsumsi berbagai macam makanan yang mengandung berbagai zat yang terkadang tidak sehat bagi tubuh kita. Dengan berpuasa, tubuh kita akan mengurangi kadar negatif yang ada di dalam tubuh. Disamping itu, pada saat berpuasa kita juga dianjurkan memakan makanan yang lebih baik ketimbang di luar bulan puasa. Dengan demikian, pada saat puasa kita akan mengontrol makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita sesuai dengan kebutuhan. &lt;br /&gt;Kedua, puasa akan memberi kesempatan pada alat pencernaan untuk beristirahat sebentar. Selama puasa makanan dan cairan yang masuk ke dalam tubuh dikurangi, maka secara otomatis alat pencernaan pun aktivitasnya berkurang. Kondisi ini akan mendukung pemulihan sel-sel yang terkontaminasi oleh zat-zat yang merusak tubuh. Itulah sebabnya selama puasa kita dianjurkan untuk lebih banyak minum, atau meminum minuman yang banyak mengandung gizi.&lt;br /&gt;Ketiga, puasa dapat mengatur nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita, sehingga menghindarkan kondisi overnutrisi. Menurut ahli kesehatan, kelebihan gizi atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.&lt;br /&gt;Keempat, puasa dapat membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi). Dengan berpuasa, membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita, sehingga menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan karsinogen dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. &lt;br /&gt;Kelima, dengan berpuasa menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit sehingga dengan penambahan sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. &lt;br /&gt;Keenam, manfaat lainnya berpuasa adalah; menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh, dan meningkatkan fungsi organ tubuh.&lt;br /&gt;Gambaran di atas merupakan bagian kecil dari manfaat puasa secara medis. Manfaat lainnya dan yang tidak kalah penting adalah manfaat secara mental (sepiritual). Puasa juga akan memberikan dampak yang luar biasa pada batin manusia. Kita memahami bahwa pola pikir dan otak kita sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita. Oleh karena itu, dengan berpuasa tentu akan memberikan dampak yang positif terhadap kejiwaan kita. &lt;br /&gt;Dampak positif dari puasa diantarnya adalah; pertama, puasa melatih kita disiplin dalam mengendalikan diri. Kita makan dan menahan diri untuk tidak makan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Kita juga dilatih mengendalikan diri untuk tidak menuruti semua nafsu-nafsu yang ada dalam diri kita. Kalau kita tidak berpuasa kita akan makan dan minum sekehendak kita, tetapi dalam puasa kita harus makan dan minum dalam waktu yang telah ditentukan. Kebiasaan mengatur pola makan dan minum ini jika dibiasakan akan melatih kita mengendalikan hawa nafsu kita. &lt;br /&gt;Kedua, puasa melatih kita untuk bersikap jujur. Pada saat berpuasa mungkin tak seorangpun tahu kalau kita sedang berpuasa. Atau kita bisa saja mengatakan berpuasa tetapi ditempat tersembunyi kita makan sesuatu. Dengan berpuasa kita dilatih berkata dan bertindak secara jujur bahwa Allah mengetahui segala yang kita lakukan meskipun orang lain tidak mengetahuinya. &lt;br /&gt;Ketiga, berpuasa memberikan kepada kita perasaan akan kebersamaan. Terutama jika kita melakukan buka puasa bersama. Kita juga diajari untuk saling mengingatkan pada saat sahur dianjurkan membangunkan sesama muslim yang sedang tidur untuk makan sahur. Dan lain sebagianya.&lt;br /&gt;Terakhir dan yang paling penting, bahwa puasa menyadarkan kepada kita bahwa ktia adalah makhluk yang lemah. Kita menyadari bahwa sehari saja tidak makan dan tidak minum kita sudah kekurangan tenaga, apalagi jika kita tidak dapat menikmati makanan dan minuman selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. &lt;br /&gt;Inilah karunia Allah yang sangat besar bagi kehidupan kita. Kewajiban kita agar berpuasa ternyata memberikan manfaat yang sangat besar dalam diri kita baik lahir maupun batin. Dari sini juga dapat kita ambil pelajaran bahwa setiap perintah dan larang dari Allah itu sebenarnya hanya untuk kepentingan manusia itu sendiri. Masihkah kita akan mengingkarinya? Hanya kita sendiri yang dapat menentukan dan mengambil pilihan atas kehidupan ini. Wallahua’lam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dimuat di Radar Jogja Rabu, 11 Agustur 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3731051045877317948?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3731051045877317948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3731051045877317948&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3731051045877317948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3731051045877317948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/hikmah-perintah-puasa.html' title='Hikmah Perintah Puasa'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-6701775402537914394</id><published>2010-08-08T17:28:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T17:30:02.680-07:00</updated><title type='text'>Mental Pengemis</title><content type='html'>Mental Pengemis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang terjadi pada diri kita sehingga kita sering lebih suka meminta daripada memberi. Kita lebih suka berpangku tangan, entah tentang persoalan diri sendiri apalagi persoalan orang lain. Kita mengabaikan tanggungjawab kita dan memilih menikmati hidup sesuai dengan kehendak kita. Ditambah lagi kita tidak pernah mau menyadari bahwa diri kita memiliki tanggungjawab yang sangat besar terhadap kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita manusia diciptakan sebagai kholifah, pemimpin. Kita diharapkan dapat memberi kebaikan dengan kelebihan atau dengan potensi yang ada di dalam diri kita. Jika kita berlebih harta, diharap berjihad dengan harta, demikian juga dengan kelebihan kita akan tenaga, waktu, ilmu, waktu luang bahkan kelapangan dada kita pun harus kita manfaatkan untuk kebaikan bersama. Doa kita adalah bagian terpenting untuk merubah kehidupan dunia ini agar lebih baik. Doa adalah kekuatan terakhir, jika kita tidak mampu berjihad dengan kekuatan lainya. Doa adalah jihad yang paling rendah bagi seorang muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hidup kita hanya mengalir mengikuti arus, maka sudah dapat dipastikan kita tidak akan memiliki kontribusi apa-apa dalam kehidupan ini. Kita tidak akan dapat mempengaruhi atau merubah kaum kita. karena dengan mengikuti arus, kita sendiri tergelincir dalam kehidupan yang tidak pasti. Oleh karena itu kita harus melawan arus kehidupan,  jika memang kehidupan saat ini jauh dari apa yang diharapkan dalam Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpatokanlah pada agama agar kehidupan ini terarah. Agama adalah pedoman dan pegangan hidup yang harus dipegang secara teguh dan konsisten. Memang tidak mudah memegang komitmen itu. Akan ada pertentangan, perlawanan bahkan fitnah yang bakal kita hadapi. Tapi jika kita lulus dari semua itu, nama kita dan jasa kita akan menjadi legenda dalam kehidupan ini. Dan ingatlah apapun yang kita kerjakan bukan semata-mata untuk manusia, tetapi perjuangan itu semata untuk Allah semata. Jika kita gagal, kita tidak akan putus asa. Demikian juga kalau kita berhasil, kita tidak akan buta terhadap sanjungan dari manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangkanlah setiap gagasan yang berdasar atas kebenaran. Setiap gagasan yang disampaikan akan memberikan pengaruh kepada orang lain. Minimal mengingatkan orang lain, atau sekedar menunjukan kebenaran itu. Gagasan yang di bagikan akan menjadi dinamika yang baik bagi kehidupan. Berbeda halnya jika gagasan itu tidak disampaikan dan bahkan hanya menjadi gerundelan di belakang. Gagasan yang tidak dibagikan ibarat api dalam sekam, kapan saja siap meledak dan tak terkendalikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan setiap kebaikan meskipun itu sedikit. Kerjakan secara terus menerus kebaikan itu agar nanti menjadi besar. Sadari bahwa yang besar itu dimulai dari yang kecil. Kesempurnaan dimulai dari kekurangan-kekurangan. Tidak ada satu hal pun yang terlahir dengan sempurna. Semuanya memerlukan proses dan waktu yang terus menerus bertumbuh dan berkembang. Seperti sebuah gedung yang harus diawali dari pembangunan fondasi. Fondasi yang paling dasar adalah kekuatan utama dari sebuah bangunan. Jika fondasinya tidak kuat, alamat keruntuhan bangungan itu. Meskipun fondasi tidak nampak tetapi ia memiliki peran besar dalam kehidupan sebuah bangunan. Semakin dalam dan semakin tidak nampak, fondasi akan semakin kokoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fondasi adalah simbul kedalaman ilmu yang ada jauh di dalam diri seseorang. Ia tidak seperti harta, atau kekayaan lainnya tetapi ada di dasar diri setiap orang. Orang yang berilmu akan memiliki kekuatan lahir dan batin yang luar biasa di dalam mengarungi kehidupan ini. Itulah kekuatan yang tidak dapat disembunyikan dalam kehidupan ini. Ilmu adalah bekal terbaik dalam kehidupan ia bisa dibawa kemana saja. Ia bukan menjadi beban tetapi justru dapat menyelamatkan diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbekal ilmu itulah jadikan dirimu pelita dalam kehidupan ini. Meskipun saat ini kamu dihujat, dicacimaki, diremehkan dan mungkin dikucilkan, jangan pernah menyerah karena itu adalah ujian dalam kehidupan mu. Ujian itu akan menjadikkan mu besar. Ibarat mutiara, saat ini kamu sedang diolah. Kamu sedang dirancang. Oleh karena itu kamu harus siap digembleng dengan berbagai persoalan dalam kehidan. Semakin berat dan semakin sulit persoalan yang kamu hadapi maka akan semakin sempurna kehidupan mu kelak. Emas dan muatiara hanya terlahir dari proses yang cukup panjang dan melelahkan. Jika putus di tengah jalan maka tidak akan disbut kesempurnaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dari sekarang juga. Mumpung masih ada kesempatan. Masih ada waktu untuk berbenah. Masih ada kekuatan. Masih ada niat dalam kehidupn untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Niat adalah modal utama setiap orang untuk dapat merubah diri. Karena niat adalah kekuatan di dalam diri yang sangat berharga dalam kehidupan ini. Banyak orang yang sesungguhnya berpotensi, tetapi karena tidak memiliki niat yang kuat mereka hancur dan hilang dengan sendirinya. Mereka yang tidak memiliki niat yang kuat akan hanyut terbawa arus derasnya kehidupan yang sangat mengerikan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita diberi kekuatan dan keselamatan sehingga kita bisa mencampai  tujuan hidup kita. amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkringan Jl. Pramuka, 09 Agustus 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-6701775402537914394?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/6701775402537914394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=6701775402537914394&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/6701775402537914394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/6701775402537914394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/mental-pengemis.html' title='Mental Pengemis'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-7589292005801098760</id><published>2010-08-07T20:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T20:28:01.927-07:00</updated><title type='text'>Demi Waktu</title><content type='html'>Demi Waktu&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt; Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. &lt;br /&gt;Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan &lt;br /&gt;saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. &lt;br /&gt;(QS : Al-Ashr 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi waktu, bahwa kita dalam keadaan merugi. Kita sering melakukan hal-hal yang tidak berguna. Sepanjang hidup kita; tenaga, waktu dan pikiran, sering kita gunakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Ironisnya kita lebih suka menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak jelas tujuannya. Padahal jelas sekali Al-Qura’an mengajarkan kepada kita untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terlena dengan waktu luang kita. Waktu luang adalah saat-saat dimana kita berfikir tidak ada sesuatu yang harus kita kerjakan. Padahal, dalam hidup ini sebenarnya tidak ada waktu yang harus kita buang secara percuma. Kita bisa mengisi detik-detik hidup kita dengan aktivitas yang bermanfaat. Bahkan tidur saja itu bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat jika detik-detik lainnya kita diisi dengan aktivitas produktif. Jadi tidur merupakan usaha membangun kekuatan atau memulihkan tenaga agar kita lebih kuat lagi untuk mengerjakan pekerjaan selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, perlu kiranya kita memformulasikan hari-hari dalam kehidupan kita dengan jadwal aktivitas yang teratur. Jadwal ini akan memberikan arah ataupun panduan kepada kita akan apa yang harus kita kerjakan pada setiap detiknya. Pasalnya, kebanyakan dari kita itu terbunuh oleh waktu dan usia. Waktu luang yang kita gunakan untuk sesuatu yang sia-sia atau tidak produktif akan membawa kita pada kematian yang sia-sia. Waktu adalah pedang, jika kita tidak pandai menggunakannya. Maka kitalah yang akan terbunuh dengan waktu. Demikian juga dengan usia. Usia adalah masa dimana kita memiliki batas waktu. Dimana batas akhirnya pun tidak ada yang tahu. Batas waktu usia adalah rahasia Allah atas manusia. Allah sengaja tidak memberi tahu kapan kehidupan kita berakhir karena Ia ingin menguji sejauh mana keimanan dan  komitmen aplikasi keimanan dalam hidup kita. Itulah sebabnya manusia harus berkarya dengan ibadah sebanyak-banyaknya guna mempersiapkan diri agar siap dipanggil kapan pun juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak aktivitas produktif dalam hidup kita, semakin banyak juga kemungkinan amal ibadah kita. Kita bekerja untuk dunia dapat dikatakan ibadah jika kita bekerja sesuai dengan ajaran agama atau tidak melanggar hukum agama. Kita bekerja dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan umat manusia adalah jihad yang sangat besar pahalanya di sisi Allah swt. Apalagi kehidupan kita diisi dengan ibadah-ibadah yang sudah jelas-jelas untuk Allah swt. Kita solat, kita puasa, zakat dan naik haji merupakan bukti keimanan kita, dan keimanan itu akan terpancar dari gerak-gerik kita di dalam kehidupan bermasyarakat dan berkomunitas. Semakin sholih kita, berarti kita harus lebih banyak memberi daripada meminta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim dianjurkan menjadi orang kuat. Orang yang kuat adalah orang yang kuat secara lahir dan batin. Orang yang kuat secara lahir berarti ia mampu berdiri sendiri. Ia mampu berkarya dalam kehidupannya sesuai dengan bidang yang ditekuni. Dengan demikian, ia akan dapat lebih banyak memberi daripada meminta. Sedangkan orang yang kuat batinnya. Ia akan tabah menghadapi cobaan, hambatan dan rintangan. Sehingga ia bagaikan pelita dalam kegelapan persoalan suadara-saudarannya. Orang yang kuat secara batin akan menjadi panutan. Ia tidak pernah mengeluh dengan kesulitan hidup ini. Ia tidak mudah menyerah dengan segala kondisi hidup ini. Bahkan ia mampu memberi semangat kepada saudara-saudaranya agar bangkit dan terus berjalan menuju Sang Pencipta. Ia benar-benar menyadari bahawa semua kehidupan adalah cobaan sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tidak ada yang perlu ditakuti dan disesali. Setiap makhluk yang sudah terlahir di muka bumi, maka apapun kondisinya kehidupan harus jalan terus. Tidak boleh berhenti. Tidak boleh menyerah. Sebelum sampai pada tujuan hakiki kehidupan, yaitu Allah swt. Semoga kita dimudahkan untuk mencapainya. Amien....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-7589292005801098760?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/7589292005801098760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=7589292005801098760&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7589292005801098760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7589292005801098760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/demi-waktu.html' title='Demi Waktu'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-4497710052194136284</id><published>2010-08-05T04:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T18:48:08.917-07:00</updated><title type='text'>Amanah Berbuat Adil</title><content type='html'>Amanah Berbuat Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak dengannya dan apabila kalian menghukumi diantara manusia, maka hukumilah dengan adil. Sesungguhnya Allah yang paling baik menasehati kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (An-Nisa: 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak orang putus asa dengan kehidupan ini. Pasalnya banyak orang yang diberi amanah menjadi pemimpin, tetapi tidak mengemban amanah itu secara baik. Amanah itu justru dipergunakan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga atau golongannya. Ironisnya sebelum diberi amanah,berupa jabatan, mereka berjanji bahkan bersumpah dengan nama Illahi untuk mendapat simpati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang terjadi di gedung DPR/MPR hanya bagian kecil dari bukti keputusasaan rakyat kecil untuk mengingatkan para pemimpin yang tidak adil. Kata-kata tidak didengar lagi. Demo sudah bukan barang baru, bahkan sekedar menjadi intertainment semata. Walhasil, wajarlah jika lahir tindakan-tindakan “destruktif” seperti yang dilakukan pak Pong dan kawan lainnya. Jika kritik sudah tidak mempan lagi apalagi hanya sekedar saran dan kritikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para pemimpin sudah tidak lagi mengindahkan nasehat para ulama’ di negeri ini, maka siapa lagi yang dapat diandalkkan oleh rakyat kecil. Hasilnya adalah ketidak percayaan, sehingga setiap orang akan dengan caranya sendiri mengekspresikan kekecewaan dan kekesalan terhadap para pemimpin mereka. Hal itu tentu akan melahirkan tindakan destruktif yang berkepanjangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang adil &lt;br /&gt;Saat ini memang sangat sulit mencari pemimpin yang dapat di percaya. Hal ini terbukti dengan semakin terpuruknya lembaga-lembaga hukum kita. Lembaga hukum kita telah tercoreng dengan ditemukannya beberapa oknum yang terlibat dalam korupsi dan kolusi. Jika lembaga hukum saja demikian, bagaimana dengan lembaga-lembaga yang lain? Jawabanya, tentu akan lebih para dari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang adil akan mengemban amanah sesuai yang telah ditetapkan atau dijanjikan. Ia akan konsisten mencapai tujuan dengan tindakan-tindakan mulia, yaitu dengan cara yang benar, dengan tidak mengorbankan kepentingan rakyatnya. Pemimpin yang adil tidak akan mengorbankan bawahan demi kepentingan dirinya bahkan kepentingan organisasinya. Pemimpin yang adil harusnya justru berani berkorban untuk orang lain terutama bawahan agar bawahannya mendapatkan hak sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep yang sederhana, pemimpin adalah orang yang dipercaya mengemban amanah untuk mewakili kepentingan organisasinya (dalam kontek negara, rakyat). Pemimpin yang adil tidak akan melakukan atau memutuskan sesuatu tanpa landasan kebenaran. Apapun yang terjadi dengan organisasi, pucuk pimpinan bertanggungjawab atas segala sesuatunya. Sehingga keputusan apapun dan kebijakan apappun sangat tergantung dengan kebijakan pimpinan itu sendiri. Jika pemimpin dapat bersikap adil, dalam arti menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ketentuannya, maka sinergi organisasi itu akan semakin baik. Jika sinergi ini dalam kondisi yang baik, maka  organisasi itu akan semakin mudah mencapai tujuan bersama. Namun berbeda halnya jika pemimpin tidak bisa menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ketentuan. Sudah dapat dipastikan jalan organisasi akan pincang. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya sinergi di dalam organisasi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan dapat berakibat fatal dalam kehidupan. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai persoalan sosial akibat persaingan yang tidak sehat. Bahayanya lagi,  ketidakadilan akan melahirkan kecemburuan sosial yang berakibat pada dihalalkanya segala cara untuk meraih jabatan. Kondisi ini pernah melanda umat islam, pada zaman kekhalifahan. Seperti yang digambarkan oleh KH Abdurrahman Muhammad (2009); “…caci maki dan fitnah terhadap keluarga Ali tidak saja dilakukan di wilayah privat, tapi juga di tempat-tempat umum, bahkan di masjid-masjid. Tak sedikit di antara para Khatib yang memanfaatkan mimbar  Jumat sebagai ajang caci maki terhadap Ali dan keluarganya. Padahal, semua orang tahu bahwa Ali adalah orang pertama dari kelompok anak muda yang masuk Islam. Ia kelurga dekat, juga menantu kesayangan Rasulullah SAW. Ali mengikuti hampir semua peperangan menghadapi kaum kafir.”&lt;br /&gt;Kejadian seperti itu tentu tidak boleh terulang kembali di kalangan umat Islam. Sesama muslim hendaknya mempererat persaudaraan dan ukhuah islamiah. Kalaupun ada pertentangan atau perbedaan hendaknya diselesaikan secara musyawarah. Hal itu akan lebih meredam perpecahan dan permusuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menciptakan sinergi dalam organisasi. Yaitu kondisi dimana setiap komponen dalam komunitas itu memiliki rasa memiliki dan bersemangat untuk menjalankan tanggungjawabnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang harus dilakukan adalah memulai segala kebaikan dari pucuk pimpinan. Pemimpin adalah representasi dari setiap orang yang ada di bawahnya. Ia adalah representasi dari organisasi yang dipimpinnya. Jika pemimpin sudah sesuai dalam menjalankan amanah kekpemimpinan, secara otomatis menggerakan bawahan akan semakin mudah. Karena bawahan tidak akan membangkan dan akan lebih menghormati pemimpin yang amanah. Tetapi berbeda halnya jika pemimpin itu dholim. Pemimpin dholim; pilih sih atau tidak adil, maka akan lehir bawahan yang tidak sinergi dan tidak akan mengikuti bahkan menentang atasan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, seorang pemimpin harus transparan terhadap kebijakan-kebijakannya. Kebijakan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, yaitu bawahan. Jika pemimpin dapat memusyawarahkan segala keputusan dan ketentuan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban bawahannya, insya Allah bawahan akan menerima dengan lapang dada dan tidak akan membangkan dengan ketentuan pimpinannya. Oleh karena itu, pemimpin yang adil harus bersikap lapang dada dan terbuka terhadap segala ketentuan yang dibuat bersama. Tidak ada yang diistimewakan atas setiap komponen yang ada di dalam lembaga tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, seorang pemimpin hanya akan mengambil keputusan jika sesuatu itu sudah dapat dibuktikan. Idealnya seorang pemimpin harus bijaksana terhadap segala persoalan. Ia tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang berkembang, terutama yang berkaitan dengan persoalan di lembaga sendiri. Karena bisa jadi, orang-orang di sekelilingnya akan berusaha dengan berbagai cara untuk mendapat simpati dari pemimpinnya. Dengan demikian, orang-orang yang berkepentingan akan menyebarkan fitnah terhadap golongan lain di dalam lembaga itu. Jika ini terjadi maka akan terjadi perpecahan, yang berarti juga akan mengurangi kekuatan atau bahakn menghancurkan organisasi itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, seorang pemimpin tidak suka menghukum, tetapi lebih suka memberi motivasi. Tugas ini adalah tugas yang sangat berat. Tetapi kalau kita melihat pola kepemimpinan Rasulullah saw, kita akan menemukan betapi beliau lebih banyak memotivasi orang-orang yang berbuat salah ketimbang memberi hukuman. Contoh saja ketika ada seseorang yang mengadu bahwa dirinya telah batal menjalankan puasa, karena ketidakmampuannya terhadap istrinya. Maka tidak sertamerta, Rasulullah menghujatnya sebagai manusia berdosa. Tetapi dengan bijaksana beliau mengajari dan menyarankan hamba itu berbuat sesuatu yang lebih baik. Inilah contoh pemimpin yang diharapkan oleh setiap manusia sepanjang jaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, seorang pemimpin lebih banyak memberi contoh daripada menegur. Dalam setiap kesempatan kita tentu melihat bagaimana pola kepemimpinan di lingkungan kita. Seorang pemimpin ditakuti, tetapi bukan dihormati. Kalaupun ada yang dihormati itu sementara saja saat pemimpin itu ada di depan mata, tetapi ketika pemimpin sudah pergi akan menjadi bahan caci maki. Coba lihatlah bagaimana bisa seorang pemimpin di negeri yang mayoritas muslim, justru jadi cemoohan, ejekan dan hujatan. Hal ini tentu karena seorang pemimpin tidak dapat memberi contoh yang lebih baik dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kesadaran kita akan pentingnya memimpin dengan amanah akan membawa kita pada kedamaian dan kesejahteraan bersama. Hal itu hanya akan terwujud jika kita meneladani pola kepemimpinan yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Semoga dengan usaha yang sungguh-sunggu kita akan diberi kekuatan untuk mengikuti pola kepemimpiannya. Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-4497710052194136284?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/4497710052194136284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=4497710052194136284&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4497710052194136284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4497710052194136284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/amanah-berbuat-adil.html' title='Amanah Berbuat Adil'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-7847806455247806327</id><published>2010-08-05T04:55:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T04:36:41.740-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas Mengemban Amanah</title><content type='html'>Ikhlas Mengemban Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah&lt;br /&gt;dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati&lt;br /&gt;amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu&lt;br /&gt;mengetahui.&lt;br /&gt;(Al-Anfal 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah sebuah amanah yang sangat mulia bagi setiap manusia. Setiap orang memiliki amanah dari Allah swt, untuk memberikan kebaikan dan manfaat kepada orang lain. Dalam konsep yang lebih besar, manusia diciptakan hanyalah untuk beribadah. Beribadah dalam arti bahwa setiap tindakan harus dapat memberikan kemanfaat bagi seluruh alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya banyak diantara kita yang terlena dengan kenikmatan dunia. Kita cenderung mengorientasikan hidup kita untuk diri sendiri. Kita abaikan amanah terbesar kita, yaitu untuk kebaikan bersama. Kita sering menganggap orang lain sebagai bukan apa-apa, tidak berarti, atau bahkan musuh dalam hidup kita.  Walhasil, dalam kehidupan sehari-hari kita sering tidak bersemangat di dalam menjalani kehidupan ini, terutama jika apa yang kita lakukan tidak mendapat imbalan dari manusia. &lt;br /&gt;Dalam lingkup yang lebih sempit, kita sering melalaikan amanah di lingkup pekerjaan kita. Kita tidak sungguh-sungguh mengerjakan apa yang sudah menjadi tanggungjawab kita. Secara sembunyi-sembunyi atau bahkan terang-terangan banyak diantara kita yang mengurangi waktu bekerja, atau tidak mengerjakan sesuai yang seharusnya. Ironisnya, kita sudah digaji dan bahkan sepanjang hidup kita tergantung dari  lembaga dimana kita bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mengeluh dengan kondisi yang kita hadapi di kantor. Kita menyalahkan orang lain. Kita sering menyalahkan bawahan atau bahkan atasan,  atas kebijakan yang tidak sesuai dengan hati kita. Walhasil, kita pun tidak kooperatif terhadap segala tanggungjawab yang seharusnya kita kerjakan secara sungguh-sungguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja sebagai ibadah&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan….”&lt;br /&gt;(an-Nahl: 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita semata-mata hanya untuk beribah kepada Allah. Jadi apapun yang kita lakukan tidak lain hanya untuk mencari ridho Allah. Kita sudah semestinya tidak mudah mengeluh apalagi putus asa terhadap segala kondisi yang kita hadapi dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang kita kerjakan sepanjang untuk kebaikan, maka harus dikerjakan secara sungguh-sungguh. Jika orientasi kita hanya untuk mengabdi kepada Allah maka kita harus mengerjakan apapun itu dengan tidak mengharap imbalan dunia semata. Allah adalah tujuan dari sagala apa yang kita lakukan. Kalaupun ada imbalan dunia, maka itu bukan orientasi utama kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi hidup kita harus ingin selalu memberi yang terbaik. Baik untuk keluarga, kerabat maupun untuk umat manusia. Memberi lebih baik dari pada menerima. Karena kita mengemban amanah memberikan bukan meminta. Untuk itu tidak sepantasnya seorang muslim meminta imbalan kepada manusia, kecuali memang sudah menjadi hak kita. Menjadi orang yang hanya selalu meminta menunjukan bahwa kita adalah orang yang lemah. Orang lemah di dalam Islam sangat tidak dianjurkan. Kita harus menjadi orang yang kuat lahir, batin; yaitu orang yang bisa mengayomi dan memberikan segala bantuan kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar semangat hidup kita selalu membara dalam mengarungi hidup ini,  kita harus berorientasi pada kehidupan jangka panjang. Yaitu apa yang kita kerjakan tidak harus mendapat imbalan pada saat ini. Karena kita yakin apapun itu, imbalannya pasti ada. Imbalan tidak harus yang berupa materi duniawi, tetapi imbalan bisa berupa pahala dari Allah, persaudaraan, juga imbalan yang berupa materi sesaat, berupa uang. Imbalan terbaik adalah pahala dari Allah swt. Sedangkan imbalan jangkan menengah adalah eratnya persaudaraan antara kita dengan saudara-saudara kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbalan yang berupa persaudaraan adalah imbalan jangka menengah. Imbalan ini akan kita nikmati dengan semakin banyaknya rezki berupa kasih sayang dan kepercayaan dari saudara-saudara kita. Logikannya, jika kita mengerjakkan sesuatu dengan baik, maka setiap orang akan mempercayai kita dengan pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Dengan demikian kita akan menjadi harapan dan tumpuan bagi mereka. Ini berarti peluang kedepan kita untuk mendapatkan saudara dan imbalan berupa materi secara otomatis akan kita peroleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan jika kita melakukan sesuatu hanya berorientasi pada jangka pendek, berupa materi. Kita pasti akan mengeluh ketika materi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan standar yang kita harapkan. Kita akan putus asa dan bahkan memusuhi orang yang telah mempekerjakan kita. Ironis lagi kita akan mencaci saudara kita sendiri ataupun lembaga sendiri. Hal ini tentu akan berdampak pada kehidupan kita yang terpuruk. Kita akan kehilangan kepercayaan dan peluang yang lebih besar dalam hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja Ikhlash&lt;br /&gt;Dengan demikian sudah sepantasnyalah kita mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Apalagi perkerjaan itu memang sudah menjadi tanggungjawab kita. Bekerja secara sungguh-sungguh akan memberikan pelayanan atau hasil yang maksimal. &lt;br /&gt;Setiap orang kan merasa puas dengan apa yang kita kerjakan. Dengan demikian, kita tidak akan mengecewakan saudara-saudara kita. Jikalaupun ada kekurangan, itu bukan disebabkan karena niat kita yang tidak tulus, tetapi karena memang keterbatasan kita. Dengan demikian, kita tetap akan mendapat pahala karena niatan tulus kita. &lt;br /&gt;Kerja ikhlas akan menjadikan hidup kita tenang. Hidup kita akan lebih puas karena telah berusaha sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan. Kehidupan yang ikhlas juga akan mendatangkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Inilah sebabnya diperlukan pemahaman akan tujuan hakiki dari kehidupan kita, yaitu mencari ridho Allah swt. Wallahua’lam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dimuat di Radar Jogja Senin 16 Agustus 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-7847806455247806327?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/7847806455247806327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=7847806455247806327&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7847806455247806327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7847806455247806327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/08/ikhlas-mengemban-amanah.html' title='Ikhlas Mengemban Amanah'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-821255042812498521</id><published>2010-07-26T17:43:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T17:44:38.218-07:00</updated><title type='text'>Kepompong di Bulan Suci</title><content type='html'>Kepompong di Bulan Suci&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering-seringlah berlaku seperti ulat. Berjalan dan bergerak terus, kadang berhenti sekedar untuk memahami dan mencari strategi. Kebutuhan makan dan minum hanya bagian kecil dari tujuan hidupnya, dan bukan mendominasi. Ia berkelana sepenjang yang dapat lalui. Ia tidak pernah berhenti untuk mencari pencipta sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia sedang luka. Luka hati luka fisik, ia akan berhenti sejenak untuk  mengobati diri. Ia akan bermeditasi. Berhenti dari segala, tanpa ada yang dapat menjumpai. Ia sembunyi dibalik balutan putih atau ungu pagi dan malam hari. Ia tidak makan. Ia juga tidak minum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sanalah ia bermeditasi merenungi perjalanan hidup. Ia akan bertanya pada diri sendiri. Apakah hidupnya sudah sesuai dengan tujuan Ilahi? Apakah selama ini masih banyak kegiatan yang melenceng dari tujuan sejati? Apakah pula ia telah melakukan kesalahan besar dalam kehidupannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang persembunyiannya, ia akan banyak mengoreksi diri sendiri dan tidak akan pernah memikirkan keburukan orang lain. Ia berfikir segala yang terjadi dan menimpa dirinya tidak lepas dari apa yang ia perbuat. Oleh karena itu ia pantang mencari kesalahan orang lain. Apalagi menyalahkan orang lain atas kegagalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhari-hari menyendiri ia menemukan dirinya yang berbeda. Ia sudah berubah menjadi berwarna cerah. Ia berfikiran jernih dan berimajinasi yang jauh kedepan. Bahkan ia dapat lebih jauh melangkah. Jangkaunnnya lebih jauh. Pandangannya jauh angkasa raya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia telah berubah menjadi kupu-kupu. Hasil meditasi dan perenungan diri menjadikannya superanimal. Ia dapat terbang kemanasaja yang ia mau dan dapat merubah makanannya dari yang sekedar daun kotor, kini dapat meminum madu yang manis, bersih dan sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah makhluk yang indah. Inilah hasil meditasinya. Sebelumnya ia adalah ulat yang berbentuk menakutkan. Setiap anak, setiap perempuan akan ketakutan melihatnya. Bahkan merasa jijik untuk menyentuhnya sekalipun. Tetapi sekarang setelah bermeditasi, ia menjadi makkhluk yang indah. Makhluk yang berwarna-warni. Ia  menarik hati setiap mata yang memandang. Gela rasanya jika tidak mennyentuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan matanya menerawang jauh kedepan. Ia tidak terbatas pada sebatang pohon atau bahkan hanya ranting pohon. Ia dapat mengitari pohon-pohon sekehendak yang ia mau. Itulah hasil dari introspeksi diri yang luar biasa dari seekor ulat yang menjijikkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah bulan puasa kita kali ini kita gunakan untuk berlaku dan meniru ulat. Akankah segala keburukan-keburukan yang ada di dalam diri kita kita niatkan untuk menghilangkannya selama satu bulan ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sungguh-sungguh, pasti kita akan mampu menggunakan bulan introspeksi ini dengan baik, sehingga kita akan dapat merubah diri kita yang kotor dan keji menjadi manusia yang indah, manusia yang suci lahir dan batin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-821255042812498521?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/821255042812498521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=821255042812498521&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/821255042812498521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/821255042812498521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/kepompong-di-bulan-suci.html' title='Kepompong di Bulan Suci'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-117671430706676263</id><published>2010-07-23T17:46:00.000-07:00</published><updated>2010-07-23T17:47:25.097-07:00</updated><title type='text'>Komitmen berkembang</title><content type='html'>Komitmen berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kita bingun dengan apa yang harus dilakukan dalam kehidupan. Karena itu cenderung pasif, menunggu waktu rezeki datang. Kita sering hanya dapat berandai-andai kesuksesan. Padahal ia tidak akan datang tanpa perjuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering bahkan melakukan kegiatan yang tidak kita ketahui manfaatan. Duduk nongkrong di pinggir jalan. Ngobrol tanpa ujung persoalan. Banyak kegiatan yang tidak mendatangkan kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja sejenak kita renungkan. Tugas kehidupan kita adalah berjuang sebaik dan sekuat mungkin untuk menghadapi tantangan masa depan. Tantangan tanggung jawab atau beban kehidupan tentu harus dipersiapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai lengah dengan keadaan. Juga jangan putus asa dengan kesulitan.  Jalani terus dan berusaha yang tidak kenal kelelahan akan menghasilkan keberhasilan. Kebaikan harus dilakukan secara terus-menerus tanpa memandang besaran. Karena sekecil apapun sepanjang memberikan kebaikan akan mendapat pahala bagi kehidupan. Semakin sering kita mengoreksi diri akan semakin banyak kita temukan celah-celah kekurangan. Dengan demikian kita akan dapat memperbaiki segala kekurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kehidupan akan banyak menemukan rintangan. Baik berat maupun ringan. Ia akan datang silih berganti dengan kemenangan-kemenangan. Kadang kecil kadang besar sesuai dengan kemampuan. Semakin berat dan semakin besar halangan, maka semakin berat timbangan dan amal kebajikan. Itulah keadilan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaklah saudaramu untuk maju bersama dan jangan maju sendirian. Kemenangan sendirian tidak akan maksimal mendapatkan kemenangan. Kamu hanya akan mendapat kan sedikit kemenangan. Tetapi kemenangan bersama merupakan jelmaan dari kebersamaan, yang berarti kemenangan kebesaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu jangan pernah mencari lawan dalam kehidupan, tetapi carilah teman seperjuangan. Teman akan membantu memperingan perkejaan dan beban. Teman adalah kekuatan. Tetapi jika tidak demikian, hanya musuh yang datang menghadang. Maka hadapi dengan tenang. Kondisi sulit dapat memperkuat kejiwaan. Mental dan tenaga bisa dilatih untuk bertahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan kita bukan ditentukan dari kekalahan lawan. Tetapi terkadang kita pun bisa mengalah demi perdamaian. Kemengan bersama demi kebaikan lebih baik dan akan mendatangkan kemanfaatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menyepelekan peran saudaramu sekecil apapun. Mereka adalah penopang hidup dan kesuksesan. Tuhan akan menghitung sebagai rezki balasan, jika kamu dapat bekerja sama membangun kekuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan jalan. Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 24 Juli 2010 (angkringan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-117671430706676263?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/117671430706676263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=117671430706676263&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/117671430706676263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/117671430706676263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/komitmen-berkembang.html' title='Komitmen berkembang'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-1897909470423115448</id><published>2010-07-23T05:57:00.000-07:00</published><updated>2010-07-23T05:58:26.522-07:00</updated><title type='text'>Mutiara kehidupan</title><content type='html'>Mutiara kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang maha penyayang. Ia memberikan sesuai apa yang dilakukan. Kerja keras diberi imbalan, sekeras usahanya. Kerja baik, diberikan kebaikan. Keburukan diberikan kemurkaan. Itulah keadilan Tuhan. Tidak ada yang menyamai dalam keadilan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kehidupan, semua harus diperjuangkan. Apapun resikonya harus diembang. Kenikmatan, kesusahan dan keindahan berjalan seirang sejalan. Ibarat siang dan malam datang bergantian. Memberi giliran sesuai aturan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kehidupan, akan bergulir, mengalir. Terus akan mengalir sampai muara terakhir. Tidak akan pernah lepas dari persoalan. Tidak akan pernah absen dari penderitaan. Tapi demikian juga kebahagiaan. Ia akan datang silih berganti. Kelahiran dan kematian, kedatangan dan kepergian, akan selalu mengjadi giliran kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya keteguhan dan kesabaran yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan. Kesabaran adalah modal utama kebesaran. Kesabaran mendatangkan keberkahan dan kesuksesan. Hanya yang bersabar dalam berbagai ujian yang akan lulus dengan kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat emas berlianyang  hanya bisa didapat dengan perjuangan. Digali, dipukul di bur bahkan dibakar sampai meleleh, nanti baru dapat ditemukan emas berlian. Semakin sulit perjuangan mendapatkan, maka akan semakin baik hasil dari sebuah perjuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemalasan adalah cikal kegagalan. Kemalasan melahirkan keputus asaan. Berujung pada ketidakberdayaan. Sayang sungguh disayang saat ini semakin banyak yang melayang. Penuh harapan kebahagiaan, tapi tak pernah mau berjuang. Mengandalkan harta warisan. Berakhir pada pertengkaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ironi kehidupan. Setiap orang memburu kebahagiaan, namun tidak mau berjuangan dengan kekuatan. Lebih suka berpangku tangan. Menghidar dari tantangan dan ujian. Sungguh ironis... (blm diedit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-1897909470423115448?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/1897909470423115448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=1897909470423115448&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1897909470423115448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1897909470423115448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/mutiara-kehidupan.html' title='Mutiara kehidupan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-1706940123162219877</id><published>2010-07-23T00:32:00.001-07:00</published><updated>2010-07-23T00:32:51.186-07:00</updated><title type='text'>Artis Amatiran</title><content type='html'>Artis Amatiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artis memang pandai bersandiwara. Kata-kata dan tindakannya seolah sungguhan adanya.  Ia bahkan bisa menangis dan tertawa sebagaimana menangis dalam kesedihan. Air mata akan mengucur deras menggambarkan kesedihan. Air mata mewakili jumlah persoalan yang pecah dan memuncah dalam jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawanya menggoda seolah ia sedang berbahagia, meskipun ia sendiri merasakan kesedihan. Ia mampu mengekspresikan segala persasaan seolah ia sendiri mengalaminya. Sungguh hebat memang, sebuah tiruan seperti kenyataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun artis yang dimaksudkan, bukan arti sungguhan. Ia adalah artis yang tidak di undang. Artis yang tidak dibayar. Ia datang sukarela. Berekting tanpa diminta. Tetapi di akhir cerita ia mengiba mendapat bayaran seadanya. Ia bahkan pandai membuat cerita. Padai mengambil hati pendengarnya. Dengan harapan ia akan dibayar sebagaimana yang diharapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ironi kehidupan kita. Tanpa dinyana, kita sering ditemui atau menemui artis karbitan. Ia datang dengan berbagai cerita. Ada yang bilang kehilangan harta, kecopetan. Ada yang bilang mencari orang tua, ada juga yang bilang mencari keluarga. Keluh kesah menyertainya. Duka lara diceritakannya untuk mendapat simpati pendengarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang baru saja terjadi pada suatu masa. Ku temukan seseorang datang ke kantor idaman. Ia datang dengan wajah penuh dengan persoalan. Ia datang ke kediaman. Singkat cerita, ia bilang orang tua sudah tiada. Ibu dan ayahnya telah pergi selamanya. Ia bersudara 2, satu dirinya dan yang lain perempuan di negeri sana. Ia tidak berpapa. Ia hidup menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan cerita ia gambarkan bahwa ia sudah sukses kerja di perguruan tinggi ternama. Ia juga sudah berkerja di perusahaan ternama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya dramatis. Membuat orang sampai menangis. Ia terpingkal-pingkal bukan karena senang tetapi terharu dengan kemampuan cerita yang dramatis. Siapapun yang mendengar akan terhipnotis. Ia memang artis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang-sungguh disayang, diakhir cerita kesuksesan ia meminta imbalan. Ia butuh dana perjalanan. Papua suatu kepulauan yang jauh tenan. Ia pun dengan memelas meminta sumbangan para dermawan agar dapat menghantarkan dirinya sampai ke negeri impian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah tragis kehidupan. Semoga dapat menyadarkan, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Memberi lebih baik dari pada meminta dan mengiba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-1706940123162219877?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/1706940123162219877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=1706940123162219877&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1706940123162219877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1706940123162219877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/artis-amatiran.html' title='Artis Amatiran'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-8460681165328867844</id><published>2010-07-22T20:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-22T20:37:08.959-07:00</updated><title type='text'>Kehancuran</title><content type='html'>Kehancuran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ya sekarang ini orang lebih suka marah? Suka berdebat dan suka mengumbar aurat? Bahkan lebih ironis lagi suka membuka aib diri sendiri di depan umum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di media-media masa hampir tidak pernah lepas dari tampilan tampang-tampang artis yang “mempromosikan” kemolekan tubuhnya. Tanpada ada rasa malu, ia pamer apa yang seharusnya dirahasiakan. Bahkan dengan bangga mengabadikan kebejatan dalam media yang menggemparkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis, memang kehidupan ini. Semua sudah berbalik 190’. Panutan jadi cemoohan bahkan hujatan dan berdebatan. Sedangkan larangan jadi panutan dan kebanggaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kehidupuan. Kehidupan yang tidak pernah berhenti mencari sensasi. Kehidupan yang tidak pernah berhenti mencari persoalan. Seolah hati kita sudah tertutup dengan awan, tidak dapat membedakan mana ajaran dan larangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan jadi tontonan. Kebejatan jadi modelan. Kekerasan jadi ajaran. Maka tidak heran jika setiap orang dilahirkan untuk mengalahkan, bukan mencari kebenaran. Rujukan mereka adalah rujukan syaitan. Tuhan dianggap tidak bisa mendatangkan kedamaian. Sehingga mereka mencari kedamaian dengan kepopuleran dan kekayaan. Tidak lagi berfikir bahwa semua hanya titipan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang aneh. Suka mencari sesuatu yang beda. Agar jadi sorotan. Semakin aneh dianggap semakin modern dan dianggap kebenaran. Orang pun berbondong-bondong mengikuti tren kepopuleran tanpa ada pertimbangan kebenaran hakiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran sudah sangat subjektif. Hanya tergantung siapa yang mengatakan dan kemampuan mempertahankan. Yang bejat diagungkan dan dipuja. Sedangkan yang sholeh disingkirkan dan diabaikan. Sungguh ironis memang kehidupan kita ini. Tidak ada lagi yang tahu kebutaan kita ini. Kita bahkan lebih banyak berdiam mencari aman. Kita tidak berani melawan arus kebobrokan. Karena takut lahan hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu pertanyaan. Sampai kapan kita akan berjalan dalam kelam. Apakah akan sampai pada titik kehancuran? Atau memang saat ini kita sudah hancur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-8460681165328867844?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/8460681165328867844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=8460681165328867844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8460681165328867844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8460681165328867844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/kehancuran.html' title='Kehancuran'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-7448582310915148848</id><published>2010-07-22T17:50:00.001-07:00</published><updated>2010-07-22T17:50:42.882-07:00</updated><title type='text'>Kehidupan dan air</title><content type='html'>Kehidupan dan air&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan itu ibarat air. Ia mengalir dan terus mengalir. Tidak ada kata berhenti sebelum bertemu dengan muara lautan, kematian. Laut adalah tempat peristirahatan sebentar. Laut adalah padang mahshar tempat semua orang dikumpulkan. Mereka menunggu balasan kebaikan dan keburukan selama dalam perjalanan menuju sang pencipta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu dan beristirahat beberapa lama. Mereka pun bergiliran pergi menemui sang pencipta. Air yang jernih akan terbang ke angkasa raya menemui penciptanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya mereka yang telah terjih pikiran dan hatinya yang dapat bertemu dengan sang pencipta. Semakin jernih ia, maka semakin cepat ia terbang, karena akan semakin ringan. Air yang tulus suci akan menjadi penyejuk kehidupan bahkan kesuburan bagi bumi yang gersang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya air tidak pernah mengenal putus asa. Ia berprinsip mengarungi kehidupan dengan semangat pantang menyerah. Semakin sering ia bergerak maju, semakin jelas perubahan. Bahkan semakin sering ia bergerak, maka kejernihan batinnya akan segera nampak. Berbeda bagi mereka yang hanya mengendap di kubangan-kubangan. Meraka akan tetap keruh dan tidak terang. Oleh karena itu ia tidak pernah berhenti kecuali sebentar, ia menunggu waktu bergerak. Atau menanti sebentar karena menunggu pulihnya kekuatan. Air terus bergolak terus akan mencari celah sehingga dirinya dapat menggapai impian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak pernah putus asa meskipun dihadang dengan tembok yang membumbung tinggi. Tetapi sebaliknya jika ia bersabar ia akan menemukan jalan. Jalan yang ditempuh bisa yang melewati celah-celah dinding tembok. Jika tidak bisa ia akan menunggu teman-temannya menerjang dengan ombak yang dasyat. Jika tidak bisa juga maka ia akan terbang menjadi awan sampai akhirnya ia pun berhasil menemukan yang ia cari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanapun, ia selalu memberikan harapan akan kehidupan. Siapapun yang memandang, akan terpesona dengan tampangnya yang menawan. Siapapun yang meminumnya, ia akan menjadi penawar dahaga setiap orang. Siapapun yang merasakan embunnya, ia akan menjadi penyejuk bumi yang gersang. Ia pun dapat menumbuhkan tanaman-tanaman yang kehausan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak pernah mengeluh dengan dirinya yang selalu menjadi korban. Ia selalu melangkah, meskipun berliku, berkelok, bahkan melintasi jalan yang tak pernah lurus. Ia tidak pernah protes kepada Tuhan. Ia bahkan bersyukur dengan segala keadaanya. Ia berprinsip selalu memberikan kemanfaatan bagi kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah kita dapat seperti air? Dapatkan kita meniru kehidupan air yang terus mengalir. Tidak mudah putus asa. Tidak mudah menyerah dengan tantangan. Tidak mudah berprasangka buruk kepada Tuhan. Tidak mudah marah dengan rintangan. Betapa mulianya seandainya kita dikaruniai Allah dengan sifat-sifat yang demikian. Subhanallah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-7448582310915148848?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/7448582310915148848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=7448582310915148848&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7448582310915148848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7448582310915148848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/kehidupan-dan-air.html' title='Kehidupan dan air'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3416370035227229084</id><published>2010-07-18T23:42:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T23:43:11.512-07:00</updated><title type='text'>Meraih Kesuksesan</title><content type='html'>Meraih Kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan adalah sebuah kata yang menjadi impian setiap manusia. Karena setiap orang memiliki keinginan atau cita-cita untuk menjadi orang sukses. Meskipun sebenarnya kriteria kesuksesan itu setiap orang bermacam-macam. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sukses itu, mereka yang memiliki banyak harta, kedudukan tinggi, pendidikan tinggi dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Namun demikian, tidak semua orang yang memiliki harta banyak dan status sosial yang tinggi dapat merasakan kenikmatan dari apa yang dimiliki. Karena dengan harta yang melimpah, ia merasa khawatir atas hartanya. Khawatir akan kehilangan penghargaan orang lain, seiring dengan hilangnya harta yang dimiliki. Itulah sebabnya orang yang melihatnya kaya, nyaman hidupnya tetapi dibalik itu semua ada misteri yang tidak pernah kita ketahui. &lt;br /&gt;Memang sesungguhnya manusia itu tidak akan pernah merasa puas, bahkan seandainya isi bumi dan langit dikuasinya. Ia tetap akan merasa kurang. Nah dengan demikian apakah yang dimaksudkan dengan kesuksesan itu? Untuk menjawab hal itu tentu kita harus memiliki standar nilai yang jelas. Standar nilai kita adalah Islam. Agama ini mengajarkan bahwa setiap kita adalah pemimpin. Setiap individu memiliki tanggungjawab kepada Allah atas segala nikmat yang diperolehnya selama di dunia. Dengan demikian, di dalam Islam menggariskan bahwa muslim yang sukses adalah mereka yang kuat lahir dan batin, sehingga kekuatan tersebut menjadikannya sebagai imam bagi orang-orang disekitarnya. Keberadaannnya memberikan manfaat bagi seluruh alam. Itulah kunci kesuksesan di dalam islam, yaitu menjadi pribadi yang dapat mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, dan agamanya. &lt;br /&gt;Untuk mewujudkan impian kita sebagai seorang muslim  yang berguna di dunia dan di akherat, membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu setiap muslim harus mempersiapkan diri sedini mungkin agar perannya nanti lebih maksimal. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rencana yang matang&lt;br /&gt;Kehidupan adalah sebuah perjuangan panjang, penuh liku, penuh hambatan, rintangan dan tantangan. Oleh karena itu diperlukan rencana yang matang untuk dapat melaluinya. Rencana ini akan membawa seorang muslim pada kesadaran atas keberadaan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran atas keberadaan, berarti memahami siapa dirinya, dimana dan untuk apa keberadaanya itu. Setelah itu disadari betul, maka langkah selanjutnya adalah menyusun langkah-langkah strategis untuk mewujudkan impian itu. Seorang muslim yang sedang menuntut ilmu, tidak akan mencapai sasaran maksimal jika prosesnya tidak dirancanakan. Dalam arti bahwa langkah-langkah strategis itu harus disusun sedemikian rupa. Sehingga aktivitas hidupnya fokus pada pencapaian tujuan. Segala aktiviatas di dalam kehidupan jika direncanakan pasti akan melahirkan capaian yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerja Keras&lt;br /&gt;Perencanaan yang sudah dibuat harus dikerjakan secepatnya dan setepat mungkin. Karena sebuah perencanaan tidak akan menghasilkan apa-apa jika tidak pernah direalisasikan dalam bentuk aktivitas nyata. Seperti halnya gagasan-gagasan besar tidak akan melahirkan karya besar kalau tidak pernah diwujudkan dengan tindakan nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam islam semua aktivitas kerja yang tidak bertentangan dengan syari’ah dinamakan ibadah. Dengan demikian kerja adalah ibadah terbesar dalam kehidupan. Bekerja apapun selama untuk mencari ridho Allah akan memberikan nilai ibadah di mata Allah Swt. Oleh karena itu, dalam islam bekerja merupakan bagian dari jihad di jalan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan yang mendukung pencapaian tujuan hidup kita, terutama tujuan akhirat. Jika  kita fokus pada pencapaian tujuan, maka akan semakin mudah kita merealisasikan impian kita tersebut. Ingatlah dalam bekerja kita harus berprinsip kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas. Dismaping itu gunakan juga prinsip mempermudah dan memudahkan urusan orang lain. Karena tujuan kita hanya ridho Allah bukan pujian manusia. Apalagi hal itu juga berkaitan dengan pekerjaan kita. Dengan mempermudah urusan orang lain, maka insya Allah semua urusan kita akan dipermudah oleh Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Derma&lt;br /&gt;Islam mengajarkan kepada kaum muslim untuk tidak bersifat kikir atau pelit. Islam bahkan selalu memerintahkan shalat diiringi dengan perintah zakat. Hal ini menunjukan bahwa perintah ini sangat penting bagi pencapaian tujuan kesuksesan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  harus menyadari bahwa sebagian dari harta kita ada hak dari orang-orang miskin. Oleh karena itu, kita tidak boleh bersifat kikir, apalagi kepada mereka yang membutuhkannya. Sering-seringlah membagi kebahagiaan atas rezki berupa apapun dengan sesama. Jika diberi kelapangan harta, maka sisihkanlah untuk kegiatan sosial bukan hanya zakat, tetapi juga sodaqoh. Sodaqoh bisa untuk kegiatan masjid, atau kegiatan sosial lainnya. Dengan sodaqoh kita telah membersihkan harta kita, sehingga apa yang kita miliki akan barokah. Kebarokahan inilah yang akan memudahkan kehidupan kita kelak, baik di dunia maupun di akherat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Doa&lt;br /&gt;Bagi kaum muslim, doa adalah senjata pamungkas. Saat segala daya dan upaya telah dilakukan, maka doa dapat kita andalkan sebagai usaha terakhir kita. Karena sehebat apapun kita, kalau tidak diiringi dengan doa maka akan rentan dengan keputusasaan. Meskipun kemampuan kita terbatas, tetapi doa kita kuat, maka Allah akan mempermudah jalan keluar persoalan kita. Inilah sebenarnya yang sering terjadi di dalam kehidupan kita. Kita sering menemukan orang-orang yang kelihatannya biasa-biasa saja, tetapi karena ikatan batinnya kepada Allah dekat, maka hidupnya nampak lebih mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoalah selalu sebelum mengerjakan sesuatu disamping apa yang kita kerjakan itu memang hanya kita tujukan kepada Allah Swt. Doa akan membuka kekuatan yang laur biasa pada diri kita. Meskipun kita jarang menyadari hal itu. Dengan doa, kita akan lebih optimis menghadapi tantangan hidup, bahkan menjalani kehidupan yang sangat sulit sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan mengabulkan doa hamba-hambaNya yang berdoa kepada-Nya (Al-Baqaroh: ). Doa adalah ruhnya ibadah, doa adalah energi bagi kekuatan batin kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ridho Orang tua&lt;br /&gt;Di dunia ini tak satupun manusia yang ada tanpa orang tua. Orang tua adalah orang yang melahirkan kita, yang mendidikan kita, dan membesarkan kita baik secara lahir maupun batin. Berkat kedua orang tualah kita ada. Dengan kasih sayang yang dikaruniakan Allah, maka mereka dengan ikhlas merawat kita dengan penuh kasih sayang. Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa keberadaan kita sangat tergantung dari orang tua kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, orang tua adalah kehendak pertama. Jika Tuhan saja memerintahkan agar kita taat kepada orang tua, karena memang dari kedua orang tua kitalah penyebab keberadaan kita. Oleh karena itu, kehendak orang tua sangat kuat dan tinggi setelah kehendak Tuhan. Sehebat apapun kita, tetapi kalau orang tua tidak medidhoi atau bahkan murka, maka akan ada alamat kehancuran hidup  kita. Ridho Allah tertangung dari ridho orang tua kita (orang tua yang taat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua, sekali lagi bukan Cuma orang yang melahirkan kita. Tetapi dapat juga orang yang lebih tua, guru dan siapapun yang telah berjasa membesarkan kita baik secara mental maupun spiritual. Rasa hormat kita akan terbawa pada sikap menghargai kepada mereka. Sikap ini akan mendatangkan kasih sayang, keridhoan dan tentunya rahmat yang tak terhingga dari Allah Swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah konsep sederhana untuk dapat meraih kesuksesan di dunia ini. Tentu semuanya harus dibarengi dengan berbagai usaha keras dan keikhlasan. Sekali lagi, semaunya berpulang pada diri kita masing-masing. Wallahua’lam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 12 Juli 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3416370035227229084?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3416370035227229084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3416370035227229084&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3416370035227229084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3416370035227229084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/meraih-kesuksesan.html' title='Meraih Kesuksesan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3340865890133179964</id><published>2010-07-18T23:32:00.001-07:00</published><updated>2010-07-18T23:35:48.850-07:00</updated><title type='text'>Kemengan</title><content type='html'>Kemengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kita yang berfikir bahwa kemenangan kita ditentukan dari kemampuan kita mengalahkan orang lain. Kemengan kita harus diiringi dengan derai air mata walan kita. Dengan demikian kita tertawa disisi tangisan lawan kita. Bukan hanya sampai disitu, kita pun sering menyamakan kemenangan dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Oleh karena itu setiap yang sedih dan kalah selalu dianggap sebagai kegagalan. &lt;br /&gt;Jika keemenangan selalu disamakan dengan kekalahan lawan, berarti kita tidak akan pernah menjadi manusia yang bermanfaat. Karena kemenangan yang demikian akan menghilangkan persaudaraan dan potensi lawan untuk ikut menikmati kemenangan kita. Padalah seharusnya kemenangan adalah kebahagiaan hakiki karena kita dapat mengajak semua orang. Baik musuh mauapun kawan untuk menikmati kemenangan tersebut. &lt;br /&gt;Kemengan yang berorientasi pada kekalahan orang lain akan memutus kesuksesan yang lebih besar. Karena dengan begitu kita akan kehilangan lawan yang sebenarnya potensi besar untuk ikut memperkuat kemenangan kita. Contohnya jika seorang pekerja profesional mematok kesuksesan dengan dengan kemampuan ia mengalahkan rekan kerjanya. Maka secara tidak disadari ia telah menciptakan musuh di dalam hidupnya. Dengan demikian ia akan kehilangan rekan sekerja yang sesungguhnya dapat menjadikannya lebih besar dari kemenangannya sendiri.&lt;br /&gt;Lebih ironis lagi sering kita ketemui atasan yang sering berbangga diri, karena kemajuan organisasi yang dipimpinnya. Ia berbangga bahwa dirinyalah yang menjadikannya perusahaan itu besar. Dengan demikian ia bersikap semena-mena anti kritik dan bersikap diskriminatif terhadap bahwahannya. Hal ini sungguh akan merugikan kemengangan yang telah diperolehnya. &lt;br /&gt;Kita harus sadari sekecil apapun peran orang-orang di lembaga kita. Akan sangat berpengaruh terhadap eksistensi dan keberlangsungan dari lembaga yang kita pimpin. Karena yang kita butuhkan adalah kekuatan tersama. Setiiap orang memiliki potensi untuk berpartisipasi di dalam lembaga kita. Meskipun saat ini belum dapat dilihat hasilnya. &lt;br /&gt;Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang dapat menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Namun prinsip ini bukan berarti bersifat diskriminatif. Manusia adalah makhluk yang luar biasa unik dan aneh. Oleh karena itu, setiap orang memiliki kelebihan dan potensi yang tidak segera dapat dilihat potensinya. Semakin dihalangi dan semaki didiskriminasi maka akan menimbulkan kecemburuan sosial. Dengan demikian akan terjadi ketimpangan dalam peran sertanya menunjak perkembangan lembaga yang bersangkutan. &lt;br /&gt;Semangat kebersamaan dan semangat kerja hanya dapat diraih dengan pendekatan yang penuh kasih sayang. Semakin kita mampu memberi pendekatan yang humanis, maka akan semakin kuat juga ikatan batin setiap orang untuk bekerja. Sebaliknya jika kita bersikap diskriminatif maka akan timbul persoalan psikologis yang berkepanjangan. Atau lebih parahnya akan timbul dendam yang berkepanjangan. Sehingga jalannya lembaga kita akan oleh karena ada komponen yang tidak mendukung jalannya roda organisasi kita. &lt;br /&gt;Dengan demikian yang dinamakan kemengan adalah kemampuan kita merangkul semua komponen di dalam lembaga kita. Semakin sinergis setiap komponen itu, maka akan semakin lancar dan semakin mulus jalan meraih kemenangan itu. Bahkan kemenangan kita akan lebih besar lagi. Karena kemenangan kita adalah kemengan kolektif yang serasi dan sinergis. Sungguh jika ini bisa kita jalankan maka kita akan menjadi umat yang sukses dunia dan akherat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3340865890133179964?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3340865890133179964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3340865890133179964&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3340865890133179964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3340865890133179964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/kemengan.html' title='Kemengan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-2842750170346567578</id><published>2010-07-18T23:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T23:31:09.391-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Generasi Unggulan</title><content type='html'>Menjadi Generasi Unggulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pelajar (remaja) merupakan karunia Allah yang luar biasa. Pada masa inilah Allah memberi kesempatan kepada setiap manusia mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, pada masa remaja ini Allah memberikan beberapa kelebihan; waktu, tenaga, pemikiran, semangat dan keistimewaan lainnya. &lt;br /&gt;Pada masa remaja ini hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri untuk mengemban amanah kehidupan. Usaha mempersiapkan diri itu hanya bisa dilakukan dengan mencari bekal ilmu sebanyak-banyaknya. Dengan ilmu inilah yang nantinya akan merubah diri kita dari orang biasa menjadi luar biasa. Generasi luar biasa adalah generasi yang kuat baik lahir maupun batin. Ia tidak mudah putus asa dengan cobaan, rintangan dan halangan, tetapi selalu bersemangat dalam menyambut tantangan kehidupan. &lt;br /&gt;Usaha yang dilakukan untuk mewujudkan manusia unggul diperlukan adanya kesadaran diri yang matang. Kesadaran diri tersebut dilandasi atas pemahaman bahwa manusia diciptakan hanya untuk beribadah. Manusia diciptakan dengan berbagai kekurangan, namun dengan usaha keras dapat bangkit dan memperbaiki diri. Agar terwujud apa yang menjadi tujuan tersebut, seorang remaja wajib melakukan hal-hal sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengenali diri sendiri/potensi diri&lt;br /&gt;Who am I?&lt;br /&gt;What I have to do?&lt;br /&gt;2. Memaksimalkan potensi diri&lt;br /&gt;3. Menejemen waktu yang bagus&lt;br /&gt;Belajar&lt;br /&gt;Organisasi&lt;br /&gt;Pengembangan bakat&lt;br /&gt;4. Penanaman misi hidup yang jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali diri sendiri/potensi diri&lt;br /&gt;Untuk dapat memahami potensi diri tentunya harus dilandasi dengan pemahaman diri terlebih dahulu. Kesadaran diri yang dimaksud adalah kesadaran bahwa dia punya tanggungjawab dengan posisi yang saat ini diemban, apakah sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai dan lain sebagainya. Jika ia sebagai pelajar, maka dirinya memiliki tugas utama belajar. Belajar adalah aktivitas utama yang harus dilakukan olehnya, baik belajar formal disekolah maupun nonformal, di organisasi atau yang lainnya. Tentunya perlu diingat bahwa aktivitas belajar yang utama bagi pelajar adalah membaca dan menulis. &lt;br /&gt;Pemahaman potensi diri sangat mendukung usaha yang akan dilakukan untuk mewujudkan impianya. Jika seseorang memiliki suatu potensi dan tidak dikembangkan, maka potensi itu tidak akan pernah ada manfaatnya. Tetapi sebaliknya jika ada potensi dan ada usaha, maka akan lahirlah sebuah karya besar dari orang tersebut. Seperti contoh, orang yang memiliki potensi Bahasa Inggris, tetapi karena dia tidak memahami bahwa dia berpotensi dan terus belajar mengembangkan  ketrampilan lain, maka potensinya tersebut tidak akan pernah terasah. Bahkan tidak akan pernah muncul dalam karya orang tersebut. &lt;br /&gt;Pemahaman terhadap potensi akan mempercepat seseorang merealisasikan impiannya. Pemahaman akan potensi membawa pada arah pengembangan diri yang jelas. Potensi yang jelas akan mempermudah seseorang di dalam mempelajari sesuatu. Bahkan dengan pemahaman ini orang tersebut akan merasa termotivasi untuk berkarya yang lebih besar. Hal itu dikarenakan aktivitasnya akan fokus pada pengembangan potensi yang memang sudah menjadi harapan dan cita-citanya.&lt;br /&gt;Pada saat itulah kita harus memaksimalkan pengembangan potensi diri kita. Pengembangan ini harus dilakukan dengan usaha yang keras, tekun dan sungguh-sungguh. Usaha keras artinya melakukan aktivitas penunjang lebih dari rata-rata. Jika orang lain belajar hanya satu jam perhari, maka mereka yang berpotensi harus lebih dari itu. Tekun berarti aktivitas itu dilakukan secara terus menerus dan tidak mudah bosan. Tidak musiman atau ngot-ngotan. Usaha yang dilakukan berualang-ulang akan menghasilkan karya yang maksimal. Karena semakin sering diulang, otak kita akan semakin mudah untuk merekam segala apa yang sudah kita baca atau kita lakukan. &lt;br /&gt;Ketiga, sungguh-sungguh adalah bahwa niat yang kuat akan memberikan tenaga pada seseorang untuk melakukan sesuatu. Niat yang kuat (sungguh-sungguh) akan meringankan kerja berat orang tersebut. Inilah nantinya yang akan mengantarkan seseorang pada gerbang kesuksesan di dalam meraih impian dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;Selanjutnya, usaha keras hanya akan berhasil jika di iringi dengan menejemen waktu yang bagus. Menejemen waktu adalah cara kita membagi waktu selama 24 jam. Setiap aktivitas harian harus benar-benar diperhatikan manfaatnya. Karena jika salah membagi waktu, maka hidup kita akan sia-sia. Waktu yang digunakan secara efektif akan melahirkan karya yang luar biasa. Sayangnya kebanyakan dari kita tidak pernah memperhatikan hal ini, sehingga hidup kita dari waktu kewaktu tidak ada kemajuan berarti. &lt;br /&gt;Agar hidup kita lebih terarah dan bermanfaat, maka kita harus memiliki komunitas. Komunitas ini adalah media sekaligus wahana kita belajar dan mempraktekan ilmu kita. Komunitas ini tergantung dari minat dan bakat kita. Bagi pelajar kita dapat aktif di organisasi kesiswaan (OSI, IPM dll.). Hal ini akan sangat membentu pengembangan mental dan ketrampilan sosial kita. Organisasi kesiswaan menjadi pengawas sosial, lahan dakwah dan latihan memimpin umat. Inilah cara efektif mewujudkan generasi sukses dunia akherat. &lt;br /&gt;Langkah-langkah tersebut di atas merupakan modal bagi kita untuk dapat mewujudkan impian kita. Oleh karena itu, perlu kiranya kita menggali potensi  diri kita secara maksimal, sehingga kita akan semakin mudah meraih impian tersebut. Misi hidup kita tidak lain adalah menjadikan diri kita pemimpin umat, atau paling tidak menjadi umat yang utama, yaitu umat yang dapat memberikan kemanfaatan bagi orang lain. &lt;br /&gt;Akhirnya, mudah-mudahan tulisan sederhana ini mampu menggugah kesadaran kita bahwa kesuksesan hanya bisa diraih dengan mimpi-mimpi besar dan tentunya usaha-usaha yang lebih keras. Mimpi dan usaha keras itu tentunya juga harus diiringi dengan doa yang sungguh-sungguh. Karena hanya Allah lah yang menentukan masa depan kita, sehingga dengan doa itu kita akan mendapat kemudahan dan keselamatan dunia sampai akherat nanti. Semoga.. amin.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIODATA PENULIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama   : Wajiran &lt;br /&gt;Ttl  : 18 Desember 1979&lt;br /&gt;Panggilan  : Wazier&lt;br /&gt;Pekerjaan  : Dosen&lt;br /&gt;Alamat  : Demangan, Gunungan Kec. Pleret-Bantul&lt;br /&gt;Website : http://www.wajirannet.blogspot.com&lt;br /&gt;e-mail  : wazier79@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat pendidikan&lt;br /&gt;SD N 1 Bandar Agung di Lampung 1992&lt;br /&gt;SMP N 2 Banjit di Lampung 1995&lt;br /&gt;SMK MUH. 2 Playen-Gunungkidul 1998&lt;br /&gt;S1 Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan 2003&lt;br /&gt;S2 Fakultas Ilmu Budaya UGM 2010&lt;br /&gt;Pondok Pesantren Ar Ruhamaa’ Playen 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Organisasi &lt;br /&gt;Kabid Dakwah IRM SMK Muh. 2 Playen (Kl gk salah he..he) 1997&lt;br /&gt;Ketua 1 IMM PSH UAD 1999&lt;br /&gt;Ketua Umum IMM PSH UAD 2000&lt;br /&gt;Ketua Umum Korkom IMM UAD 2002&lt;br /&gt;Ketua Bidang Sains dan Budaya IMM DPD DIY 2003-2004&lt;br /&gt;Wakil Sekretaris MTDK PWM DIY 2005 – 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan lain &lt;br /&gt;Dosen Sastra Inggris 2003 - sekarang&lt;br /&gt;Sekretaris Pusat Pengembangan Bahasa UAD 2007 - 2009&lt;br /&gt;Sekjen KAMADA 2005-2009&lt;br /&gt;Anggota Badan Penjamin Mutu Universitas Ahmad Dahlan 2009 -2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motto Hidup:&lt;br /&gt;“Never Give up to Keep Moving”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-2842750170346567578?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/2842750170346567578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=2842750170346567578&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/2842750170346567578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/2842750170346567578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/menjadi-generasi-unggulan.html' title='Menjadi Generasi Unggulan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-418007619274260624</id><published>2010-07-18T23:27:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T23:29:14.818-07:00</updated><title type='text'>Berfikir Positif</title><content type='html'>Berfikir Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari persoalan. Setinggi apapun posisi sosial kita, pasti persaolan akan menimpa kita. Bahkan semakin tinggi kedudukan seseorang, maka semakin berat juga persoalan yang dihadapi. Itulah sebabnya untuk meraih kesuksesan di dalam hidup ini diperlukan strategi agar persoalan yang kita hadpai tidak semakin sulit atau memperpuruk kehidupan kita.&lt;br /&gt;Strategi yang perlu dilakukan agar dapat mesikapi persoalann hidup secara damai adalah dengan cara mengendalikan emosi kita. Emosi yang ada dalam didri kita itu sangat tergantung dari cara kita mengendalikan diri. Dimana pengendalian diri dipengaruhi oleh cara berfikir kita. Cara pandang atau cara berfikir inilah yang akan mewarnai cara menyikapi persoalan hidup kita. Jika kita memandang secara berat suatu persoalan, maka persoalan itu kan menjadi berat atau lebih berat dari sesunggunya. Demikian juga sebaliknya. &lt;br /&gt;Sayangnya, kita sering mendramatisir persoalan hidup kita. Kita sering mudah mengeluh dengan persoalan-persoalan ringan yang sebenarnya justru akan memperberat kita sendiri. Kita sering mengeluh karena hujan, tetapi sisi lain kita juga mengeluh ketika panas. Cara pandang yang negatif terhadap suatu persoalan akan menjadikan segala sesuatu menjadi berat dan sulit. Bahkan persoalan biasa akan tanpak mengerikan karena cara pandang kita yang salah. &lt;br /&gt;Sesungguhnya Islam mengajarkan kepada kita agar kita berfikir positif terhadap segala persoalan hidup. Islam mengajarkan bahwa kehidupan adalah ujian. Karena dengan ujian itu kita akan mendapatkan imbalan atau manfaat. Jika kita dapat melalui persoaln yang rumit, maka kita akan menjadi orang yang selamat bahkan jika persoalan hidup kit lebih rmit dari yang lain, maka jaminannya kemuliaan pada diri kita di sisi Allah Swt. &lt;br /&gt;Pandangan positif itu hanya akan timbul pada diri  kita jika kita pasrah pada kehendak Allah swt. Kepasrahan itu akan mendatangkan keikhlasan atas segala sesuatu, baik itu enak maupun sulit. Prinsipnya semakin tinggi kepercayaan seseorang kepada ketentuan Allah, akan semain mantap pula keyakinannya itu. &lt;br /&gt;Berfikir positif akan mendatangkan kedamaian, ketentraman dan kesejukan dalam hidup. Dengan demikian, kehidupan kita akan menjadi cermin bagi saudar-saudara kita. Kita tidak akan pernahmengeluh apalagi putusa asa atas segala rahmat dari Allah swt. Orang-orang yang berfikir positif berkeyakinan bahwa semua datang dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Itulah sebabnya islam mengajarkan untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Allah semata. Dunia adalah temapt menanam sedangkan segala yang kita miliki adalah titipan. Kewajiban kita hanya menjaga dan memanfaatkan demi kebaikan sesama. Semoga dengan berfikir positif hidup kita akan lebih terang, tentarm dan akkan lahir karya besar dalam kehidupan kita. Semoga. Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-418007619274260624?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/418007619274260624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=418007619274260624&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/418007619274260624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/418007619274260624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/berfikir-positif.html' title='Berfikir Positif'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-1289008970018045740</id><published>2010-07-07T05:01:00.001-07:00</published><updated>2010-07-07T05:01:45.700-07:00</updated><title type='text'>Renungan Kehidupan</title><content type='html'>Renungan Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Renungkan setiap saat aktivitas yang sudah kita lakukan. Masihkah tindakan kita berada di dalam koridor yng dapat menunjang pencapaian cita-cita dan harapan kita. Semakin kita sering mengingat, maka akan semakin terkontrol kehidupan kita. Kelalaian kita dalam merenungkan ini akan berakibat pada kesia-siaan kehidupan kita. &lt;br /&gt; Kita sering mengabaikan aktivitas yang kita lakukan, dalam arti bahwa kita tidak pernah mengevaluasi manfaat bagi kehidupan kita. Walhasil kita sering melakukan aktivitas berulang-ualng namun tidak mengetahui bahwa apa yang kita lakukan itu tidak banyak manfaatnya, atau bahkan sebaliknya merusak kehidupan kita sendiri. &lt;br /&gt; Aktivitas-aktivitas yang merusak diri dan masa depan adalah; terlalu banyak bicara, terlalu berandai-andai tanta disertai usaha, terlalu banyak menyesali diri dan mengikuti arus kehidupan tanpa makna. &lt;br /&gt; Terlalu banyak bicara sering kitalakukan dengan mengobrol dengan teman-teman kita. Fokus pembicaraan yang tidak jelas dan manfaatnyapun sering tidak pernah kita ketahui. Kegiatan ini sering kalli kita temukan di segerombolan anak-anak muda yang terlena dengan kebebasan mereka sendiri. akhirnya mereka pun tidak siap dengan berbagai perubahan sosio budaya mereka. Kejahatan sering dilakukan oleh orang-orang seperti ini. Jika kita terbiasa dengan kelompok-kelompok seperti ini maka kehidupan kita akan sia-sia. Mati ktia akan sia-sia, karena tidak memiliki karya yang bermanfaat buat kehidupan manusia. &lt;br /&gt; Hindarkan diri dari tindakan yang sia-sia, agar hidup kita lebih bermakna. Tentunya kita sudah mengetahui bakat dan minat di dalam aktivitas kehidupan kita. Kalau kita sudah menemukannya, maka yang diperlukan adlah mendalamli dan selalu mengasah minat dan bakat kita itu. Hal ini akan sangat positif bagi kehidupan kita, karena akan memberi kita peluang mendapatkan kesuksesan dari apa yang kita kerjakan. Mengerjakan hobi dengan didukung oleh kemampuan dan keseriusan kita akan membawa dampak yang luar biasa.&lt;br /&gt; Banyak orang-orang sukses baik dalam bidang musik, bisnis, pendidikan dan karir karena mereka meluangkan waktu di bidang mereka secara serius. Kehidupan ini adalah keseriusan. Oleh karena itu jika kita hanya bertumpu pada nasib baik maka sudah dapat dipastikan kita akan menemui kegagalan. Kesungguhan dan ketekunan sangat dibutuhkan didalam menjalani kehidupan ini. &lt;br /&gt; Dijaman yang sudah sangat modern ini memang kita sering melihat orang mendapatkan kesuksesan secara instant. Sebenarnya itu hanya kelihatannya saja. Karena kita hanya melihat mereka, setelah mereka sukses. Tetapi sesungguhnya dibalik setiap kesuksesan seseorang ada masa-masa pahit atau kegagalan. Jika kita melihat saat ini banyak bintang karbitan, seperti penyanyi, atau kita sebut dengan selebriti. Sesungguhnya mereka pun melalaui jaaln berlliku dari usaha yang mereka lakukan secara panjang. &lt;br /&gt; Ketiga, kita sering merasa minder karena asal usul kita. Ada yang minder karena datang dari desa. Ada yang minder karena IQ tidak cerdas. Adapula yang mindar karena wajah yang tidak indah. Atau ada pula yang minder karena biasa-biasa saja. Padahal kita harus menyadari bahwa Tuhan menciptakan kita dengan berbagai kelebihan. Ya memang disisi tertentu kita kurang, tetapi pasti ada sisi tertentu dari kita yang lebih dari orang lain. Sungguh sempurna ciptaan Allah. Oleh karena itu tidak ada manusia sempurna di dunia ini, yang ada adalah manusia yang selalu berusaha menyempurnakan diri. Jika kesadaran ini sudah tertanam  maka tidak akan ada penyesalan diri yang berlebihan atas karunia yang sduah kita miliki. &lt;br /&gt; Keempat, memang kita kaum muda memiliki  kebebasan yang sangat luas dalam kehidupan kita. Kita dalam tanda kutip tidak memiliki beban tanggungjawab kecuali untuk diri sendiri. tetapi sebenarnya masa-masa inilah yang harus kita persiapkan untuk mengembang amanah kehidupan yang sesungguhnya. Kita harus berkaya selagi waktu masih laung, tenaga masih kuat, dan pemikiran masih jernih. Pada masa muda inilah kita harus gunakkan semaksimal mungkin agar keberadaan kita benar-benar memberikan kemanfaatan bagi kehidupan. &lt;br /&gt; Jika kita menunggu nanti, maka sudah bisa dipastikan kita akan ketinggalan. Yang muda menunggu di masa tua, padahal waktu tua urusan sudah semakin banyak. Tanggungjawab sudah semakin menumpuk. Saat laung kita menunggu dan menunggu, padahal tidaka akan ada waktu luang selanjutnya. Begitulah kehidupan kita kalau kita tidak mulai saat ini, maka sudah dapat dipastikan ktia akan tertinggal dan semakin berat beban yang harus kita tanggung. Semoga kita diberi kekuatan untuk bangkit saat ini juga. Amin..! (Blm diedit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-1289008970018045740?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/1289008970018045740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=1289008970018045740&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1289008970018045740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1289008970018045740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/renungan-kehidupan.html' title='Renungan Kehidupan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-892413893201877546</id><published>2010-07-06T10:58:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T04:59:48.591-07:00</updated><title type='text'>Peta kehidupan</title><content type='html'>Peta kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sering kita merasa bingung dengan diri kita sendiri. Bingung sudah dimana, mau kemana dan untuk apa. Itulah yang terjadi jika kita tidak mengenali peta kehidupan kita. Peta kehidupan adalah petunjuk sekaligus pengarah kehidupan kita. Ia ada di dalam hati kita. Di dalam lubuk hati yang paling dalam. Ia akan menjadi pemandu sekaligus pemberi semangat kehidupan kita.&lt;br /&gt; Memang sangat sulit untuk dapat selalu menemukan atau sekedar menyadari peta kehidupan kita. Jika kita tidak terbiasa atau tidak berusaha belajar memahaminya, kita tidak akan pernah dapat memahaminya. Peta kehidupan hanya dapat kita pahami dengan kebiasaan kita merasakan kehadirannya. &lt;br /&gt; Peta kehidupan dapat kita hadirkan dengan merenungkan. Bermeditasi atau berdiam diri sejenak untuk merefleksikan posisi diri. Posisi kehidupan kita yang akan kita jalani. Kita dapat merasakan keberadaan kita dan tujuan hidup kita dengan memahami makna dari kehidupan itu sendiri. Memang tidak semua orang dapat memahaminya. Hanya mereka yang terbiasa saja yang dapat menemukannya. &lt;br /&gt; Kembalikan tujuan hidup kita kepada fitrohnya, maka akan anda temukan tujuan sejati hidup anda yang sesungguhnya. Kita diciptakan bukan sekedar untuk bersenang-senang. Tetapi kita diciptakan untuk berjuang melawan kemungkaran dan kedholiman. Kita harus berjuang sekuat tenaga kita, karena kejahatan yang tidak diperangi akan semakin merajalela. &lt;br /&gt; Niatkanlah diri hanya untuk mencari ridho Allah. Apapun yang kita ucapkan, kita pikirkan dan kita lakukan semata-mata ingin mendapat pahala dari-Nya. Inilah nanti yang akan mengarahkan jalan hidup kita dan bagaimana kita akan bertindak di dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt; Pahami tujuan dari kehidupan kita dari yang paling sederhana. Jadikan diri anda sebagai manusia yang dapat memberikan mafaat kepada manusia. Manusia sempurna tidak akan pernah ada, kecuali dari mereka yang dapat mendatangkan kemanfaatan meskipun itu sedikit. Karena tidak akan pernah ada karya besar atau orang besar kecuali diawali dari hal-hal yang sederhana dan kecil sifatnya. Gunakan prinsip ini, maka kita akan menemukan kekuatan untuk menjadi lebih besar.&lt;br /&gt; Pahami dan sadarilah bahwa kehidupan kita adalah ladang amal, untuk kehidupan akherat kita. Jangan hanya bertumpu pada harta benda dunia, anggap semua itu sebagai alat semata, tetapi bukan tujuan utama. Alat dapat memperlancar usaha kita, tetapi bukan penghalang dari tujuan utama. Alat mempercepat pencapaian tujuan dan mempermudah jalan hidup kita. &lt;br /&gt; Evaluasi setiap tindakan kita sudahkah setiap saat, sudahkah ada kemajuan di dalam kehidupan kita. Jangan sampai hidup kita sia-sia, dengan tidak adanya perubahan atau peningkatan karya dalam hidup kita. Peningkatan yang sedikit tidak akan menjadi kendala, karena itu hal yang wajar terjadi pada setiap manusia. Perbaiki dan perbaiki setiap saat sehingga ada peningkatan karya dalam hidup kita. &lt;br /&gt; Istiqomahlah dalam satu persoalan saja dalam berkarya agar lebih mudah meraihnya. Kecuali memang sudah menguasai dan yakin akan semua jangkauan. Karena semua membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Semakin fokus tujuan, maka semakin mudah juga merealisasikannya. &lt;br /&gt; Jangan pernah putus asa. Apapun hasilnya, sepanjang sudah dilakukan dengan maksimal pasti akan ada balasannya. Balasan bukan hanya di dunia, tetapi juga nanti di akherat. Kekurangan mesti ada pada setiap manusia. Jangan pernah mundur dengan cemoohan, hinaan dan pengabaian. Tunggu sampai waktu mu datang sehingga tidak ada kekuatan penghalang. Berdoalah kepada Tuhan karena Ia pasti akan memberikan bantuan. Semangat, perjuangan dan doamu pasti akan didengar, sehingga kamu pasti akan menemui tujuan hidup mu yang sesungguhnya. Selamat mencoba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 7 Juli 2010 jam 12:59&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-892413893201877546?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/892413893201877546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=892413893201877546&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/892413893201877546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/892413893201877546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/peta-kehidupan.html' title='Peta kehidupan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-5140707122142669318</id><published>2010-07-05T18:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T18:20:44.042-07:00</updated><title type='text'>Matahari di Pagi Hari</title><content type='html'>Matahari di Pagi Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadilah dirimu mentari di pagi hari, yang mendatangkan kesejukan kedamaian dan keindahan. Keindahanmu terpancar dari cahaya ketullusan dan keikhlasanmu. Engkau memberikan kedamaian karena tidak pernah menghujat, mereka yang sedang haus dengan kebenaran. Engkau juga dapat memancarkan kesejukan dari kata-katamu yang lembut dan penuh pelajaran. &lt;br /&gt; Kehadiranmu memberi semangat baru. Semangan hidup yang menjanjikan kejayaan. Tidak pernah sedikit pun engkau mengeluh berapapun banyaknya energi yang kamu keluarkan. Engkau tetap bersemangat dengan berbagai kekurangan dan kelebihanmu. Tujuanmu hanya satu melaksanakan perintah tuhanmu. &lt;br /&gt; Meskipun kadang aku pun merasakan betapa berat tugas yang engkau emban. Terik mu kadang membakar kehidupan. Tetapi setiap pagi engkau perbaiki diri dengan ketenangan. Engkau tidak pernah mengeluh, tidak pernah protes dengan ketentuan tuhan. Karena itu memang sudah kewajibanmu mengemban amanah kehidupan. Betapa sunyi dan mengerikan dunia ini tanpa dirimu. Betapa gelap kehidupan ini tanpa cahayamu. &lt;br /&gt; Meskipun terkadang engkau bersembunyi di balik kegelapan. Ternyata engkau tidak putus asa dengan berbagai cemoohan. Engkau hanya menyimpan cayahamu sementara. Engkau redupkan sementara terikmu yang terkadang membuat manusia tidak tahan. Dan engkau kembali lagi dengan keindahan. Kesejukan dan kedamaian. Engkau memberi semangat kembali di pagi hari. &lt;br /&gt; Di saat malam engkau memberi kesempatan bulan bersinar. Bahkkan ia juga hasil dari dididikan mu. Dengan cahayamu engkau menularkan cahaya terang. Bulan menjadi indah bukti keberadaaan Tuhan. Engkau juga tidak pernah iri kepada rembulan yang sering dipuja orang dengan keindahan. Meskipun ia hanya bersinar dari pantulan sinarmu. Tetapi engkau ralkan rembulan jadi pujaan orang. Engkau tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menghujat rembulan, ketika ia tidak bisa seutuhnya seperti dirimu. Rembulan tidak pernah memancarkan panas membara seperti dirimu. Tetapi justru keindahan dan kedamaian. Lihatlah bagaimana rembulan menerangi malalm hari dengan keindahan penuh warna dan penuh kedamaian. Rembulan memancarkan cahaya keindahan dan romatikan kehidupan.&lt;br /&gt; Sungguh betapa agung Tuhan yang menciptakan diri mu. Kehadiran mu bukan hanya pelita kehidupan tetapi juga pemberi samangat kehidupan manusia. Engkau terangi seluruh alam. Engakau memberi tanpa meminta balasan. Semoga Tuhan memberimu balasan lebih besar dari apa yang engkau harapkan. Semoga... amin...(blm diedit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-5140707122142669318?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/5140707122142669318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=5140707122142669318&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/5140707122142669318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/5140707122142669318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/matahari-di-pagi-hari.html' title='Matahari di Pagi Hari'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-9218423829011918531</id><published>2010-07-05T09:12:00.001-07:00</published><updated>2010-07-05T09:12:57.368-07:00</updated><title type='text'>Menanti Kesuksesan</title><content type='html'>Menanti Kesuksesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak mungkin di atara kita yang sering tidak sabar dengan berbagai persoalan di dalam kehidupan ini. Baik berkenaan dengan karir, bisnis, maupun segala persoalan kehidupan. Banyak di antara kita yang mudah menyerah dengan keadaaan yang sulit. Akibatnya ada yang frustasi, ada pulang yang sudah menyerah kalah sebelum perang. Bahkan ada yang stagnan, karena merasa tidak mampu dan tidak seperti yang lain. &lt;br /&gt; Kalaupun ada yang mencoba meraih impian, itupun sekedar karena kewajiban atau sekedar mengikuti mode atau tren masyarakat di sekitarnya. Itupun  sering tidak maksimal kita lakukan. Seorang mahasiswa tidak akan membaca kecuali mau ujian. Atau mengerjakan tulis/baca hanya ketika diberi tugas oleh dosennya. Ia bahkan tidak menyadari, bahwa kewajiban utama mereka adalah membaca dan menulis. Walhasil, apa yang mereka dapatkan pun tidak maksimal. Mereka hanya mengejar indeks prestasi yang tinggi tetapi tidak mau berusaha keras untuk mewujudkan hal itu. Dan kebiasaan ini berlanjut ketika mereka terjun di masyarakat. Inilah awal mula kebobrokan mental masyarakat kita. &lt;br /&gt; Pertanyaannya kemudian. Kenapa kita sering melakukan kebaikan menunggu diperintah orang lain? Kenapa untuk meraih impian harus dipaksa orang lain? Bukankah kita punya potensi sendiri untuk mewujudkanya? &lt;br /&gt; Mengerjakan sesuatu secara tulus mencari ridho Allah adalah pahala terbaik dalam hidup kita. Karena mengerjakan dengan ketulusan akan mendatangkan ketenangan dan ketulusan di dalam berkarya. Dan inilah yang nantinya akan menghantarkan keselamatan kita di dunia dan akherat. Meskipun kita harus sabar menunggu. &lt;br /&gt; Kita tidak perlu mencari perhatian, pujian ataupun penghargaan dari manusia. Tetapi kerjakanlan segala sesuatu sebaik mungkin demi kehidupan. Kita harus mengerjakan segala sesuatu setulus mungkin. Selama apa yang kita kerjakan itu bermanfaat bagi manusia, maka akan memberikan manfaat juga bagi kehidupan kita. Jangan mengharapakan balasaan sesaat, atau pada saat itu juga. Tetapi yakinlah bahwa amalan yang bermanfaat akan dibalas dengan kebaikan oleh yang maha kuasa. &lt;br /&gt; Jika memang saat ini belum dapat dirasakan dampak atau manfaatnya. Bersabarlah bahwa suatu saat akan kita petik hikmahnya. Ibarat bertani, saat ini kita sedang bertanam. Saat ini adalah masa-masa menanti panen datang. Akan kita tunggu beberapa bulan kemudian, baru dapat kita rasakan hasil dari jerih payah dari apa yang sudah kita lakukan. Ada yang cukup menunggu beberapa minggu, bulan, tetapi ada juga yang harus menunggu bertahun-tahun. Ketahuilah mereka yang menanam bertahun-tahun lamanya mendapat imbalan yang setimpal dari apa yang diusahakannya. Semakin lama dan semakin besar perjuangan, maka semakin besar pula imbalannya. Bukankkah itu keadilan dari Tuhan? Semoga kita bukan termasuk orang yang mudah putus asa dengan berbagai cobaan atas kekurangan maupun cobaan dalam hidup kita. Amin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 5 Juli 2010 jam 10:48&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-9218423829011918531?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/9218423829011918531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=9218423829011918531&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/9218423829011918531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/9218423829011918531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/menanti-kesuksesan.html' title='Menanti Kesuksesan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3100306343101414530</id><published>2010-07-05T09:11:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T09:12:17.187-07:00</updated><title type='text'>Mendidikan dengan Kasih Sayang</title><content type='html'>Mendidikan dengan Kasih Sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena kesalahan orang tua kita yang mendidik kita untuk marah. Semasa kecil kita sering dilarang melakukan kesalahan. Bahkan kita sering diingatkan dengan gertakan dan bentakan. Hal itu tertanam di dalam diri kita sehingga kita tidak bisa melembutkan suara kita ketika kita mengajari orang. &lt;br /&gt;Kita lebih suka mengajar dengan hukuman. Ibarat pengembala kita sering menyamakan manusia dengan binatang. Seolah manusia tidak bisa diingatkan dengan kata-kata sebagaimana binatang. Walhasil, kita sering memukul, memaki bahkan mengumpat anak didik kita sendiri. &lt;br /&gt;Padahal kalau kita tahu, mereka berbeda dengan binatang. Meraka punya perasaan, punya harga diri. Mendidik manusia jangan pernah menggunakan kata-kata kasar apalagi dengan tindakan; memukul, menjewer dan menampar. Hal itu bukanlah cara terbaik bagi pendidikan manusia. Manusia itu penuh dengan perasaan. Kata-kata yang menghujat, menghina dan meremehkan sudah sangat menyakitkan. Hal itu justru akan melahirkan kondisi bertentangan. Orang yang dihujat, diremehkan akan semakin melakukan perlawanan dan bukan penyadaran. &lt;br /&gt;Lahirnya orang-orang putus asa dan balas dendam adalah hasil dari pendidikan yang salah. Mereka yang sudah terbiasa dengan model pendidikan penggembala tidak akan mudah sadar jika hanya diperingatkan dengan kata-kata. Itulah yang saat ini sudah menggurita di masyarakat kita. Mereka sudah sangat sulit diingatkan sehingga merajalela kemana-mana. Hanya penjara yang akan menjadi rumah singgah mereka, itupun belum tentu menyadarkan meraka. &lt;br /&gt;Pembelajaran yang efektif adalah dengan kasih sayang. Hukuman adalah keterpaksaan. Itupun jika memang diperlukan. Karena pemikiran memubutuhkan hati yang jernih dan ketulusan. Semakin kita mampu meraih perhatian dengan kasih sayang, maka akan semakin baik juga daya tangkap anak didik terhadap pelajaran yang kita ajarkan. Penghargaan dan belaian adalah cara terbaik memberikan bimbingan. Mereka akan lebih dekat dengan kita, karena kita dapat memegang hati meraka. Tapi sebaliknya jika makian, maka mereka akan menjadi musuh kita. Dengan begitu tidak mungkin kita menanamkan sesuatu jika kita bermusuhan dengan mereka. &lt;br /&gt;Hubungan pengajar dan yang diajar adalah hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Kita tidak bisa menyalahkan satu pihak saja atas kegagalan, tetapi dua-duanya bertanggungjawab. Sepintar apapun guru atau pengajar, tetapi murid tidak taat kepada mereka, maka tidak akan pernah tercipta pendidikan sukses, demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu dua-duanya haruslah seimbang dan saling mendukung. Dengan demikian, akan tercapai keharmonisan yang akan melahirkan prestasi yang memuaskan. Sebagaimana sebuah kendaraan, tidak akan jalan jika salah satu bagian tidak berfungsi sebagaimana yang diinginkan. &lt;br /&gt;Mulailah dengan ketulusan. Karena mendidik adalah sebuah transfer pengetahuan. Hati yang tulus akan melahirkan tindakan yang tulus pula. Hanya dengan begitulah nanti akan melahirkan generasi yang berjaya di masa depan. Semoga... amin...!&lt;br /&gt;Yogyakarta, 5 Juli 2010 jam 10:48&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3100306343101414530?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3100306343101414530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3100306343101414530&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3100306343101414530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3100306343101414530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/mendidikan-dengan-kasih-sayang.html' title='Mendidikan dengan Kasih Sayang'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3144899907116549</id><published>2010-07-04T02:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-04T02:31:09.518-07:00</updated><title type='text'>Tekad</title><content type='html'>Tekad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Allah tidak akan merubah kedudukan suatu kaum sebelum mereka merubah mereka sendiri. hal ini menunjukan kepada kita bahwa manusia hruss berjuang di dalam kehidupan ini. Bagi mereka yang berjuang secara sungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan kesealmatan dan kebahagiaan. Sealiknya bagi mereka yang biasa-biasa saja, maka ia akan sengsara dunia dan akherat. &lt;br /&gt; Sayangnya tidak semua orang menyadari hal itu. Umumnya kita lebih suka bersantai-santai menikmati hidup untuk diri sendiri. kita tidak memilki tujuan yang jelas akan kehidupan kita. Apalagi untuk dapat membantu orang lain. Apakah manusia muslim sperti itu? Apakah kebahagiaan kita hnay ditentukan dari kebahagiaan diri sendiri?&lt;br /&gt; Islam telah mengajarkan betapa pentingnya persaudaraan dan kebersamaan. Disinilah terserat bahwa kita harus saling bahu membahudalam perjuangan kita meraih kemenganan dunia dan akherat. Manusia yang utama adalah manusia yang dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain. &lt;br /&gt; Yang menjadi pertanyaan bagiamana agar kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain? Pertama, tekadkan semua aktivitas kita hanya unuk mencari ridho Illahi. Tekad ini modal utma yang dapat merubah kehidupan umat manusia. Oleh karena itu jika tujuan hidup kita sudah terfokus pada kesejahteraan bersama, maka berbagai kreatifitas akan lehir dari pemikiran kita. &lt;br /&gt; Jangan pernah menyerah dengan tantangan dan cobaan yang bakal datang silih berganti. Ujian itu akan mematangkan pikiran dan emosi kejiwaan kita. Sehingga kebesaran kita akan semakin nyata. Terbukalah pada setiap persaoa, karena akan memberikan wawasan sebagai pengalalman kehidupan kita. Kita kan semkin bijaksana dengan berbagai musibah yang ktia alalmi di dunia ini. &lt;br /&gt; Tekad yang kuat ahnya bisa berhasil jika diingin dengan visi yang jela. Vis adalah tujuan yang ingin diraih dalma kehidupan ini. Visi memberikana rah langkah kehidupan kita. Dengan dimikian visi akan mempercepat realisasi dari tujuan hidup kita yang sesungguhnya. &lt;br /&gt; Jika sudah membulatkan tekad, lakukan terus dan terus dan jangan pernah putus asa. Saat ini gagal. Coba lagi. Dan coba lagi. Usakan semua dengan sungguh-sungguh dan doa yang tiada henti. Semua pasti akan berakhir dengan keberhasilan. Semakin berat tantangannya maka semakin besar juga hasilnya. Semoga. Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3144899907116549?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3144899907116549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3144899907116549&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3144899907116549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3144899907116549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/tekad.html' title='Tekad'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-4151479154668357053</id><published>2010-07-03T16:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-03T16:40:27.155-07:00</updated><title type='text'>Mencari Ridho Allah</title><content type='html'>Mencari Ridho Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa kehidupan kita memiliki tanggungjawab besar. Tanggungjawab kita kepada Allah adalah tanggungjawab paling utama. Oleh karena itu hidup kita akan sempurna hanya jika kita mampu mengemban amanah Allah SWT. Lalu apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;Pertama, jangan pernah memanjakan hidup kita hanya untuk kesenangan sementara. Apapun tindakan kita harus kita niatkan hanya untuk mencari ridho-Nya. Setiap aktivitas adalah ibadah, karena itu harus kita awali dan  niati dengan nama Allah semata. &lt;br /&gt;Kedua, jangan pernah menunda suatu kebaikan. Lakukan saat itu juga kebaikan yang ada di dalam benak kita. Lakukan selagi ingat dan sempat. Menunda kebaikan adalah penyakit yang membahayakan kehidupan. Kebiasaan in dapat membunuh kita perlahan-lahan dengan habisnya usia kita sia-sia. Melakukan kegiatan tepat waktu merupakan hal penting yang harus di jaga karena dapat menyelamatkan hidup kita dunia dan akherat. &lt;br /&gt;Ketiga, jangan pernah berprasangka buruk terhadap seseorang. Prasangka buruk adalah suatu penyakit yang sulit disembuhkan. Ia adalah awal mula tindakan memfitnah yang berarti memutus ukhuwah islamiah. Jangan mudah percaya pada inforamsi keburukan seseorang sebelum jelas kebenarannya. Jika kita mengambil keputusan atas prasangka, maka hasilnya akan sangat fatal. Kita dapat membunuh orang tidak berdosa karena salah pemahaman kita. &lt;br /&gt;Keempat, selalu belajar pada siapa saja yang dapat dipercaya. Ilmu dapat lahir dari siapa saua, tidak pandang usia dan keturunan. Maka perbanyakllah persaudaraan dengan orang-orang berilmu dan sholeh. Mereka dapat memberi semangan bahkan menjaga dan mengendalikan kehidupan kita. Dengan mereka pula hidup kita akan terarah, dengan mereka kita dapat mengurangi beban perjuangan kita yang sulit dan berat. &lt;br /&gt;Kelima, hormatilah setiap orang, terutama yang berilmu. Rangkulllah mereka dan jangan membedakan warna kulit, seragam atau golongan asal mereka. Jika berbeda pemikiran jdikan sebagai khazanah kehidupan yang dapat mendewasakan pemikiran kita. Mereka adalah pellengkap kehidupan kita dan merupakan bukti kebesaran Tuhan. Mereka dilahirkan pasti memiliki makna.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan lima prinsip hidup ini mampu membawa kita ke jalan Allah SWT. Jika hhanya rahmat dan ridho Allah yang ktia cari maka jiwa dan batin kita akan siap menghadapi segala cobaan dan ujian. Semoga karena rahmat dan karunianya kita diberi keselamatan di dunia dan di akherat. Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-4151479154668357053?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/4151479154668357053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=4151479154668357053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4151479154668357053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4151479154668357053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/mencari-ridho-allah.html' title='Mencari Ridho Allah'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-8427791126022873673</id><published>2010-07-03T01:42:00.001-07:00</published><updated>2010-07-03T01:42:59.873-07:00</updated><title type='text'>Kehidupan</title><content type='html'>Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu memikirkan tentang dirimu? Tentang masa depan mu di dunia atau bahkan di akherat? Tentu tidak sedikit yang melupakan hal itu. Hidup dijalani apa adanya, alon-alon waton kelakon. Mungkin itu kebanyakan dari apa yang kita lakukan. Akibatnya kita menjadi manusia kerdil, manusia yang hanya berharap belas kasih dari orang lain. &lt;br /&gt;Manusia sejati adalah mereka yang mampu berdiri sendiri. Mampu menghidupi diri sendri dan tantu dapat memberikan kemanfaatan bagi saudaranya. Kehidupan kita tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan pribadi kita. Sedang banyak saudara-saudara kita yang kelaparan, kebingungan, dan ketakutan. &lt;br /&gt;Tidak perlu ragu, tidak perlu takut dengan harapan yang besar. Jadilah dirimu pelita bagi saudaramu. Agar mereka yang bingung, terobati dengan kehadiran mu yang membawa misi kedamaian dan persaudaraan. &lt;br /&gt;Sayangnya kita selama ini sering salah mengerti, kehidupan kita seolah hanya untuk diri kita sendiri. Walhasil, kita sering mengabaikan, mengucilkan bahkan memusuhi saudara kita sendiri. Kita pecah belah persaudaraan dengan merebut hak-hak saudara kita sendiri. Kita tidak takut akan hukuman Tuhan, tatapi justru khawatir dengan comoohan orang. Kita jadi salah kiblat, kita jadi salah tujuan. &lt;br /&gt;Kita harus bangkit dengan memperbaiki diri terus menerus. Usaha maksimal, meskipun belum optimal suatu saat akan kita rasakan manfaatnya. Saat ini mungkin kita sedang jatuh bangun. Kita masih banyak melakukan kesalahan atau bahkan kegagalan, sehingga masih banyak orang yang tidak percaya pada diri kita. Jangan putus asa. Terus dan teruslah berjuang. Kehidupan adalah sebuah proses. Proses menemukan kebenaran sejati. Ibarat seorang bayi, yang belajar berjalan, saat ini kita masih merangkak. Kita masih takut berlari. Karena berjalan saja kita masih sering jatuh. Tetapi kondisi itu tidaklah  membuat kita patah arang untuk selalu mencoba berjalan sampai akhirnya nanti berlari. &lt;br /&gt;Keberanian mencoba adalah modal dasar kita. Keteguhan adalah tiang penyangga keberhasilan. Karena itu jangan pernah takut untuk maju. Jangan pernah berfikir untuk berhenti mencoba sesuatu. Niatkanlah dirimu untuk dapat bangkit sehingga kamu akan mampu membantu sarudara-saudara mu. &lt;br /&gt;Jangan beri mereka beban dengan keluhan mu. Bantulah mereka minimal dengan semangat mu yang membaja. Bantulah mereka dengan uluran tangan mu yang lembut dan penuh kasih sayang. &lt;br /&gt;Jangan pernah mencaci mereka yang sedang berproses. Karena itu akan mematahkan semangat mereka. Mereka yang sedang belajar tentu membutuhkan dukungan mental dan spiritual, bukan cemoohan dan makian. Ajaklah mereka bangkit dan mencapai kejayaan bersama. Jadikan dirimu pelita bagi kegelapan hidup mereka.  &lt;br /&gt;  Yogyakarta, 3 Juli 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-8427791126022873673?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/8427791126022873673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=8427791126022873673&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8427791126022873673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8427791126022873673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/kehidupan.html' title='Kehidupan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-5259269300345802533</id><published>2010-07-02T15:43:00.001-07:00</published><updated>2010-07-02T15:43:33.921-07:00</updated><title type='text'>Rencana  kehidupan</title><content type='html'>Rencana  kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan seseorang tidak pernah lepas dari bagaimana ia menata kehidupannya. Yaitu bagaimana ia menggunakan waktu sebaik dan seefektif mungkin. Oleh karena itu setiap tindakan harus dipertimbangkan baik buruk dan manfaatnya. Jika ia lebih banyak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat atau belum jelas manfaatnya, maka ia akan menjalani kehidupan ini dengan sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup harus dijalani dengan perencanaan yang matang. Artinya, setiap tindakan yang kita lakukan harus diketahui manfaatnya. Perencanaan memberikan kita arah dan tujuan yang jelas. Dengan demikian kita memiliki sebuah terget untuk mencapai sesuatu. Itulah hal terpenting di dalam menata kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan kita sering dikarenakan abainya kita terhadap tujuan hidup kita. Kita ingin yang terbaik dalam hidup kita, tetapi kenyataanya, kita hidup tanpa perencanaan bahkan tanpa tujuan. Itulah mengapa setiap saat kita hanya menjalani kehidupan tanpa hasil yang maksimal. Kita tidak pernah tahu apa-apa kemajuan yang sudah kita dapatkan. Kita bahkan tidak pernah mengerti apa yang menjadi target kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering frustasi karena melihat kesuksesan orang lain. Kita iri dengan mereka yang sukses di suatu bidang. Akibatnya kita hanya mengeluh dan meratapi nasib yang akhirnya menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan. Kita merasa tidak berdaya dengan diri kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarnyakah kehidupan yang kejam pada diri kita? Atau diri kita sendiri yang kejam dengan diri sendiri? Tuhan telah menciptakan bumi ini dengan berbagai isinya untuk manusia. Bahkan Tuhan telah memberi kesempatan kepada setiap makhluknya untuk meminta bantuan kepada-Nya jika hambanya mengalami kesulitan. Betapa besar karunia Allah sebenarnya terhadap makhluk di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bersedia merenungkan, maka kita akan menemukan karunia hidup kita yang luar biasa ini. Kita akan menemukan bahwa Tuhan menciptakan segalanya dengan kesempurnaan yang luar biasa. Oleh karena itu luangkanlah waktu sebentar setiap hari untuk memikirkan diri kita dan persoalan hidup kita. Kita akan menemukan siapa diri kita dan apa yang harus kita dalakukan dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, gunakanlah sholat minimal lima kali itu untuk benar-benar mengingat tujuan hidup ini. Jika kita merasakan masih banyak yang kurang dari diri kita, maka mohonlah ampunan dan mohonlah agar Ia memberi kekuatan diri kita untuk memperbaikinya. Rasakan setiap hembusan nafas adalah anugrah dari-Nya. Dan raskankalah segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita, kita tentu akan merasakan kebahagiaan hakiki yang belum pernah dirasakan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkan kembali apa-apa yang sudah anda lakukan dan evaluasilah setiap hari apa saja kesalahan kita. Dengan begitu akan terbuka mata hati kita untuk menerima kebenaran dalam diri kita. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, maka kita akan dapat menemukan kedamaian dalam batin kita. Dan kita akan menjadi permata dalam kehidupan ini. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-5259269300345802533?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/5259269300345802533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=5259269300345802533&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/5259269300345802533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/5259269300345802533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/rencana-kehidupan.html' title='Rencana  kehidupan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3005027858045798961</id><published>2010-07-01T19:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T19:37:03.859-07:00</updated><title type='text'>Kemenangan</title><content type='html'>Kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita sering salah mempersepsikan kesuksesan atau kemenangan dalam kehidupan kita. Kita sering beranggapan bahwa kemenangan adalah ketika kita bisa mengalahkan orang lain. Akibatnya, kita sering menjalani kehidupan sebagaimana permainan. Permainan dimana tujuan akhirnya adalah kemenangan diri kita diatas kekalahan orang lain. Hidup kita sering kita samakan dengan permainan sepak bola. Kita sering menendang, menyikut, menjegal bahkan dengan berbagai cara agar lawan kita rubuh terkalahkan. Dengan demikian kita beranggapan bahwa kebesaran kita karena kita bisa mengucilkan atau mengecilkan kolega yang kita anggap lawan.&lt;br /&gt; Jika kemenangan kita ditentukan oleh kekalahan orang lain, berarti kita telah memutus kemengan orang lain. Itu berarti kita memutus harapan dan cita-cita orang lain yang ingin mendapatkan kemenangan. Yang berarti juga mengurangi  kesempatan mereka untuk mendapatkan kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup bukan sekedar mencari kepuasan diri sendiri, tetapi kepuasan orang lain. Dalam kehidupan berbeda dengan permainan sepak bola, dimana ada lawan yang dikalahkan. Kemenangan sejati  dalam kehidupan  adalah ketika kita bisa merangkul semua menjadi pemenang. Dengan begitu tidak akan ada pihak yang dirugikan. Tidak ada pihak yang dikecewakan. Karena sesungguhnya mereka pun mengharapkan kebahagiaan dan kesuksesan sebagaimana yang kita impi-impikan. Itulah sebabnya mengapa kita sering salah beranggapan dengan kehidupan ini. Kita sering menyamakan kehidupan dengan permainan bola. Pola pikir kita sama dengan mereka, sehingga mereka yang memiliki seragam berbeda kita anggap musuh, meskipun sebenarnya mereka saudara kita sendiri. Mereka sering kita kucilkan, kita tendang kemana-mana dengan kata-kata cacian dan makian. Sedikit saja mereka berbeda dengan, kita anggap kafir dan tidak boleh menang. Bukan hanya itu, kita pun sering mengumpat, mencaci maki, meremehkan kolega kita sendiri. Demi pengakuan atas kemenangan itu. Kita sering mengesampingkan kemenangan tim kesebelasan kita sendiri. Karena kita merasa berjasa atas kemenangan. Kita mengunggulkan ego kita sendiri. Menganggap orang  lain tidak berperan apa-apa atas keberhasilan kesebelasan kita. &lt;br /&gt; Sungguh naif memang pola pikir kita. Bukankah Allah melarang hambanya saling bermusuhan? Bukankah Allah menganjurkan perasaudaraan? Kata-kata menjatuhkan adalah awal dari keruntuhan kita sendiri. &lt;br /&gt; Semoga Allah mencintai kita dengan membuka mata hati kita untuk terus mencintai sesama. Kemenangan kita sesungguhnya adalah ketika kita bisa membuat sesama saling mencintai dan mengikuti gagasan-gagasan kita. Kemenangan kita adalah ketika kita bisa membesarkan hati mereka untuk bersama-sama menemukan kebesaran Allah SWT. Wallahua’lam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3005027858045798961?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3005027858045798961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3005027858045798961&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3005027858045798961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3005027858045798961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/07/kemenangan.html' title='Kemenangan'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-7549602597116774984</id><published>2010-06-29T16:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T16:20:46.636-07:00</updated><title type='text'>Mutiara dari Batu Karang</title><content type='html'>Mutiara dari Batu Karang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segala sesuatu akan sangat tergantung pada siapa yang menggunakan. Waktu luang akan menjadi bermanfaat jika digunkana secara positif, tetapi waktu luang juga bisa membunuh seseorang secara perlahan jika tidak dimanfaatkan secara maksimal. &lt;br /&gt;Karya abadi bukan ditentukan dari jumlah besarnya, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dalam kehidupan. Memiliki uang banyak bukan berarti kaya, jika pikiran dan perasaannya dihinggapi rasa wawas akan kehilangan uang tersebut. Sebagamana kita sering melihat orang kaya yang selalu mengeluh hanya karena kenaikan harga cabai, yang sebenarnya sedikitpun tidak akan mengurangi kekayaannya. Demikian juga orang yang katanya “cerdas”, yang dianggap banyak ilmu, tetapi ilmu tidak menjadikannya tenang dan bersahaja, tetapi sebaliknya, hatinya semakin kering dari kasih sayang dan kedamaian dengan sesama. Kesombongan karena ilmunya telah membuatnya bimbang dan oleng. Itulah jika kecongkakan yang diunggulkan. Apapun tidak akan mendatangkan kemanfaatan. &lt;br /&gt;Sesungguhnya, kita akan lebih mermana jika kita bisa berbagi. Harta sedikit kalau dibagi akan mendatangkan kedamaian hati, karena tidak ada yang iri hati. Demikian juga dengan ilmu yang sedikit, jika diamalakan secara sungguh-sungguh dan dengan keikhlasan akan mendatangkan kedamaian. Bahkan akan mendorong orang mencapai sesuatu yang lebih besar karena terpesona oleh keikhlasan kita. &lt;br /&gt;Intinya kita harus ikhlas memberikan sesuatu. Apakah itu perhatian, waktu, harta benda bahkan kerelaan kita melihat orang lain sukses, bahkan lebih sukses dari kita. Kegaduhan dan kekhawatiran kita adalah sebab kita tidak pernah menghendaki orang lain lebih baik dari kita. Kita selalu berharap kita paling baik, paling segalanya. Walhasil, hati kita terkotori dengan perasaan iri, dengki dan permusuhan. &lt;br /&gt;Hidup itu tergantung bagaimana kita berfikir dan bersikap. Jangan pernah berharap kedamaian jika masih ada dalam hati kita untuk disanjung dan dihormati orang lain. Pujian dan rasa hormat dari manusia bukan tujuan hidup kita sesungguhnnya. Demi Allah, hanya Allah lah yang akan menentukan siapa kita sesungguhnya. Meskipun kita dihujat, dicaci maki, diabaikan, tetapi lihatlah tetapa mulianya mereka yang tahan uji dari berbagai hujatan dan hinaan itu. Mereka adalah mutiara yang terlahir dari kerasnya batu karang yang maha keras itu. Semoga kita termasuk orang-orang yang mudah menerima nasehat sehingga kita akan menemukan kebahagiaan hakiki dalam hidup kita... Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-7549602597116774984?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/7549602597116774984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=7549602597116774984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7549602597116774984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7549602597116774984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/mutiara-dari-batu-karang.html' title='Mutiara dari Batu Karang'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-628723085674110433</id><published>2010-06-22T09:39:00.001-07:00</published><updated>2010-06-22T09:39:22.912-07:00</updated><title type='text'>Genting</title><content type='html'>Genting&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kamu pasti akan menemukan saat-saat yang sulit di dalam kehidupan mu. Di saat itulah kamu baru akan merasakan kebutuhan akan kehadiran yang maha kuasa atas dirimu. Sesungguhnya tidak akan ada yang dapat kamu lakukan kecuali menerima segala ketentuan yang telah digariskan-Nya ke pada mu. Kamu hanya menjalani apa yang sudah menjadi kehendak-Nya. &lt;br /&gt; Kesadaran akan ketentuan itulah yang harus ditanamkan dalam-dalam di lubuk hati mu. Karena dengan kesadaran itu, kamu akan merasakan kenikmatan di balik segala kesengsaraan dan penderitaan hidup yang kamu hadapi. Semua adalah proses yang sangat diperlukan dalam hidup mu. Kamu tidak perlu menyesali diri atas kondisi kehidupan ini yang tidak seutuhnya sesuai dengan apa yang kamu inginkan. &lt;br /&gt; Cobalah untuk mencari jalan keluar atas apa yang kamu hadapi. Hadapi semua cobaan, hambatan dan rintangan dengan sungguh-sungguh, dengan niatan untuk mencari rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya hanya dengan begitulah kamu akan menemukan jati diri mu yang sesungguhnya. Kamu akan menemukan mutiara hatimu dan mutiara kehidupan ini. &lt;br /&gt; Hindarkan diri dari menyalahkan diri sendiri karena hinaan, cemoohan, remehan, fitnah dan seagala sumpah serapah orang-orang yang ada di sekitarmu. Kalau kamu memang jujur dengn dirimu, maka kamu akan menemukan jalan kehidupan mu yang cemerlang. Jujurlah dengan kehidupan mu, maka hidupmu akan tenang meskipun di sekitarmu ombak berkecamuk. Kebenaran adalah kedamaian diantara badai kehidupan yang tidak akan pernah terhempas oleh segala cobaaan.&lt;br /&gt; Renungilah selalu segala apa yang sudah kamu lakukan. Refleksikan kembali apakah jalur yang kamu tempuh sudah sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan Tuhanmu. Lihatlah peta kehidupan, akan kemana tujuan dari hidupmu. Jika selama ini kamu masih sering jatuh perbaiki langkahmu, perbaiki strategimu. Atau mungkin kamu sering salah langkah. Maka kamu harus mengganti alur atau cara mu meniti kehidupan ini. &lt;br /&gt; Ingatlah sesungguhnya tidak semuanya salah. Tidak semua orang menganggapmu sebagai korban. Tetapi kadang dirimu sendiri yang sering merasa bersalah. Dalam kehidupan setiap usaha, setiap upaya pasti akan menghadapi cobaan. Hal itu sebagai ujian apakah kualitas dirimu memang sebagai petarung tangguh yang dapat menyelesaikan segala persoalan dengan matang. Jika demikian maka kamu pasti akan menjadi mutiara yang paling berharga di muka bumi ini. Tetapi sebaliknya, jika kamu lalai dan lemah, maka kamu akan menjadi sampah yang tidak berarti. Kamu akan menjadi beban orang lain dan kamu tidak berguna apa-apa. &lt;br /&gt;  Jadilah kamu orang yang menerima dengan ketentuan-Nya. Karena hanya dengan begitu kamu akan menjadi orang kuat di dunia ini. Lawanlah semua cobaan dan rintangan dengan kejernihan pikiran. Lawanlah semuah hambatan dengan kedamaian hati yang paling mendalam. Semoga Tuhan menyambutmu dengan senyuman di seberang sana. Dan hatimu akan menemukan kedamaian dan kemenangan. Karena sesungguhnya kemenangan tidak harus mengalahkan lawan, tetapi mengalahkan diri sendiri untuk menundukan lawan. &lt;br /&gt; Cobalah untuk memahami cobaan sebagai ujian. Hambatan sebagai permainan dan rintangan sebagai perlombaan hidup yang menyenangkan. Sehingga hidupmu damai, tenteram dan penuh harap kepada Tuhan. Semoga..! amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-628723085674110433?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/628723085674110433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=628723085674110433&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/628723085674110433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/628723085674110433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/genting.html' title='Genting'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3484678024401051431</id><published>2010-06-22T09:38:00.003-07:00</published><updated>2010-06-22T09:38:40.929-07:00</updated><title type='text'>Ya Allah Ijinkan aku</title><content type='html'>Ya Allah Ijinkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ijinkan diri ini memperbaiki diri&lt;br /&gt;Membuka diri &lt;br /&gt;Tidak menutup diri&lt;br /&gt;Dari kebaikan abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan diri ini berinstrospeksi&lt;br /&gt;Menyesali kesalahan &lt;br /&gt;Menjauhkan diri dari kenistaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keimanan ku melangkah&lt;br /&gt;Meski terkadang tampa arah&lt;br /&gt;Ku sadari semua kan terarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau pasti buka jalan&lt;br /&gt;Kebuntuan kan Kau hamparkan jalan&lt;br /&gt;Kesempitan kan Kau lapangkan&lt;br /&gt;Kepahitan kan Kau bahagiakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau pasti memberi&lt;br /&gt;Kebaikan kepada setiap orang&lt;br /&gt;Yang dengan tulus ikhlas di jalan&lt;br /&gt;Yang tak terputus tak sepengetahuan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3484678024401051431?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3484678024401051431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3484678024401051431&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3484678024401051431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3484678024401051431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/ya-allah-ijinkan-aku_22.html' title='Ya Allah Ijinkan aku'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-1984654056084627903</id><published>2010-06-22T09:38:00.001-07:00</published><updated>2010-06-22T09:38:39.974-07:00</updated><title type='text'>Ya Allah Ijinkan aku</title><content type='html'>Ya Allah Ijinkan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ijinkan diri ini memperbaiki diri&lt;br /&gt;Membuka diri &lt;br /&gt;Tidak menutup diri&lt;br /&gt;Dari kebaikan abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan diri ini berinstrospeksi&lt;br /&gt;Menyesali kesalahan &lt;br /&gt;Menjauhkan diri dari kenistaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keimanan ku melangkah&lt;br /&gt;Meski terkadang tampa arah&lt;br /&gt;Ku sadari semua kan terarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau pasti buka jalan&lt;br /&gt;Kebuntuan kan Kau hamparkan jalan&lt;br /&gt;Kesempitan kan Kau lapangkan&lt;br /&gt;Kepahitan kan Kau bahagiakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau pasti memberi&lt;br /&gt;Kebaikan kepada setiap orang&lt;br /&gt;Yang dengan tulus ikhlas di jalan&lt;br /&gt;Yang tak terputus tak sepengetahuan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-1984654056084627903?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/1984654056084627903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=1984654056084627903&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1984654056084627903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1984654056084627903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/ya-allah-ijinkan-aku.html' title='Ya Allah Ijinkan aku'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-3772576798028244528</id><published>2010-06-22T09:36:00.001-07:00</published><updated>2010-06-22T09:36:32.259-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Harus bingung</title><content type='html'>Kenapa Harus bingung&lt;br /&gt;oleh Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, dalam hidup ini kita sering bingung. Kita sering ragu dengan diri sendiri. Kita sering ragu dengan ketentuan Tuhan. Kita sering ragu dengan masa depan. Bahkan kita sering ragu terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau kita benar-benar paham pada ketentuan Tuhan. Tidak ada satu hal pun yang harus kita bingungkan atau kita ragukan. Semua sudah ada dalam ketentuan-Nya atau sudah ada dalam genggaman-Nya. Maka dari itu yang akan terjadi pasti terjadi dan yang tidak akan terjadi maka tidak akan pernah terjadi pada diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepasrahan kepada Allah adalah mutlak. Karena Ia adalah penguasa segala-galanya. Allah pasti memberikan yang terbaik pada diri kita sepanjang kita melakukan yang terbaik demi mendapatkan ridho dan kasih sayang-Nya. Allah sekali-kali tidak akan pernah keliru menghitung, menimbang, dan mempertimbangkan sesuatu yang akan kita dapatkan. Karena itu ketakutan kita, kegelisahan dan keraguan kita tidak akan pernah bararti apa-apa dalam hidup ini kecuali akan mengotori hati kita dengan penyakit hati yang akan merugikan kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit hati yang menyelimuti diri kita semakin lama akan melemahkan kepercyaan kita kepada allah. Dan jika hal ini terjadi maka hidup kita dalam bahaya. Yaitu bahaya kekafiran dan keputusasaaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus yakin, seyakin-yakinnya akan segala ketentuan dari Allah swt. Hidup kita sudah ditentukan oleh-Nya. Rezeki, jodoh, mati sudah ditentukan kapan akan kita dapatkan. Allah sudah mengatur semua itu dalam ketentuan-Nya yang sangat adil dan sangat sempurnya. Mudah bagi-Nya untuk menentukan semua itu. Tidak akan ada yang keliru. Tidak akan ada yang sesat sedikitpun ketentuan itu atas diri makhluk-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan was-was dan keraguan dalam diri kita tidak akan merubah kondisi dan diri kita. Justru yang terjadi pada diri kita adalah kepasifan dan keputusasaan. Kondisi ini sangat berbahaya. Kita bisa terjerumus dalam ketidak berdayaan. Kita justru akan pasif karena merasa tidak mampu dan tidak akan bisa meraih apa yang kita harapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan yang terjadi pada diri kita juga akan menjadikan kita merasa pesimis terhadap kehidupan. Harapan-harapan yang seharusnya memberikan semangat dalam diri kita, akan pupus bersama dengan keraguan diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku. Yakinlah kepada ketentuan Allah. Yakinlah atas apa yang ada dalam diri kita. Bahwa apa yang kita harapkan selama tidak bertentangan dengan ketentuan dan kehendak Allah, maka kita akan bisa mencapai apa yang menjadi keinginan kita itu. Kita akan mampu mencapai harapan hidup kita sepanjang kita optimis dan berusaha sekuat tenaga. Kita harus berusaha melakukan yang terbaik dalam hidup ini dan yang menentukan hasilnya adalah Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita percaya kepada ketentuan Allah, maka usaha yang sungguh-sungguh itu harus kita iringi dengan doa. Doa adalah segala-galanya. Doa adalah inti dari ibadah. Dengan berdoa kepada Allah berarti kita menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Dan keputusan Allah itu tidak akan pernah kita sesali, atau kita hujat. Karena segala sesuatu berada di dalam genggaman-Nya. Jika kita sudah bisa bersikap demikian, maka ketentraman dan kedamaian akan selalu menyelimuti hati kita. Mudah-mudahan Allah memudahkan jalan hidup kita. Wallahu’alamu bish shawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 26 Feb. 08, 05:00&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-3772576798028244528?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/3772576798028244528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=3772576798028244528&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3772576798028244528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/3772576798028244528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/kenapa-harus-bingung.html' title='Kenapa Harus bingung'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-8120490106798589568</id><published>2010-06-22T09:32:00.002-07:00</published><updated>2010-06-22T09:33:15.984-07:00</updated><title type='text'>Kau adalah Keajaiban Hidupku</title><content type='html'>Kau adalah Keajaiban Hidupku&lt;br /&gt;Oleh Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini adalah keajaiban&lt;br /&gt;Keajaiban tuhan yang tidak pernah kita tahu&lt;br /&gt;Aku dan kau yang tidak pernah bertemu&lt;br /&gt;Saling mengenal dan merindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bagaikan maknet bagi ku&lt;br /&gt;Kau gerakkan jiwa ku&lt;br /&gt;Kau hidupkan semangatku&lt;br /&gt;Kau sirami jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau yang tidak pernah ku tahu&lt;br /&gt;Mengiringi langkah hidupku kemanapun aku&lt;br /&gt;Kau tersenyum ketika ku sakit&lt;br /&gt;Kau tertawa ketika ku melucu&lt;br /&gt;Senyumu menyejukan hatiku&lt;br /&gt;Tawamu menggairahkan hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit karena mu&lt;br /&gt;Meskipun belum pernah ku dengar gelak tawamu&lt;br /&gt;Hanya senyumu yang sering ku lihat di foto itu&lt;br /&gt;Senyumu yang khas&lt;br /&gt;Gayamu yang manja &lt;br /&gt;Suaramu sering ku dengar di ponsel ku&lt;br /&gt;Kau terlihat manja &lt;br /&gt;Kau terlihat ceria&lt;br /&gt;Kau memang wanita idamanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuta harapan tumbuh dihatiku&lt;br /&gt;Berjuta asa terbayang dihatiku&lt;br /&gt;Ingin aku segera bertemu dengan mu&lt;br /&gt;Ingin aku segera bersanding dengan mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh keajaiban &lt;br /&gt;Sungguh suatu kemustahilan&lt;br /&gt;Kehadiranmu dalam hidupku begitu mustahil&lt;br /&gt;Kau hadir begitu cepat&lt;br /&gt;Dan kau pergi pun begitu cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat harapan itu mulai tumbuh&lt;br /&gt;Saat harapan itu tumbuh subur dengan keyakinan penuh&lt;br /&gt;Kau putuskan untuk pergi jauh dan sangat jauh yang tidak ku tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah aku tidak akan pernah tahu dirimu&lt;br /&gt;Mungkinkan hanya sebatas itu?&lt;br /&gt;Mungkinkah Tuhan membohongi ku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun kini kau akan pergi&lt;br /&gt;Ku merelakan karena kau memang bukan miliku&lt;br /&gt;Biarlah harapan dan asa itu menghilang&lt;br /&gt;Biarlah asa itu terbang melayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah dengan kedamaian&lt;br /&gt;Pergilah, semoga kau temukan harapan yang sesungguhnya&lt;br /&gt;Tuhan pasti menentukan&lt;br /&gt;Ia maha memberi kekuatan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-8120490106798589568?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/8120490106798589568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=8120490106798589568&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8120490106798589568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8120490106798589568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/kau-adalah-keajaiban-hidupku.html' title='Kau adalah Keajaiban Hidupku'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-8854111987755256793</id><published>2010-06-22T09:32:00.001-07:00</published><updated>2010-06-22T09:32:28.148-07:00</updated><title type='text'>Istiqomah</title><content type='html'>Istiqomah &lt;br /&gt;Oleh Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak mudah mengatakan sesuatu yang ada dalam diri kita sendiri. Terkadang manusia menutup-nutupi kekurangan yang ada dalam dirinya. Namun sungguh suatu hal yang paling berharga sesungguhnya adalah keterbukaan seseorang menerima kritik dari orang lain. Karena orang lain sesungguhnya yang lebih banyak tahu atas apa dan siapa diri kita yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan dan kelemahan kita sesungguhnya bisa kita lihat dari bagaimana orang lain menerima kita. Semakin baik seseorang, maka sesungguhnya akan semakin baik juga penilaian dari orang lain. Namun, sesungguhnya penerimaan itu perlu diperhatikan juga aspek terpenting dalam kehidupan ini. Karena tidak semua yang bisa diterima semua orang kemudian menjadi yang terbaik di dunia ini. Masih ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Kebaikan yang sesungguhnya adalah kebaikan yang ditentukan oleh agama. Jika agama menjadi fondasi dasar seseorang bertindak, sehingga ia diterima orang banyak maka ia adalah sesungguhnya kebaikan itu. Tetapi kalau diterimanya seseorang hanya berdasar duniawi belaka maka bukan tidak mungkin keadaan diterima itu justru menjerumuskan orang itu sendiri. Karena hal ini banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ada seseorang yang sangat familiar di tengah-tengah masyarakat atau suatu komunitas yang banyak, namun akhlaq dan perilakunya sangat jauh dari apa yang dituntunkan dalam agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistiqomahan menjalankan agama adalah kunci dasar kesuksesan seseorang. Meskipun di dunia ia dikucilkan, diabaikan dan direndahkan. Manusia yang sukses tidaklah diukur oleh gemerlap sambutan pujian manusia. Tapi sesungguhnya manusia yang harusnya jauh dari hapan pujian dan sanjungan dari manusia. Ia adalah manusia yang tabah, kekar menghadapi segala cobaan. Kemitmen menjalankan agama meskipun dikucilkan. Berjalan diatas kebenaran adalah sesuatu yang berat. Berjalan mengikuti perintah agama adalah sesuatu yang sulit dan mendaki. Tapi hanya dengan begitulah kebermaknaan hidup kita akan kita dapatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt., tidak akan pernah lepas dari kita yang bersungguh-sungguh mencapai jalannya. Ia akan selalu membimbing kita kemanapun kita berada. Bahkan cobaan yang berat yang kita hadapi akan menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme akan masa depan yang diridhoinya adalah sesuatu yang berharga. Hidup ini tidak akan pernah ada artinya apa-apa jika kita tidak memperoleh ridho yang diberikan-Nya. Allah adalah tujuan dari segala-galanya. Karena itu tidak ada waktu untuk menderita. Tidak ada waktu untuk berputus asa. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Setiap waktu yang dilakukan haruslah bermanfaat bagi kebaikan masa depan. Setiap langkah kaki harus ditujukan kepada sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan. Setiap kata adalah hikmah. Setiap pemikiran adalah pemikiran yang bisa mendatangkan kebaikan dan pemikiran bagi umat. Bukan pemikiran yang berorientasi pada benda-benda materi duniawi. Bukan pula pada harta, tahta dan wanita. Sesungguhnya semua itu adalah cobaan yang sangat berat bagi setiap manusia. Dan cobalah untuk mengurangi semua itu. Jadikan semuanya sebagai jalan untuk mendapatkan ridho-nya. Semua yang diusakan untuk mendapatkan adalah diperbolehkan jika bisa menambah keimanan dan bisa menjadi alat untu mendekatkan diri kepata Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah memberikan jalan kemudahan bagi setiap diri kita yang secara bersungguh-sungguh mencari keridhoaanya. Allah pasti maha mengetahui apa yang ada dalam diri kita. Semakin tulus dan semakin kita bersungguh-sungguh maka, semuanya pasti akan diganti oleh-Nya dengan sesuatu yang lebih besar. Jangan pernah menceri sesuatu hanya karena manusia. Karena sesungguhnya manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Wallahua’lamu bish shwawab..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-8854111987755256793?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/8854111987755256793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=8854111987755256793&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8854111987755256793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8854111987755256793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/istiqomah.html' title='Istiqomah'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-1674115007119309600</id><published>2010-06-22T09:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T09:31:09.010-07:00</updated><title type='text'>Meneladani Akhaq Rasulullah</title><content type='html'>Meneladani Akhaq Rasulullah&lt;br /&gt; Oleh Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah segala puji hanya miliki Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tuhan yang tidak pernah tertidur dan terlupa untuk memberikan pahala kepada setiap umat-Nya. Ia tidak pernah salah dalam memberikan balasan kepada siapa saja yang berbuat kebaikan maupun kebathilan. Allah adalah Tuhan yang Maha Adil, Tuhan yang Maha Pemurah, Maha Mengetahui, dan maha segala-galanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang menurunkan wahyu melalui nabi dan rosul-Nya. Muhammad adalah salah satu nabi dan rosul yang wajib kita ikuti. Wajib kita tiru tingkah laku dan amal perbuatannya. Karena beliau adalah nabi penutup. Beliau adalah manusia terbaik di sepanjang jaman. Akhlaknya adalah Al-quran, katanya penuh dengan kedamaian dan jauh dari permusuhan dan kedengkian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Muhammad selalu mendapat limpahan rahmat dari Allah. Kita berharap semoga kita bisa mengikuti beliau. Hanya dengan mengikuti cara dan perilaku beliau kita akan selamat di dunia maupun di akherat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah adalah seorang yang teguh dalam pendirian. Ia sangat yakin akan ketentuan Tuhan dalam dirinya. Ia sangat percaya akan kekuasaan Tuhan terhadap segala sesuatu yang ada dalam alam raya ini. Maka dari itu Rasulullah tidak pernah khawatir hari esok, tidak pernah merasa putus asa dalam kondisi apapun. Rasulullah Muhammad selalu bersabar dan berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan untuk mengatasi segala ujian dan cobaan yang ditimpakan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah adalah seorang yang sangat bijaksana. Segala persoalan, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun umatnya diselesaikan dengan bijaksana. Ia tidak pernah menghujat, mendengki, mencaci maki orang yang ada di sekelilingnya. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada mereka. Sebagai seorang pemimpin, ia mengayomi, dan membimbing orang yang ada di sekitarnya. Ia sangat menyayangi orang-orang yang ada di dalam kekuasaannya. Karena baginya umatnya adalah bagian dari dirinya sendiri. Para pengikutnya adalah bagian dari tubuhnya sendiri. Bila salah satu sakit maka ia pun ikut merasakan sakit. Maka dari itu Rasulullah tidak pernah berbuat sesuatu yang menyinggung perasaan orang lain atau bahkan mencaci maki yang jelas-jelas menyakiti orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga seorang pendidik. Ia selalu mengajarkan suatu amalan dengan contoh yang sangat baik. Setiap umat, setiap pengikut akan diberi pelajaran sekaligus hikmah yang bakal dipetiknya ketika umat itu konsisten menjalankan amalan itu. Ia mengajarkan dengan perbuatan dan bukan sekedar perkataan. Kata-katanya jauh dari memerintah, pelajaran yang diberikan selalu mengandung hikmah. Dan tidak pernah ia melakukkan sesuatu yang melampaui batas. Melakukan sesuatu yang tidak berguna. Rasulullah, selalu mengerjakan apa yang dia katakan dan tidak pernah menghakimi kalaupun umatnya belum bisa mengikutinya. Bahkan ketika Rasulullah dilempari kotoran hewan, ia pun hanya membalasnya dengan senyuman. Ia manusia yang luar biasa. Ia adalah manusia yang tidak pernah berkeluh kesah. Karena itu ia adalah seorang pemimpin yang paling bijaksana sepanjang jaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit sifat manusia terbaik di mua bumi ini. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti jejak beliau. Dengan demikian perjuangan kita di dalam setiap aktivitas, benar-benar bilhikmah wal mauidhatil khasanah. Semoga Allah selalu melapangkan hati kita untuk selalu istiqamah di jalan-Nya. Dengan tidak menghujat golongan lain. Amin. Wallahua’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 9 Maret2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-1674115007119309600?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/1674115007119309600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=1674115007119309600&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1674115007119309600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1674115007119309600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/meneladani-akhaq-rasulullah.html' title='Meneladani Akhaq Rasulullah'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-7757325778910974290</id><published>2010-06-22T09:27:00.001-07:00</published><updated>2010-06-22T09:27:57.167-07:00</updated><title type='text'>Ya Allah ijinkan diri ini</title><content type='html'>Ya Allah ijinkan diri ini&lt;br /&gt;Oleh : Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ijinkan diri ini mengorbankan segala yang dimiliki&lt;br /&gt;Biarpun masih banyak noda di hati&lt;br /&gt;Aku ingin engkau meridhoi&lt;br /&gt;Diri yang hina ini menjadi bagian dari hamba-hamba yang kau pilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diri ini yang yang tak mengetahui&lt;br /&gt;Sehingga keraguan ini selalu muncul dalam diri&lt;br /&gt;Perasaan dengki masih menggelayuti hati&lt;br /&gt;Diri ini selalu was-was dan iri hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad adalah satu-satunya manusia abadi&lt;br /&gt;Manusia yang akan selalu menginspirasi diri&lt;br /&gt;Menjadikan hidup ini penuh arti&lt;br /&gt;Tapi apa daya diri ini&lt;br /&gt;Jika keadaan masih seperti ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawalah diri ini dalam naungan Mu yang abadi&lt;br /&gt;Sebagai hamba yang tulus hati&lt;br /&gt;Hamba yang selalu tahu diri &lt;br /&gt;Tak banyak menuntut tapi ingin selalu memberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri ini selalu bimbang dengan diri sendiri&lt;br /&gt;Tidak tahu apa yang akan terjadi&lt;br /&gt;Kecuali selalu mengerti akan kesalahan diri&lt;br /&gt;Dan tak mungkin kan bisa kembali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau pasti mengerti&lt;br /&gt;Apa yang ada dalam lubuk hati kami&lt;br /&gt;Kegelisahan, kebingungan, kejengkelan dan kemurkaan selalu menyelimuti &lt;br /&gt;Hanya engkau yang mampu mengobati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah dalam diri ini&lt;br /&gt;Naungilah diri yang haus ini&lt;br /&gt;Siramilah kekeringan jiwa dan raga ini&lt;br /&gt;Agar bersemi harapan dan ekpektasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ijinkan sekali lagi&lt;br /&gt;Biar penuh rugi&lt;br /&gt;Akibat perbuatan sendiri&lt;br /&gt;Sungguh diri ini ingin selalu bersama nabi Mu yang sungguh abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 16 Februari 2008 20:51&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-7757325778910974290?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/7757325778910974290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=7757325778910974290&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7757325778910974290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7757325778910974290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/ya-allah-ijinkan-diri-ini.html' title='Ya Allah ijinkan diri ini'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-4386025105652292307</id><published>2010-06-22T09:25:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T09:26:17.443-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Sikap Sabar</title><content type='html'>Pentingnya Sikap Sabar&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak sekali ayat Al-Quran yang menyatakan pentingnya sikap sabar. Orang yang bersabar adalah orang yang paling dekat dengan Allah. Allah berjanji akan selalu bersama orang-orang yang sabar. Oleh karena itu sikap sabar adalah modal utama dalam kehidupan ini. Dengan kesabaran, segala cobaan akan mampu kita selesaikan dengan baik.&lt;br /&gt; Setiap manusia akan mengalami penderitaan baik pederitaan yang bersifat lahir maupun batin. Rasa jengkel dan kecewa merupakan perasaan yang paling sering dialami oleh manusia. Jika seorang individu menemukan sesuatu yang tidak disukai atau tidak memenuhi apa yang diharapkan, maka ia akan merasakan kejengkelan yang mendalam. Kejengkelan ini kalau dibiarkan akan semakin menjadi-jadi. Ada orang yang jengkel hanya hal-hal yang sepele, tetapi ada juga orang yang hanya jengkel jika terjadi sesuatu yan sudah keterlaluan. Persaan jengkel yang mudah mungcul ini kalau dibiarkan akan merugikan diri sendiri. Karena hal ini akan menimbulkan tindakan-tindakan yang diluar nalar. Tindakan ini bisa berakibat fatal dan akan memperburuk keadaan. Seperti contoh tatkala ada seorang yang jengkel kepada pasangannya yang terlalu lama melakukan sesuatu padahal janjinya hanya sebentar. Sementara si lelaki sudah menunggu lama. Karena si lelaki tidak mampu menahan perasaan jengkelnya maka ia  pergi meninggalkan si perempuan dengan harapan perempuan itu akan menyadari kelalaiannya. &lt;br /&gt; Tindakan lelaki ini secara tidak langsung memang akan menyadarkan pasangannya. Namun hal itu tidak serta merta akan merubah sikapnya itu. Karena ia justru akan berdalih dengan berbagai hal untuk tidak disalahkan. Padahal dalam waktu yang bersamaan. Mereka telah mengalami kerugian waktu dan mungkin materi yang tidak sedikit. Karena ketidaksabaran yang dilakukan ia akan rugi waktu karena waktu untuk melakukan tindakan itu menjadi lebih lama. Si perempuanpun akan menunggu lelaki yang pergi itu. Disamping itu si lelaki juga akan mengalami kerugian waktu dan sekaligus kerugian materi yang berupa biaya yang harus dikeluarkan saat melakukan tindakan meninggalkan si perempuan. Bukan hanya itu keduanya juga akan mengalami kerugian secara emosional. Kekecewaan ini akan membuat keduanya bersitegang karena kekecewaan yang berkepanjangan. Ditambah lagi aspek kejiwaan yang diakibatkan oleh semakin besarnya kekecewaan keduanya.&lt;br /&gt; Rasa jengkel dan kecewa yang kita temui dalam hidup ini bukan untuk untuk diekpresikan membabibuta tampa mempertimbangkan resiko pada diri kita. Tetapi semua yang terjadi dalam hidup kita harus kita resapi sebagai bagian dari proses kehidupan kita. Tidak ada manusia yang sempurna sebagaimana tidak ada manusia yang seutuhnya salah. Dua aspek kebaikan dan keburukan atau kelebihan dan kekurangan akan selalu hadir dalam setiap manusia. Oleh karena itu yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita mengolah perasaan itu agar bisa menjadikan intropeksi diri kita agar kekuangan dan kelemahan yang ada dalam diri kita itu bisa kita minimalisir sedemikian rupa sehingga kita akan mengantisipasi kesalahan sebaik mungkin. &lt;br /&gt; Agar kita tidak mengalami kerugian yang tidak perlu atas segala sesuatu yang kita hadapi adalah kesabaran. Kesabaran merupakkan sikap yang paling bijaksana atas segala persoalan. Sikap menggerutu atau bahkan melakukan tindakan yang tidak proporsional akan merugikan diri kita sendiri. Oleh karena itu yang perlu kita lakukan saat ini adalah melatih diri untuk tidak bersikap emosional. Mental kita harus kita gembleng setiap saat agar kebal dalam menghadapi segala cobaan dan persoalan. &lt;br /&gt; Selain latihan mental, yang paling penting dalam mengendalikan perasaan adalah kesadaran kita akan keberadaan Allah swt. Keberadaan Tuhan sebagai maha menguasai atas segala sesuatu termasuk apa yang ada dalam diri kita merupakan benteng yang paling ampuh dalam mengendalikan emosi seseorang. Memang kita sering merasa jengkel dengan segala hal dalam kehidupan kita. Bukan hanya akibat orang lain, tetapi terkadang kitapun sering jengkel dengan diri kita sendiri. Kekurangan, kelemahan dan ketidakmampuan kita meraih sesuatu sering menjadikan kita jengkel atau kecewa dengan diri kita sendiri. &lt;br /&gt; Kesadaran akan kekuasaan Allah dalam diri kita akan berdampak ketenangan dan tentu berakibat kesabaran kita semakin kuat. Allah sebagai Tuhan semesta alam maha tahu atas apa yang terbaik bagi kita. Oleh karena itu tidak sewajarnya jika kita merasa wawas atas apa yang akan menimpa diri kita. Wallahu’alam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 15 Februari 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-4386025105652292307?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/4386025105652292307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=4386025105652292307&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4386025105652292307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4386025105652292307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/pentingnya-sikap-sabar.html' title='Pentingnya Sikap Sabar'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-7675771359685169398</id><published>2010-06-22T09:24:00.001-07:00</published><updated>2010-06-22T09:24:39.692-07:00</updated><title type='text'>Cinta kepada Allah</title><content type='html'>Cinta kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Wajiran, S.S., M.A.&lt;br /&gt;(Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saudaraku sesungguhnya tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup kita kecuali keberhasilan kita mendapatkan cinta dari Allah swt. Cinta Allah kepada kita adalah satu-satunya tanda akan keselamatan kita di dunia dan juga di akherat nanti. &lt;br /&gt; Oleh karena itu, hidup kita haruslah tidak pernah lepas dari kiblat kita untuk mendapatkan cinta Allah. Cintailah Allah dan  rosul-Nya dengan cara mengikuti segala perintah dan  menjauhi segala hal yang dilarang-Nya. Semakin besar cinta kita kepada-Nya, maka semakin besar pula cinta Allah kepada kita. Bukti cinta kita kepada Allah adalah niatan dan tindakan kita yang tidak pernah lepas dari mencari ridho Allah semata. Bukan tindakan yang mengaharap pujian dari manusia. Bukan tindakan yang mengharap balasan materi duniawi semata. &lt;br /&gt; Semakin besar usaha kita mendekati Allah, maka semakin besar juga cinta Allah kepada kita. Allah tidak akan sekali-kali mengesampingkan hamba-Nya yang secara sungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya. Namun demikian membuktikan kecintaan kepada Allah bukanlah hal yang mudah. Semua itu membutuhkan perjuangan dan perjuangan. Allah pasti akan menguji orang-orang yang menyatakan bahwa dirinya mencintai Allah. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah dalam hadits berikut ini;&lt;br /&gt;Sesungguhnya besarnya pahala mengikut pada besarnya cobaan. Sesungguh Allah apabila mencintai suatu kaum, pasti Dia menimpakan cobaan-Nya kepada meereka. Barang siapa yang ridho, dia akan mendapat keridhaan-Nya; dan barang siapa yang marah, maka dia akan mendapat murka-Nya. (al-hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ujian yang ditimpakan kepada kita itu tidak lain adalah sekedar untuk menguji sejauh mana cinta kita kepada-Nya. Kita kita benar-benar ikhlas dan tulus mencari ridho Allah maka pahalanya sungguh akan lebih besar daripada apa yang kita korbankan selama hidup kita di dunia ini. Ujian dan coba yang ditimpakan kepada kita harus kita hadapi dengan kesabaran dan keteguhan. Karena hanya itulah modal yang sesungguhnya dalam kehidupan kita. Allah swt berfirman;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ikhwal mu. (Q.S. Muhammad: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah cobaan yang bertubi-tubi datang kepada kita. Maka akan diketahui sejauh mana kualitas kecintaan kita kepada Allah swt. jika kita tidak menggerutu, tidak mengumpat dan menerima segala cobaan yang menimpa diri kita. Dengan kesadaran bahwa segalanya datang dari Allah, maka kita adalah orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dan keselamatan di dunia dan di akherat. Ingatlah sesungguhnya apa yang datang dari Allah itu lebih baik. &lt;br /&gt; Orang yang paling berat cobaannya adalah orang-orang yang paling dicintai oleh Allah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw ketika ditanya oleh sa’d bin Abu Waqqash “Siapakah orang yag paling berat cobaanya?” maka Rasulullah bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Para nabi, kemudian orang-orang yang berada di bawah mereka dan orang-orang yang di bawahnya lagi. Seorang hamba akan diuji sesuai dengan kemampuan agamanya; apabila agamanya kuat, maka cobaannya kuat pual dan jika dalam agamanya terdapat kerapuhan, maka dia mendapat cobaan sesuai dengan kemampuannya. Cobaan tiada hentinya akan mendera seorang hamba hingga membiarkanya berjalan di muka bumi, sedang dia tidak mempuyai suatu dosa pun.” (HR. Tirmidzi dinilai hasan shahih oleh Al-Albani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikianlah saudaraku, Allah akan memberikan cobaan kepada setiap hamba-Nya sebagai upaya menguji ketulusan dan keikhlasan kita menerima dan menjalani kehidupan ini. Hidup kita adalah sebuah perjuangan dan pengorbanan karena kita adalah sebagai khalifah atau sebagai pemimpin. Seorang pemimpin haruslah berani berkorban atas apa yang dipimpinnya. Ia adalah segala-galanya bagi yang dipimpinnya, yaitu seluruh manusia yang berada di bumi ini. Dan ingatlah bahwa semakin besar cobaan berarti semakin besar pula cinta Allah dan karena itu pahalahnya pun akan semakin besar. “Demikianlah keadaan kami; cobaan dilipatgandakan atas kami dan pahalanya dilipatgandakan pula bagi kami”. Mudah-mudahan Allah selalu memberi kekuatan kepada kita. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 16 Februari 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-7675771359685169398?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/7675771359685169398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=7675771359685169398&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7675771359685169398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/7675771359685169398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/06/cinta-kepada-allah.html' title='Cinta kepada Allah'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-4680903461124547685</id><published>2010-04-22T20:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T20:08:13.495-07:00</updated><title type='text'>Perebutan Kekuasaan dan Hegemoni dalam Drama Man and Superman Karya George Bernard Shaw</title><content type='html'>Perebutan Kekuasaan dan Hegemoni&lt;br /&gt;dalam Drama Man and Superman Karya George Bernard Shaw&lt;br /&gt;Oleh &lt;br /&gt;Wajiran&lt;br /&gt;(Mahasiswa Pasca Sarjana UGM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGANTAR  &lt;br /&gt; Pada dasarnya setiap karya sastra memiliki tujuan atau nilai ideologi tertentu, entah itu sebagai upaya untuk mengkritisi, mendukung (mempertegas), atau merefleksikan kembali paham-paham yang ada di masyakat. Karya sastra berupa drama syarat dengan berbagai pesan moral yang tidak pernah lepas dari kondisi sosial masyarakatnya.  Dibandingkan dengan karya-karya sastra lain (seperti novel, puisi, dan sastra lisan lainnya), drama memiliki ciri khas sebagai media mengkritisi masyarakat. Oleh karena itu, apa yang terdapat dalam karya drama umumnya berisi nilai-nilai politis-ideologis yang ingin disampaikan oleh pengarang. &lt;br /&gt; Sebagai suatu karya sastra yang syarat dengan nilai kritik sosial, tulisan ini mencoba mengungkap persoalan sosial yang terdapat di dalam drama Man and Superman. Hal ini bertolak dari sebuah gagasan bahwa karya sastra adalah refleksi sosial. De Bonald menyatakan bahwa sastra adalah ungkapan perasaan masyarakat (literature is an expression of society) (via Wellek, dkk., 1990:110). Oleh karena itu, gagasan yang ada di dalamnya merupakan cerminan dari masyarakat. Karya sastra merupakan refleksi zaman dimana karya sastra itu diciptakan.&lt;br /&gt; Untuk dapat mengungkap persoalan-persoalan politis yang melatari lahirnya karya sastra tersebut, maka diperlukan sebuah landasan teoritis yang dapat dijadikan rujukan dalam persoalan tersebut. Oleh karena itu, konsep Hegemoni Gramsci akan sangat tepat bila digunakan untuk mengungkap persoalan tersebut, mengingat muatan atau pesan yang ada di dalam drama ini merupakan persoalan politis-ideologis. &lt;br /&gt; Konsep Hegemoni Gramsci merupakan pengembangan dari konsep Marxisme. Di dalam menganalisis konsep-konsep Hegemoni tidak pernah bisa lepas dari konsep Marxisme. Marxisme beranggapan bahwa materi merupakan suatu kekuatan mutlak bagi manusia, sedangkan dalam konsep Hegemoni Gramsci bertolak pada konsep ideologis. &lt;br /&gt; Hegemoni diartikan sebagai kepemimpinan atau dominasi (Faruk, 1999:68). Untuk dapat mendominasi kelompok lain, yang paling penting bukan semata-mata materi seperti yang diutamakan dalam konsep Marxisme, tetapi yang paling utama dalam Hegemoni Gramsci adalah ideologi atau wawasan. Gramsci menyebutkan sifat dominasi dapat bersifat ekomonomik dan etis-politis. Dengan demikian materi pun dapat digunakan juga sebagai sarana hegemoni. &lt;br /&gt; Drama Man and Superman karya George Bernard Shaw, merupakan karya sastra yang menggambarkan aspek hegemoni. Di dalam drama ini digambarkan bagaimana perebutan kekuasaan dan dominasi yang dilakukan tokoh-tokohnya menggunakan perangkat hegemonik. Perangkat hegemonik pertama adalah kekuatan ekonomi, kepemilikikan modal menjadi media utama dalam memperoleh kekuasaan atau pengakuan masyarakat. Kedua adalah gender, jenis kelamin laki-laki dipandang sebagai kaum yang beruntung karena dipandang lebih berharga (potensial) dari para perempuan. Ketiga, intelektualitas dipandang sebagai perangkat hegemonik yang paling kuat, dalam arti orang-orang yang cerdas dan berwawasan luas memiliki keistimewaan-keistimewaan di dalam suatu komunitas masyarakat. Kaum intelektual juga sering diasosiasikan dengan golongan tua yang dianggap sudah banyak pengalaman. &lt;br /&gt; Tiga persoalan hegemoni tersebut di atas peneliti anggap sebagai grand tema dari drama tersebut. Tema besar tersebut dijabarkan dalam empat babak yaitu: (1) mengenai perselisihan perwalian Ann (dalam hal ini terdapat persolan gender), (2) dikotomi kebenaran antara kaum tua dengan kaum muda (intelektual), dan (3) isu penindasan yang dilakukan oleh penguasa yang tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEREBUTAN KEKUASAAN DAN HEGEMONI&lt;br /&gt; Perebutan pengaruh atau perebutan kekuasaan merupakan hal yang sangat umum terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini disebabkan oleh adanya kepentingan yang berbeda dari masing-masing individu di dalam masyarakat. Mereka berlomba-lomba dengan berbagai cara agar dapat diakui atau dijadikan panutan oleh orang lain atau kelompok lain di dalam masyarakat. Perlombaan ini menyebabkan adanya clash antarindividu maupun antarkelompok di dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Seperti yang digambarkan di dalam drama Man and Superman, George Bernard Shaw mendeskripsikan bagaimana pertentangan tersebut  terjadi. Tokoh-tokoh yang ada di dalam drama ini menggambarkankan kondisi kompetitif kehidupan manusia di dalam memperoleh dominasi antara satu dengan yang lainnya. &lt;br /&gt; Tanner merupakan tokoh utama di dalam drama ini. Ia mendapat pertentangan dan perlawanan dari berbagai pihak. Ia merupakan representasi dari kaum muda yang memiliki berbagai kelebihan-kelebihan; tenaga, pemikiran dan aktivitasnya  sangat berpengaruh terhadap perubahan masyarakat di sekitarnya. &lt;br /&gt; John Tanner berjuang sekuat tenaga melepaskan diri dari belenggu status quo. Ia melawanan ideologi/paham kaum tua yang dianggapnya sudah usang. Ia memperjuangkan adanya kebebasan bagi setiap orang, baginya kebebasan atau kemerdekaan merupakan modal utama kehidupan seseorang. Idealisme inilah yang kemudian mendapat berbagai pertentangan (terutama dari kaum tua). &lt;br /&gt; Tokoh penentang utama dari pemikiran Tanner adalah Ramsden. Roubough Ramsden merupakan tokoh yang merepresentasikan golongan tua. Ramsden menolak ber-partner dengan Tanner dalam hal menjadi wali bagi Ann. Ramsden tidak menghendaki pemikiran Tanner yang berbahaya mempengaruhi Ann. &lt;br /&gt; Kekhawatiran Ramsden disebabkan oleh ketakutan akan hilangnya dominasi kaum tua terhadap Ann (dan keluarganya). Selama ini, keluarga Whitefield sangat patuh dan menghormati dirinya. Jika pemikiran-pemikiran revolusioner John Tanner tersebut menguasai Ann, maka tidak ada lagi yang akan mengikuti pemikiran Ramsden. Disinilah perebutan kekuasaan dimulai. Pertentangan kepentingan antara kaum tua dengan kaum muda dipertaruhkan di dalam memperebutkan dominasi terhadap gagasan dan ideologi. &lt;br /&gt; Usaha yang dilakukan Ramsden agar pemikiran Tanner tidak menguasai orang-orang di sekelilingnya adalah dengan cara menjastifikasi bahwa buku yang ditulis John Tanner berbahaya.&lt;br /&gt;Ramsdem: &lt;br /&gt;“I’ll tell you, Octavious. (He takes from the table a book bound in red cloth). I have in my hand a copy of the most infamous, the most scandalous, the most mischievous, the most blackguardly book that ever escaped burning at the hands of the common hangman. I have not read it:  I would not soil my mind with such filthe; but I have read what the papers say of it. The title is quite enough for me. (He reads it). The Revolutionist’s Handbook and Pocket Companion. By John Tanner, M.I.R.C., Member of the Idle Rich Class.” (Shaw, 1903: 337)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di dalam konteks ini mulai muncul persoalan ideologis yang menjadi inti problema di dalam drama Man and Superman. Di dalam persoalan tersebut tergambar pentingnya pemikiran-pemikiran di dalam mempengaruhi masyarakat. Ide-ide atau gagasan merupakan hal terpenting di dalam memperoleh pengakuan dari komunitas lain.  Gagasan merupakan senjata bagi perubahan sosial. Oleh karena itu di dalam teori hegemoni, hal yang sangat penting dikuasai adalah ide-ide atau gagasan. &lt;br /&gt; Perebutan pengaruh antara John Tanner dengan Ramsden dipertajam dengan adanya perbedaan persepsi mengenai perempuan. John Tanner sebagai representasi kaum muda menghendaki kemandirian dan kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan, tetapi di sisi lain Ramsden menghendaki hal yang berbeda. Ramsden masih menginginkan ketergantungan kaum perempuan terhadap kaum laki-laki. Ramsden berharap agar Ann tetap mengonsultasikan setiap permasalahan diri dan keluarganya kepada Ramsden, bagi Ramsden, wanita adalah makhluk yang lemah, baik secara mental maupun emosional. &lt;br /&gt; Bertolak dari adanya perebutan kekuasaan tersebut, dari hasil pembacaan atas karya drama ini ditemukan adanya tiga tipologi hegemoni. Masing-masing tipologi tersebut adalah: hegemoni kaum laki-laki atas kaum perempuan, hegemoni penguasa terhadap rakyatnya (negara politik dan masyarakat sipil), dan hegemoni antara kaum tua terhadap kaum muda (intelektual versus masyarakat biasa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hegemoni Laki-Laki terhadap Perempuan&lt;br /&gt; Kaum perempuan di dalam masyarakat Inggris mendapat posisi yang kurang menguntungkan. Di dalam berbagai bidang, kaum perempuan memiliki keterbatasan-keterbatasan. Oleh karena itu, kaum perempuan tidak mendapat posisi atau fasilitas sebagaimana halnya kaum laki-laki. Perempuan harus mendapat izin suami ketika hendak keluar rumah, tidak boleh bekerja di luar rumah, dan lain sebagainya. Karena pembatasan-pembatasan tersebut, kaum perempuan menjadi inferior. &lt;br /&gt; Akibat dari perlakuan yang tidak adil tersebut, kaum perempuan selalu bergantung pada kaum laki-laki, meskipun hanya sekedar memutuskan persoalannya sendiri, ia harus mengonsultasikan kepada pihak laki-laki. Segala sesuatu yang akan dilakukan harus mendapat persetujuan dari pihak laki-laki. Seorang istri harus meminta izin suami ketika ingin keluar rumah, bahkan ketika anak perempuan yang ayahnya meninggal, ia harus memiliki seorang wali laki-laki. Seorang ibu tidak bisa menggantikan kedudukan seorang ayah dalam hal-hal yang lebih besar, terutama dalam persoalan perkawinan. &lt;br /&gt; Anggapan kaum perempuan tidak memiliki kemampuan dalam hal kehidupan, sebenarnya bukan semata-mata datang dari orang lain, tetapi terkadang datang dari kaum perempuan sendiri yang merasa tidak mampu, seperti halnya yang terjadi pada Nyonya Whitefield yang merasa tidak  bisa memegang amanah kehidupan yang dianggapnya sangat sakral. Wasiat suaminya menyangkut amanah yang harus ia limpahkan kepada orang yang dianggap mampu (wasiat suami adalah sesuatu yang sakral dan suci). &lt;br /&gt;Nyonya Whitefield: (hastily) “No, Ann, I do beg you not to put it on me. I have no opinion on the subject; and if I had, it would  probably not be attended to. I am quite content with whatever you thee think best.” (Shaw, 1903: 348). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adanya asumsi yang merendahkan kaum perempuan dalam masyarakat Inggris menjadikan kaum perempuan tersubordinat, masyarakat memposisikan kaum perempuan sebagai orang kedua. Perempuan ditempatkan dalam posisi yang tidak strategis. Dalam hal pekerjaan, rumah tangga, dan sosial politik, perempuan sangat tergantung pada laki-laki. Dalam ranah rumah tangga, perempuan memiliki tanggung jawab dalam mengasuh anak dan mengurus dapur. Di sisi lain, tanggung jawab keluarga yang bersifat keluar menjadi tanggungan laki-laki, seperti mencari nafkah.  &lt;br /&gt; Selain polemik mengenai perempuan dalam ranah keluarga, persoalan perempuan pun timbul dalam ranah agama. Polemik pertemuan Don Juan dengan seorang wanita tua merupakan gambaran bagaimana stigma agama terhadap perempuan. Di dalam agama, perempuan digambarkan sebagai makhluk lemah, baik secara psikis maupun biologis. Secara politis, perempuan harus menggantungkan segala-galanya kepada laki-laki, sehingga keberadaannya hanya sebagai pelayan bagi kebutuhan laki-laki.  &lt;br /&gt; Anggapan bahwa yang kuatlah yang akan menjadi pemenang sebagaimana yang terdapat di dalam teori Darwin, menjadi kenyataan dalam kehidupan manusia. Hal ini menjadi pegangan bagi John Tanner untuk menghindarkan sikap manusia dari anggapan tersebut. Tanner menyadari bahwa yang lemah akan menjadi sasaran bagi orang lain atau komunitas lain untuk diperalat. Kaum lemah akan selalu menjadi korban bagi kaum yang kuat; sebagaimana orang kaya akan memperalat orang miskin, laki-laki memperalat perempuan, orang dewasa memperalat anak-anak dan seterusnya.  &lt;br /&gt; Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri dari kondisi yang tidak menguntungkan tersebut adalah dengan menanamkan wawasan dan kekuatan kepribadian. John Tanner terus memperjuangkan gagasan-gagasannya melalui buku Pegangan Bagi Revolusionis. Buku tersebut sangat berpengaruh bagi masyarakat yang menyadari pentingnya kemandirian dan kemerdekaan. Dengan kemerdekaan dan kemandirian, seseorang dapat mencapai segala sesuatu yang dicita-citakan dan akan menjadi makhluk merdeka. Meskipun dengan berbagai pertentangan dan penolakan, akhirnya Tanner dapat mempengaruhi Ann. Dalam berbagai kesempatan, Ann telah menerima dan menerapkan pemikiran Tanner tersebut, meskipun awalnya ia menolak gagasan John Tanner. Ia bahkan berani menolak saran ayahnya demi nama kebenaran. Gambaran tersebut menunjukan perkembangan pemikiran Ann yang dipengaruhi pemikiran baru dari Tanner. Pergaulannya dengan Tanner dan Don Juan memberikan wawasan dan keberanian dalam menentukan kehidupannya sendiri. Ann mulai berani membela diri dan menetukan jalan hidupnya sendiri.&lt;br /&gt; Perubahan pemikiran  atau sikap Ann tersebut memerlukan proses yang cukup lama. Hasil pergaulannya dengan masyarakat dan pengalaman hidupnya berpengaruh terhadap pola pikir Ann. Selain itu, ia pun sadar bahwa setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama tanpa memandang jenis kelamin dan perbedaan lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hegemoni Penguasa terhadap Orang Kecil &lt;br /&gt; Gambaran mengenai hegemoni antara penguasa dengan orang kecil dapat dilihat di dalam hubungan pemerintah dengan rakyat, orang tua dengan anak, atau hubungan antara majikan dengan para buruh. Dalam konteks ini, penguasa umumnya memperlakukan bawahannya sekehendak mereka. Sepanjang bawahan atau buruh menguntungkan, mereka akan tetap dijamin hak-hak terbatasnya. Sebaliknya, jika bawahan atau kaum buruh tidak memenuhi keinginan penguasa, maka dengan mudah para majikan akan meggantikan mereka dengan buruh lain. &lt;br /&gt; Selain perlakuan tidak manusiawi, hubungan antara majikan dengan bawahan tidak bisa seharmonis sebagaimana hubungan dengan sesamanya. Ada pembatasan-pembatasan yang menyebabkan bawahan tidak dapat menerima atau mengakses fasilitas atau media yang dinikmati oleh para majikan. &lt;br /&gt; Kondisi yang sangat kontras ini juga terdapat di dalam masyarakat Inggris, kehidupan kaum buruh dalam kondisi sangat memprihatinkan. Tenaga dan pikiran terkuras dan kondisi ekonomi mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Akibatnya, para buruh tidak dapat memikirkan kesejahteraan diri meraka sendiri maupun keluarganya. Kondisi seperti inilah yang terjadi di era industrialisasi di dalam masyarakat Inggris.&lt;br /&gt; Adanya kesenjangan yang sangat menyolok tersebut diputarbalikan John Tanner. Jika di dalam masyarakat Inggris umumnya kaum buruh atau pembantu tidak mendapat posisi yang sama, Tanner justru memfasillitasi dan memperlakukan pekerja (sopirnya) dengan sangat istimewa. Sopirnya dapat menikmati fasilitas yang dimiliki John Tanner, demikian juga perlakuan-perlakuan manusiawi lainnya. &lt;br /&gt;TANNER: (Introducing) “My friend and chaufeur.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;THE SULKY SOCIAL-DEMOCRAT: (Suspiciously) “Well, which is he? Friend or show-foor? It makes all the difference, you know” (Shaw, 1903: 409).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDOZA: “What I say is, let us treat one another as gentlemen, and strive to excel in personal courage only when we take the field.” (Shaw, 1903: 408)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tanner berprinsip bahwa penghargaan majikan kepada bawahan merupakan bentuk memanusiakan seseorang meskipun dia bawahan. Hal ini memberikan motivasi kepada bawahan sehingga mereka merasa berharga sebagai manusia dan profesi yang dimiliki. Seseorang akan merasa bangga dengan kedudukannya karena mendapat pengakuan (sesuai dengan profesi masing-masing). Orang tidak malu atau rendah diri karena posisi yang tidak menguntungkan atau tidak setrategis. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh George Bernard Shaw dalam drama ini, yaitu makna kehidupan yang harus dipahami oleh masyarakat. &lt;br /&gt; Dengan kesadaran terhadap posisi setiap orang dalam masyarakat, maka akan terwujud optimisme dalam menjalani kehidupan. Optimisme merupakan kondisi potensial dalam membangun sebuah komunitas suatu masyarakat. Masyarakat terdiri dari individu-individu dan individu yang berpikir positif akan sangat mempengaruhi masa depan mereka. Situasi ini mampu menjadikan seseorang merdeka, sehingga akan memberikan peluang untuk mencapai cita-cita dan harapan kehidupan yang lebih baik. &lt;br /&gt; Menurut GBS, pemikiran yang merdeka merupakan kebutuhan setiap orang. Dengan kemerdekaan dan kebebasan, seseorang dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik. Menjadi manusia yang merdeka adalah menjadi manusia yang otonom. Oleh karena itu, setiap individu hendaknya berpikiran merdeka, tidak perlu takut dengan orang lain atau kelompok lain.&lt;br /&gt;TANNER: “Do! Break your chains. Go your way according to your own conscience and not according to your mothers. Get your mind clean and vigorous; and learn to enjoy a fast ride in a motor car instead of seeing nothing in it but an excuse for a detestable intrigue……” (P. 33,l. 148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Inilah pertentangan ideologis antara pemikiran kapitaslis, dimana hubungan antara majikan  (borjuis) dengan bawahan (buruh/proletar) merupakan hubungan ekonomis. Majikan melakukan kontak dengan para buruh sepanjang memiliki keperluan produksi. Keterkaitan atau keterikatan para buruh disebabkan oleh kepentingan ekonomi. Kondisi ini menjadikan para buruh mudah dikendalikan oleh para penguasa  karena secara ekonomi buruh tergantung kepada majikan mereka. Dengan demikian, secara politik buruh tidak memiliki kekuatan apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perlawanan masyarakat sipil terhadap penguasa digambarkan melalui pertemuan Tanner dengan Mendoza.  Pertemuan tersebut merupakan gambaran riil terhadap maksud penulis menggambarkan perbedaan pandangan dari kedua golongan ini (Babak III). Ditambah lagi dengan hadirnya para anarkis yang dalam pandangan para penguasa dianggap sebagai musuh bersama. Namun demikian, anarkhisme dalam drama ini justru digambarkan sebagai sesuatu yang bertolak belakang. John Tanner mendukung kaum anarkis karena mereka lebih terhormat dibandingkan dengan para penguasa yang memeras rakyat lemah. Kaum anarkis dianggap wajar, meskipun mereka melakukan kejahatan tetapi bertujuan membebaskan diri dari kekangan dan dominasi penguasa dholim, bahkan apa yang mereka lakukan pada umumnya digunakan untuk kepentingan bersama. &lt;br /&gt; Pertemuan Mendoza dan Tanner menggambarkan berbagai persoalan, terutama berkaitan dengan kekuasaan dan persoalan ekonomi. Persoalan utamanya adalah ketidakadilan para penguasa yang melahirkan anarkisme. Anarkisme tidak akan pernah terjadi selama ada keadilan. Ketimpangan dan diskriminasi yang dilakukan para penguasa mengakibatkan sebagian golongan yang merasa terdiskriminasi membentuk sebuah kelompok untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Ungkapan mengenai tindakan perampokan yang dilakukan oleh kelompok Mendoza terhadap orang-orang kaya merupakan sindiran.&lt;br /&gt;MENDOZA: (with dignity) “Allow me to introduce myself. Mendoza, President of the League of the Sierra! (Posing loftily) I am a brigand: I live by robbing the rich. “(Shaw, 1903: 409) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan Mendoza dibalas dengan mengatakan bahwa Tanner menghidupi dirinya dengan merampok orang-orang miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: (Promtly) “I am a gentleman: I live by robbing the poor. Shake hands.” (Shaw, 1903: 409) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan kedua tokoh yang bertolak belakang ini merupakan lelucon sekaligus sindiran bahwa semua lapisan masyarakat melakukan kejahatan, dari orang yang berkedudukan rendah sampai mereka yang berkedudukan paling tinggi. Masing-masing golongan berebut pengaruh, ingin saling mendominasi kelompok lain.   &lt;br /&gt; Mendoza adalah pimpinan eksekutif sebuah kelompok penjahat yang berjuang mendapatkan pengakuan dari masyarakatnya. Kelompok ini disebut dengan kelompok yang tersingkirkan karena tidak memiliki profesi terhormat sebagaimana halnya para bangsawan dan penguasa terdidik lainya. Walhasil, mereka melakukan berbagai kejahatan dengan merampok orang-orang kaya.  Kelompok ini menamakan diri mereka sebagai kelompok sosialis. Kehidupan komunitas ini memiliki solidaritas tinggi dengan sesamanya. Saling menghormati, saling membantu, dan saling berbagi adalah ciri dari masyarakat sosialis. Kehidupan masyarakat sosialis tidak semata-mata memikirkan diri sendiri, mereka berjuang untuk kepentingan bersama. Mendoza menganggap tindakannya merampas orang-orang kaya bukan suatu kejahatan, melainkan suatu usaha untuk meratakan kekayaan kepada masyarakat luas. Mendoza menganggap bahwa tidak sepantasnya kekayaan hanya dinikmati oleh segelintir orang. &lt;br /&gt; Kelompok yang dipimpin oleh Mendoza menamakan diri sebagai kelompok beraliran sosialis demokrat. Mereka memiliki paham pemerataan ekonomi bagi seluruh rakyat. Hal ini merupakan sindiran bagi paham kapitalis yang mendominasi masyarakat Inggris pada saat itu. adegan ini merupakan cerminan idealisme yang harus dibangun, seorang sosialis harus mampu menggabungkan konsep-konsepnya kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu. Perbedaan kelas, keturunan, apalagi tingkat kekayaan, tidak dijadikan persoalan dalam pembangunan masyarakat. &lt;br /&gt; Perubahan kondisi sosial politik dengan serta merta mengubah sosio-ekonomi dan sosio-budaya masyarakat Inggris. Oleh karena itu, pola tata sosial masyarakat pun berubah. Strata masyarakat semakin kompleks disebabkan  lahirnya kelas sosial baru. Dengan perubahan sistem feodalisme ke sistem kapitalistik, maka orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki kedudukan justru menjadi pengendali sosial. Hal ini terjadi karena adanya kemajuan dalam bidang ekonomi yang diraih kelompok kelas menengah yang terdiri dari para tenaga ahli, pegawai negeri, dan pedagang. &lt;br /&gt; Pada zaman feodal, orang yang memiliki kedudukan terhormat ditentukan oleh keturunan bangsawan. Pada era kapitalisme, kedudukan seseorang ditentukan oleh kekayaan. Kondisi ini membuat hubungan antarindividu sangat dibatasi oleh golongan-golongan tertentu. Orang miskin tidak dapat melakukan komunikasi (hubungan personal) secara bebas dengan orang kaya. Seorang bangsawan juga tidak akan mungkin merasa dekat dengan orang miskin. Sebaliknya, antara bangsawan dan orang kaya dapat melakukan komunikasi dengan baik. Hubungan orang kaya bangsawan dengan orang miskin umumnya hanya sebatas hubungan bawahan dengan atasan (majikan-buruh), tidak ada nilai sosial yang dapat  menyetarakan mereka. Dalam drama Man and Superman gerakan perjuangan kesetaraan ini tergambar dalam diri Mendoza yang mencintai Louisiana. &lt;br /&gt; Gambaran hubungan Mendoza yang mencintai Lousiana tidak akan pernah terwujud karena Louisiana merupakan keturunan orang miskin, sedangkan Mendoza berasal dari kelompok orang kaya. Meskipun demikian, karena Mendoza seorang sosialis yang melakukan kontak dengan orang-orang yang termarjinalkan, maka ia bertekad menikahi Louisiana. Ini adalah pendobrakan adat atau tatanan yang telah mapan. Mendoza tidak memikirkan garis keturunan Louisiana dan mendesaknya untuk menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hegemoni Kaum Tua terhadap Kaum Muda&lt;br /&gt; Hegemoni kaum tua terhadap kaum muda dapat dilihat dalam hubungan Ramsden dengan John Tanner, Ramsden dengan Ann, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt; Selain sebagai orang kaya, Ramsden adalah orang yang dituakan, oleh karena itu ia sangat berpengaruh di dalam masyarakat. Kata-kata dan perintah Tuan Ramsden didengar dan diikuti oleh masyarakat. Kedudukan yang istimewa tersebut menjadikannya sangat dihormati. Ia bahkan berkedudukan seperti raja yang disegani, dihormati, dan kata-katanya bagaikan petuah. Ia bahkan sering menjadi juru “selamat”, banyak orang berkonsultasi kepadanya ketika menghadapi persoalan hidup. Ia dimintai pertimbangan atas berbagai persoalan kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt; Gambaran mengenai kedudukan Ramsden mengindikasikan bahwa kewibawaan dan kehormatan seseorang sangat ditentukan oleh keturunan, kekayaan, dan umur. Seseorang yang secara ekonomi mapan akan menjadi panutan dalam masyarakat. Kondisi itu menyebabkan manusia berlomba-lomba dalam mendapatkan kekayaan. Orang percaya dengan kekayaan ia akan dihormati, demikian juga dengan orang-orang yang memiliki kelebihan pengetahuan, ketrampilan, dan wawasan (pengalaman) tertentu. &lt;br /&gt; Gambaran keluarga Ramsden merupakan keluarga yang menganut sistem feodal. Di dalam masyarakat feodal, tata krama merupakan aspek penting, bahkan sakral.  Keluarga feodal memberlakukan ketentuan-ketentuan yang sangat ketat dan tak seorang pun berani melanggarnya. Tidak sembarang orang bisa masuk ke wilayah atau tempat raja/majikan. Sikap dan perilaku keluarga feodal selama di dalam rumah diatur sedemikian rupa,  anak-anak, suadara dan siapapun yang datang ke rumah Ramsden harus mengikuti protokoler keluarga tersebut. &lt;br /&gt; Saat Octavius berkunjung ke rumah Ramsden, Octavius tidak serta merta dapat memasuki rumah Ramsden, meskipun ia masih saudara dengan Ramsden, ia tetap harus mengikuti protokoler di dalam keluarga tersebut. Hal tersabut tergambar ketika pembantu rumah tangga meminta terlebih dahulu persetujuan dari tuan rumah, apakah Octavius dipersilahkan menemui Ramsden atau tidak. Setelah mendapat persetujuan, Octavius baru masuk rumah menemui Ramsden.&lt;br /&gt; Gambaran ini menunjukan bahwa di dalam keluarga yang terkecil pun para bangsawan memiliki “protokuler” di dalam menerima tamu. Peraturan ketat tersebut menunjukan bahwa tidak semua orang dapat menemui Ramsden. Tata cara ini mengindikasikan adanya sekat atau pembatas antarindividu dalam pergaulan orang-orang kaya.&lt;br /&gt; Situasi tersebut jauh berbeda dengan tatakrama masyarakat biasa (egaliter). Paham akan kesetaraan dan kesamaan hak dalam masyarakat biasa sangat dominan, tidak ada sekat-sekat hubungan dalam kehidupan. Oleh karena itu tatakrama yang diberlakukan Tuan Ramsden diputarbalikkan oleh tokoh John Tanner. Jika Tuan Ramsden memperlakukan orang lain penuh dengan peraturan, Tanner justru memberi kebebasan kepada siapapun, termasuk pesuruhnya (Straker). Tanner berusaha mengubah ketentuan masyarakat feodalis yang dibudayakan Ramsden. Hal ini dapat dilihat dari sikap Tanner saat memasuki rumah Ramsden tanpa sepengetahuan Ramsden.  Ia masuk ke dalam rumah tersebut bersama Nyonya Whitefield. &lt;br /&gt; Pada babak ke-2 digambarkan perlawanan kaum muda terhadap kaum tua. Bentuk perlawanan John Tanner adalah dengan memutarbalikan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. Perlawanan kaum muda atas sikap hidup juga dilakukan dengan suatu pertentangan atas perlakuan seseorang. Jika kaum tua memperlakukan bawahan sebagai pelayan yang tidak berharga, bawahan harus tunduk dan tidak mendapat hak-hak sebagaimana orang bebas. Bawahan harus bersikap tunduk dan patuh tampa ada komunikasi dua arah, seperti seorang pembantu yang tidak boleh mengemukakan pendapat atau memberi saran kepada majikannya. &lt;br /&gt;TANNER: (Working himself up into a sociological rage) “Is that any reason why you are not to call your soul your own? Oh, I protest against this vile abjection of youth to age! Look at fashionable society as you know it. ... “&lt;br /&gt;.... I tell you, the first duty of manhood and womanhood is a Declaration of Indepnedence: the man who pleads his father’s authority is no man: the woman who pleads her mother’s authority is unfit to bear citizents to a free people....” (Shaw, 1903: 390).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernyataan tersebut merupakan ungkapan lugas akan ketidaksetujuan Tanner dengan Tuan Ramsden. Baginya, kebebasan dan kemandirian merupakan modal kehidupan yang paling penting bagi manusia. Kemandirian merupakan modal dalam menjalani hidup manusia. Orang yang masih bergantung pada orang lain ibarat hidup dalam penjara. &lt;br /&gt; Ramsden tidak menghargai John Tanner sebagai partner dalam membimbing Ann. Hal ini merupakan bukti ketidakharmonisan hubungan antara kaum tua dengan kaum muda. Pemikiran Tanner dianggap belum mapan dan sangat berbahaya bagi masa depan Ann, bahkan Ramsden melarang Ann membaca buku karya John Tanner. &lt;br /&gt;RAMSDEN: “I’ll tell you, Octavious. (He takes from the table a book bound in red cloth). I have in my hand a copy of the most infamous, the most scandalous, the most mischievous, the most blackguardly book that ever escaped burning at the hands of the common hangman. I have not read it:  I would not soil my mind with such filthe; but I have read what the papers say of it. The title is quite enough for me. (He reads it). The Revolutionist’s Handbook and Pocket Companion. By John Tanner, M.I.R.C., Member of the Idle Rich Class.” (Shaw, 1903: 337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan ini menunjukan penilaian sebuah karya anak muda yang dianggap membahayakan kekuasaan kaum tua. Kekhawatiran tersebut menunjukan bahwa gagasan adalah sesuatu yang paling berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Teori Hegemoni Gramsci mendukung asumsi tersebut, sehingga setiap pemikiran yang berbahaya harus dijauhkan dari wacana atau pemikiran seseorang. Jika perlu, publikasi yang dapat merusak konsep-konsep yang sudah mapan dihilangkan. &lt;br /&gt;TANNER:  “It’s all my own doing: that the horrible irony of it. He told me one day that you were to be Ann’s guardian; and like a fool I began arguing with him about the folly of leaving a young woman under the control of an old man with obsolete ideas.” (P. 5, L. 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gambaran pertentangan antara Ramsden dengan John Tanner merupakan pergolakan batin antara kaum tua dengan kaum muda. Lebih jauh dari itu, pertentangan tersebut merupakan representasi dari ketegangan antara paham feodalistik dengan pemikiran revolusionis. Ramsden dapat diasosiasikan sebagai kaum tua yang merepresentasikan pemikiran-pemikiran feodalistik masyarakat Inggris, sedangkan John Tanner mewakili seorang revolusionaris yang berpikiran maju. Pemikiran John Tanner adalah produk dari perkembangan pemikiran Marxisme yang menentang klasifikasi kelas dan diskriminasi (Babak 3). &lt;br /&gt; Pertentangan antara kaum tua dengan kaum muda dijabarkan kembali dalam babak ke empat atau babak terakhir. Dalam babak ini digambarkan pertentangan Hektor dengan ayahnya, Malon. Pertentangan tersebut bermula ketika Malon membuka surat rahasia Hektor. Hektor marah besar kepada ayahnya karena merasa privasinya dilanggar. Hector beranggapan bahwa sebuah surat pribadi adalah sebuah rahasia yang tak seorang pun boleh membukanya kecuali yang berhak membacanya. &lt;br /&gt;HECTOR: “Well, you’ve just spoiled it all by opening that letter. A letter from an English lady, not addressed to you—a confidential letter! A delicate letter! A private letter! Opened by my father! That’s a sort of thing a man can’t struggle againtst in England. The sooner we go back together the better. (He appeals mutelly to the heavens to witness the shame and anguish of two outcasts).” (Shaw, 1903: 484)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertentangan yang dilakukan oleh Hector sebenarnya bukan semata-mata persoalan privasi, namun di dalamnya terdapat nilai budaya yang mengindikasikan perubahan cara pandang orang tua terhadap kehidupan. Kaum tua umumnya lebih mempertimbangkan aspek keturunan di dalam menentukan pendamping hidup bagi anak-anak mereka. Bagi mereka, keturunan bangsawan atau orang kaya dapat mengangkat harkat dan martabat bagi keluarga. Oleh karena itu jika anak-anak mereka akan menikah tidak bisa dilakukan dengan sembarang orang, tetapi harus mempertimbangkan latar belakangnya.  &lt;br /&gt; Hal itu berbeda dengan pandangan kaum muda yang lebih modern. Aspek keluarga atau keturunan tidak begitu diperhatikan, yang paling penting bagi mereka adalah faktor suka sama suka. Dengan demikian, seorang anak bangsawan dapat saja menikah dengan anak petani atau buruh biasa. Konsep ini akan menghilangkan sekat-sekat sosial yang dapat merusak hubungan antara golongan.  &lt;br /&gt;VIOLET: “What objection have you to me, pray? My social position is as good as Hector’s, to say the least. He admits it.” (Shaw, 1903: 481). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Idealisme yang dibangun kaum muda sebenarnya sangat sesuai dengan perkembangan  zaman. Pertimbangan bibit, bobot dan bebet tidak lagi menjadi hal urgen. Pertimbangan-pertimbangan tersebut hanya akan mempersulit kehidupan seseorang. &lt;br /&gt; Kepercayaan dan rasa tanggung jawab Malone ditolak oleh Hector dengan alasan dirinya bisa mandiri. Ia tidak mau menggadaikan kemerdekaannya dengan alasan ekonomi. Baginya, kemerdekaan merupakan harga yang tidak dapat ditawar-tawar, karena kemerdekaan merupakan modal seseorang menentukan kehidupannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup &lt;br /&gt; Pertentangan akibat perbedaan kepentingan sangat sering terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Adanya perbedaan kepentingan tersebut memacu setiap orang berlomba untuk dapat mendominasi individu atau golongan lainnya. Dalam drama ini secara jelas telah ditunnjukkan bagaimana pertentangan kepentingan tersebut. Masing-masing orang memiliki kepentingan, demikian juga masing-masing kelompok masyarakat. &lt;br /&gt; Agar tidak menjadi kelompok tertindas, maka diperlukan adanya kesadaran akan pentingnya membekali diri dengan perangkat hegemonis. Perangkat hegemonis yang paling penting adalah ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan atau wawasan dapat membebaskan seseorang dari ketertindasan di dalam kehidupan masyarakat. Ilmu pengetahuan mampu mengangkat kedudukan seseorang atau sekelompok orang dari kelompok yang lainnya. &lt;br /&gt; Kesadaran akan pentingnya pembebasan diri dari ketertindasan ini, membawa kita pada kesadaran akan pentingnya penguasaan pengetahuan. Oleh karena itu, penting kiranya menelaah karya-karya GBS ini sebagai sumber pemahaman kita akan konsep-konsep sosial yang dituangkan dalam karya-karyanya. GBS tidak hanya mendidik kita akan pentingnya pemahaman nilai sosial, tetapi secara tidak langsung ia telah memberikan alternatif alat perjuangan yang sangat penting di dalam merubah kesadaran sosial. Karya sastra adalah salah satu media propaganda yang sangat efektif di dalam mempengaruhi perubahan sosial tersebut. Semoga hal ini juga dapat kita lakukan di negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Bernard, Shaw, George. 2004. Man and Superman and Other Three Plays, (Introduced by John A. Bertolini). New York: Barnes &amp; Noble Classic.&lt;br /&gt;Barry, Peter. 1995. Begining Theory An Introduction to Literary and Cultural Theory. New York: Manchester University Press.&lt;br /&gt;Bocock, Robert. 1985. Pengantar Komprehensif Untuk Memahami Hegemoni. Yogyakarta: Jalasutra. &lt;br /&gt;Burke, John. 1985. An Illustrated History of England. . London: Book Club Associates.&lt;br /&gt;Damono, Sapardi Djoko. 1975. Sosiologi Sastra; Sebuah Pengetahuan Ringkas, Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.&lt;br /&gt;Eagleton, Terry. 1981. Criticism and Ideology, A Study in Marxis Literary Theory: An Introduction. Minneapolis: University of Minneasota Press.&lt;br /&gt;Faruk. 1999. Pengantar Sosiologi Sastra dari Strukturalisme Genetik sampai Post-Modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. &lt;br /&gt;Hoare, Quintin and Geoffrey Nowell Smith. 1983. Selection from The Prison Notebooks of Antonio Gramsci. New York: International Publishers.&lt;br /&gt;Patria, Nezar, dan Andi Arif. 2003. Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.&lt;br /&gt;Rachman, Arif. 2008. Keterkaitan Kajian Budaya dan Studi Sastra di Inggris: Sebuah Telaah Singkat. Yogyakarta: Jurnal Humaniora. Vol. 20 no. 1. hal. 18-25. UGM.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-4680903461124547685?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/4680903461124547685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=4680903461124547685&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4680903461124547685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/4680903461124547685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/04/perebutan-kekuasaan-dan-hegemoni-dalam.html' title='Perebutan Kekuasaan dan Hegemoni dalam Drama Man and Superman Karya George Bernard Shaw'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-1524526143632627813</id><published>2010-04-13T08:25:00.001-07:00</published><updated>2010-04-13T08:25:57.028-07:00</updated><title type='text'>SIMPULAN DAN SARAN</title><content type='html'>4.1 Kesimpulan &lt;br /&gt; Sebuah karya sastra memiliki fungsi didaktik, mampu memberikan pengajaran kepada pembacanya. Oleh karena itu, karya sastra memiliki visi menggugah atau menyadarkan pembaca akan posisi suatu golongan. Fungsi formatif tersebut terdapat di dalam nilai-nilai yang tersirat di dalam setiap fenomena literer yang ada di dalam karya sastra. Setiap kejadian atau setiap persoalan yang digambarkan di dalam karya sastra memiliki makna yang dapat dikaitkan dengan persoalan-persoalan hidup yang ada di dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Persoalan-persoalan yang digambarkan di dalam karya sastra bisa berkaitan dengan persoalan seseorang secara individu, maupun berkaitan dengan persoalan sosial secara luas. Persoalan yang berkaitan dengan persoalan individu umumnya bersifat psikologis, sedangkan yang berkaitan dengan masalah sosial umumnya berkaitan dengan persoalan politis, seperti yang terlihat di dalam persolan kemiskinan, kejahatan, perampasan hak asasi, dan lain sebagainya. Dengan demikian keberadaan tema-tema yang berkaitan dengan persoalan sosial dengan serta merta menunjukan bahwa karya sastra berfungsi memberi kesadaran akan posisi atau menggugah kesadaran para pembacanya akan kehidupan manusia. &lt;br /&gt; Drama Man and Superman merupakan salah satu contoh karya sastra yang menggambarkan persoalan persoalan politis. Meskipun yang digambarkan dalam drama ini persoalan sebuah keluarga, namun dapat diinterpretasikan sebagai persoalan politik. Jika dipetakan, persoalan yang ada di dalam drama ini didominasi oleh persoalan posisi perempuan, pranata sosial, dan pemerintahan. Masing-masing pokok pemikiran tersebut diramu menjadi sebuah gambaran dinamika sosial yang menarik. &lt;br /&gt; Dinamika kehidupan sosial masyarakat tidak akan pernah lepas dari kondisi perang kepentingan antarindividu dalam masyarakat. Secara langsung maupun tidak, akan terjadi ketegangan-ketegangan antar individu maupun antarkelas atau golongan sosial yang diakibatkan oleh adanya perbedaan kepentingan. Kondisi tersebut tidak bisa dihindari dalam setiap level atau setiap tatanan kehidupan sosial masyarakat. &lt;br /&gt; Konflik internal masyarakat diminimalisir dengan cara memberi perlakuan yang adil terhadap semua lapisan masyarakat. Para pemimpin negara tidak boleh memihak salah satu golongan yang akan menimbulkan kecemburuan sosial. Negara (pemerintah) memiliki peranan penting di dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial masyarakat. Jika ada ketimpangan atau ketidakadilan dalam mengayomi masyarakat, maka akan terjadi konflik sosial yang dipicu oleh ketidakadilan tersebut.  &lt;br /&gt; Penghapusan hak individu adalah sebuah kemustahilan dalam kehidupan manusia. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki hak-hak yang harus ditunaikan secara pribadi. Dengan demikian, negara memiliki peran mengatur dan mengendalikan kepentingan individu, agar hak-hak individu tidak dirampas oleh orang lain. Semua persoalan dibicarakan dan diselesaikan berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan kepentingan bersama, sehingga fungsi negara adalah membuat undang-undang yang mengatur ketertiban dan kedamaian masyarakat di wilayah kekuasaannya. &lt;br /&gt; Selain negara, agama memiliki peran di dalam mengendalikan individu-individu. Agama berperan sebagai pengendali atau pengawas melekat setiap orang dalam suatu komunitas. Dengan agama orang akan memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. Agama dapat mendorong suatu komunitas untuk melakukan atau mempertahankan kebaikan. Oleh karena itu jika agama dihapuskan dalam kehidupan masyarakat, maka akan berakibat kehancuran bagi masyarakat. &lt;br /&gt; Terjadinya pembelotan ataupun huru-hara yang dilakukan sekelompok orang merupakan akibat dari ketimpangan yang dilakukan oleh pemerintah, sebagaimana perlakuan pemerintah yang hanya menguntungkan kaum industrialis pada zaman pemerintahan Victoria. Akibatnya, terjadi pemogokan kaum pekerja di jawatan kereta api. Taff Vail Railway Company merupakan sebuah kejadian dimana para gabungan serikat buruh kereta api dituntut ganti rugi sebesar £23.000 karena pemogokan yang dilakukan telah merugikan perusahaan kereta api.  &lt;br /&gt; Drama Man and Superman mampu memberikan kesadaran mengenai penyebab terjadinya konflik antargolongan. Selain persoalan ekonomi, ternyata terjadinya kesenjangan juga diakibatkan oleh adanya dominasi ideologi politis, yaitu hegemoni yang berkaitan dengan dominasi ide-ide. Adanya dominasi kaum laki-laki terhadap kaum perempuan disebabkan oleh kekalahan kaum perempuan di dalam menguasai wacana atau ide-ide di dalam masyarakat. Demikian juga dengan apa yang terjadi di dalam pemerintahan, dimana raja atau penguasa dianggap sebagai wakil Tuhan, maka tidak ada seorang pun yang berani menolak atau membangkang terhadap perintah raja. Wacana mengenai kesucian dan kekuatan raja tidak bisa disangsikan telah menguasai pikiran seluruh rakyat Inggris. &lt;br /&gt; Hegemoni atau dominasi pemerintah terhadap rakyat dilegitimasi oleh undang-undang yang dibuat pemerintah. Dengan demikian, apapun yang dilakukan oleh pemeritah seolah-olah benar, meskipun bisa saja apa yang dilakukan oleh pemerintah tersebut atas dasar kepentingan golongan yang sejalan dengan gagasan penguasa. Bahkan sering tindakan pemerintah yang mewujudkan kepentingan rakyat, tidak lain hanya strategi untuk melanggengkan kekuasaannya belaka. Program-program yang ditawarkan sekedar menyejukan hati rakyat agar tidak melakukan anarkhisme, sehingga kekuasaan  tidak diganggu. &lt;br /&gt; Dominasi suatu kelompok atas kelompok lain sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh dominasi ide-ide (ideologi politis). Hubungan antarmanusia, dimana komunikasi menjadi satu-satunya kunci di dalam menjalin hubungan dengan sesama, menjadikan ide-ide berperan penting di dalam mempengaruhi seseorang. Untuk itu isu-isu mengenai hegemoni bukan hanya terjadi mengenai dua persoalan tersebut di atas, tetapi yang paling dekat dengan kita adalah isu mengenai dominasi orang tua terhadap anak (kaum muda). Persoalan ini muncul karena adanya ketimpangan penguasaan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki kaum tua dibandingkan dengan kaum muda. Dengan kata lain, pertentangan antara kaum tua dengan kaum muda berkaitan dengan pertentangan hegemoni intelektual. Golongan tua yang dianggap lebih berpengalaman selalu merasa lebih berhak, lebih bijaksana, dan bahkan lebih segala-galanya dibandingkan dengan golongan muda. &lt;br /&gt; Kesadaran seperti tersebut di atas menggugah para pembaca Man and Superman bahwa sesungguhnya yang paling berpengaruh terhadap dinamika kehidupan sosial masyarakat adalah ide-ide. Hegemoni atau dominasi suatu golongan terhadap golongan lain tidak akan pernah terjadi jika tidak ada yang mendominasi secara ideologis.  Dalam konteks ini, setiap orang atau setiap golongan merasa penting menguasai pengetahuan. Pengetahuan atau ilmu adalah sarana perjuangan ideologis yang sangat efektif untuk membebaskan diri dari “perbudakan” oleh orang lain atau golongan lain. &lt;br /&gt; Akhirnya mudah-mudahan  penelitian ini dapat menyadarkan kita bahwa pengetahuan sangat penting bagi kehidupan manusia. Harkat dan martabat seseorang bukan ditentukan dengan harta kekayaan, tetapi juga ditentukan oleh pengetahuan. Pengetahuan memberikan kesadaran kepada kita akan makna kemerdekaan di dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4.2  Saran &lt;br /&gt; Setelah memahami drama Man and Superman, ternyata kita mendapatkan begitu banyak pelajaran moral dari karya sastra tersebut. Meskipun drama ini ditulis oleh seorang sastrawan yang bukan berasal dari negara kita, tetapi nilai-nilai moral yang terdapat di dalamnya sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, memiliki nilai universal (dari suatu karya sastra), sehingga nilai-nilai didaktiknya dapat diaplikasikan dimana saja. &lt;br /&gt; Untuk itu, agar bangsa kita menjadi bangsa yang mandiri, haruslah memperbanyak pemahaman akan nilai-nilai dari luar negeri, supaya khasanah pemahaman kita akan kehidupan bertambah, dengan demikian kedewasaan dan kekuatan ideologi kita akan semakin menguat. Karya sastra ini merupakan bagian sangat penting untuk dipahami oleh setiap orang agar nilai-nilai yang terdapat di dalam karya drama ini tidak ditinggal begitu saja. &lt;br /&gt; Mudah-mudahan penelitian yang dilakukan ini menjadi motivasi untuk penelitian-penelitian selanjutnya sehingga wawasan dan logika pemikiran kita menjadi terbuka. Dengan demikian, bangsa kita akan mejadi bangsa yang berwawasan luas dan tidak tertutup dengan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat penting bagi kebersamaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-1524526143632627813?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/1524526143632627813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=1524526143632627813&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1524526143632627813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/1524526143632627813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/04/simpulan-dan-saran.html' title='SIMPULAN DAN SARAN'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-145429474057162749</id><published>2010-04-13T08:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T08:23:52.006-07:00</updated><title type='text'>GEORGE BERNARD SHAW  DAN DINAMIKA SOSIAL POLITIK</title><content type='html'>3.1.  Pengantar &lt;br /&gt; Bab ini akan membahas beberapa aspek yang berkaitan dengan dinamika sosial politik masyarakat Inggris. Dinamika sosial tersebut meliputi keterkaitan sastra dengan masyarakat, dinamika sosial politik negara Inggris abad ke-18 sampai awal abad ke-19 (masa itu merupakan pendorong lahirnya drama ini). Sekilas mengenai  posisi perempuan di dalam masyarakat Inggris juga akan dibahas, mengingat bagian ini merupakan persoalan terpenting dari isu-isu hegemonis yang ada di dalam Man and Superman. Kemudian akan dibahas menganai sejarah kesusastraan Inggris,  dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karya sastra adalah sejarah hdup pengarang itu sendiri. Sejarah hidup GBS akan memberikan informasi tambahan yang sangat penting mengenai latarbelakang lahirnya karya drama ini.&lt;br /&gt; Sebagai bagian dari masyarakat, karya sastra mempengaruhi dan dipengaruhi kondisi sosial masyarakat. Oleh karena itu, untuk memahami karya sastra secara menyeluruh, terutama pendekatan sosiologi sastra, haruslah memahami kondisi sosial politik yang terjadi pada zaman karya sastra itu diciptakan. Pada dasarnya, nilai-nilai yang terdapat dalam karya sastra tersebut merupakan cerminan, respon atau tanggapan terhadap apa yang terjadi di dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Seorang sastrawan sebagai bagian dari masyarakat berpengaruh besar terhadap karya sastra yang dihasilkannya. Ketertarikan atau interes yang dimiliki akan membawa pada corak karya sastra yang dihasilkan. Seorang sastrawan yang berminat dalam persoalan agama tentunya akan banyak menulis seputar persoalan agama, demikian juga dengan sastrawan yang berminat dalam soal politik maupun bidang lainnya. &lt;br /&gt; George Bernard Shaw merupakan salah satu contoh sastrawan yang berminat dalam bidang politik. Dalam sejarah hidupnya, ia dikenal sebagai seorang aktivis politik maupun aktivis organisasi sosial. Sebelum masuk secara langsung dalam pemerintahan, GBS dikenal sebagai seorang aktivis di organisasi sosial yang disebut dengan Fabian Society . Seiring dengan perkembangan karirnya, ia pun terjun dalam dunia politik praktis.&lt;br /&gt; Melalui drama ini, pembaca dapat menemukan pemikiran-pemikiran GBS, terutama yang berkaitan dengan kesetaraan sosial. Drama ini merupakan drama propaganda yang menyuarakan persamaan hak laki-laki dan perempuan, pemerataan ekonomi (kekayaan), dan penghapusan diskriminasi sosial. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;3.2.  Sastra dan Masyarakat&lt;br /&gt; Karya sastra berupa drama merupakan karya yang dimaksudkan untuk dipentaskan (drama is the specific mode of fiction represented in performance). Secara etimologi drama berasal dari bahasa Yunani yang berarti action (‘tindakan’) . Bahasa yang digunakan dalam drama berbeda dengan bahasa karya sastra bentuk lain. Bahasa drama  berupa dialog-dialog atau peracakapan antartokoh. Percakapan antartokoh dituliskan dalam bentuk dialog sebagaimana halnya percakapan biasa. &lt;br /&gt; Karya sastra berbentuk drama umumnya menggambarkan persoalan keluarga atau politik di suatu pemerintahan. Karena itu, drama lebih banyak menyinggung persoalan kekuasaan atau politik, terutama karya-karya drama zaman dahulu yang lebih banyak bercerita mengenai suatu kerajaan. Kita mengenal karya-karya fenomenal seperti Oedipus the King dan Hamlet, kedua karya ini sering dikaji oleh para ahli di bidang drama maupun ahli sastra. Itulah sebabnya, wajar jika karya sastra berupa drama lebih banyak bersinggungan dengan nilai-nilai moral pemerintahan. &lt;br /&gt; Sebagai karya sastra yang syarat dengan nilai kritik, drama tidak lepas dari  gagasan atau idealisme pengarangnya. Persoalan-persoalan yang digambarkan dalam karya drama merupakan kritikan, gagasan atau idealisme pengarang yang berupa pesan moral kepada pembaca atau penikmatnya. Pesan moral yang ada dalam karya sastra dapat dikatakan sebagai suatu gagasan politik yang ingin diperjuangkan oleh pengarangnya. &lt;br /&gt; Persoalan yang digambarkan dalam karya drama umumnya bertolak dari suatu kenyataan. Kenyataan diolah sedemikian rupa sehingga terciptalah sebuah karya yang dinamakan drama. Persoalan-persoalan kehidupan yang komplek dari kehidupan manusia digambarkan dalam bentuk karya sastra sehingga menarik pembaca atau pemirsanya. Goldman dalam Raman Selden (1986:38) menyatakan:&lt;br /&gt;“... These world views are perpetually being constructed and dissolved by social groups as they adjust their mental image of the world in response to the changing reality before them. Such mental images usually remain ill-defined and half-realized in the consciousness of social agents, but great writers are able to crystallize world views in a lucid and coherent form.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berdasar dari pemahaman tersebut di atas, agar dapat memahami makna atau pesan moral di dalam drama Man and Superman perlu dipahami kondisi sosial yang melatari lahirnya karya sastra tersebut. Kenyataan atau fenomena sosial tersebut dikaitkan dengan pesan moral atau kritik yang disampaikan dalam karya sastra. Dengan demikian, penggabungan antara pemahaman sejarah dengan apa yang terdapat di dalam karya sastra akan memperdalam pemahaman dan interpretasi nilai moral yang disampaikan penulisnya. &lt;br /&gt;     Kondisi sosial politik sangat penting bagi pemahaman karya sastra, terutama pendekatan sosiologi sastra. Suatu karya sastra tidak bisa lepas dari latar sosial dimana pengarang mendapat inspirasi atau gagasan atas persoalan-persoalan sosial yang melatarinya.  Dalam pendekatan karya sastra, kita mengenal adanya teori mimesis, yaitu pendekatan sastra yang menekankan pada aspek sifat karya sastra yang dianggap tiruan kehidupan. Dengan kata lain, karya sastra merupakan cerminan kenyataan (Luxemburg, 1982:15). Memesis berasal dari kata Yunani yang berarti ‘jiplakan’ atau ‘perwujudan’. Model pendekatan ini sangat terkenal di Eropa, pertama kali digunakan dalam karya seni yang diutarakan oleh Plato (428-348) dan Aristoteles (384-322).  &lt;br /&gt;Sebagaimana yang sudah disinggung di bagian sebelumnya, karya sastra dan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Karya sastra dipengaruhi dan mempengaruhi kondisi yang ada dalam masyarakat, dengan demikian, karya sastra berperan dalam perubahan sosial. Hubungan timbal balik ini menjadikan karya sastra memiliki posisi penting dalam mengajarkan norma-norma atau kebudayaan yang bersangkutan. Renne Wellek dkk. (1990;109) menyatakan bahwa sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa. Sebagai institusi sosial, karya sastra memiliki kekuatan tertentu di dalam mengendalikan atau mempengaruhi masyarakat. &lt;br /&gt; De Bonald menyatakan bahwa sastra adalah ungkapan perasaan masyarakat, literature is an expression of society (via Wellek, dkk., 1990; 110). Sastra mencerminkan dan mengekspresikan hidup; karya sastra tidak akan pernah lepas dari ekspresi pengalaman dan pandangan dari pengarangnya. Dengan demikian, apa yang digambarkan di dalam karya sastra akan menginspirasi individu-individu  di dalam masyarakat untuk meniru, menolak atau mendukung gagasan-gagasan yang terdapat di dalam karya sastra tersebut. &lt;br /&gt; Secara deskriptif keterkaitan sastra dan masyarakat dapat kita pilah sebagai berikut;&lt;br /&gt; Pertama, sosiologi pengarang, profesi pengarang, dan institusi sastra. Masalahnya berkaitan dengan dasar ekonomi produksi sastra, latar belakang sosial, status pengarang, dan ideologi pengarang yang terlihat dari berbagai kegiatan pengarang di luar karya sastra. Dimana faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi cara pandang yang berakibat pada karya sastra itu sendiri.  &lt;br /&gt; Kedua, isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial. Terakhir adalah permasalahan pembaca dan dampak sosial karya sastra. Sejauh mana sastra ditentukan atau tergantung dari latar sosial, perubahan dan perkembangan sosial, merupakan pertanyaan yang termasuk dalam ketiga jenis permasalahan di atas: sosiologi pengarang, isi karya sastra yang bersifat sosial, dan dampak sastra terhadap masyarakat (Wellek, dkk., 1990; 111-112). &lt;br /&gt; Dalam kaitannya dengan fungsi sastra, sastra dipengaruhi dan mempengaruhi masyarakat. Karya  seni tidak hanya meniru kehidupan, tetapi juga membentuknya, banyak orang meniru gaya hidup tokoh-tokoh dunia rekaan (Wellek, dkk., 1990; 120). Dengan demikian, seorang sastrawan yang ingin menciptakan suatu karya sastra tidak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai atau norma yang ada dalam masyarakat. Kohn-Branstedt menyatakan: &lt;br /&gt;“Hanya seseorang yang mempunyai pengetahuan tentang struktur sebuah masyarakat dari sumber lain di luar sastra, yang dapat menyelidiki, apakah, dan sejauh mana, tipe sosial tertentu dan perilaku direproduksikan di dalam novel (karya sastra) (via Wellek, dkk., 1990; 124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena keterkaitanya antara karya sastra dengan masyarakat begitu erat, maka karya sastra tidak bisa dipisahkan dengan perangkat nilai yang ada dalam masyarakatnya. Lembaga agama, pengetahuan, dan perangkat lain akan memiliki keterkaitan dengan suatu karya sastra. Para pahlawan, tokoh jahat dan wanita petualang dari dunia rekaan sering merupakan indikasi  adanya sikap sosial yang  serupa dengan sifat-sifat tokoh tersebut pada masyarakat zamannya. Penelitian mengenai sikap sosial seperti ini mengarah pada sejarah etika dan norma keagamaan (Wellek, dkk., 1990; 124). &lt;br /&gt; Rasanya kita tidak mungkin menerima teori yang menunjuk pada satu aktivitas manusia saja sebagai “penggerak” dari semua aktivitas lainnya. Teori Taine, misalnya, menjelaskan bagaimana proses kreasi digerakkan oleh faktor sosial, iklim, dan biologi. Teori Hegel dan pengikut-pengikutnya mengagas “spirit”  merupakan faktor tungggal dalam sejarah; sedangkan Marx menjelaskan segala sesuatu dari alat produksi. Sejak awal abad pertengahan sampai bangkitnya kapitalisme, perubahan tetknologi tidak sehebat transformasi budaya dan sastra (Wellek, dkk., 1990:127). Kesadaran akan transformasi budaya inilah yang menurut Gramsci menjadi sesuatu yang paling penting dalam masyarakat; revolusi kebudayaan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt; Adanya keterkaitaan  antara karya sastra dengan masyarakat, mengindikasikan adanya fungsi dari karya sastra.  Sastra sebagaimana disebutkan Horace berfungsi sebagai dulce et utile, yaitu sebagai penghibur sekaligus berguna (via Renne Wellek, dkk, 1995). Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa peranan sastra bukan sekedar menghibur tetapi juga mengajarkan sesuatu yang berguna. Peranannya yang menghibur sekaligus berguna inilah, maka sastra dianggap sebagai media paling efektif dalam mengubah pikiran masyarakat. Meminjam istilah yang sering digunakan oleh Prof. Chamamah Soeratno, sastra adalah means that is not transmitable by other means, karya sastra bisa dikatakan sebagai media yang tidak tergantikan oleh media lain.     &lt;br /&gt; Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan mengenai kelebihan sastra dibandingkan dengan media kritik lain. Sastra merupakan sarana kritik yang menghibur sehingga pesan yang tersampaikan bisa meresap dalam pikiran manusia secara tidak disadari. Dengan demikian, konfrontasi terhadap nilai suatu ideologi dalam sastra tidak kasar, tetapi merasuk secara perlahan-lahan. Sastra yang memiliki pengaruh seperti ini biasanya adalah sastra yang mengandung nilai didaktis tinggi; dan umumnya sastra yang demikian adalah karya sastra yang berkaitan dengan suatu agama atau ideologi politik. Montgomery Belgion (via Renne Wellek, 1995) mengatakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Irresponsible propagandist”. That is to say, every writer adopts a view or theory of life... the effect of the work is always to persuade the reader to accept that view or theory. This persuasion is to say, the reader is always led to believe something, and that assent is hypnotic-the art of the presentation seduces the reader..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sastra yang berkaitan dengan agama bisa kita lihat pada karya sastra modern saat ini. Karya Helvi Tiana Rosa, misalnya, merupakan contoh paling konkret dari sastra yang berbau keagamaan. Karya-karya Helvi telah mempengaruhi kalangan muda Indonesia yang gemar membaca karya-karya sastra Islami.  Sebenarnya masih banyak penulis-penulis islami lain yang sangat potensial di negeri ini, seperti Habiburrahman El Sirozy, Gola Gong, Asma Nadia, dan lain sebagainya. Objek dari sastra ini adalah kaum muda yang biasanya sangat optimis terhadap kehidupan. &lt;br /&gt; Sastra biasanya kontraversial dan sering menimbulkan polemik adalah sastra yang berbau ideologi politik. Sastra seperti ini sering mengkonfrontasi penguasa yang dholim. Pramudia Ananta Toer merupakan sastrawan yang mewakili sastrawan politik. Karya-karyanya sempat dilarang terbit oleh pemerintahan Orde Baru karena dianggap membahayakan penguasa Soeharto. Selain Pramudya, masih banyak sastrawan Indonesia yang menyerukan perlawanan terhadap kedholiman penguasa, diantaranya W.S. Rendra, Emha Ainun Nadjib, Ratna Sarumpaet, dan Nano Riantarno, mereka merupakan sastrawan yang pernah dianggap berbahaya oleh pemerintah Orde Baru. &lt;br /&gt; Adanya pelarangan atau pembredelan terhadap suatu karya sastra menunjukan pentingnya sastra terhadap perubahan pola pikir pembacanya. Sastra bisa menyadarkan seseorang akan eksistensi dan juga kebenaran-kebenaran yang harus diperjuangkan dalam kehidupan. Dengan karya sastra penulis/sastrawan akan mampu memberikan suatu pemahaman atau pemikiran secara leluasa dan independen. Sastra merupakan sarana nation formation atau nation building yang berarti sastra sebagai pembentuk karakteristik masyarakat. Sastra merupakan benteng terakhir dari kebudayaan dan peradaban dari hempasan gelombang penjajahan ekonomi, politik, dan militer dari penjajah kafir (Jabrohim, 2005). &lt;br /&gt; Dengan karya sastra kita bisa melihat kejayaan masa lalu. Dengan adanya karya sastra kita bisa melihat dan mengerti pemikiran para pejuang dan leluhur yang telah melukiskan pemikiran mereka dalam karya sastra yang mereka tinggalkan. Peninggalan-peninggalan seperti hikayat, kitab-kitab, babad dan serat yang ditulis para pujangga mampu memberikan gambaran kehebatan leluhur dimasa lalu. Lebih lanjut, sastra merupakan ekpresi identitas yang bisa digunakan untuk memperteguh identitas suatu bangsa. Nilai-nilai yang ada dalam sastra yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat tentu akan memberikan corak tersendiri dalam masyarakat di tempat sastra itu lahir. Seorang sastrawan akan memberikan nilai-nilai didaktik sebagai kritik sekaligus peringatan kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan menyadari kekurangan dan kekhilafan mereka. Dari sinilah nilai-nilai identitas muncul dan terjaga dalam karya sastra. Sastra akan menanamkan nilai-nilai itu tanpa disadari oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.  Kondisi sosial politik Masyarakat Inggris&lt;br /&gt; Setelah terjadi Revolusi Industri pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, negara Inggris mengalami perubahan besar, baik secara sosio-ekonomik maupun budaya. Perubahan tersebut ditandai dengan perkembangan dalam bidang pertanian, perindustrian, dan transportasi (http://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_revolution). Bukan hanya itu, adanya Revolusi Industri, kehidupan masyarakat juga mengalami perubahan yang sangat signifikan. Hal itu ditandai dengan lahirnya kelas-kelas sosial baru dalam masyarakat yang semuanya disebabkan oleh adanya perkembangan ekonomi. &lt;br /&gt;Perputaran uang sangat mempengaruhi hubungan antarmanusia, alam dan juga dunia secara luas. Pikiran dan tujuan kehidupan manusia merupakan produk dari stuktur properti. Setiap aktivitas kultural (dalam artian luas) diturunkan pada isi ekonomi yang mengontrol atau yang mendahului secara langsung atau tidak langsung. Semua aktivitas ekonomi mencerminkan usaha manusia mendapat kekuasaan.&lt;br /&gt;London pada tahun 1890-an muncul sebagai kota terkuat di dunia. Populasi penduduknya kurang lebih satu jutaan jiwa, dua kali lipat dibandingkan penduduk Irlandia. Pada saat itu London merupakan kota yang paling banyak menyerap tenaga kerja karena merupakan pusat perdagangan dan industri.  Dalam beberapa kalimat, David Ross (2001: 11) menulis bahwa London merupakan pusat kota yang kaya, dan pusat kerajaan kolonial, It was the capital of a rich country, and the center of a huge colonial empire. Kekayaan dan kemakmuran kota itu dapat terlihat dari berbagai segi kehidupan, di antaranya bangunan gedung-gedung yang mengandung nilai seni tinggi. Museum, galeri-galeri, kerajaan aristokrasi, dan berbagai industri mampu melahirkan para jutawan. &lt;br /&gt;“So between the end of the eighteenth and the middle of the nineteenth century Britain became the domninant economic power. This position was certainly the result of a unique combination or historical circumstances but was destined to be transitory. Although the Victorian era saw the zenith of Britisih economic power and its predominance, it aso saw the beginning of farelative decline which was to be no temporary phenomenon but was to continue and intensify right up to our own times.” (Crouzet, 1982: 9).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Jadi antara akhir Abad ke delapan belas dan pertengahan Abad ke sembilan belas kekuatan ekonomi Inggris menjadi dominan. Posisi ini jelas hasil dari kombinasi unik atau keadaan historis, tetapi keadaan itu ditakdirkan untuk bersifat sementara. Meskipun zaman Victoria melihat puncak kekuatan ekonomi Inggris dan dominasi, era itu sudah terlihat penurunan farelative pada awal yang tidak hanya fenomena sementara tetapi berlanjut sampai ke jaman kita sendiri.’ (Crouzet, 1982: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara paling maju di dunia, Inggris merupakan negara terkuat di dunia dalam bidang finansial di wilayah Eropa. Sebagaimana disebutkan oleh Crouzet (1982:10) bahwa dengan 24 persen dari total ekspor negara Eropa pada tahun 1913, Inggris merupakan nengara terkaya setelah Amerika Serikat dan Jerman pada waktu itu. &lt;br /&gt;Namun demikian, di dalam kota Inggris terdapat ketimpangan yang sangat mencolok. Ketimpangan atau kesenjangan antara kaya dan miskin semakin jauh. Akibatnya, hubungan antara individu dalam masyarakat Inggris tidak harmonis. Hal ini disebabkan adanya perubahan sikap hidup masyarakat Inggris yang diakibatkan persoalan ekonomi. Kemudian lahirlah kelas-kelas sosial baru yang cukup sulit disatukan dari masing-masing tingkatan. Jika pada jaman sebelum lahirnya revolusi industri, masyarakat hanya terdiri dari kelas bangsawan dan kelas rakyat jelata, tetapi pada masa perkembangan selanjutnya lahirlah kelas menengah. Kelas menengah adalah kelas baru yang lahir dari adanya kapitalisme, mereka di antaranya adalah para pengusaha, karyawan, ataupun para tenaga ahli di bidang industri. Sebagai akibat dari adanya revolusi industri, masyarakat asli dianggap tidak memiliki kekuatan atau kekuasaan, sebagaimana disebutkan oleh David Roos: &lt;br /&gt;“The other ninety-eight percent of the inhabitants of London, and of England, had no position in ‘society’. They were the workers of the colossal hive. However, there was no equality of status among them.” (Ross, 2001: 12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Sejumlah sembilan puluh delapan persen dari penduduk London, dan Inggris, tidak memiliki posisi dalam 'masyarakat'. Mereka adalah para pekerja dari daerah besar. Namun, tidak ada kesetaraan status di antara mereka.’ (Ross, 2001: 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kesenjangan yang disebabkan oleh faktor ekonomi, di negara Inggris, yaitu ketegangan antara laki-laki dan perempuan. Pada masa itu terjadi kesenjangan sosial yang sangat mencolok antara laki-laki dan perempuan. Kesenjangan tersebut dapat dilihat dari perlakuan masyarakat terhadap perempuan. Pada masa-masa awal, di negara Inggris perempuan tidak dilibatkan dalam momen-momen politik, sebagaimana halnya dalam pemilihan umum. Kaum perempuan tidak memiliki hak pilih. Baru pada tahun 1918, saat diberlakukan ‘Reform Bill’ kaum perempuan memiliki hak pilih sebagaimana kaum laki-laki (Samekto, 1998: 251).  Dapat disimpulkan, kaum perempuan tidak leluasa dan tidak dapat mengembangkan diri, terutama untuk berkarir di luar rumah. Hak-hak politik, ekonomi dan sosial kaum perempuan sanngat dibatasi, bahkan kaum perempuan tidak dapat berpartisipasi dalam pemilihan. &lt;br /&gt;Dalam lingkup pekerjaan, kaum laki-laki dapat bekerja dalam bidang industri atau mesin, sedangkan kaum perempuan pada level yang lebih ringan, itupun diperuntukan bagi kaum perempuan belum menikah. Perempuan yang sudah menikah umumnya akan tinggal di rumah mengurus keluarga. David Ross menyebutkan; In this group, wives did not normally work. Unmarried women frequently did, and had to  survive, but the work they did was of a genteel nature: decorative embroidery rather than operating a machine to sew mass-produced shirts (Ross, 2001:13). Dinamika ini akhirnya melahirkan pemberontakan atau penolakan-penolakan dari kaum perempuan. &lt;br /&gt;Tahun 1892-1905 merupakan masa akhir era Victoria. Era tersebut dibagi menjadi dua, yaitu bentuk  pemerintahan liberal dan konservatif. Pada masa tersebut Inggris mengalami masa-masa berbahaya karena menghadapi ancaman dari Afrika, Jerman, dan juga Perancis (Keith Feiling, 1952:999). Inggris menghadapi berbagai persoalan sosial yang mengancam kedamaian dan kesejahteraaan. &lt;br /&gt;Pada zaman Revolusi Industri, rezim kolonialis dan feodalis dijatuhkan oleh pemberontakan kelas menengah, Inggris akhirnya mengalami perkembangan ekonomi yang sangat pesat. Hasil keuntungan perdagangan pada kurun waktu abad ke-18 menjadikan Inggris sebagai negara industri kapitalis pertama di dunia. Akan tetapi harapan dan tenaga dinamis yang dihasilkan revolusi-revolusi ini, yaitu tenaga yang menjiwai penulisan Romantik, telah mengalami pertentangan dengan rezim baru yang borjuis dan kejam (Eagleton, 1983: 20). &lt;br /&gt;Suatu paham yang muncul di Inggris pada masa revolusi industri, ialah paham Utilitarianisme. yaitu sifat budaya kasar yang berkembang dengan cepat menjadi ideologi terpenting pada kelas menengah industri. Paham tersebut sangat mendewakan fakta. Pengaruh kapitalisme akibat revolusi industri itu menimbulkan pertentangan kelas yang mencolok antara borjuis dan proletar. Menurut Eagleton (1981:21), paham ini menganggap hubungan antarmanusia seperti urusan jual beli di pasar. Paham ini juga menolak karya seni karena karya seni dianggap hanya hiasan yang tidak membawa keuntungan. Paham ini pula yang memberi indikasi sebahagian karya-karya sastra (khususnya novel) pada masa itu berisi penggambaran tokoh-tokoh yang bersifat kasar, kehilangan sifat humanitas antara sesama anggota masyarakat. Karya sastra hanya mementingkan keuntungan tampa mengindahkan norma-norma sosial. Kaum kelas bahwah semakin terinjak, anak dieksploitasi, dan lain sebagainya (Siti Hafsah, 2005: 29). &lt;br /&gt;Disiplin-disiplin budaya yang kasar dari zaman awal kapitalisme industri, menumbangkan kehidupan  bermasayakat, mengubah masyarakat proletar menjadi bentuk pengabdian terhadap kaum borjuis, dan mengokohkan proses perburuhan yang asing bagi kelas pekerja (yang baru dibentuk) shingga kelas pekerja (buruh) tidak memahami sama sekali hal-hal yang dapat dijadikan komoditas di pasaran terbuka. Kelas pekerja melancarkan protes terhadap penindasan ini, pemerintah kerajaan Inggris bertindak dengan cara melakukan penindasan politik yang kejam dengan mengubah corak pemerintahan (dalam zaman Romantik) menjadi negara polisi (Eagleton, 1983). &lt;br /&gt;Keadaan politik yang sedemikian istimewa, yang diberikan oleh penulis-penulis  Romantik kepada “imaginative kreatif”, dapat dilihat sebagai suatu pelarian kosong. Sebaliknya, “kesusastraan” pada waktu itu dilihat sebagai salah satu wahana, nilai-nilai kreatif yang dihapuskan dari wajah masyarakat kapitalis industri dapat dipuja. Karya sastra sendiri dianggap sebagai suatu kesatuan organik yang penuh rahasia. Hal ini berbeda dari sifat individualisme pasaran kapitalis yang menganggap karya itu bersifat “spontan” dan bukan dirancang secara rasional, kreatif, dan tidak mekanikal (Eagleton, 1983: 31). &lt;br /&gt;Oleh karena itu, perkataan “puisi” tidak lagi merujuk kepada suatu gaya teknik penulisan, tetapi mempunyai implikasi sosial, politik, dan falsafah secara mendalam. Kesusastraan menjadi ideologi alternatif, yakni dari “imajinasi” itu sendiri menjadi tenaga politik awal pemerintahan Victoria dalam masyarakat Inggris (hal ini sesuai dengan pendapat Blake dan Shelding). Disamping itu, pada zaman Victoria berlangsung perubahan-perubahan sosial yang penting karena perkembangan ekonomi dan teknologi yang begitu pesat. Perubahan tersebut menjadi salah satu aspek revolusi industri yang berdampak terhadap masyarakat, misalnya perbedaan mencolok antara golongan kaya dan golongan miskin (Samekto, 1975:77).&lt;br /&gt;Pada zaman pemerintahan Victoria (1850-1900), kondisi masyarakat sangat memprihatinkan, yang miskin semakin jatuh, yang kaya semakin merajalela. Hal ini membuat para pegawai rendahan pemerintah, misalnya guru, pedagang kecil, pendeta, bahkan ilmuwan, membuat populasi penjara meningkat (Wilson. 1970: 48). Meningkatnya kejahatan tersebut diakibatkan oleh adanya ketimpangan sosial. Ketidakmerataan sistem ekonomi menjadikan adanya konflik atau ketegangan sosial, yang mengakibatkan timbulnya berbagai kejahatan. &lt;br /&gt;Tugas kesusastraan pada zaman Romantik adalah mengubah masyarakat melalui semua tenaga dan nilai yang dikandung oleh kesenian. Oleh karean itu, sesuai dengan yang dikatan oleh Eagleton (1983:26), sebagaian besar penyair dalam zaman Romantik adalah aktivis politik yang memiliki peran penting dalam perubahan. Mereka melihat adanya suatu hubungan kesinambungan dan bukan konflik di atara keterlibatan sastra dan sosial mereka. Bahkan boleh dikatakan bahwa budaya masyarakat di Inggris pada waktu itu ikut dipengaruhi oleh sikap radikalisme sastra yang secara tidak langsung menjadi suatu penekanan yang biasa di kalangan sastrawan, bukan hanya di Inggris.&lt;br /&gt;Para cendekiawan (termasuk sastrawan) berusaha tampil dengan idealisme murni seagai hasil karya yang diciptakan dengan sifat absurd, mutlak, karya sastra murni tidak dapat dipungkiri sesuatu yang timbul dari dalam diri mereka adalah jiwa manusia yang merupakan kandungan pengetahuan dan kesenian. Proses kejiwaan manusia dapat dipergunakan untuk memperjelas pemahaman terdapat kesusastraan. Demikian juga dengan drama Man and Superman, tidak terpisah dari keadaan sosial masyarakat Inggris pada zaman itu. &lt;br /&gt;Pertentangan kelas, yang ikut mewarnai struktur sosial budaya masyarakat Inggris dipicu oleh munculnya isu “kegagalan agama”. Agama merupakan pengerat sosial yang kuat tanpa membedakan kelas sosial sehingga dengan kegagalan agama akan mengakibatkan terjadinya perpecahan kelas sosial seperti yang terjadi dalam masyarakat Victoria pada akhir kurun abad ke -19. Sejak pertengahan jaman Victoria, bentuk ideologi yang dianut sangat berpengaruh dalam kehidupan. Sesuai dengan yang dikatakan Eagleton (1983), agama tidak lagi menarik hati pikiran rakyat. Pada saat yang bersamaan, terjadi penemuan sains dan perubahan sosial, hal ini mengganggu kelas penguasa zaman Victoria karena agama adalah suatu bentuk pengendalian diri sehingga kekuasasan pemerintah yang pada awalnya tak pernah dipersoalkan, berada dalam ancaman keruntuhan. Agama tidak seperti ideologi lainnya, tidak bertitik tolak dari konsep-konsep yang tegas dan jelas atau doktrin yang dirumuskan, tetapi melalui imaji simbol, kebiasaan, ritual, dan mitologi. Sifat-sifat itu biasanya mempengaruhi peringkat tak sadar manusia. Agama dapat bergerak pada semua peringkat karena merupakan suatu perekat sosial yang baik. Karena itu, kegagalan agama dapat menjadi alasan akan ancaman runtuhnya pemerintahan pada saat itu. &lt;br /&gt;Kaitannya dengan hal ini, agama dan sastra sama-sama mempelajari masalah manusia. Karya sastra yang dikatakan identik dengan moral tentu saja bukan tanpa alasan. Filsafat, agama, sastra dengan cara yang berbeda-beda, kesemuannya ini dianggap sebagai sarana menumbuhkan jiwa “humanitas”, yaitu jiwa yang halus, manusiawi, dan berbudaya. Pendapat klasik menyatakan bahwa karya sastra yang baik selalu memberi pesan kepada pembaca untuk berbuat baik, pesan inilah yang dinamakan “moral”, akhir-akhir ini orang menamakannya “amanat”. Karya sastra yang baik selalu mengajak pembaca menjunjung tinggi norma-norma sosial dan moral (Darma, 1982: 43). Dengan demikian, sastra dianggap sebagai sarana pendidikan moral. &lt;br /&gt;Struktur sosial budaya masyarakat Inggris pada abad ke-18 dan ke 19, meskipun ada perbedaan keduannya tetap mempunyai corak yang sama di bawah sistem pemerintahan feodalisme yang menumbuhkan sistem kelas di kalangan masyarakat, yakni kelas borjuis dan kelas proletar. Keduanya membentuk kesenjangan sosial yang mencolok di antara mereka. Sebagaimana yang dikatakan Marx identik dengan perjuangan melawan penindasan kelas (Budiman, 2002). &lt;br /&gt;Di dalam drama Man and Superman, selain kelas buruh dan majikan, masyarakat kapitalis yang nyata di masyarakat Victoria tampak pula mewarnai kehidupan masyrakat. Perbedaan status dalam struktur masyarakat yang tergambar dalam drama ini sangat jelas dengan adanya kesenjangan antara kaum yang kuat dengan yang lemah. Hubungan antara Ann dengan Tuan Ramsdem umpanya, menunjukan sikap Ann yang sangat patuh dan hormat kepada Tuan Ramsdem. Hal ini berbeda dengan hubungan Ann dengan Octavious, dimana Octavius sebagai orang biasa dan tidak punya kekuatan, maka Ann pun tidak memperlakukannya sebagaimana orang-orang terhormat lainnya. &lt;br /&gt;Terjadinya manifestasi ideologi menyiratkan segala bentuk kekuatan serta nilai-nilai sosial yang masuk menembus unsur-unsur sosial dalam setiap karya sastra pada saat itu. Kaum Marxis menganggap sebuah karya sastra tercipta dengan sendirinya, baik masyarakat sosial maupun karya sastra dan merupakan sesuatu yang sudah terbentuk (formed) serta mempunyai struktur yang jelas (Eagleton, 1981). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.1. Persoalan-persoalan Sosial akibat Revolusi Industri&lt;br /&gt;Adanya Revolusi Industri melahirkan kondisi yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Secara ekonomi masyarakat mengalami kemajuan sangat pesat, dengan demikian kehidupan masyarakat mengalami kemudahan di berbagai bidang. Namun demikian, adanya kemajuan di berbagai bidang tersebut menimbulkan berbagai persoalan sosial yang sulit diselesaikan. Hal itu disebabkan oleh sifat-sifat materialis dan rasionalis para pengusaha Inggris pada saat itu. Akibatnya, terjadi ketimpangan antara kaum buruh dengan kaum majikan, yang kaya semakin kaya sedangkan kaum buruh kondisinya sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;Gray (1992: 244) menyebutkan bahwa adanya industriallisasi berakibat pada perubahan hubungan sosial politik masyarakat Inggris, bahkan dalam tataran keluarga. Adanya revolusi industri menjadikan masyarakat sibuk dengan pekerjaannya sehingga mengganggu komunikasi antara satu dengan yang lain. Kondisi ini menimbulkan adanya persaiangan ekonomi, baik secara individu maupun secara sosial. Akibatnya, persaiangan ini mengarah pada kesuksesan ekonomi. Kesejahteraan ekonomi menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang. Gray menyatakan dalam sebuah artikel sebagai berikut:&lt;br /&gt;“There is no doubt that the coming of industrialization in New England dramatically altered the ways families of the time were connected, communicated, and supported one another. With the rapid shift away from more localized family-based agrarian or small business enterprises to one that required longer hours, often away from immediate family with work that was not of immediate importance to the family itself, the impact on the early American family cannot be underestimated. Before the onset of the Industrial Revolution in New England and early America, “The household was not only the industrial center but also the social center, for its members derived social satisfaction from working together and from rustic amusements enjoyed at home or on the village green.” (Gray 1992: 244).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain kemajuan industri tidak serta merta mensejahterakan masyarakat Inggris. Kaum buruh hidup sangat kontras dengan adanya kemajuan industri. Kehidupan kaum buruh menjadi sangat sengsara karena para pemilik modal atau pengusaha tidak memperhatikan kesejahteraan dan kelangsungan hidup para pekerjanya. Para pengusaha lebih memikirkan bagaimana agar usahanya menghasilkan pendapatan sebanyak-banyaknya. &lt;br /&gt;Kondisi yang memprihatinkan ini melahirkan kesenjangan sosial dengan lahirnya berbagai kejahatan di berbagai lapisan masyarakat.  Kondisi seperti ini jika dibiarkan akan sangat membahayakan bagi keberlangsungan pemerintahan Inggris. Kondisi yang tidak seimbang tersebut mendorong adanya gerakan-gerakan separatis yang mengancam pemerintahan. beruntung ada kesadaran salah satu pengusaha yang mencoba membentuk sebuah perusahaan yang memperhatikan para pekerjanya. Robert Owen (Samekto, 1998:230) mendirikan industri dan para pekerjanya memiliki saham di perusahaan tersebut. Konsep ini menjadikan posisi pekerja memiliki kekuatan. Kedudukan karyawan atau kaum buruh memiliki posisi tawar yang tinggi, keberadaan mereka tidak disepelekan. Sayangnya majikan yang berpikiran seperti Robert Owen tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak maksimal terhadap kondisi sosial politik di Inggris pada saat itu.&lt;br /&gt;Dengan adanya Revolusi Industri, masyarakat berbondong-bondong berpindah dari desa ke daerah industri. Hal ini mengakibatkan bertumpuknya masyarakat di suatu daerah, yaitu di Inggris bagian barat-laut. Kondisi ini menuntut parlemen memperbaiki perangkat hukum agar dapat mengantisipasi pergolakan sosial akibat perubahan sosial tersebut. Namun demikian, para pengusaha yang saat itu dalam posisi diuntungkan menentang adanya perombakan tersebut karena mereka memiliki keleluasaan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan tenaga kerja yang murah. &lt;br /&gt;Selain perubahan secara ekonomi, Revolusi Industri juga mengakibatkan perubahan pola pikir masyarakat Inggris. Hal itu ditandai dengan perubahan sikap dan pandangan mereka terhadap agama atau kepercayaan mereka. Agama dianggap sebagai sesuatu yang rasional sehingga abad ke-18 dekenal sebagai “Abad Akal Pemikiran” atau The Age of Reason (Samekto, 1998:232). Penemuan-penemuan dalam bidang ilmu pengetahuan menghapuskan konsep-konsep lama yang dianggap usang dan tidak rasional. Orang percaya bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh ketaatan atau konsistensi terhadap hukum-hukum mekanik yang rumit dan ilmiah. Timbul keyakinan bahwa jika manusia manaruh keyakinan daya akal dan ilmu pengetahuan alam (dengan tekun), mempelajari alam sehingga mengetahui hukum-hukumnya, maka ia pasti dapat menghindari akibat-akibat buruk dan mendapatkan efek-efek positifnya saja. Dengan demikian manusia dapat menentukan nasibnya sendiri. Paham rasionalisme mempengaruhi orang-orang terdidik masyararakat Inggris pada abad ke-18, mendorong perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk pemerintahan, pendidikan, hukum, agama, dan segala lembaga yang ada i secara rasional (Samekto, 1998: 233). Menurut mereka, ketaatan pada hukum rasional tersebut menjadikan mereka bijaksana dan bahagia. &lt;br /&gt;Sebagaimana juga terjadi di Perancis, gerakan rasionalisme  ini dipelopori oleh para cendikiawan dan penulis-penulis populer yang disebut dengan “Philosophes”. Mereka adalah Voltaire, Montesquieu, dan Dedirot yang mengkritik segala sesuatu yang dianggap bodoh, meskipun awalnya dianggap sebagai sesutu yang suci atau keramat. Paham seperti inilah yang akhirnya menginspirasi adanya Revolusi Perancis.  &lt;br /&gt;Gagasan rasionalisme di Inggris dipelopori juga oleh John Locke. Ia merupakan pemikir yang mengombinasikan antara rasionalisme dengan empirisme. Pengalaman keinderaaan (sense experience) merupakan sumber pengetahuan dan gagasan. Rasionalisme terasa kuat berpengaruh terhadap agama, ditandai dengan merebaknya aliran ‘latutitudinarinism’, paham yang menghendaki pandangan luas dan liberal dalam Gereja Angglikan (Samekto, 1998: 234). &lt;br /&gt;Di kalangan terdidik tersebar pula paham yang disebut dengan paham Deisme, memandang Tuhan sebagai Sebab Pertama (First Cause) atau Azas Pertama (First Principle). Tuhan menciptakan sesuatu yang tetap dan abadi. Tuhan tidak akan mengubah apa yang telah diciptakan, sehingga manusia tidak perlu berdoa karena tidak akan ada mukjizat untuk dapat mengubah kehidupan ini. Paham ini yang menyebabkan lunturnya nilai-nilai spiritual masyarakat Inggris.  &lt;br /&gt;Liberalisme dalam bidang ekonomi ditandai dengan lahirnya buku karya Adam Smith berjudul “The Wealth of The Nation”. Dalam buku ini diungkapkan bahwa ekonomi memiliki hukum tersendiri yang dapat mengatur keberlangsunganya. Dengan demikian negara tidak boleh campur tangan karena hanya akan mengganggu keberlangusangan perkembangan ekonomi. &lt;br /&gt;Perkembangan pemikiran (liberalisme) bukan tanpa pertentangan. Dinamika pemikiran liberal menggugah beberapa orang yang memandang bahwa ketergantungan seutuhnya pada pemikiran manusia sangat membahayakan kehidupan. Hal ini telah dirasakan para agamawan yang memandang dampak liberalisme menjadikan agama tampak kering dan tidak menyentuh kehidupan spiritual masyarakat. Dengan demikian, orientasi gerakan keagamaan lebih banyak ditujukan untuk mendapat kekuasaan duniawi atau pun kekayaan semata, tidak ada nilai-nilai sepiritual yang dapat menyejukan kehidupan manusia secara hakiki. &lt;br /&gt;Keadaan demikian menjadikan masyarakat tidak puas dengan pemahaman keagamaan yang ada. Sebagai respon dari keadaan tersebut lahirlah golongan keagamaan baru yang menamakan diri sebagai aliran “Methodisme”, yaitu gerakan yang mengajak kepada kelahiran kembali atau pemersatuan dengan Tuhan. Gerakan ini dipelopori oleh dua rokhaniawan bersaudara bernama John Wesley dan Charles Wesley. Gerakan ini mampu memberikan pencerahan kepada golongan bawahan yang merasa hidupnya kurang beruntung. Dengan demikian secara spiritual mereka mendapatkan kedamaian sebagai wujud kepercayaan bahwa Tuhan akan memberikan kebaikan di akhirat nanti dibandingkan dengan kehidupan di dunia. Inilah yang menjadikan banyak kalangan menyatakan bahwa kaum Methodis telah menyelamatkan Inggris dari revolusi politik dan sosial yang melanda Eropa pada abad ke-18. Berkat paham yang disebarkan kaum Methodis, kaum bawahan merasa diayomi dan memiliki pemikiran yang lebih baik terhadap kehidupan mereka. &lt;br /&gt;Konsep rasionalisme juga melanda dalam bidang sosial politik. Pelopor pemikiran rasionalisme adalah Edmund Burke yang menulis buku berjudul “Reflection in the Revolution in France”. Ia ingin menerapkan gagasan abstrak dan logika ke dalam situasi sosial yang konkret dan politik praktis. Pemikiran-pemikiran Burke ini mengilhami banyak kalangan masyarakat Inggris, bahkan bukunya dijadikan sebagai “Kitab Suci” oleh golongan reaksioner (Samekto, 1998: 236-237). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3.2. Posisi Perempuan di Dalam Masyarakat Inggris&lt;br /&gt; Perempuan dalam masyarakat Inggris dianggap sebagai individu yang tidak mandiri, mereka bergantung kepada orang tua, khususnya ayah. Di dalam berbagai bidang, kaum perempuan mendapat perlakukan berbeda dengan kaum laki-laki. Di dunia pendidikan, kaum perempuan tidak mendapat kesempatan sebagaimana halnya kaum laki-laki, demikian juga dibidang politik, ekonomi, dan bidang-bidang strategis lainnya. &lt;br /&gt; Keterbatasan tersebut juga terjadi di dalam ranah keluarga. Di dalam rumah tangga, keputusan-keputusan lebih di dominasi oleh pihak laki-laki karena kaum laki-laki berperan sebagai kepala rumah tangga. Dengan demikian, apapun keputusannya sangat berpengaruh pada keputusan laki-laki. Jika pada suatu saat kepala keluarga meninggal, seorang ibu (perempuan) tidak bisa dengan serta merta menggantikan kedudukan ayah. Kedudukan ayah (untuk perwaliannya) harus digantikan seorang laki-laki yang ditunjuk oleh almarhum. &lt;br /&gt; Di dalam kebudayaan masyarakat Inggris, peran ibu tidak serta merta menggantikan kedudukan suaminya. Perempuan tidak dapat memutuskan atau menentukan persoalan-persoalan yang dianggap sakral dalam kehidupan. Oleh karena itu, meskipun ibu Ann masih hidup, ia dianggap tidak mampu memegang amanah sebagai pelindung Ann. Sebagai seorang perempuan, ia tidak dapat memutuskan atau memikul beban berat yang ada pada anak perempuannya. &lt;br /&gt;ANN: (resuming in the same gentle voice, ignoring her mother’s bad taste) “Mamma knows that she is not strong enough to bear the whole responsibility for me and Rhoda without some help and advice. Rhoda must have a guardian; and though I am older, I do not think any young unmarried woman should be left quite to her own guidance. I hope you agree with me, Granny?” (Shaw, 1903:349)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANN: (melanjutkan di suara lembut yang sama, mengabaikan rasa tidak enak ibunya) ‘Mama tahu bahwa dia tidak cukup kuat untuk menopang seluruh tanggung jawab bagi saya dan Rhoda tanpa bantuan dan nasihat. Rhoda harus memiliki wali, dan walaupun aku lebih tua, saya tidak berpikir apa pun wanita muda yang belum menikah harus dibiarkan cukup untuk bimbingan sendiri. Saya harap Anda setuju dengan saya, Nek?’ (Shaw, 1903:349).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di dalam sejarah Inggris, kaum perempuan sering menjadi korban kekejaman kaum laki-laki. Bukan hanya kekejaman dalam arti diskriminasi, tetapi meliputi kekejaman fisik yang sesunggunya. Pada tahun 1980-an banyak terjadi tindakan kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan. Pada tahun 1989 dilaporkan sebanyak 3.305 perempuan diculik dan diperkosa. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat adanya peningkatan kejahatan yang cukup signifikan; tahun 1985 sebanyak 1,842, tahun 1989 total sebanyak 15.370 orang .  &lt;br /&gt; Gambaran tersebut di atas menunjukan bahwa kaum perempuan yang lemah secara fisik maupun psikologis, sering menjadi korban kekejaman kaum laki-laki. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu usaha penyadaran akan kemandirian dan kematangan emosional bagi kaum perempuan. Dengan demikian, perempuan tidak akan menjadi korban, baik secara ekonomi, politik maupun sosial. &lt;br /&gt; Dibandingkan dengan laki-laki, perempuan memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut terlihat secara fisik maupun secara psikologis. Kaum perempuan memiliki masa-masa haid, hamil, menyusui yang secara fisik mengalami penurunan produktivitas. Kekurangan dari sisi psikologis, wanita dianggap makhluk emosional, wanita dianggap tidak dapat mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan-persoalan besar. Dengan demikian, tugas-tugas berat tidak dapat diemban oleh kaum perempuan.  Berdasar kenyataan tersebut, para filosof dan agamawan di Barat menganggap bahwa wanita merupakan makhluk yang lemah. Thomas Aquinas menyatakan bahwa wanita adalah laki-laki yang tidak sempurna (Selden, 1985: 128).&lt;br /&gt;Adalah Rachel Speght (1957) menjadi wanita Inggris pertama yang menerbitkan karya dengan berani mengatasnamakan dirinya sendiri. Karya itu merupakan tanggapan atas karya John Swetnam The Woman-Hater yang memunculkan gerakan anti feminis di Inggris.&lt;br /&gt;John Swetnam, pada tahun 1617 menerbitkan pamflet misogini (merendahkan perempuan) The Arraignment of Women (1615). Penerbit ini memicu wanita Inggris untuk berdebat tentang pertanyaan wanita yang telah bergolak selama dua abad sebelumnya. Debat itu terkait peran kecerdasan milik lelaki. Pada debat yang lain disinggung mengenai kemampuan dan hak perempuan. Speght menjadi wanita Inggris pertama yang berani menulis polemik mengenai feminisme.&lt;br /&gt;Speght menerbitan pamfler A Muzzle for Melastomus (1617) sebagai tanggapan langsung atas Swetnam yang menyebut wanita amoral, lemah, bertanggung jawab untuk masuk setan ke dunia. Speght membantah anekdot, tuduhan, hinaan poin perpoin. Speght membalik logika Swetnam dan kemampuan Swetnam dalam membaca dan menafsirkan naskah skriptural al Kitab.&lt;br /&gt;Gerakan berikutnya berlanjut di Prancis. Olympe de Gouge,  seorang pemain drama, pada tahun 1791 menulis dan menerbitkan Deklarasi Hak Wanita sebagai Warga Negara. Deklarasi Gouge itu mengimbangi Deklarasi Dewan Nasional (1789) yang memberikan hak warga negara untuk pria. Deklarasi Gouge menggemakan bahasa yang sama bagi wanita. Dalam dokumen itu, dinyatakan bahwa wanita memiliki kemampuan yang sama dengan pria, mampu berakal atau berpikir dan membuat berbagai keputusan moral. Ia menentang stigma wanita selalu sebagai sosok emosional. Perempuan tidak sekedar sama dengan pria, namun ia adalah partner sejajar.&lt;br /&gt;Perjuangan kaum perempuan untuk sejajar dengan laki-laki ditegaskan dalam Justifkasi Hak Wanita (Vindication of the Rights of Woman) oleh wanita kelahiran London, Mary Wollstonecraft (1759–1797). Dokumen ini merupakan dokumen paling penting dalam sejarah hak wanita. Lahirnya dokumen ini meruapakan refleksi dari kehidupan Wollstonecraft yang sering kontraversial. Meskipun demikian pemikiran-pemikriannya mengenai perempuan sangat berpengaruh dalam berbagai keputusan mengenai hak-hak dan kedudukan kaum perempuan, meskipun kehidupan personal Wollstonecraft sendiri sering bermasalah. Kematiannya karena demam di usia muda memangkas gagasan besarnya.&lt;br /&gt;Dokumen lain mengenai perjuangan persamaan perempuan adalah Vindication of the Rights of Woman. Dokumen ini merupakan salah satu karya awal feminis filsafat. Di dalamnya Wollstonecraft merespon teoretisi pendidikan dan politik abad ke-8 yang menyingkrikan wanita dalam pendidikan. Wollstonefraft berpendapat wanita berhak mendapat pendidikan dan posisi dalam masyarakat. Ia  mengatakan bahwa wanita inti dari negara karena mereka mendidik anak-anak. Wanita bisa menjadi ”teman” bagi suami mereka, sekadar sebagai isteri. Pandangan ini bertentangan dengan pandangan lain yang menganggap wanita sebagai ornamen masyarakat atau properti yang ditukarkan dalam pernikahan. Wollstonecraft mempertahankan bahwa pendapat perempuan adalah manusia yang layak diperlakukan sama seperti halnya pria.&lt;br /&gt;Crystal Eastman (1881 – 1928) adalah seorang sosialis feminis yang pada 1920 menulis esai mengenai dasar-dasar ekonomi dan soial untuk teori feminis. Ia memperjuangkan hak suara wanita Amerika Serikat dengan mendirikan Uni Kongres yang kemudian menjadi Partai Wanita Nasional. Eastman pada tahun 1923 menulis Amandeman Hak Setara. Ia memperingatkan bahwa legilasi protektif bagi wanita hanya akan mengarah pada diskriminasi terhadap perempuan. Eastman disebut sebagai salah satu pemimpin AS yang terabaikan. Hal ini karena meski dia menjadi perintis legislasi dan menciptakan organisasi politing yang bertahan lama, dia menghilang dari sejarah  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4.  Sekilas Kesusastraan Inggris &lt;br /&gt;Dalam kurun waktu abab ke-18, konsep kesusastraan di Inggris tidak dibatasi hanya sebagai tulisan-tulisan “kreatif dan imajinatif”. Kesusastraan pada waktu itu dipahami sebagai tubuh menyeluruh dari tulisan yang bernilai dalam masyarakat, seperti sejarah, esai-esai, surat-surat, dan juga puisi-puisi. Apa yang membuat sebuah teks dianggap sastra bukanlah karena fiksionalitasnya, melainkan tulisan-tulisan yang sopan. Dengan kata lain, kriteria kesusastraan secara jelas bersifat ideologis; karya-karya, tulisan-tulisan yang mengandung nilai-nilai dan cita rasa suatu kelas, sehingga tidak mengherankan kalau dikatakan “kesusastraan” adalah suatu ideologi (Eagleton, 1983: 25).&lt;br /&gt;Kemunculan kesusastraan Inggris pada zaman Victoria merupakan suatu wacana baru sebagai penengah atas ancaman runtuhnya pemerintahan yang disebabkan oleh terjadinya “kegagalan”. Sehubungan dengan itu, George Gordon, seorang professor kesusastraan Inggris di Oxford, pada kata pengantar pengukuhannya sebagai profesor mengatakan bahwa “Inggris sedang sakit” dan kesusastraan Inggris harus menyelamatkannya. Selanjutnya ia menganggap bahwa geraja-gereja telah gagal berfungsi sebagai penawar sosial. Gordon mengemukakan pula tiga fungsi pokok kesusastraan Inggris, yaitu untuk menghibur dan mengajar manusia (masyarakat), menyelamatkan roh manusia dan terakhir menyembuhkan negara Inggris. Hal ini bergema ke seluruh Inggris pada zaman Victoria (Kenneth, 1956). &lt;br /&gt;Jika dihubungkan dengan karya sastra yang lahir pada zaman ini, tidak keliru bila dikatakan bahwa fungsi kesusastraan sudah meluas ke segala aspek kehidupan manusia, meskipun gagasan-gagasan yang berupa kritikan bermunculan pro dan kontra terjadi di kalangan sastrawan sendiri. Perbedaan-perbedaan (pro dan kontra) itu merupakan hal yang wajar. Di kalangan sastrawan Inggris terjadi pertentangan persepsi. Kesusastraan Inggris di samping sebagai lahan komoditas, juga memiliki keberpihakan dengan kaum borjuis, termasuk cendekiawan (sastrawan). Sinyalemen ini membuktikan adanya keberpihakan yang sadar atau perubahan keberpihakan yang sadar (Williams, 1973). Komitmen ini mengandung implikasi yang dianggap menukik ke hal-hal spesifik, tergantung pada realitas sosial yang sedang atau akan berubah. &lt;br /&gt;Keberadaan kesusastraan Inggis, pada akhirnya dianggap sebagai wacana yang bisa menetralisir keadaan pemerintahan zaman Victoria di saat menghadapi goncangan akibat goyahnya ideologi agama. Dengan demikian, kehadiran kesusastraan mendapat posisi istimewa di kalangan masyarakat Inggris. Dalam sebuah buku pedoman guru bidang studi bahasa Inggris zaman Victoria, disebutkan bahwa bidang kesusastraan Inggris merupakan bidang yang meningkatkan simpati dan rasa persahabatan di antara semua kelas. Sementara itu seorang penulis melihat kesusastraan sebagai perubahan suatu wilayah kebenaran yang hening dan penuh cahaya, semua manusia dapat saling berjumpa dan berbincang tanpa diskriminasi. Seperti agama, kesuastraan bertindak melalui emosi dan pengalaman. Oleh karena itu, tugas kesusastraan menyambung ideologi pada titik yang ditinggalkan agama. &lt;br /&gt;Dalam periodisasi kesusastraan Inggris, awal zaman Victoria merupakan kelanjutan zaman Romantik. Kehadiran kesusastraan Inggris berada pada posisi penting dalam rangka menyebarkan nilai-nilai sosial dengan lebih luas. Kesuastraan dapat mencakup seluruh kumpulan institusi ideologi; majalah; risalah sosial dan estetika; khutbah; bahkan kedai-kedai kopi, dan sebagainya. Kesenian menjadi konsep-konsep asas untuk menyatukan kelas menengah yang semakin berkuasa dengan golongan bangsawan yang menjadi pemerintah. Dapat dikatakan bahwa kesusastraan Inggris pada saat itu mendapat kepentingan baru (Eagleton, 1983:20). &lt;br /&gt;Selanjutnya, zaman Revolusi Industri di Amerika dan Perancis, rezim kolonialis dan feodalis dijatuhkan oleh kelas menengah. Di Inggris muncul ideologi terpenting kelas menengah industri yang memuja fakta, yaitu paham yang disebut Utilitarianisme. Awal kapitalisme mengubah kehidupan manusia kepada pengabdian dan menumbangkan kehidupan bermasyarakat. Kaum borjuis mengagap “kesuastraan” hanya sebagai hiasan yang tidak menguntungkan. Posisi kesusastraan Inggris menjadi tidak penting karena dipinggirkan oleh penemuan sians sebagai ilmu yang singnifikan dan nyata. &lt;br /&gt;Perkembangan pada zaman Victoira (abad ke-19) kesusastraan Inggris kembali mengibarkan bendera keberadaanya sebagai penengah di saat gentingnya pemerintah Victoria. Kesusastraan Inggris yang ideologis kembali berada di posisi pencapaian nilai sosial yang dapat mempersatukan kaum burjois dengan kelas-kelas menengah dan bawah (Eagleton, 1983: 20). Puncaknya ketika situasi pasar semakin meluas, profesionalitas kembali muncul, dan ekonomi pun semakin maju, sehingga demokrasi makin mantap, terjadi perkembangan hubugnan antara sastrawan, karya, dan pembacanya tanpa dibedakan oleh kelas sosial. &lt;br /&gt; Perkembangan karya sastra tidak pernah lepas dari perkembangan pemikiran moderen masyarakatnya. Dalam sejarahnya, sastra Inggris mengalami berbagai perubahan persepsi. Perbuhan tersebut tergantung kepada wacana yang berkembang. Ada kalanya orang menganggap karya sastra sebagai teks murni, tetapi ada kalanya karya sastra dianggap sebagai sebuah strategi politik. Namun demikian, mengingat dampak atau muatan yang terdapat di dalam karya sastra, maka karya sastra tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai politis. Arief Rahman (2008:18-25) menyebutkan beberapa kriteria penting yang berkaitan dengan hal tersebut:&lt;br /&gt;1). Karya sastra yang bagus adalah karya sastra yang tembus ruang dan waktu. Karya semacam itu adalah “bukan untuk suatau abad, tetapi untuk sepanjang masa” (seperti komentar Ben Jonson terhadap Shakespeare).&lt;br /&gt;2). Tujuan sastra untuk mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan peningkatan kulalitas kemanusiaan. Jika karya sastra bernuansa politis, karya tersebut tidak lebih dari sekedar propaganda. &lt;br /&gt;3). Tugas kritikus adalah menjembatani teks dan pembaca. Teori pembacaan atau teori kritik terhadap karya sastra tidak berguna karena dianggap menimbulkan “preconceived ideas” yang menghalangi pembaca dan teks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berdasarkan ketiga pernyataan tersebut maka jelaslah bahwa keberadaan Man and Superman  sangat bermanfaat sebagai media kritik sosial. Kritik sosial tersebut hanya akan dapat diperjelas dengan adanya pembahasan dan diskusi mengenai karya tersebut. Pada dasarnya sebagus apapun suatu karya jika tidak mendapat tanggapan dari pembaca, maka ia tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.5.  Keterkaitan Sastra dengan Penarang dan Biografi George Bernard Shaw&lt;br /&gt; Pengarang merupakan komponen terpenting dalam menentukan corak atau muatan karya sastra yang ditulis. Dengan demikian untuk dapat memahami karya-karya yang telah dihasilkan, sangat penting mengetahui sejarah atau biografi kehidupan sastrawan, baik pengarang secara individu maupun dengan memperhatikan masyarakat yang mengitarinya. &lt;br /&gt; Pengarang adalah warga masyarakat, ia dapat dipelajari sebagai makhluk sosial. Biografi pengarang merupakan sumber utama, studi ini dapat meluas ke lingkungan tempat pengarang tinggal dan berasal. Kita dapat mengumpulkan informasi latar belakang sosial, latar belakang keluarga, dan posisi ekonomi pengarang. (Wellek,  1990; 112). Dalam kaitannya dengan persoalan pengarang, Diana Louranson (1971:14) menyatakan bahwa pengalaman pengarang sangat berpengaruh terhadap isi dari karya sastranya. Pengalaman pengarang akan menjadi dasar dalam memahami masyarakat pada saat karya itu ditulis. &lt;br /&gt;“It is the task of the sociologist of literature to relate the experience of the writer’s imaginary characters and situations to the historical climate from which they derive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas sosiolog sastra adalah untuk menghubungkan pengalaman imajiner penulis, karakter dan situasi untuk iklim historis dari mana mereka berasal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam ungkapan lebih lanjut, Louranson menyatakan bahwa struktur sosial merupakan bagian dari struktur karya sastra yang masing-masing memiliki peran yang hampir sama. Struktur dalam sastra berfungsi memperjelas pokok persoalan yang ingin disampaikan pengarang. Semua itu tidak lepas dari bagaimana pengarang mencontoh apa yang terdapat dalam masyarakatnya. Norma-norma dan nilai-nilai akan menjadi ukuran yang diolah sedemikian rupa sehingga karya sastra lahir sebagai suatu kritik terhadap persoalan sosial yang sesungguhnya ada. &lt;br /&gt;“For society is more than an ensemble of social institutions that make up social structure: it contains both norms, the standards of behavior which individuals come to accept as right ways of acting and judging, as well as values which are consciously formulated and which people strive to realize socially. Literature clearly reflects norms, attitudes to sex by the working class and middle class, ...” (Louranson, dkk., 1971: 15). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain meniru struktur sosial masyarakat, karya sastra merupakan representasi keinginan pengarang. Pengarang dengan segala pemikirannya mencoba mengombinasikan sekaligus memberikan solusi-solusi terhadap persoalan masyarakat. Dengan cara seperti inilah pengarang mempengaruhi masyarakatnya, yaitu dengan cara mengkritik atau  mendukung gagasan salah satu kelompok dalam masyarakat.  Oleh karena itu, pengarang sering menciptakan suatu struktur sosial yang bertentangan dengan struktur masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada karya Siti Nurbaya, pengarang mencoba mengkritisi sistem kekeluargaan yang ada pada masyarakat Minangkabau. Itulah yang disebutkan oleh Diana Lourance dengan istilah penciptaan kembali dunia sosial. &lt;br /&gt;“Thus the novel, as the major literary genre of industrial society, can be seen as a faithful attempt to re-create the social world of man’s relation with his family, with politics, with the States; it delineates too his roles within the family and other institutions, the conflicts and tensions between groups and social classes. In the purely documentary sense, one can see the novel as dealing eight much the same social, economic, and political textures as sociology.” (Diana Louranson, dkk., 1971: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam kaitannya dengan keterlibatan pengarang dalam percaturan sosial, Howe menyatakan  bahwa novelis politik harus melibatkan diri sebaik-baiknya dalam pergolakan politik. Kalau tidak demikian, karya sastra akan mentah (via Damono, 1979: 53). Karya sastra yang menggambarkan kondisi sosial atau politik oleh Max Adereth (1975) disebut sebagai sastra terlibat (litterature engagee). Menurut Adereth antara karya sastra, pengarang dan ideologi politik tidak bisa dipisahkan. &lt;br /&gt; Hal yang dimaksud dengan kondisi politik adalah segala persoalan hidup yang terjadi dalam komunitas masyarakat, terutama menyangkut ideologi dan moral. Adereth (1975) menyatakan bahwa krisis politik merupakan pernyataan yang terpenting di antara krisis yang ada di zaman ini. Semua konflik moral dan ideologi dalam suatu zaman mempunyai latar belakang politik. Tak ada satu segi perjuangan hidup kita, baik yang bersifat individual maupun sosial, yang tidak berbau politik. Bahkan ada benarnya kalau dikatakan bahwa pada zaman ini semua nasib manusia ditentukan oleh politik (Damono, 1979; 54).&lt;br /&gt; Menurut Raymond William, ada tujuh macam cara yang dipergunakan pengarang untuk memasukan gagasan sosialnya ke dalam novel (karya sastra): (1)  mempropagandakanya lewat novel, (2) menambahkan gagasan ke dalam novel, (3) memperbantahkan gagasan dalam novel, (4) menyodorkanya sebagai konvensi, (5) memunculkan gagasan sebagai tokoh, (6) melarutkan gagasan dalam keseluruhan dunia fiksi, dan (7) menampilkannya sebagai superstruktur (via Damono, 1979; 57).&lt;br /&gt; Menurut Guljaev (1970) karya sastra merupakan hasil kreativitas subjektif dan reflektif atas realita objektif (via Fokema, dkk., 1998). Seorang pengarang merupakan seorang pengamat sekaligus pengkhotbah. Dengan kata lain, pengarang dianjurkan melukiskan realita secara realistis dan membuat propaganda sosial pada waktu yang bersamaan. &lt;br /&gt; Namun demikian, memang ada beberapa pengecualian dalam hal karya sastra ekspresif, beberapa pengarang yang tidak secara khusus mencerminkan latar belakang sosialnya. Sastrawan yang karya-karyanya tidak mencerminkan latar belakang sosial adalah: Shelley, Carlyle, dan Tolstoy. Mereka sering disebut sebagai “pembelot” terhadap kelas asal mereka.  Lebih lanjut, banyak puisi istana (Court poetry) yang ditulis oleh orang-orang dari kelas rendah yang menganut ideologi dan selera para pelindung atau patron mereka (Wellek, dkk, 1990: 113).&lt;br /&gt; Keterlibatan sosial, sikap, dan ideologi pengarang dapat dipelajari tidak hanya melalui karya-karya mereka, tetapi dari dokumen biografi.  Pengarang adalah seorang warga masyarakat yang tentunya mempunyai pendapat tentang masalah-masalah politik dan sosial yang penting, serta mengikuti isyu-isu zamannya (Wellek, dkk., 1990: 114). Karya sastra yang diciptakan merupakan sekedar model yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan kritik atau pemikirannya terhadap suatu masalah yang ada dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Jika disusun secara sistematis, masalah asal, keterlibatan, dan ideologi sosial akan mengarah pada sosiologi pengarang sebagai tipe, atau sebagai suatu tipe pada waktu dan tempat tertentu. Kita dapat membedakan pengarang  menurut kadar integrasi mereka dalam proses sosial. Pada karya-karya pop, kadar ini tinggi, akan tetapi pada karya-karya yang beraliran bohemianisme, karya Poete Maudit, dan karya pengarang yang menekankan kebebasan berkreasi, kadar ini kecil, bahkan mungkin tercipta “distansi sosial” yang ekstrim (Wellek, dkk, 1990:114).&lt;br /&gt; Pada zaman dahulu, para penguasa atau yang disebut dengan para bangsawan sangat besar pengaruhnya terhadap suatu karya sastra. Mereka sering “memesan” karya sastra tertentu yang disesuaikan dengan kepentingan atau selera mereka. Jadi studi dasar ekonomi sastra dan status sosial pengarang mau tak mau harus memperhitungkan pembaca yang menjadi sasaran pengarang dan menjadi sumber rezeki. Bangsawan adalah pelindung seni merangkap pembaca yang cerewet. Biasanya mereka tidak hanya minta dipuja dalam karya kelasnya, tetapi juga menuntut kepatuhan pengarang pada konvensi kelasnya (Wellek, dkk, 1990:117).&lt;br /&gt; Meskipun banyak bukti dikumpulkan, jarang ditarik simpulan mengenai hubungan yang pasti antara produksi sastra dengan dasar ekonomi, atau mengenai pengaruh yang pasti dari publik terhadap sastrawan. Sastrawan tentunya tidak tergantung sepenuhnya atau menuruti secara pasif selera pelindung atau publik (Wellek, dkk, 1990:120).&lt;br /&gt;George Bernard Shaw dilahirkan pada 26 Juli 1856 di Dublin. GBS merupakan anak seorang pedagang grosiran bernama George Carr Shaw. Ia keturunan Irish, ibunya bernama Lucinda Elixabeth. Umur antara ibu dan ayahnya sangat jauh berbeda, ibunya 16 lebih muda. GBS berasal dari keluarga kurang harmonis. Ayahnya adalah seorang pemabuk, bahkan ketika ayahnya meninggal, GBS dan ibunya tidak menghadiri pemakamannya. &lt;br /&gt;Selain memiliki keluarga kurang harmonis, di dalam keluarganya pun GBS tidak diterima secara wajar oleh ibu dan kedua saudaranya. Ia pernah menuliskan perasaannya kepada seorang sahabat bernama Ada Tyrrell pada tahun 1942. Ia mengatakan bahwa dia dibesarkan oleh orang-orang yang tidak pernah memperhatikannya. ...Dressed and fed by people who cared nothing for him, he was a sufferer from emotional neglect. The more he tried to make an impression on his mother, the more she rebuffed him (David Roos, 2001: 26). &lt;br /&gt;Pada tahun 1866 keluarga GBS pindah ke lingkungan yang lebih baik. Pada awalnya GBS masuk ke sekolah Weslelyan Connexional, kemudian pindah ke sekolah swasta dekat Dalkey, dari sana ia masuk ke Sekolah Pusat Model Dublin (Dublin’s Central Model School). Ia menyelesaikan pendidikan formalnya di Dublin English  Scientific i Comercial Day School. Pada umur 15 tahun, ia mulai bekerja sebagai juru tulis muda. Kemudian pada tahun 1876 ia pergi ke London, ikut serta saudara perempuan dan ibunya. Ia tidak kembali ke Irlandia selama hampir tiga puluh tahun. &lt;br /&gt;Selama di London, GBS berada di kalangan intelektual. Pada masa hidupannya, London dikenal sebagai pusat para pemikir. Dari kota inilah lahir para pemikir yang mengguncangkan dunia, di antaranya adalah Karl Marx. Meskipun Marx bukan orang Inggris, tapi ia pernah tinggal di kota ini dan pemikirannya diadopsi oleh para ilmuan seangkatannya. Teman-temannya merupakan pemikir dan sastrawan pada masa itu, di antaranya William Yeats, Oscar Wilde, William Moris, dan George Bernard Shaw. Pemikiran-pemikiran mereka sangat berkembang seiring dengan perkembangan dinamika persoalan sosial masyarakat Inggris. Dinamika pemikiran para kritikus tersebut sangat dipengaruhi oleh gagasan-gagasan konsep ekonomi Marx dan gagasan evolusi Charles Darwin. &lt;br /&gt;George Bernard Shaw memulai karirnya sebagai seorang penulis kritik musik dan drama, serta novel, termasuk semi autobiografi Immaturity. Namun sayangnya, karya-karya awal yang dihasilkannya, tidak begitu sukses. Dari beberapa karya novel yang dihasilkannya ditolak oleh berbagai penerbit. Pengalaman terebut tidak menyurutkan GBS untuk terus berkarya. Ia tetap aktif diberbagai organisasi dan menulis. Selain sebagai seorang penulis kritik musik dan drama, ia bergabung di organisasi Fabian Society. Di organisasi ini duduk sebagai Tim Eksekutif dari tahun 1885 sampai 1911. &lt;br /&gt;Seiring dengan kemajuan pemikirannya, GBS dikenal sebagai seorang dramawan Irish, kritikus sastra, sosialis, dan tokoh teater berpengaruh pada abad ke-20. Ia juga dikenal sebagai seorang pemikir bebas (Freethinker), pejuang hak-hak perempuan, dan pembela kesamaan pendapatan (equality of income). Pada tahun 1925 GBS dianugrahi hadiah Nobel untuk bidang sastra. Ia menerima penghargaan tersebut, tetapi tidak menerima uangnya. &lt;br /&gt;George Bernard Shaw dikenal sebagai pendukung penghapusan kepemilikan pribadi (abolition of private property), perubahan sistem pemilihan umum (voting system), mengkampanyekan penyerderhanaan spelling, dan perubahan pada alfabet bahasa Inggri. Ia dikenal juga sebagai orator ulung di England. Pada tahun 1895 Shaw menjadi seorang kritikus drama untuk Saturday Review. Ia menulis kumpulan artikel yang diberi judul Our Theater in The Ninetith (1932). Dalam bidang musik, seni, dan kritik drama Shaw menulis dalam Dramatic Review (1885-1886), Our Corner (1885-1886), The Pall Mall Gazette (1886-1894), The World (1886-1894), kemudian The Star 1888-1890). Karyanya yang berupa kritik musik dibukukan dalam Shaw’s Music (1981). Pada tahun 1901 ia menulis Caesar And Cleopatra, dan The Perfect Wagnerite (1898).&lt;br /&gt;Pada tahun 1898 ia menikah dengan seorang wanita kaya bernama Charlotte Payne-Townshend. Ia mulai tinggal di desa Herfordshire, Ayor St. Lawrence pada tahun 1906. &lt;br /&gt;Pemikiran-pemikiran George Bernard Shaw sangat dipengaruhi oleh  Henrik Ibsen, seorang penulis drama dari Norwegia. Pada sebuah pertemuan kelompok Fabian (Fabian Society) di musim panas, ia menulis The Quintessense of Ibsenism (1891). Di dalam buku ini Ibsen merupakan pionir, GBS menyebutnya orang yang mendeklarasikan “who declares that it is right to do somethng hitherto regarded as infamous”. Kemudian dalam pementasan awalnya ia memainkan Widower’’s House (1892).  &lt;br /&gt;Pada tahun 1893 GBS berkolaborasi dengan Keir Hardie menulis sebuah program untuk Partai Buruh Independen (Indepnedent Labour Party). Dalam tulisan tersebut ia banyak menyampaikan tentang makna kemerdekaan dan kemandirian. Bagaimanapun, arti kemerdekaan merupakan segala-galanya dalam kehidupan. Oleh karena itu spirit akan kemerdekaan harus selalu diperjuangkan. Sebagai usaha mewujudkan idealismenya, ia mendirikan Webbs of the London School of Economic. Ia juga mempelopori permohonan penolakan hukuman bagi Oscar Wilde. Pada tahun 1897 ia secara langsung masuk di pemerintahan daerahnya. &lt;br /&gt;GBS adalah orang yang sangat optimis, idealis, dan beragama a Scottish-Protestant (Laurie Morrow, 2003 ). David Roos menyebutnya sebagai seorang yang sangat progresif, his mission was a wholly progressive one, to awaken the workers to their own power and to the correct vision of their future (Roos, 2001: 50). Dalam berbagai pertunjukan, GBS menggabungkan persoalan-persoalan moral terkini dengan nada ironi dan paradoks (ironic tone and paradoxs). Model diskusi dan akrobat intelektual (acrobatic intelectual) merupakan ciri dasar dari drama yang dimainkan. Sebelum ada film bersuara, karyanya sangat sulit diadopsi dalam layar. &lt;br /&gt;Menurut Laurie Morrow, GBS adalah seorang yang sangat cerdas. Dalam tulisannya berjudul George Bernard Shaw: Man, Superman, and Socialism, Morrow mengungkap pandangan politik dan gagasan-gagasan sosialis yang terkandung di dalam karya-karya GBS.  Ia menyebutkan bahwa ...Shaw had an unusual talent--he was one of the most brilliant of British playwrights.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-145429474057162749?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/145429474057162749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=145429474057162749&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/145429474057162749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/145429474057162749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/04/george-bernard-shaw-dan-dinamika-sosial.html' title='GEORGE BERNARD SHAW  DAN DINAMIKA SOSIAL POLITIK'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-8326976971316313791</id><published>2010-03-03T10:29:00.000-08:00</published><updated>2010-04-12T16:09:01.443-07:00</updated><title type='text'>PEREBUTAN KEKUASAAN DAN TIPOLOGI HEGEMONI</title><content type='html'>PEREBUTAN KEKUASAAN DAN TIPOLOGI HEGEMONI &lt;br /&gt;DALAM DRAMA MAN AND SUPERMAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.  Pengantar &lt;br /&gt; Drama Man and Superman merupakan drama komedi filosofis. Disebut demikian karena gaya bahasa yang digunakan merupakan sindiran-sindiran yang membuat pembaca tersenyum geli. Di balik kalimat atau ungkapan yang lucu tersebut terdapat kritikan yang berkaitan dengan nilai-nilai moral manusia yang ada di muka bumi ini. Penggunaan gaya bahasa ironi merupakan kekuatan yang dimiliki Geoge Bernard Shaw (GBS) di dalam menyampaikan kritikan-kritikan kepada masyarakat pembacanya. Hal ini merupakan bagian dari strategi propaganda yang disampaikan oleh GBS dalam menanggapi fenomena kehidupan sosial yang terjadi pada saat itu. &lt;br /&gt; Drama Man and Superman merupakan drama yang menggambarkan adanya konflik terselubung di dalam kehidupan masyarakat. Di dalam diri manusia terdapat sifat-sifat superior antara yang satu dengan yang lainnya. Sifat superior sering menimbulkan gesekan-gesekan yang memecah persatuan antarsesama manusia.  Kenyataan ini menggugah GBS untuk menyadarkan masyarakat pembacanya bahwa setiap orang  harus mengalahkan egonya agar tercipta manusia yang saling menghargai, membantu, dan saling mengenal terhadap sesamanya. &lt;br /&gt; Drama ini secara tidak langsung ingin menunjukan bahwa hal yang paling penting di dalam mempertahankan posisi sosial adalah penguasaan ide-ide atau gagasan. Jika individu tidak ingin menjadi korban penindasan di dalam kehidupan masyarakat, maka setiap orang harus membekali dirinya dengan wacana kehidupan yang matang. Penguasaan atas wacana atau gagasan tersebut akan melepaskan seseorang dari belenggu di segala lapisan masyarakat sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Manusia yang cerdas akan mampu mengalahkan segala rintangan hidup, sebagaimana digambarkan dalam cerita Yunani bahwa manusia adalah Titan yang dapat mengalahkan dewa Olimpia dan Zeus (WadeBredford,http://plays.about.com/od/manandsuperman/a/superman&lt;br /&gt;themes.htm). &lt;br /&gt; Gambaran yang ada di dalam Man and Superman sangat erat berkaitan dengan kondisi masyarakat Inggris pada masa GBS hidup. Oleh karena itu, apa yang terdapat di dalam drama Man and Superman pada intinya merupakan kritik sosial terhadap masyarakat Inggris, khususnya, dan seluruh manusia pada umumnya. Disinilah konsep kemanfaatan karya sastra yang diyakini GBS, bahwa karya sastra yang bermanfaat adalah karya yang menyuarakan kepentingan kelompok atau suara zamannya (Yoesoef, 2007: 28). &lt;br /&gt; Karya sastra adalah karya universal, nilai kritik yang disampaikan mencakup setiap zaman dan tidak terbatas pada suatu negara. Meskipun drama tersebut sudah ditulis beberapa tahun lalu, persoalan-persoalan yang terdapat di dalamnya masih relevan dengan persoalan masa kini.  Dimanapun dan kapan pun sepanjang nilai kritik itu relevan, maka karya sastra masih dapat dijadikan sebagai media refleksi sosial. Sebagaimana yang dituliskan oleh Arif Rachman (2008:20); karya sastra yang baik adalah karya sastra yang tembus ruang dan waktu. Karya semacam itu adalah ”bukan untuk suatu abad, tetapi untuk sepanjang masa”. Di dalam Drama Man and Superman, ditemukan adanya beberapa konsep  mengenai pemikiran Gramsci, yaitu hegemoni. Persoalan hegemoni tersebut meliputi tiga tipologi hegemoni, yaitu hegemoni kaum laki-laki atas kaum perempuan, hegemoni penguasa terhadap rakyatnya (negara politik dan masyarakat sipil), dan hegemoni antara kaum tua terhadap kaum muda (intelektual versus masyarakat biasa). &lt;br /&gt;  Tiga tipe hegemoni tersebut mengindikasikan bahwa alat hegemoni yang paling dominan di dalam masyarakat adalah penguasaan ide-ide. Gagasan dan wawasan yang dimiliki masing-masing kelompok menciptakan mereka menjadi pemenang, penguasa dari kelompok yang lain. &lt;br /&gt; Tipologi hegemoni tergambar dalam komflik yang terjadi di dalam Man and Superman. Perselisihan antartokoh yang mencerminkan perebutan kekuasaan atau dominasi dari masing-masing tokoh. Oleh karena itu, gambaran singkat dari kondisi atau situasi yang terjadi di dalam drama itu sangat penting untuk digambarkan di dalam penelitian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.  Drama Man and Superman &lt;br /&gt;2.2.1. Sinopsis  &lt;br /&gt; Bagian pertama Man and Superman menggambarkan persoalan-persoalan yang timbul akibat kematian kepala keluarga itu, yaitu Tuan Whitefield. Keluarga Whitefield sangat terhormat di lingkungannya, selain karena keluarga secara ekonomi mapan, keluarga ini masih memiliki ikatan dengan keluarga kerajaan (ningrat). Sebagai keluarga yang terpandang, keluarga ini memiliki tata nilai yang sangat ketat. Tata krama pergaulan dan ketentuan-ketentuan di dalamnya mengakibatkan kehidupan sangat tergantung pada kepala keluarga. Kondisi ini mempersulit posisi kaum perempuan di dalam keluarga tersebut.&lt;br /&gt; Sepeninggal Tuan Whitefield, persoalan pertama yang diangkat di dalam drama ini mengenai perwalian bagi anak perempuan mereka, Annie. Sebagai seorang anak perempuan, Ann dianggap tidak mampu menentukan kehidupannya sendiri. Oleh karena itu, ia harus memiliki seorang wali atau penasehat dalam kehidupannya. Dengan adanya wali, Ann dapat mengkonsultasikan setiap persoalan yang dihadapi, terutama di dalam mengambil keputusan-keputusan besar. Kedudukan wali menggantikan peran ayah dalam  keluarga tersebut.&lt;br /&gt; Persoalan di dalam keluarga ini karena wali yang diwasiatkan oleh almarhum Tuan Whitefield ada dua orang. Kedua wali yang diwasiatkan tersebut memiliki pandangan yang sangat jauh berbeda. Tuan Ramsden, orang dekat keluarga itu merupakan representasi dari kaum tua yang berpandangan kolot dan feodalistik. Sedangkan wali yang kedua adalah Tuan Tanner, yaitu seorang pemuda yang berpikiran maju dan demokratis. Tanner merupakan representasi kaum muda revolusioner. Ia berpandangan liberal dan sangat akomodatif terhadap persoalan-persoalan kehidupan. Ia merupakan tokoh yang menggerakan azas kebebasan dan persamaan (egaliter). &lt;br /&gt; Selain perselisihan mengenai perwalian, pada babak ke-2 drama ini menyinggung persoalan etika. Jika Ramsden memperlakukan orang lain atau bawahan sebagaimana orang yang tidak berharga, Tanner justru bertolak belakang, Tanner memperlakukan dan menganggap bawahan adalah sebagai partner yang harus dihormati dan diberikan hak-haknya sama dengan orang lain.&lt;br /&gt; Gambaran pada babak ke-2 merupakan sebuah counter hegemony dari kaum muda tehadap kaum tua. Dengan demikian, sikap Tanner dapat diartikan sebagai sebuah dekonstruksi tata nilai sosial feodalistik yang ada di dalam masyarakat Inggris (baca hegemoni kaum tua versus kaum muda). Kondisi tersebut disebut dengan perang manuver, yaitu upaya menentang ideologi lama dengan ideologi baru.  Di dalam babak ini dideskripsikan pemikiran-pemikiran Tanner yang dianggap tidak sesuai dengan adat masyarakat, pertentangan atas gagasan revolusioner John Tanner. Situasi ini dapat dilihat dari reaksi yang dilakukan oleh tokoh-tokoh yang awalnya menetang Tanner. Octavius dan Ann juga belum dapat menerima pemikiran tersebut karena masih dipengaruhi norma-norma lama sebagai hasil doktrinasi kaum tua. &lt;br /&gt; Persoalan ketiga yang digambarkan di dalam babak ke-3 merupakan inti permasalahan di dalam drama tersebut. Pada bagian ini GBS berbicara mengenai pandangannya atas paham sosialis yang menurutnya lebih pas dengan kehidupan masayarakat Inggris pada saat itu. Ia menolak paham kapitalis yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Di dalam babak ini tersirat pemikiran-pemikiran kritis mengenai konsep manusia yang di idealkan GBS. Menurutnya, kekuatan ekonomi  bukan satu-satunya alat untuk memperoleh kekuasaan, karena penguasaan wacana dan ide-ide dapat menjadi bagian dari strategi perjuangan suatu komunitas. Wacana dapat disebarkan melalui suatu strategi artistik yang disebut dengan kebudayaan. &lt;br /&gt; Pandangan sosialis tersebut digambarkan malalui tokoh Mendoza. Mendoza sebenarnya adalah orang yang sangat potensial sebagai pemimpin besar. Ia orang berkecukupan dan terhormat di lingkungannya. Namun demikian, posisi tersebut tidak menjadikannya hidup nyaman, ia hidup dengan kesederhanaan dan mengutamakan kebersamaan. Mendoza tidak mau menggunakan fasilitas yang dimiliki untuk dirinya sendiri, sebaliknya ia bergabung dengan para berandalan jalanan. Ia sangat bertentangan dengan tokoh Ramsden yang lebih mengunggulkan kekayaan dan kedudukan ningratnya.  &lt;br /&gt; Bagian akhir atau babak ke-4 merupakan penyelesaian persoalan dari drama ini. Tanner yang awalnya sangat idealis; optimis dengan kehidupan dan anti dengan perempuan, akhirnya mengubur idealimenya dengan “menyerahkan” diri kepada Ann. Ia tidak lagi idealis seperti pada awalnya dengan menyadari bahwa kehidupan yang sesungguhnya memang harus realistis dan praktis. Idealime dapat saja diperjuangkan dalam konteks tertentu, tetapi dalam hal-hal tertentu tidak mungkin. Karena yang dibutuhkan adalah kesejahteraan dan kedamaian, dimana semua itu hanya dapat direalisasikan dengan pemenuhan kebutuhan dasar hidup manusia. Yaitu sandang, pangan dan papan. Jika semua hal tersebut terpenuhi, maka secara tidak langsung akan dapat mengurangi ketegangan yang terjadi di dalam masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.2 Perebutan Kekuasaan (Dominasi) &lt;br /&gt; Perselisihan atau perebutan kekuasaan antara Ramsden dengan  Tanner berawal pada persoalan perwalian. &lt;br /&gt;TANNER: “It’s all my own doing: that’s the horrible irony of it. He told me one day that you were to be Ann’s guardian; and like a fool I began arguing with him about the folly of leaving a young woman under the control of an old man with obsolete ideas.” (Shaw, 1903: 341). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernyataan tersebut merupakan awal dari konflik antara Ramsden dengan John Tanner. Sebagai seorang yang taat pada nilai-nilai feodal, Ramsden menolak bahkan mencemooh pemikrian-pemikiran Tanner. Ramsden seorang tokoh yang merepresetasikan golongan tua. Pemikirannya begitu feodalistik dan kolot. Ia memiliki pandangan bahwa kaum tua adalah segala-galanya dalam mengambil keputusan kehidupan. &lt;br /&gt; Ramsden berpandangan bahwa pemikiran kaum muda sangat berbahaya. Selain dianggap masih bergantung pada emosional, pemikiran kaum muda dianggap tidak matang. Oleh karena itu, setiap pemikiran kaum muda harus didampingi dan dibatasi. Jika hal ini dibebaskan akan membahayakan kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt; Di dalam drama ini digambarkan usaha-usaha yang dilakukan Ramsden agar pemikiran Tanner tidak tersebar dan mempengaruhi orang lain dengan cara memberi penilaian jelek terhadap buku  Tanner. Klaim terhadap kebenaran pemikiran kaum tua sangat penting sebagai penyeimbang pemikiran kaum muda. Oleh karena itu Ramsden berusaha dengan berbagai cara agar pemikiran Tanner tidak tersebar kepada orang-orang di sekelilingnya. &lt;br /&gt;Ramsdem: “I’ll tell you, Octavious. (He takes from the table a book bound in red cloth). I have in my hand a copy of the most infamous, the most scandalous, the most mischievous, the most blackguardly book that ever escaped burning at the hands of the common hangman. I have not read it:  I would not soil my mind with such filthe; but I have read what the papers say of it. The title is quite enough for me. (He reads it). The Revolutionist’s Handbook and Pocket Companion. By John Tanner, M.I.R.C., Member of the Idle Rich Class.” (Shaw, 1903: 337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain percaturan wacana, Ramsden memberlakukan sistem feodalistik meskipun di lingkungan keluarganya sendiri. Aturan, tatakrama diberlakukan sangat ketat, baik dalam berhubungan dengan orang lain maupun terhadap kerabat sendiri. Hal ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan nilai-nilai feodalistik yang diyakini kebenarannya. &lt;br /&gt;RAMSDEN: “(Jengkel) Demi tuhan, jangan kamu sebut si AKBM itu dengan Jack dalam rumahku! (Ramsden melempar buku itu ke atas meja kuat-kuat. Setelah agak lega dia mendekati octavius dan berbicara dengan serius) Octavius, aku tahu dari temanku almarhum tentang kebaikan hatimu. Aku tahu bahwa orang ini adalah bekas teman sekolahmu dan merupakan sahabatmu sejak kecil. Tapi, dengan sungguh-sungguh aku meminta kamu untuk memikirkan perubahan yang telah terjadi. Kamu sudah seperti anak sendiri bagi sahabatku almarhum dan kamu pun tinggal di rumahnya. Dengan sendirinya teman-temanmu pun bebas keluar masuk, termasuk si Tanner ini. Kamu memanggil Annie dengan nama baptisnya, dia pun begitu. Selama ayah si Annie masih hidup, aku tidak punya hak untuk ikut campur; itu bukan urusanku. Bagi sahabatku si Tanner ini cuma seorang anak kecil yang kata-katanya bisa ditertawakan. Tapi, Octavius, sekarang Tanner sudah dewasa dan Annie sudah menjadi seorang wanita dan bapaknya sudah meninggal. Kita memang belum tahu persis apa isi surat wasiatnya, tapi berhubung dia sering membicarakan surat wasiatnya dengan diriku, aku yakin bahwa aku akan ditunjuk oleh surat wasiat itu untuk menjadi wali bagi Annie. (dugaan tegas) Sekarang aku tidak mau kalau Annie sampai dekat-dekat dengan Tanner hanya karena semata-mata Annie tidak mau menyinggung perasaanmu. Itu tidak adil. Itu tidak boleh terjadi! Nah, sekarang apa yang akan kamu lakukan?” (Shaw, 1903: 337) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pemikiran-pemikiran kolot tersebut selalu dilawan oleh kaum muda.  John Tanner yang merepresentasikan kaum muda terus berjuang menanamkan nilai-nilai kebebasan dan kemerdekaan. Pemikiran-pemikirannya sangat terbuka dan idealistis. Tokoh ini memberikan berbagai perlawanan terhadap pemikiran-pemikiran kaum tua dengan berbagai cara, baik malalui tingkah laku sehari-hari maupun dengan menuliskan di dalam buku. &lt;br /&gt; Perjuangan Tanner dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mendekati kaum muda agar hidup bebas dan mandiri. Ia selalu memberikan pemahaman kepada Octavius, Annie dan teman-temannya mengenai kemandirian dan kebebasan. Hal ini dilakukan agar kaum muda tidak terkekang dan tidak terikat dengan tata  nilai golongan tua yang sangat mengikat kebebasan berkreasi kaum muda. &lt;br /&gt; Sebagai seorang yang sangat idealis, Tanner tidak pernah bisa berdiam diri melihat ketidakadilan. Ia aktif di berbagai organisasi pergerakan yang memperjuangkan kemerdekaan dan kebebasan. Bukan hanya itu, Tanner bahkan menggandeng beberapa komplotan sparatis yang dianggapnya lebih manusiawi dibandingkan dengan pemerintah yang otoriter. &lt;br /&gt; Pemikiran-pemikiran Tanner dituangkan di dalam sebuah buku yang berjudul ”Pegangan Revolusionis”, The Revolutinist’s Handbook and Pocket Companion. Buku yang berisi gagasan-gagasan kebebasan tersebut merupakan impian yang ingin dicapai Tanner. &lt;br /&gt; Salah satu misi Tanner adalah ingin membebaskan Ann dari kungkungan golongan tua. Ia ingin memberikan pemahaman kepada Ann akan makna kebebasan. Tanner berharap Ann tidak terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Ramsden yang usang. Ia berusaha meyakinkan kepada Ann bahwa pemikiran feodalistik yang diyakini oleh Ramsden sangat merugikan kaum perempuan, kaum perempuan dianggap sebagai objek yang harus diatur oleh kaum laki-laki. &lt;br /&gt; Annie merupakan anak perempuan yang menjadi korban keyakinan kolot tersebut. Sebagai anak perempuan ia dianggap sebagai manusia lemah, harus bergantung kepada orang tuanya, terutama bapaknya. Konsep ini menjadikan kaum perempuan termarjinalkan di dalam kehidupan masyarakat.  Salah satu bentuk ketidakberdayaan perempuan di dalam drama ini digambarkan melalui posisi Ann dan ibunya. Sepeninggal ayahnya, Ann harus mempunyai seorang wali sebagai pengganti ayahnya. Dalam tradisi masyarakat Inggris, wali harus dari golongan tua. Namun demikian, wasiat Tuan Whitefield nampaknya bertentangan dengan paham terserbut. Dalam wasiat tersebut Tuan Whitefield meminta dua orang wali bagi anak perempuannya; yaitu Tuan Ramsden dan John Tanner. Kondisi ini mempersulit Ann dalam menentukan mana yang harus ia pilih, karena kedua wali tersebut saling berbeda pandangan. &lt;br /&gt; Perlawanan kaum marjinal terhadap pemerintahan digambarkan melalui tokoh bernama Mendoza. Mendoza adalah pemimpin kelompok marjinal yang berjuang memperolah keadilan. Kelompok tersebut dinamakan dengan Kelompok Sosial Demokrat. Mereka berjuang secara tidak resmi (underground) dengan melakukan perampokan terhadap orang-orang berada dan hasilnya dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan di lingkungan kelompoknya. Kelompok ini memiliki ikatan emosional (persaudaraan) yang sangat erat antara satu dengan yang lain. Penggambaran tokoh Mendoza merupakan sindiran atau kritikan terhadap pola kehidupan kapitalis, dimana ikatan emosional antara yang miskin dengan yang kaya nyaris tidak ada, bahkan ada kecenderungan hubungan antara kaya dan miskin sekedar hubungan antara majikan dengan bawahan. Bawahan selalu diposisikan sebagai orang yang diperas oleh atasannya.  &lt;br /&gt; Sikap atau sifat seperti di atas menarik perhatian John Tanner. Sebagai seorang aktivis kebebasan dan kesamaan derajat, Tanner tertarik dengan pergerakan yang dipimpin Mendoza. Tanner pun sering melakukan diskusi sekitar persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. &lt;br /&gt; Kontradiksi antara tokoh Mendoza dengan Tanner terlihat dari perbedaan media perjuangan mereka, meskipun keduanya sama-sama mengatasnamakan perjuangan untuk rakyat atas persamaan hak. Media perjuangan Mendoza melalui jalur yang tidak jelas, sehingga pergerakannya pun tidak efektif bahkan sering berseberangan dengan pemerintah. Berbeda halnya dengan John Tanner, ia memilih menggunakan media intelektual sebagai alat perjuangannya. Ia percaya bahwa pemikiran sangat besar pengaruhnya terhadap pembenukkan karakter di dalam membangun masyarakat. Di samping dengan pemikiran-pemikiran yang tertulis, Tanner juga terjun langsung di dalam kancah politik. Meskipun tidak secara detail drama menggambarkan hal itu, namun kiprah Tanner dalam memperjuangkan idealismenya melalui politik dapat terlihat dari pemikiran-pemikirannya. Kita dapat melihat hal itu dengan membaca gagasan-gagasan yang tertuang di dalam buku yang telah ditulisnya, Buku Pegangan bagi Sang Rervolusionis, (The Revolutinist’s Handbook and Pocket Companion). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Tipologi Hegemoni Man and Superman&lt;br /&gt;     2.3.1 Hegemoni Laki-Laki terhadap Perempuan&lt;br /&gt; Drama Man and Superman menggambarkan kaum perempuan yang posisinya tidak menguntungkan. Dalam berbagai hal, perempuan dianggap inferior dibandingkan laki-laki. Akibatnya, kaum perempuan selalu bergantung pada laki-laki, meskipun hanya sekedar memutuskan persoalannya sendiri. Segala sesuatu yang akan dilakukan oleh kaum perempuan harus mendapat persetujuan dari pihak laki-laki. Seorang istri harus mengkonsultasikan atau meminta izin ketika ingin keluar rumah kepada suaminya. Demikian juga seorang anak perempuan yang ayahnya meninggal, maka ia harus memiliki seorang wali laki-laki. Seorang ibu tidak bisa menggantikan kedudukan seorang ayah dalam hal-hal yang lebih besar, terutama dalam persoalan perkawinan. &lt;br /&gt; Sebenarnya bukan hanya pertentangan antara kedua wali yang ditunjuk almarhum ayahnya yang menyebabkan Ann bersusah hati. John Tanner yang dicintai Ann merasa keberatan menjadi wali bagi dirinya. Padahal Ann sendiri lebih memilih Tanner sebagai walinya. Hal itu beralasan karena Ann mengharapkan Tanner sebagai suaminya, bukan sekedar wali. &lt;br /&gt;Ann: (in low siren tones) “He ask me who would I have as my guardian before he made that will. I choose you!” (Shaw, 1903: 503)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANN: (dengan nada putri duyung yang memikat) ‘Sebelum menulis surat wasiat, Bapak bertanya kepadaku siapa yang kumaui sebagai wali. Aku memilih kamu!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pilihan Annie ternyata bertentangan dengan ibunya, Nyonya Whitefield. Nyonya Whitefield lebih memilih Ramsden dengan alasan lebih tua dan dianggap lebih tepat bagi keluarga mereka.  Nyoya Whitefield lebih dekat dengan Tuan Ramsden, selain sebagai orang yang lebih mapan, baik secara umur maupun kedudukan sosialnya, Ramsden adalah orang yang dianggap bijaksana. Oleh karena itu, setiap persoalan yang dihadapi keluarga Whitefield selalu meminta pertimbangan dari Ramsden. &lt;br /&gt; Sebagai seorang perempuan, Nyonya Whitefield merasa tidak mampu mengendalikan anaknya sendiri. Nyonya Whitefield selalu meminta bantuan saudara yang tertua (laki-laki) yang dianggap lebih bijaksana dan lebih mampu memberikan jalan keluar terhadap segala persoalan yang mereka hadapi. Walhasil, Nyonya Whitefield tidak memiliki otoritas terhadap masa depan anak-anaknya, bahkan juga terhadap dirinya sendiri. Ia sering melimpahkan tanggungjawabnya kepada Tuan Ramsden yang terpandang di masyarakat. &lt;br /&gt;Ann : (resuming in the same gentle voice, ignoring her mother’s bad taste) “Mamma knows that she is not strong enough to bear the whole responsibility for me and Rhoda without some help and advice. Rhoda must have a guardian; and thought I am older, I do not think any young unmarried woman should be left  quite to her own guidance. I hope you agree with me, Granny.” (Shaw, 1903: 348-349). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ann: (dengan suara tetap lirih seolah tidak mendengar kata-kata ibunya tadi) ‘Ibu tidak mampu menanggung seluruh beban tanggung jawab atas diri saya dan Rhoda tanpa pertolongan dan saran. Rhoda harus dibimbing seorang wali. Saya memang lebih tua, tapi saya pikir seorang wanita muda yang belum menikah tidak boleh dibiarkan begitu saja menentukan jalannya sendiri, betulkan Eyang?’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anggapan kaum perempuan tidak memiliki kemampuan dalam hal kehidupan, sebenarnya bukan semata-mata datang dari orang lain, tetapi terkadang kaum perempuan sendiri merasa tidak mampu. Seperti halnya yang terjadi pada Nyonya Whitefield, ia merasa tidak  bisa memegang amanah kehidupan yang dianggapnya sangat sakral. Wasiat suaminya adalah amanah yang harus ia limpahkan kepada orang yang dianggap mampu, karena wasiat suami adalah sesuatu yang sakral dan suci. &lt;br /&gt; Kesadaran akan ketidakmampuan menentukan kehidupan diri sendiri merupakan suatu pengakuan kekalahan kaum perempuan. Jika ia memandang lemah, maka dirinya pun tidak akan dapat berdiri sendiri atau mandiri. Hal ini terjadi pada diri Nyonya Whitefield, ia merasa tidak percaya diri akan kemampuanya menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi. &lt;br /&gt;Nyonya Whitefield: (hastily) “Now, Ann, I do beg you not to put it on me. I have no opinion on the subject; and if I had, it would  probably not be attended to. I am quite content with whatever you thee think best.” (Shaw, 1903: 348). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonya Whitefield: (cepat-cepat) ‘Ann, jangan suruh Ibu utuk membuat keputusan. Ibu benar-benar tidak punya pendapat apa pun dalam hal ini; seandainya Ibu punya pun tak akan ada yang peduli. Aku menyerahkannya pada kalian bertiga.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan tersebut menunjukan ketidakpercayaan Nyonya Whitefield terhadap dirinya sendiri. Ia merasa sebagai seorang perempuan yang tidak memiliki kekuasaan untuk memikul tanggung jawab, meskipun kepada anak-anaknya sendiri. Ungkapan pesimisnya ini disebabkan oleh pandangan masyarakat yang terlanjur memposisikan kaum perempuan dalam ranah yang sempit. Pandangan-pandangan tersebut menyebabkan kaum perempuan secara psikologis menjadi tersubordinasi sehingga tidak berani melakukan terobosan-terobosan dalam kehidupan.  &lt;br /&gt; Adanya asumsi yang merendahkan kaum perempuan dalam masyarakat Inggris menjadikan kaum perempuan tersubordinat, masyarakat memposisikan kaum perempuan sebagai orang kedua. Perempuan ditempatkan dalam posisi yang tidak strategis. Dalam hal pekerjaan, rumah tangga dan sosial politik, perempuan sangat tergantung pada laki-laki. Dalam ranah rumah tangga, perempuan memiliki tanggung jawab dalam mengasuh anak dan mengurus dapus. Di sisi lain tanggung jawab keluarga yang bersifat keluar menjadi tanggungan laki-laki, seperti mencari nafkah.  &lt;br /&gt; Stigma tersebut menjadikan kaum perempuan tidak berani melakukan sesuatu yang melanggar ketentuan. Jika perempuan melanggar ketentuan tersebut akan dianggap sebagai perempuan tidak bermoral. Jika ada perempuan yang bekerja di luar rumah, apa lagi sampai larut malam, maka secara sosial akan dikucilkan atau diperlakukan secara tidak manusiawi oleh masyarakat di sekelilingnya.  Stigma ini menjadikkan kaum perempuan takut membuat terobosan-terobosan dalam kehidupan mereka. &lt;br /&gt; Selain polemik mengenai perempuan dalam ranah keluarga, persoalan perempuan pun timbul dalam ranah agama. Pelemik pertemuan Don Juan dengan seorang wanita tua merupakan gambaran bagaimana stigma agama terhadap perempuan. Di dalam agama, perempuan digambarkan sebagai makhluk lemah, baik secara politik, ekonomi maupun sosial. Secara politis perempuan harus menggantungkan segala-galanya kepada laki-laki, sehingga keberadaannya hanya sebagai pelayan bagi kebutuhan laki-laki.  &lt;br /&gt; Di dalam drama tersebut, kaum perempuan menghadapi kondisi terjepit, mereka terpaksa melakukan tindakan yang menjerumuskan mereka ke dalam kenistaan. Kondisi yang dihadapi kaum perempuan merupakan jerat-jerat yang dibuat komunitas laki-laki. Aturan-aturan dan segala ketentuan dalam kehidupan, pada dasarnya dibuat oleh kaum laki-laki, sehingga kaum perempuan selalu menjadi kaum yang disalahkan atau dikalahkan. &lt;br /&gt; Ada anggapan bahwa yang kuatlah yang akan menjadi pemenang (Teori Darwin). Tanner berprinsip bahwa yang lemah akan menjadi sasaran bagi orang lain atau komunitas lain untuk diperalat. Kaum lemah (perempuan) akan selalu menjadi korban bagi kaum yang kuat; sebagaimana orang kaya akan memperalat orang miskin, laki-laki memperalat perempuan, orang dewasa memperalat anak-anak dan seterusnya.  &lt;br /&gt; Keyakinan akan pentingnya wawasan dan kekuatan kepribadian mendorong John Tanner terus memperjuangkan gagasan-gagasannya melalui buku Pegangan Bagi Revolusionis. Buku tersebut sangat berpengaruh bagi kesadaran pentingnya kemandirian dan kemerdekaan seseorang. Dengan kemerdekaan dan kemandirian, seseorang dapat mencapai segala sesuatu yang dicita-citakan dan akan menjadi makhluk merdeka. Hidup tanpa kekangan merupakan tujuan utama dari pemikiran John Tanner.  &lt;br /&gt; Pemikiran Tanner tersebut mempengaruhi perlaku Ann. Sebagai tokoh perempuan yang pada awal-awal babak digambarkan sebagai seorang yang penakut, ia berubah dan  berani mengemukakan pendapat, bahkan dalam babak ke tiga Ann berani beradu argumentasi terhadap perselisihan yang dihadapinya. &lt;br /&gt; Perdebatan antara Ann dengan ayahnya terjadi pada pertemuan mereka di neraka. Ann dilarang ayahnya pergi ke surga, kecuali dengan qualifikasi tertentu. Hal ini dianggap menyinggung dirinya sebagai seorang perempuan. Tuan Whitefield yang menganggap Ann tidak layak masuk sorga merupakan sindiran bahwa surga hanya untuk orang-orang berbudi pekerti baik, yaitu laki-laki. Sedangkan Ann di mata ayahnya merupakan anak perempuan yang belum dewasa dan tidak mampu menunjukan kebaikkan. Oleh karena itu, Ann dianggap tidak layak masuk surga (p. 137). &lt;br /&gt; Saran ayahnya tersebut ditolak oleh Ann, dengan alasan  bahwa semua orang berhak masuk surga, termasuk dirinya, meskipun ia seorang perempuan. &lt;br /&gt; Gambaran tersebut menunjukan perkembangan pemikiran Ann sebagai seorang anak perempuan yang sudah mendapat pengaruh pemikiran baru. Pergaulannya dengan Tanner dan Don Juan memberikan wawasan dan keberanian dalam menentukan kehidupannya sendiri. Ann mulai berani membela diri dan menetukan jalan hidupnya sendiri. Hal ini berbeda dengan saat ayahnya meninggal, ia merasa tidak mampu, dan akhirnya tidak berani mengambil keputusan. Posisi perempuan yang dianggap begitu lemah, telah berubah, Ann merombak tatanan budaya masyarakat yang sangat menyudutkan kaum perempuan. Annie menjadi perempuan mandiri, ia merdeka dari keterbelakangan tatanan sosial.  &lt;br /&gt; Dari kontek ini, Ann merupakan representasi dari wanita modern yang paham akan kesetaraan gender, laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama. Sepanjang perempuan memiliki kapasitas yang sama dengan laki-laki, maka tidak perlu ada pemisahan antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam kaitannya dengan hak-hak individu.&lt;br /&gt; Perubahan pemikiran  atau sikap Ann tersebut memerlukan proses yang cukup lama. Hasil pergaulannya dengan masyarakat dan pengalaman hidupnya berpengaruh terhadap pola pikir Ann. Selain itu, ia pun sadar bahwa setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama tanpa memandang jenis kelamin dan perbedaan lainnya.&lt;br /&gt; Pemutarbalikan sifat perempuan juga digambarkan melalui tokoh Ann dalam hal hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dalam babak akhir dari drama ini, Ann dengan terang-terangan meminta John Tanner menikahinya. Ketika Tanner menolak Ann untuk menikah denganya, Ann memaksa atau mendesak Tanner dengan berbagai cara. &lt;br /&gt;TANNER: “But why me-me of all men? Marriage is to me apostasy, profanation of the sanctuary of my soul, violation of my manhood, sale of my birthright, shameful surrender, ignominious capitulation, acceptance of defeat. I shall decay like a thing that wiith a future to a man with a past... “(Shaw, 1903: 501).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘Tapi, mengapa harus denganku? Apa tidak ada laki-laki? Perkawinan bagiku adalah sebuah penghujatan terhadap kesucian jiwaku, penjualan kebebasan usia, kekalahan yang memalukan. Aku akan membusuk seperti sepah yang sudah habis manisnya... ‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘Tanner tidak akan kawin denganmu, aku tidak akan kawin dengan mu.’ (Shaw, 1903: 237).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan Tanner tersebut merupakan bukti penolakannya terhadap usulan Ann untuk menikah dengannya. Meskipun demikian, Ann merayunya dan akhirnya Tanner pun jatuh kepangkuan Ann. &lt;br /&gt;TANNER: “(seizing her in his arms) It is false: I love you. The Life Force  enchants me: I have the whole world in my arms when I clasp you. But I am fighting for my freedom, for my honor, for my self, one and indivisible.” (Shaw, 1903: 504).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ann: “(coaxing-emploringalmost exhousted) Yes. Before it is too late for pentace. Yes. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘(merengkuh Ann) Salah, aku mencintaimu. Sang daya Hidup telah memesonaku. Seluruh dunia jadi milikiku ketika kamu berada dalam pelukanku. Tapi, aku sedang berjuang untuk mempertahankan kebebasanku, kehormatanku untuk diriku sendiri yang utuh dan tak terbagi.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANN: ‘(Membujuk-memohon-kehabisan tenaga) Ya...sebelum semuanya terlambat. Ya.’ (Shaw, 1903: 237). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.3.2 Hegemoni Penguasa terhadap Orang Kecil &lt;br /&gt; Gambaran mengenai hegemoni antara penguasa dengan orang kecil dapat dilihat dari hubungan pemerintah dengan rakyat, orang tua dengan anak, atau hubungan antara majikan dengan para buruh. Dalam konteks ini, penguasa umumnya memperlakukan bawahannya sekehendak mereka. Sepanjang bawahan atau buruh menguntungkan, mereka akan tetap dijamin hak-hak terbatasnya. Sebaliknya jika bawahan atau kaum buruh tidak tidak memenuhi keinginan penguasa, maka dengan mudah para majikan akan meggantikan mereka dengan buruh lain. &lt;br /&gt; Selain perlakuan tidak manusiawi, hubungan antara majikan dengan bawahan tidak bisa seharmonis sebagaimana hubungan dengan sesamanya. Ada pembatasan-pembatasan yang menyebabkan bawahan tidak dapat menerima atau mengakses fasilitas atau media yang dinikmati oleh para majikan. &lt;br /&gt;“...He speak slowly and with a touch of sarcasm; and as he does not at all affect the gentleman in his speech, it may be  inferred that his smart appearance is a mark of respect to himself and his  own class, not to that which employs him... “(Shaw, 1903: 378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Bicaranya lambat dengan nada sarkastik, sama sekali tidak ketularan nada bicara jentelmen. Ini menunjukan bahwa penampilannya yang rapi adalah tanda bahwa dia bangga akan dirinya dan kelasnya sendiri dan bukan akan majikannya. ‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gambaran di atas menunjukan bahwa kelas atau status seseorang dapat dilihat dari penampilan. Konsep ini merupakan konsep kapitalis, nilai seseorang ditentukan dari apa yang mereka miliki atau mereka pakai. Pakaian mampu menggambarkan kelas seseorang dan sekaligus menunjukan kepribadiannya. Oleh karena itu orang berlomba-lomba memperbaiki penampilan dengan harapan mendapat pengakuan dari masyarakat di sekelilingnya. &lt;br /&gt; Selain pakaian, mobil dapat menjadi simbul status sosial. Mobil atau kendaraan merupakan cerminan kelas sosial Inggris pada zaman industrialisasi. Pada zaman itu, orang yang menggunakan kendaraan roda empat merupakan orang-orang mapan atau jetset, tidak semua orang dapat memiliki kendaraan roda empat. Persaingan merek (mahal) dan kecepatan mobil menjadi fenomena menarik, semakin cepat seseorang mengendarai mobil, maka akan mendongkrak nilai prestise mereka. &lt;br /&gt;TANNER: “I may as well walk to the house and stretch my legs and calm my nerves a little. (looking at his watch) I suppose you know that we have come from Hyde Park Corner to Richmond in twenty-one minutes”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘Saya juga berjalan ke rumah itu dan merenggangkan kaki saya secara pelan dan saya merasakan sedikit gerogi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE CHAUFFEUR : “I’d have done it under fifteen if I’d had a clear road al the way”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE CHAUFFEUR : ‘Saya sudah akan pernah melakukan hal itu saat umur dibawah lima belas tahun ketika semua jalan sepi’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: “Why do you do it? Is it for love of sport or for the fun of terrifying your unfoortunate employer? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘Kenapa kamu mengerjakannya? Apakan sekedar kecintaan akan olah raga, untuk kesenangan bagi majikanmua yang ketakutan?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE CHAUFFEUR: “What are your affraid of?”&lt;br /&gt;THE CHAUFFEUR: ‘Apa yang kamu takutkan?’&lt;br /&gt;TANNER: “The police, and breaking my neck.” (Shaw, 1903: 379)&lt;br /&gt;TANNER: ‘Polisi, dan patahnya leherku’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seorang sopir akan memiliki kebanggaan jika mampu mengendarai kendaraan lebih cepat dari yang lain. Hal ini sebagai upaya mendapat simpati atau perhatian dari majikannya. Mereka (para sopir) akan  merasa bangga jika dapat menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tanpa memperhitungkan keselematan diri sendiri. &lt;br /&gt; Penghargaan majikan kepada bawahan merupakan bentuk memanusiakan bawahan. Hal ini memberikan motivasi kepada bawahan sehingga mereka merasa berharga sebagai manusia dan profesi yang dimiliki. Seseorang akan merasa bangga dengan kedudukannya karena mendapat pengakuan (sesuai dengan profesi masing-masing). Orang tidak malu atau rendah diri karena posisi yang tidak menguntungkan atau tidak setrategis. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh George Bernard Shaw dalam drama ini, yaitu makna kehidupan yang harus dipahami oleh masyarakat. Jadi, setiap orang sebaiknya dapat menempatkan diri dalam posisi sesuai dengan profesinya dan bangga dengan kedudukan apapun. Dengan demikian, kesejahteraan dan kedamaian akan terwujud, dengan syarat setiap orang mengakui dan menghormati profesi seseorang dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Dengan kesadaran terhadap posisi setiap orang dalam masyarakat, maka akan terwujud optimisme dalam menjalani kehidupan. Optimisme merupakan kondisi potensial dalam membangun sebuah komunitas suatu masyarakat. Masyarakat terdiri dari individu-individu dan individu yang berpikir positif akan sangat mempengaruhi masa depan mereka. Situasi ini mampu menjadikan seseorang merdeka. Sehingga akan memberikan peluang untuk mencapai cita-cita dan harapan kehidupan yang lebih baik. &lt;br /&gt; Menurut GBS, pemikiran yang merdeka merupakan kebutuhan setiap orang. Dengan kemerdekaan dan kebebasan, seseorang dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik. Menjadi manusia yang merdeka adalah menjadi manusia yang otonom. Oleh karena itu, setiap individu hendaknya berpikiran merdeka, tidak perlu takut dengan orang lain atau kelompok lain.&lt;br /&gt;TANNER: “Do! Break your chains. Go your way according to your own conscience and not according to your mothers. Get your mind clean and vigorous; and learn to enjoy a fast ride in a motor car instead of seeing nothing in it but an excuse for a detestable intrigue……” (P. 33,l. 148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘Lakukan! Putuskan belenggu itu. Pergilah berdasar kemauan mu sendiri dan jangan tergantung pada kemauan ibumu. Bersihkan pikiranmu dan bertekunlah, belajarlah menikmati dan nikmatilah laju kendaraanmu daripada memikirkan intrik-intrik yang keji itu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketakutan dan ketergantungan merupakan dua kondisi yang sangat merugikan bagi kemajuan seseorang. Setiap orang sebaiknya melepaskan diri dari kekangan-kekangan, bukan hanya kekangan yang ada dalam suatu negara, tetapi juga kekangan dari keluarga sendiri. Makna kebebasan sangat berarti bagi kemajuan seorang individu. &lt;br /&gt; Hubungan antara majikan  (borjuis) dengan bawahan (buruh/proletar) merupakan hubungan ekonomis. Sang majikan melakukan kontak dengan para buruh sepanjang memiliki keperluan produksi. Dengan demikian keterkaitan atau keterikatan para buruh disebabkan oleh kepentingan ekonomi. Kondisi ini menjadikan para buruh mudah dikendalikan oleh para penguasa. Hal ini terjadi karena secara ekonomi buruh tergantung kepada majikan mereka. Dengan demikian, secara politik buruh tidak memiliki kekuatan apa-apa. &lt;br /&gt; Dalam drama Man and superman, John Tanner memutarbalikan fakta tersebut. Hubungan antara majikan dan buruh digambarkan memiliki kedudukan setara, majikan tidak membatasi hak-hak buruh sebagai manusia, buruh diperlakukan secara manusiawi. Hal ini terlihat pada sikap kooperatif dan hubungan harmonis antara John Tanner dengan sopirnya, yaitu Straker. Dalam hal ini berkedudukan sopir tidak direndahkan tetapi terhormat sebagaimana manusia pada umumnya. &lt;br /&gt;TANNER: (Introducing) “My friend and chaufeur.”&lt;br /&gt; TANNER: (Memperkenalkan) ‘Temanku dan Mekanikku.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE SULKY SOCIAL-DEMOCRAT: (Suspiciously) “Well, which is he? Friend or show-foor? It makes all the difference, you know” (Shaw, 1903: 409).&lt;br /&gt;THE SULKY SOCIAL-DEMOCRAT: (Dengan curiga) ‘Baik, yang manakah yang benar? Teman atau sopir? Semua itu berbeda, bukan?’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MENDOZA: “What I say is, let us treat one another as gentlemen, and strive to excel in personal courage only when we take the field.” (Shaw, 1903: 408)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDOZA: ‘Maksudku merilah kita memperlakukan satu sama lain sebagai jentelmen, dan berusberusaha untuk mengungguli hanya dalam keberanian masing-masing hanya kalau kita terjun ke medan laga.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berbeda dengan hubungan antara Tuan Ramsden dengan orang di sekelilingnya, Tuan Ramsden memperlakukan para pembantunya sebagai orang yang tidak berharga, pembantu tidak berhak menempati atau memasuki tempat-tempat tertentu yang bagi kaum majikan dianggap akan merendahkan mereka. Ramsden memisahkan pembantu yang satu dengan yang lain disesuaikan dengan kedudukan dan tanggung jawab mereka. &lt;br /&gt; Hal yang dilakukan Tanner terhadap Straker merupakan perlawanan ideologis kaum muda terhadap kaum tua. Majikan umumnya tidak menghargai pekerjanya. Apa yang dilakukan Johan Tanner dalam hal ini merupakan perlawanan ideologis politis terhadap paham kapitalis yang tidak memanusiawikan kaum bawah.  &lt;br /&gt;“Further, the imaginative man, if his life is to be tolerable to him, must have leisure to tell hiself stories, and a position which lends itself to imaginative decoration. The ranks of unskied labor offer no such positions. We misuse our laborers horribly; and when a man refuses to be misused, we have no right to say that he is refusing honest work.” (Shaw, 1903: 403).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Lebih jauh jika seseorang yang bermental imajinatif ingin menjalani hidup yang wajar, dia harus diberi kesempatan untuk menullis cerita-cerita dan diberi posisi yang  memungkinkannya membuat cerita-cerita itu. Posisi sebagai tenaga kerja tidak-ahli tidak memungkinkan itu. Kita menyalahgunakan tenaga kerja kita; dan jika seseorang menolak disalahgunakan, kita tidak punya hak untuk berkata bahwa dia bersalah telah menolak bekerja secara halal. Marilah kita saling terbuka sebelum sandiwara ini dilanjutkan.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perlawanan masyarakat sipil terhadap penguasa digambarkan melalui pertemuan Tanner dengan Mendoza.  Pertemuan tersebut merupakan gambaran riil terhadap maksud penulis menggambarkan perbedaan pandangan dari kedua golongan ini (Babak III). Ditambah lagi dengan hadirnya para anarkis, yang dalam pandangan para penguasa dianggap sebagai musuh bersama. Namun demikian anarkhisme dalam drama ini justru digambarkan sebagai sesuatu yang bertolak belakang. John Tanner mendukung kaum anarkis karena mereka lebih terhormat dibandingkan dengan para penguasa yang memeras rakyat lemah. Kaum anarkis dianggap wajar, meskipun mereka melakukan kejahatan tetapi bertujuan untuk membebaskan diri dari kekangan dan dominasi penguasa, bahkan apa yang mereka lakukan pada umumnya digunakan untuk kepentingan bersama. &lt;br /&gt;MENDOZA: “Respectfully, (Much struck by this admission) you are a remarkable man, sir. Our guests usually describe themselves as miserably poor.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDOZA: ‘Dengan penuh hormat, (Merasa terseinggung dengan persoalan ini) kamu orang terhormat, Tuan. Tamu kita biasanya menganggap mereka sendiri sebagai orang miskin.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: “Pooh! Miserably poor people don’t own motor cars. “(Shaw, 1903: 411)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘Puh! Orang yang miskin tidak mungkin memiliki mobil.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernyataan di atas sebenarnya merupakan sindiran terhadap orang-orang mapan yang tidak suka membantu mereka yang lemah. Ironisnya, orang-orang kaya sering mengaku sebagai orang miskin dalam berbagai kesempatan. Kondisi ini yang ingin dikritisi pengarang.&lt;br /&gt; Pertemuan Mendoza dan Tanner menggambarkan berbagai persoalan, terutama berkaitan dengan kekuasaan dan persoalan ekonomi. Persoalan utamanya adalah ketidakadilan para penguasa yang melahirkan anarkisme. Anarkisme tidak akan pernah terjadi selama ada keadilan. Ketimpangan dan diskriminasi yang dilakukan para penguasa mengakibatkan sebagian golongan yang merasa terdiskriminasi membentuk sebuah kelompok untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Ungkapan mengenai tindakan perampokan yang dilakukan oleh kelompok Mendoza terhadap orang-orang kaya merupakan sindiran.&lt;br /&gt;MENDOZA: (with dignity) “Allow me to introduce myself. Mendoza, President of the League of the Sierra! (Posing loftily) I am a brigand: I live by robbing the rich. “(Shaw, 1903: 409) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDOZA: (Dengan anggun) ‘Kalau boleh saya memperkenalkan diri: mendoza, Presiden dari Liga Sierra! (dengan gagah) Saya adalah seorang badit. Saya hidup dari merampok orang kaya.‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan Mendoza dibalas dengan mengatakan bahwa Tanner menghidupi dirinya dengan merampok orang-orang miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: (Promtly) “I am a gentleman: I live by robbing the poor. Shake hands.” (Shaw, 1903: 409) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: ‘Saya seorang jentelmen. Saya hidup dari merampok orang miskin. Mari kita berjabat tangan. ‘(Shaw, 1903:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan kedua tokoh yang bertolak belakang ini merupakan lelucon sekaligus sindiran bahwa semua lapisan masyarakat melakukan kejahatan, dari orang yang berkedudukan rendah sampai mereka yang berkedudukan paling tinggi. Masing-masing golongan berebut pengaruh, ingin saling mendominasi kelompok lain.   &lt;br /&gt; Mendoza adalah pimpinan eksekutif sebuah kelompok penjahat yang sedang berjuang mendapatkan pengakuan dari masyarakatnya. Kelompok ini disebut dengan kelompok yang tersingkirkan karena tidak memiliki profesi terhormat sebagaimana halnya para bangsawan dan penguasa terdidik lainya. Walhasil, mereka melakukan berbagai kejahatan dengan merampok orang-orang kaya.  Kelompok ini menamakan diri mereka sebagai kelompok sosialis. Kehidupan komunitas ini memiliki solidaritas tinggi dengan sesamanya. Saling menghormati, saling membantu, dan saling berbagi adalah ciri dari masyarakat sosialis. Kehidupan masyarakat sosialis tidak semata-mata memikirkan diri sendiri, mereka berjuang untuk kepentingan bersama. Mendoza menganggap tindakannya merampas orang-orang kaya bukan suatu kejahatan, melainkan suatu usaha untuk meratakan kekayaan kepada masyarakat luas. Mendoza menganggap bahwa tidak sepantasnya kekayaan hanya dinikmati oleh segelintir orang. &lt;br /&gt; Kelompok yang dipimpin oleh Mendoza menamakan diri sebagai kelompok beraliran sosialis demokrat. Mereka memiliki paham pemerataan ekonomi bagi seluruh rakyat. Hal ini merupakan sindiran bagi paham kapitalis yang mendominasi masyarakat Inggris pada saat itu. Pertemuan antara Mendoza dengan John Tanner merupakan cerminan idealisme yang harus dibangun, seorang sosialis harus mampu menggabungkan konsep-konsepnya kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu. Perbedaan kelas, keturunan, apalagi tingkat kekayaan hendaknya tidak dijadikan persoalan dalam pembangunan masyarakat. &lt;br /&gt; John Tanner menyindir dengan mengatakan bahwa dirinya merampok orang-orang miskin, sedangkan Mendoza merampok orang-orang kaya. Sindiran ini merupakan indikasi adanya kejahatan di berbagai lini dalam masyarakat Inggris. Ini adalah sindiran kepada para penguasa yang tidak menggunakan wewenangnya demi kesejahteraaan rakyat, tetapi justru para penguasa menggunakan kekuasaannya untuk kepentingannya sendiri, keluarga dan golongannya. Inilah  refleksi sesungguhnya dari para politisi yang ada di dalam masyarakat Inggris saat itu. Era berubahan masyarakat feodal ke era kapitalis mengubah  pola pikir yang jauh berbeda. &lt;br /&gt; Perubahan kondisi sosial politik dengan serta merta mengubah sosio-ekonomi dan sosio-budaya masyarakat Inggris. Oleh karena itu, pola tata sosial masyarakat pun berubah. Strata masyarakat semakin kompleks disebabkan  lahirnya kelas sosial baru. Dengan perubahan sistem feodalisme ke sistem kapitalistik, maka orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki kedudukan justru dapat menjadi pengendali sosial. Hal ini terjadi karena adanya kemajuan dalam bidang ekonomi yang diraih kelompok kelas menengah yang terdiri dari para tenaga ahli, pegawai negeri, dan pedagang. &lt;br /&gt; Pada zaman feudal, orang yang memiliki kedudukan terhormat ditentukan oleh keturunan bangsawan. Pada era kapitalisme, kedudukan seseorang ditentukan oleh kekayaan. Kondisi ini membuat hubungan antarindividu sangat dibatasi oleh golongan-golongan tertentu. Orang miskin tidak dapat melakukan komunikasi (hubungan personal) secara bebas dengan orang kaya. Seorang bangsawan juga tidak akan mungkin merasa dekat dengan orang miskin. Sebaliknya, antara bangsawan dan orang kaya dapat melakukan komunikasi dengan baik. Hubungan orang kaya bangsawan dengan orang miskin umumnya hanya sebatas hubungan hubungan bawahan atasan (majikan buruh), tidak ada nilai sosial yang dapat  menyetarakan mereka. Dalam drama Man and Superman gerakan perjuangan kesetaraan ini tergambar dalam diri Mendoza yang mencintai Louisiana. &lt;br /&gt; Gambaran hubungan Mendoza yang mencintai Lousiana tidak akan pernah terwujud. Karena Louisiana merupakan keturunan orang miskin, sedangkan Mendoza berasal dari kelompok orang kaya. Meskipun demikian, karena Mendoza seorang sosialis yang melakukan kontak dengan orang-orang yang termarjinalkan, maka ia bertekad menikahi Louisiana. Ini adalah pendobrakan adat atau tatanan yang telah mapan. Mendoza tidak memikirkan garis keturunan Louisiana dan mendesaknya untuk menikahinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.3.3. Hegemoni Kaum Tua terhadap Kaum Muda&lt;br /&gt; Selain sebagai orang kaya, Ramsden adalah orang yang dituakan, oleh karena itu ia sangat berpengaruh di dalam masyarakat. Kata-kata dan perintah Tuan Ramsden didengar dan diikuti oleh masyarakat. Kedudukan yang istimewa tersebut menjadikannya sangat dihormati. Ia bahkan berkedudukan seperti raja yang disegani, dihormati dan kata-katanya bagaikan petuah. Ia bahkan sering menjadi juru “selamat”, banyak orang berkonsultasi kepadanya ketika menghadapi persoalan hidup. Ia dimintai pertimbangan atas berbagai persoalan kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt; Gambaran mengenai kedudukan Ramsden mengindikasikan bahwa kewibawaan dan kehormatan seseorang sangat ditentukan oleh keturunan, kekayaan, dan umur. Seseorang yang secara ekonomi mapan akan menjadi panutan dalam masyarakat. Kondisi itu menyebabkan manusia berlomba-lomba dalam mendapatkan kekayaan. Orang percaya dengan kekayaan ia akan dihormati, demikian juga dengan orang-orang yang memiliki kelebihan pengetahuan, ketrampilan, dan wawasan (pengalaman) tertentu. &lt;br /&gt; Gambaran keluarga Ramsden merupakan keluarga yang menganut sistem feodal. Di dalam masyarakat feodal tata krama merupakan aspek penting, bahkan sakral.  Keluarga feodal memberlakukan ketentuan-ketentuan yang sangat ketat dan tak seorang pun berani melanggarnya. Tidak sembarang orang bisa masuk ke wilayah atau tempat raja/majikan. Sikap dan perilaku keluarga feodal selama di dalam rumah diatur sedemikian rupa,  anak-anak, suadara dan siapapun yang datang ke rumah Ramsden harus mengikuti protokoler keluarga tersebut. &lt;br /&gt; Saat Octavius berkunjung ke rumah Ramsden, Octavius tidak serta merta dapat memasuki rumah Ramsden, meskipun ia masih saudara dengan Ramsden, ia tetap harus mengikuti protokoler di dalam keluarga tersebut. Hal tersabut tergambar ketika pembantu rumah tangga meminta terlebih dahulu persetujuan dari tuan rumah, apakah Octavius dipersilahkan menemui Ramsden atau tidak. Setelah mendapat persetujuan, Octavius baru masuk rumah menemui Ramsden.&lt;br /&gt; Gambaran ini menunjukan bahwa di dalam keluarga yang terkecil pun para bangsawan memiliki “protokuler” di dalam menerima tamu. Peraturan ketat tersebut menunjukan bahwa tidak semua orang dapat menemui Ramsden. Tata cara ini mengindikasikan adanya sekat atau pembatas antarindividu dalam pergaulan orang-orang kaya.&lt;br /&gt; Situasi tersebut jauh berbeda dengan tatakrama masyarakat biasa (egaliter). Paham akan kesetaraan dan kesamaan hak dalam masyarakat biasa sangat dominan, tidak ada sekat-sekat hubungan dalam kehidupan. Oleh karena itu tatakrama yang diberlakukan Tuan Ramsden diputarbalikkan oleh tokoh John Tanner. Jika Tuan Ramsden memperlakukan orang lain penuh dengan peraturan, Tanner justru memberi kebebasan kepada siapapun, termasuk pesuruhnya (Straker). Tanner berusaha mengubah ketentuan masyarakat feodalis yang dibudayakan Ramsden. Hal ini dapat dilihat dari sikap Tanner saat memasuki rumah Ramsden tanpa sepengetahuan Ramsden.  Ia masuk ke dalam rumah tersebut bersama Nyonya Whitefield. &lt;br /&gt; John Tanner adalah tokoh protagonis, merupakan lawan Tuan Ramsden. Ia pembela tokoh perempuan yang merupakan salah satu korban kebijakan ideologis kaum laki-laki. Di samping itu, Tanner adalah seorang wali yang masih muda. Ia diangkat sebagai wali sebagaimana wasiat Tuan Whitefield (ayah Annn), karena keilmuannya, seorang yang berpendidikan, berwawasan luas dan penuh dengan gagasan-gagasan kesetaraan serta kebebasan. John Tanner merupakan individu yang ideal bagi kehidupan modern. Ia diharapkan dapat membimbing dan mengarahkan keluarga Whitefield dalam menghadapi persoalan-persoalan manusia modern. &lt;br /&gt; Pada babak ke-2 digambarkan perlawanan kaum muda terhadap kaum tua. Bentuk perlawanan John Tanner adalah dengan memutarbalikan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. Perlawanan kaum muda atas sikap hidup juga dilakukan dengan suatu pertentangan atas perlakuan seseorang. Jika kaum tua memperlakukan bawahan sebagai pelayan yang tidak berharga, bawahan harus tunduk dan tidak mendapat hak-hak sebagaimana orang bebas. Bawahan harus bersikap tunduk dan patuh tampa ada komunikasi dua arah, seperti seorang pembantu yang tidak boleh mengemukakan pendapat atau memberi saran kepada majikannya. &lt;br /&gt;  Berbeda halnya dengan John Tanner, ia memperlakukan sopirnya, Straker, seperti temannya sendiri. John Tanner tidak membatasi hak-hak sopirnya tersebut. Apalagi melarangnya untuk melakukan sesuatu yang baik bagi dirinya. Tanner justru sering meminta saran tentang sesuatu hal yang ia anggap Straker lebih tahu. Tanner memberi kebebasan kepada Straker dalam melakukan tindakan yang baik bagi dirinya, seperti memodifikasi mobil dan mengendarainya sebagaimana miliknya sendiri. John Tanner memberi hak kepada Straker untuk berkembang. Saat membeli koran pun ia memberi kesempatan memilih koran yang disukai. &lt;br /&gt;STRAKER: “Would you believe it, Mr. Robinson, when we are out motoring we take in two papers, the Times for him, the Leader or the Echo for me. And do you think I ever see my paper? Not much. He grabs the Leader and leaves me the stodge myself with his Times.” (Shaw, 1903: 385)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRAKER: ‘Tahu tidak, tuan Robinson, kalau sedang bepergian dengan mobil, koran yang dibeli ada dua; Times untuk Tuan Tanner, Leader atau Echo untukksaya. Tapi, koran itu tidak pernah lama ditangan saya karena diambil tuan tanner sementara saya gantian membaca Times.’ ( Shaw, 1903:385).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gambaran tersebut bertentangan dengan cara-cara atau model hubungan kaum tua terhadap pesuruhnya. Tanner dalam hal ini memberikan fasilitas kepada Straker yang tidak berdeda dengan dirinya, ia memberi kesempatan kepada Straker untuk membaca koran bahkan keduanya saling bertukar pikiran terhadap segala sesuatu yang mungkin Straker lebih tahu. &lt;br /&gt; Perlakukan Tanner terhadap Straker yang sangat manuasiawi itu merupakan idealisme yang ingin dibangun kaum sosialis atas persamaan hak manusia. Seseorang yang hanya sebagai pembantu, buruh atau bawahan tetap diberi kebebasan. Dengan perlakukan seperti itu, semua orang akan merasa nyaman dan bahkan bangga dengan profesi yang dimiliki, meskipun dia hanya seorang sopir. &lt;br /&gt;“...he does not at all effect the gentleman in his speech, it may be inferred that his smart appearance is a mark of respect to himself and his own class, not to that which employs  him” (Shaw, 1903: 378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘... ini menunjukan bahwa penampilanya yang rapi adalah tanda bahwa dia bangga akan dirinya dan kelasnya sendiri dan bukan akan majikannya. ‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hubungan harmonis antara majikan dengan bawahan menimbulkan komunkikasi dua arah yang saling membangun. Tidak akan ada rasa takut, bahkan Straker sering memberikan saran kepada Tanner. Jika kondisi ini bisa terwujud, maka tidak akan ada ketegangan antara kelas majikan dan buruhnya. Mereka akan mencintai dan bekerja sepenuh hati. &lt;br /&gt;TANNER: (Working himself up into a sociological rage) “Is that any reason why you are not to call your soul your own? Oh, I protest against this vile abjection of youth to age! Look at fashionable society as you know it. ... “&lt;br /&gt;.... I tell you, the first duty of manhood and womanhood is a Declaration of Indepnedence: the man who pleads his father’s authority is no man: the woman who pleads her mother’s authority is unfit to bear citizents to a free people....” (Shaw, 1903: 390).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANNER: (Mengumbar amarah sosiologinya) ‘Apakah itu bisa dijadikan alasan untuk tidak mandiri dalam bersikap? Aku memprotes perbudakan yang dilakukan oleh orang tua terhadap orang muda! Lihat lingkungan pergaulan lkelas atasmu itu.’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pernyataan tersebut merupakan ungkapan lugas akan ketidaksetujuan Tanner dengan Tuan Ramsden. Baginya, kebebasan dan kemandirian merupakan modal kehidupan yang paling penting bagi manusia. Kemandirian merupakan modal dalam menjalani hidup manusia. Orang yang masih bergantung pada orang lain ibarat hidup dalam penjara. &lt;br /&gt; Tokoh Ramsden dalam drama Man and Superman merupakan representasi dari kaum burjois. Ia hidup dengan bergelimang harta. Karena hartanya itulah ia memiliki kedudukan terhormat dan berkuasa atas orang-orang yang ada di sekelilingnya. &lt;br /&gt;“Roubck Ramsden is in his study opening the morning letters. The study, handsomely and solidly furnished, proclaims the man of means. Not a speck of dusts visible: it is clear that there are at least two housemaids and a parlormaid downstairs, and a housekeeper upstairs who does not let them spare elbow-grease. Even the top of Roubuck’s head is polished.” (Shaw, 1903: 333)&lt;br /&gt;‘Roubck Ramsden sedang berada di ruang kerjanya, membukai surat-surat yang datang pagi itu. Perabotan yang mewah menunjukan bahwa pemiliknya adalah orang berada. Tidak setitik debu pun terlihat; setidaknya pasti ada dua orang pembantu dan seorang pelayan kamar dan kepala pelayan yang tidak akan membiarkan anak buahnya bermalas-malasan; bahkan kepala Ramsden pun licin mengkilat seperti di gosok.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Deskripsi di atas merupakan gambaran orang-orang mapan masyarakat Inggris pada zaman itu. Kekayaan dan kedudukan seseorang dapat dilihat dari perabot rumah tangga dan para pelayan yang ada di rumah. Rumah dan pelayan merupakan simbol kehormatan seseorang. Ramsden adalah orang terdidik yang setiap saat bisa menikmati berbagai kemudahan-kemudahan. &lt;br /&gt; Orang-orang  kaya di dalam masyarakat Inggris memiliki kebiasaan yang berbeda dengan masyarakat biasa, sebagaimana yang digambarkan dalam diri Ramsden  yang selalu membaca koran. Kegiatan membaca koran hanya dilakukan orang-orang terdidik dan secara ekonomi mapan. Orang-orang miskin tidak memiliki waktu untuk membaca karena waktunya habis untuk mencari nafkah. &lt;br /&gt; Gambaran Ramsden yang cukup sempurna ini menjadikannya memiliki pengaruh kuat terhadap orang lain, mampu menguasai golongan lain dengan mudah. Hal ini disebabkan oleh kesadaran kapitalis yang terjadi di dalam masyarakat Inggris pada masa itu. Kesempurnaan dan kehormatan hidup seseorang ditentukan oleh harta yang dimiliki, semakin kaya seseorang, maka ia akan menjadi panutan bagi orang-orang di sekelilingnya. Dengan kekayaannya, seseorang dapat mengendalikan sekelompok orang, meskipun tanpa memberikan uang. Orang-orang akan merasa segan, hormat dan mematuhi apa yang menjadi kehendak orang kaya. &lt;br /&gt;“He is more than a highly respectable man: he is marked out as a president of highly respectable man, a chairman among directors, an alderman among councilors, a mayor among alderman.” (Shaw, 1903:  333).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ia adalah ketua dari kumpulan orang-orang terhormat, presiden direktur dari pada direktu, penasehat utama dari para penasehat dan ketua dari para penasehat utama.’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam masyarakat Inggris, penampilan menjadi sesuatu yang penting. Lewat penampilan, seseorang dapat diketahui kelas atau status sosialnya. Di dalam kehidupan sehari-hari, penampilan dijadikan ukuran bagi harga diri seseorang, hal ini merupakan salah satu ciri masyarakat kapitallis. Orang berlomba-lomba menunjukan status sosial mereka dengan barang-barang yang dimiliki. &lt;br /&gt; Padahal, yang sesungguhnya bukanlah demikian. Penampilan hanyalah sebuah ilusi, yang berarti penampilan tidak bisa menjadi tolak ukur atau kedudukan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don Juan: “You see, Senora, the look was only an illusion. Your wrinkles laid, just as the plump smooth skin of many a stupid girl of 17, with heavy spirits and decrepit ideas, lies about her age. Well, here we have no bodies: we see each other as bodies only because we learn to think about one another under that aspect when we were alive; and we still think in that way; knowing no other. But we can appear to one another at what age we choose. You have but to will any of your old looks backs, and back they will come.” (Shaw, 1903: 424)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don Juan: ‘Maka Anda sekarang bisa mengerti, Senora, kalau saya katakan bahwa penambilan hanyalah ilusi. Keriput anda tidak mengatakan yang sebenarnya tentang jiwa Anda, seperti juga wajah halus seorang gadis muda menutupi jiwanya yang berat seperti orang tua dan ide-idenya yang sudah kuno. Di Neraka kita tidak memiliki jasad. Kita melihat satu sama lain sebagai jasad. Kita melihat satu sama lain sebagai jasad karena itulah yang bisa kita lakukan pada waktu kita masih hidup dan kebiasaan itu masih terbawa ke sini. Kita bisa tampil dalam umur berapa pun yang kita mau. Anda tinggal menginginkannya saja, dan penampilan Anda yang dulu  akan kembali.’ (Shaw, 1903: 424)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sikap ingin menguasai juga dapat dicermati dari umur seseorang. Semakin tua seseorang, maka ia akan mendapat posisi yang lebih tinggi dibanding dengan orang yang lebih muda. Orang yang lebih tua dianggap berpengalaman, kata-kata dan tindakannya sering dijadikan rujukan bagi kaum muda. Ini merupakan gambaran konsep Hegemoni atau kepemimpinan kaum tua yang terjadi di dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Ramsden tidak menghargai John Tanner sebagai partner dalam membimbing Ann. Hal ini merupakan bukti ketidakharmonisan hubungan antara kaum tua dengan kaum muda. Pemikiran Tanner dianggap belum mapan dan sangat berbahaya bagi masa depan Ann, bahkan Ramsden melarang Ann untuk membaca buku karya John Tanner. &lt;br /&gt;RAMSDEN: “I’ll tell you, Octavious. (He takes from the table a book bound in red cloth). I have in my hand a copy of the most infamous, the most scandalous, the most mischievous, the most blackguardly book that ever escaped burning at the hands of the common hangman. I have not read it:  I would not soil my mind with such filthe; but I have read what the papers say of it. The title is quite enough for me. (He reads it). The Revolutionist’s Handbook and Pocket Companion. By John Tanner, M.I.R.C., Member of the Idle Rich Class.” (Shaw, 1903: 337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAMSDEN: ‘Lihat ini, Octavius. (Ramsden mengambil sebuah buku berwarna mera dari atas meja) Aku sekarang sedang memgang sebuah eksempllar dari buku yang paling bejat, buku paling keji yang pernah lolos dari tangan sensor. Aku belum membacanya. Aku tidak akan pernah mau mengotori pikiranku dengan sampah seperti ini; tapi,aku sudah membaca apa kata koran tentang buku ini. Judulnya saja sudah cukup bagiku. (Ramsden membacanya) Buku Pegangan Revolusionis, oleh John Tanner, AKBM, Anggota Kelas Berada yang Malas.’ (Shaw, 1903: 337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ungkapan ini menunjukan penilaian sebuah karya anak muda yang dianggap membahayakan kekuasaan kaum tua. Kekhawatiran tersebut menunjukan bahwa gagasan adalah sesuatu yang paling berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Teori Hegemoni Gramsci mendukung asumsi tersebut. Sehingga setiap pemikiran yang berbahaya harus dijauhkan dari wacana atau pemikiran seseorang. Jika perlu publikasi yang dapat merusak konsep-konsep yang sudah mapan dihilangkan. &lt;br /&gt;THE DEVIL: “You forget that brainless magnificence of body has been tried. Things immeasurably greater than man in every respect but brain have existed and perished. The megatherium, the ichthyosaurus have paced the earth with seven-league steps and hidden the dairy with cloud vast wings. ..... When I left I chalked up on the door the old nursery saying “Ask no questions and you will be told no lies.......” ( Shaw, 1903: 348)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernyataan tersebut menunjukan bahwa kekuatan pikiran lebih penting dibandingkan kekuatan fisik. Pikiran dapat menjadikan seseorang atau sekelompok orang mempertahankan posisinya sampai kapan pun. Pikiran membuat manusia menjadi satu-satunya makhluk yang dapat bertahan sepanjang jaman. &lt;br /&gt;TANNER:  “It’s all my own doing: that the horrible irony of it. He told me one day that you were to be Ann’s guardian; and like a fool I began arguing with him about the folly of leaving a young woman under the control of an old man with obsolete ideas.” (P. 5, L. 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gambaran pertentangan antara Ramsden dengan John Tanner merupakan pergolakan batin antara kaum tua dengan kaum muda. Lebih jauh dari itu, pertentangan tersebut merupakan representasi dari ketegangan antara paham feodalistik dengan pemikiran revolusionis. Ramsden dapat diasosiasikan sebagai kaum tua yang merepresentasikan pemikiran-pemikiran feodalistik masyarakat Inggris, sedangkan John Tanner mewakili seorang revolusionaris yang berpikiran maju. Pemikiran John Tanner adalah produk dari perkembangan pemikiran Marxisme yang menentang klasifikasi kelas dan diskriminasi (Babak 3). &lt;br /&gt; Gagasan merupakan sarana terpenting dalam memperoleh kekuatan dominasi (hegemoni). Hal ini diterapkan oleh John Tanner dalam mencapai kekuatan dominasi terhadap tokoh-tokoh lain. Ia menulis sebuah buku berjudul “The Revolutionist’s Handbook  and Pocket Companion”. Buku tersebut selain berisi gagasan yang ingin disampaikan, juga sebagai bentuk kekuatan kecerdasannya (intelektual). Pada masa itu, seseorang yang menuliskan gagasannya akan dianggap sebagai orang yang cerdas sehingga pemikirannya akan selalu diikuti oleh orang lain. &lt;br /&gt; Carl Boggs (1984) menyatakan bahwa untuk mencapai suatu kuasa hegemonik dalam tataran kultural-ideologis sebuah kelompok kuasa selalu berusaha untuk menjastifikasi kekuasaan, kekayaan, dan statusnya secara ideologis, dengan tujuan mengamankan penerimaan rakyat kebanyakan terhadap kekuasaan dominannya sebagai sesuatu yang alamiah. Cara lain adalah dengan menggunakan aparatus hegemonik—seperti media televisi, radio, maupun media cetak. Media tersebut dapat berfungsi sebagai media mempertegas kekuasaan dalam masyarakat (via Refianti, 2008:117). Hal ini menjadikan buku John Tanner dianggap berbahaya bagi pemikiran orang lain.  Ramsden mengatakan “I would not soil my mind with such filth; but I have read what the papers say of it. The title is quite enough for me.” (Shaw, 1903: 337). &lt;br /&gt; Di dalam pemikiran manusia, terutama dalam kaitannya dengan sebuah kepentingan (baik kepentingan individu maupun kelompok) merupakan representasi dari sebuah perjuangan politik. Pada dasarnya kehidupan seorang individu tidak dapat lepas dari kepentingan-kepentingan orang-orang yang ada dalam komunitasnya. Karena itu, perbedaan kepentingan sering menyebabkan adanya benturan-benturan antarindividu, kadang antarkelompok tertentu. Hal ini melahirkan menjadikan adanya perjuangan bagi setiap individu dalam meraih idealisme. Perjuangan tersebut merupakan sebuah proses dinamika sosial yang harus dihadapi oleh setiap orang. Gottfried Keller (via Daiches, 1981: 368) menyatakan bahwa segala sesuatu adalah politik. &lt;br /&gt;“... On the contrary, in his view-as n Balzac’s and Tolstoy’s –every action, thought and emotion of human beings is inseparablly bound up with the life and strugles of the community, i.e., wth politic; whther the humans themselves are conscous of this, unconscious of it or even trying to escape from it, objectively their actions, thoughts and emotions nevertheless spring from and run into politics.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut pendapat tersebut, pemikiran yang tertuang secara tertulis (meskipun tidak secara terang-terangan) memiliki keberpihakan secara politis. Pada umumnya setiap pemikiran dan setiap gagasan merupakan implikasi dari suatu perjuangan politik dari penulisnya. Pemikiran atau gagasan tersebut mendorong atau mempengaruhi seseorang melakukan sesuatu sebagaimana yang diwacanakan. &lt;br /&gt;“The authors identify three factors critical to social movements: political opportunity, organizational capacity, and framing ability. They look at social movements as politics by other means, often the only means open to relatively powerless challenging groups. They argue for the constancy of discontent and emphasize the variability of resources in accounting for the emergence and development of insurgency. A reliable model of social change, they say, must be able to account for both micro and macro phenomena, and be able to explain not only the emergence but the maintenance and development of social movement organizations .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pertentangan anatara kaum tua dengan kaum muda dijabarkan kembali dalam babak ke empat atau babak terakhir. Dalam babak ini digambarkan pertentangan Hektor dengan ayahnya, Malon. Pertentangan tersebut bermula ketika Melon membuka surat rahasia Hektor. Hektor marah besar kepada ayahnya karena merasa privasinya dilanggar. Hector beranggapan bahwa sebuah surat pribadi adalah sebuah rahasia yang tak seorang pun boleh membukanya kecuali yang berhak membacanya. &lt;br /&gt;HECTOR: “Well, you’ve just spoiled it all by opening that letter. A letter from an English lady, not addressed to you—a confidential letter! A delicate letter! A private letter! Opened by my father! That’s a sort of thing a man can’t struggle againtst in England. The sooner we go back together the better. (He appeals mutelly to the heavens to witness the shame and anguish of two outcasts).” (Shaw, 1903: 484)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HECTOR: ‘Dan Bapak merusak semua yang telah dibeli dengan uang itu dengan membuka surat itu. Pak, surat dari seorang nona Inggris yang tidak dialamatkan kepada Bapak adalah surat p-r-i-b-a-d-i, Pak. Surat penting yang penuh dengan curahan perasaan harus dijaga kerahasisaanya. Dan Bapak sekarang malah membukanya. Waduh, wadu, waduh! Kesalahan seperti ini tidak termaafkan, Pak, di Inggris. Lebih cepat kita pulang lebih baik. (memohon dengan membisu kepada langit supaya mau menjadi saksi bagi kedua ekspatriat ini).’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hektor menegaskan lagi kekesalannya dengan pernyataan;&lt;br /&gt;HECTOR: “I’m very sorry, Miss Robinson; but I’m contending for a principle. I am a son, and, I hope, a dutiful one; but before everything I’m a Man!!! An when dad treats my private letters as his own, and takes it on himself to say that I shan’t marry you if I am happy and fortunate enough to gain your consent, then I just snap my fingers and go my own way.” (Shaw, 1903: 485). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HECTOR: ‘Saya sangat menyesal, Nona Robinson. Tapi, saya sedang membela prinsip saya. Saya adalah seorang anak dan saya harap saya adalah anak yang cukup berbakti. Tapi, di atas semua itu saya adalah seorang laki-laki! Dan jika ayah saya bertindak seenaknya sendiri dan memperlakukan surat saya seolah-olah suratnya sendiri dan melarang saya menikahi anda seandainya saya cukup beruntung untuk mendapatkan kesediaan anda, apa lagi yang harus saya lakukan kecuali pergi?’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ungkapan tersebut di atas menunjukan suatu pertentangan yang dilakukan oleh seorang anak laki-laki terhadap orang tuanya. Secara jelas Hector menyatakan bahwa dia adalah seorang laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa menurut pendapatnya laki-laki memiliki kebebasan dan kemandirian, ia tidak dapat disamakan dengan anak perempuan. Baginya, pengikatan atau pengaturan adalah pemasungan yang harus dihindarkan karena kebebasan merupakan kunci kemandirian dan harga diri seseorang. &lt;br /&gt; Pertentangan yang dilakukan oleh Hector sebenarnya bukan semata-mata persoalan privasi, namun di dalamnya terdapat nilai budaya yang mengindikasikan perubahan cara pandang orang tua terhadap kehidupan. Kaum tua umumnya lebih mempertimbangkan aspek keturunan di dalam menentukan pendamping hidup bagi anak-anak mereka. Bagi mereka, keturunan bangsawan atau orang kaya dapat mengangkat harkat dan martabat bagi keluarga. Oleh karena itu jika anak-anak mereka akan menikah tidak bisa dilakukan dengan sembarang orang, tetapi harus mempertimbangkan latar belakangnya.  &lt;br /&gt; Hal itu berbeda dengan pandangan kaum muda yang lebih modern. Aspek keluarga atau keturunan tidak begitu diperhatikan, yang paling penting bagi mereka adalah faktor suka sama suka. Dengan demikian, seorang anak bangsawan dapat saja menikah dengan anak petani atau buruh biasa. Konsep ini akan menghilangkan sekat-sekat sosial yang dapat merusak hubungan antara golongan.  &lt;br /&gt;VIOLET: “What objection have you to me, pray? My social position is as good as Hector’s, to say the least. He admits it.” (Shaw, 1903: 481). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIOLET: ‘Dan mengapa anda tidak setuju Hector menikah dengan saya? Status sosial saya setara dengan Hector. Itu setidaknya. Dia mengakuinya.’ (Shaw, 1903: 481).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Idealisme yang dibangun kaum muda sebenarnya sangat sesuai dengan perkembangan  zaman. Pertimbangan bibit, bobot dan bebet tidak lagi menjadi hal urgen. Pertimbangan-pertimbangan tersebut hanya akan mempersulit kehidupan seseorang. &lt;br /&gt; Sikap atau tindakan yang dilakukan  Malone terhadap Hector merupakan bentuk tanggung jawab orang tua terhadap anak. Dalam benak Malone, mendidik anak bukan hanya sampai mereka dewasa, tetapi sampai akhir hayatnya, termasuk ketika anak-anak mereka sudah menikah. Kebutuhan nafkah selalu diberikan kepada anak-anak mereka, termasuk memberikan semua fasilitas bekal kehidupan keluarga anak-anak mereka. &lt;br /&gt;MALONE: (shrewdly) “You tell him so from time to time, eh? Hector’s social position in England, Miss Robinson, is just what I choose to buy fro him. I have made him a fair offer. Let him pick out the most historic house, castle or abbey that England contains. The day that he tells me he wants it for a wife worthy of its traditions, I buy it for him, and give him the means of keeping it up.” (Shaw, 1903: 481). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALONE: ‘Rupanya itu yang anda katakan padanya, bahwa dia setara dengan anda? Dengar baik-baik, Nona Robinson, siapa Hector di Inggris adalah apa yang saya beli untuknya di Inggris. saya memberinya tawaran yang adil. Dia bisa mencari rumah terkuno, yang paling bersejarah, yang paling bergengsi, dan yang paling apa saja yang ada di Inggris; dan pada hari dimana dia mengatakan bahwa dia memerlukannya untuk seorang istri yang selaras dengan tradisi rumah itu, saya akan membelinya untuknya dan memberikan dana untuk merawatnya.’ (Shaw, 1903: 481). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Malone tidak menginginkan keturunannya hidup sengsara sebagaimana yang dialami oleh nenek atau orang tua ayahnya. Awalnya keluarga besar ini hidup miskin, namun berkat perjuangan Malone, keluarga ini memiliki status sosial yang mapan. Pengalaman ini menjadikan Malone merasa harus mengawal kehidupan anaknya sampai mereka benar-benar mapan. Dengan demikian, kualitas kehidupan keturunannya tidak merosot karena kesalahan dalam memilih pasangan hidup. &lt;br /&gt;MALONE: “His grandmother was a barefooted Irish girl that nued me by a turf fire. Let him marrry another such, and I will not stint her marriage portion. Let him raise himself socially with my money or raise somebody else: so long as there is a social profit somewhere, I’ll regard my expenditure as justified. But there must be a profit for someone. A marriage with you would leave thins just where they are.” (Shaw, 1903: 481). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALONE: ‘Nenek Hector adalah wanita petani Irlandia yang tidak punya alas kaki yang menyusui saya di dekat perapian. Jika dia menikah dengan wanita seperti yang saya katakan tadi saya tidak akan mengutak-atik apa yang sudah saya sediakan untuknya. Jika dia ingin menaikan derajat sosialnya dengan uang saya atau mengangkat orang lain, asalakan ada keuntungan sosial yang bisa didapat, saya anggap saya tidak mengeluarkan uang dengan sisa-sia. Tapi, perkawinan dengan anda tidak akan mengubah apa-apa. Untuk apa saya keluar uang?’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIOLET: ‘Sekalipun saya bukan wanita bangsawan, banyak dari sanak keluarga saya saya yang keberatan kalau saya menikahi cucu seorang wanita dari desa. Mungkin itu Cuma sekadar prasangka, tapi keinginan anda agar dia menikai sebuah gelar pun  juga merupakan prasangka.’ (Shaw, 1903: 205). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepercayaan dan rasa tanggung jawab Malone ditolak oleh Hector dengan alasan dirinya bisa mandiri. Ia tidak mau menggadaikan kemerdekaannya dengan sebuah alasan ekonomi. Baginya, kemerdekaan merupakan harga yang tidak dapat ditawar-tawar, karena kemerdekaan merupakan modal seseorang menentukan kehidupannya sendiri. &lt;br /&gt;HECTOR: (mengeluarkan kertas dari buku sakunya) ‘Ini ceknya. (memberikannya kepada ayahnya) Bapak ambil kembali cek ini. Aku sudah cukup mendapat jatah dan saya tidak ada urusan lagi dengan bapak. Aku tidak akan menjual kesempatan untuk menghina istriku dengan harga 1.000 dolar atau berapa pun.’ (Shaw, 1903: 212).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Simpulan&lt;br /&gt; Setelah memahami secara mendalam drama Man and Superman, dapat penulis simpulkan bahwa drama ini merupakan bagian dari sebuah perjuangan politik GBS. Perjuangan politik yang ditekankan di dalam drama ini mengenai posisi perempuan yang sangat lemah di dalam masyarakat. Posisi tawar yang lemah tersebut menjadikan kaum perempuan korban kebijakan dari kaum laki-laki. &lt;br /&gt; Persoalan yang tergambar di dalam drama Man and superman merupakan kriti pedas bagi para penguasa terutama bagi para pemegang status quo, mereka memiliki pandangan kolot akan kehidupan dan kebersamaan. Pada zaman moderen ini pengekangan dan pembatasan gerak seseorang merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang harus dihilangkan. pengekangan akan menghambat perkembangan seseorang. Kebebasan merupakan hal terpenting di dalam meraih keberhasilan dalam kehidupan dewasa ini. &lt;br /&gt; Persoalan hegemoni tersebut di atas sebenarnya masih sekedar hegemoni dominan, masih ada beberapa aspek hegemoni lain yang ingin disampaikan George Bernard Shaw. Peneliti sengaja memilih pokok persoalan tersebut karena peneliti anggap sebagai konsep hegemoni terpenting di dalam dinamika sosial politik masyarakat Inggris yang saat itu sedang mengalami transisi dari masyarkat petani ke dalam masyarakt industri. &lt;br /&gt; Dari kenyataan tersebut di atas dapat ditarik simpulan bahwa ekonomi bukan merupakan aspek terpenting yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, tetapi ide-idelah yang merupakan faktor terpenting. Di dalam kehidupan moderen, ideologi merupakan aspek terpenting di dalam menguasai dinamika perubahan sosial. Perubahan sosial diperjuangkan melalui sebuah perjuangan kebudayaan atau lebih tepatnya perjuangan ideologis, yaitu melalui ilmu pengetahuan, budaya, filsafat, dan seni. Faktor-faktor tersebut akan menentukan kemenangan suatu kelas sosial.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-8326976971316313791?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/8326976971316313791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=8326976971316313791&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8326976971316313791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/8326976971316313791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/03/perebutan-kekuasaan-dan-tipologi.html' title='PEREBUTAN KEKUASAAN DAN TIPOLOGI HEGEMONI'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-423299646526145734</id><published>2010-03-03T10:26:00.000-08:00</published><updated>2010-04-07T18:31:16.755-07:00</updated><title type='text'>PENDAHULUAN</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1.  Latar Belakang &lt;br /&gt; Kehidupan manusia dalam bermasyarakat tidak akan pernah lepas dari ketegangan-ketegangan. Ketegangan tersebut disebabkan adanya perbedaan kepentingan setiap individu, demikian juga antarkelompok-kelompok sosial maupun kelas-kelas sosial. Karl Mark menyatakan bahwa di dalam masyarakat terdapat dua kelas sosial, yaitu pemilik modal dan kaum buruh (via Magnis-Suseno 2000: 116). Dengan istilah lain pemilik modal adalah penguasa, sedangkan kaum buruh adalah yang dikuasai. Kedua kelas sosial ini memiliki kepentingan yang berlawanan satu dengan yang lainnya. Kondisi inilah yang menimbulkan adanya persaingan dalam memperebutkan pengaruh, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun kelompok yang diwakili. &lt;br /&gt; Perebutan kekuasaan atau perebutan pengaruh masing-masing individu atau masing-masing kelompok sosial merupakan sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindarkan. Dinamika seperti ini akan lahir di seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Secara individu, manusia memiliki tekad untuk lebih baik atau lebih unggul dibandingkan dengan yang lain. Dengan demikian, setiap individu dalam suatu masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung, selalu berlomba untuk mendapatkan kekuasaan. Demikian juga, setiap individu akan hidup perkelompok-kelompok sesuai dengan kepentingan individu tersebut. Masing-masing kelompok sosial tersebut berusaha mencari dukungan sebanyak-banyaknya dari kelompok lain yang ada dalam masyarakat.&lt;br /&gt; Kekuatan ekonomi merupakan fondasi dasar dari perjuangan manusia di dalam mempertahankan hidup maupun di  dalam mempertahankan kekuasaannya. Faktor ekonomilah yang paling mempengaruhi pola pikir, tingkah laku dan pergaulan hidup manusia di dalam masyakat. Marx menyebutkan bahwa  everything in our live is determined by capital (via Lukacs, 1919). Hal ini mengindikasikan bahwa segala sesuatu dalam kehidupan manusia ditentukan oleh modal atau kekuatan ekonomi.     Kepemilikan atau kekayaan individu dianggap sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan perhatian dari kelompok lain. Dengan ekonomi, orang dapat membeli apa saja yang dikehendaki. Itulah sebabnya di dalam Marxisme, ekonomi dianggap sebagai penentu kehidupan sosial.&lt;br /&gt; Seiring dengan perkembangan budaya manusia, ekonomi ternyata bukan satu-satunya penentu status sosial atau pendorong perubahan sosial. Media perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan dapat juga dilakukan dengan penguasaan ide-ide atau ideologi. Dengan istilah lain, aspek superstruktur lebih penting dibandingkan dengan struktur dasar (Scheidel, 2006). Gagasan mengenai pentingnya penguasaan ideologi ini dicetuskan oleh Antonio Gramsci yang terkenal dengan istilah Hegemony.  Dalam konsep ini gagasan atau ide-ide memiliki kedudukan yang sangat penting karena faktor itulah yang dianggap sebagai penggerak adanya perubahan sosial. Stephen Bantu Biko menyatakan bahwa “the most potent weapon in the hands of the oppressors is the mind of the oppressed” . Dalam konteks ini yang dimaksud dengan hegemoni adalah kepemimpinan atau penguasaan terhadap pemikiran-pemikiran (the dominance or leadership of one social group or nation over others ) &lt;br /&gt; Gramsci mengembangkan teori Marxisme mengenai dominasi ekonomi ke dalam persoalan-persoalan ideologis. Ia memandang bahwa persaingan atau perebutan kekuasaan bukan semata-mata karena persoalan ekonomi, tetapi dapat  juga disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan ideologis. Dengan demikian, perebutan kekuasaan bukan hanya dipicu oleh persoalan ekonomi, tetapi juga karena perbedaan jenis kelamin, status sosial, dan perbedaan keyakinan. Untuk itulah Gramsci memandang aspek ekonomi sebagai salah satu aspek terkecil saja, meskipun Gramsci sendiri tidak menolak kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam  konsep Marxisme. &lt;br /&gt; Kekuasaan atas ekonomi, intelektualitas, dan perangkat hegemonik lainya merupakan usaha manusia untuk mendapat pengakuan atau dominasi terhadap manusia lain. Paul W. Cumming menyatakan bahwa  alasan orang mencari kekuasaan adalah karena; (1) orang ingin memanipulasi atau mengendalikan orang lain dalam organisasi, (2) orang haus akan ketaatan dan kepatuhan dari orang lain agar menuruti segala perintahnya, dan (3) orang memiliki hasrat besar untuk selalu dicap berjasa . Sifat-sifat manusia seperti inilah yang digambarkan dalam drama Man and Superman.&lt;br /&gt; Drama Man and Superman merupakan karya sastra yang menggambarkan adanya dinamika hegemoni. Persoalan-persoalan yang terdapat dalam drama ini sangat terkait dengan perebutan kekuasaan (kepemimpinan, pengaruh) dalam kehidupan; baik secara individu maupun sosial.  Drama Man and Superman menggambarkan pentingnya penguasaan ide-ide atau intelektualitas. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ide-ide yang terdapat di dalam drama ini sebagai sebuah pemikiran terhadap persoalan hegemoni di dalam kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt; Di dalam drama Man and Superman terdapat tiga persoalan utama mengenai konsep hegemoni. Konsep hegemoni yang dimaksud adalah: hegemoni kaum laki-laki atas kaum perempuan, hegemoni penguasa terhadap rakyatnya (negara politik dan masyarakat sipil), dan konsep hegemoni antara kaum tua terhadap kaum muda (intelektual versus masyarakat biasa).&lt;br /&gt; Hegemoni kaum laki-laki terhadap perempuan dilakukan oleh Ramsden terhadap tokoh Ann Whitefield.  Sebagai anak perempuan, Ann menjalani kehidupannya penuh dengan peraturan-peraturan yang sangat mengekang kehidupannya. Gerak hidup Ann dibatasi berbagai ketentuan yang dibuat oleh orang tuanya. Ketentuan tersebut berkisar pada aktivitas di luar rumah, teman pergaulan (pendamping hidup), dan buku bacaan yang selalu diawasi. &lt;br /&gt; Tokoh Ann dalam konteks ini bukan semata-mata hanya menyangkut persoalan individu atau keluarga, tetapi dapat juga diartikan sebagai persoalan politis. Tokoh Ann dapat merepresentasikan kaum perempuan dimana pun yang mengalami kehidupan yang hampir sama. Oleh karena itu, persoalan dominasi kaum laki-laki atas perempuan merupakan bagian dari isu-isu hegemoni gender dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Selain persoalan perempuan, drama ini menggambarkan  adanya dominasi yang dilakukan oleh penguasa terhadap rakyatnya. Penguasa sebagai pemegang kekuasaan seringkali menggunakan kedudukan dan wewenangnya untuk memperdaya rakyatnya. Dengan kekuasaan, penguasa membuat aturan atau kebijakan yang sering tidak menguntungkan bagi rakyat, tetapi menguntungkan bagi golongan tertentu yang dianggap mendukung atau menjaga kepentingan pihak penguasa. Dengan kata lain, para penguasa adalah pemerintahan yang pamrih agar kedudukannya langgeng (Bocock,  ). &lt;br /&gt; Dalam persoalan hegemoni, pemerintah selalu mengatasnamakan kepentingan rakyat, meskipun apa yang diperjuangkan itu semata-mata karena ingin mendapat dukungan dari yang dikuasai. Pada tataran ini penguasa berusaha mempertahankan status quenya. Oleh karena itu, dengan berbagai cara para penguasa mencoba mencari dukungan atau simpati dari rakyat yang dikuasainya. &lt;br /&gt; Perebutan kekuasaan atau hegemoni (dominasi) dapat disebabkan oleh adanya perbedaan umur. Di dalam drama ini terdapat pertentangan antara kaum tua dengan kaum muda. Dominasi atau hegemoni yang dilakukan oleh kaum tua disebabkan oleh pengalaman yang dimiliki kaum tua. Kaum tua menganggap bahwa kaum muda belum memiliki banyak pengalaman, sehingga keputusan-keputusan mereka tidak akan pas sebagaimana yang diputuskan oleh orang yang sudah berpengalaman (kaum tua). Di dalam sejarah masyarakat Inggris, ketimpangan antara kaum tua dengan kaum muda sangat mencolok. Sebagai negara yang berbasis pada pemerintahan feodal, Inggris memiliki budaya mengagungkan orang-orang yang dituakan.  &lt;br /&gt; Dalam kaitannya dengan persoalan perebutan pengaruh antara kaum tua versus kaum tua, hal ini sangat berkaitan erat dengan intelektualitas. Hegemoni Gramsci sangat mengedepankan intelektualitas manusia, sehingga kaum tua yang dianggap lebih berpengalaman juga menganggap diri mereka intelek. Padahal dalam konteks ini intelektualitas tidak berkaitan dengan umur. Drama Man and Superman merupakan drama modern yang menggambarkan bahwa pendidikan merupakan sarana memperoleh dominasi dalam bidang intelektual. &lt;br /&gt; Dari tiga tipologi hegemoni  tersebut di atas, penelitian ini akan mencoba mengungkapkan persoalan-persoalan dalam drama Man and Superman berkenaan dengan konsep hegemoni Gramsci. Sebagai sebuah karya sastra yang ditulis oleh seorang aktivis politik, peneliti yakin bahwa apa yang terungkap dalam drama ini merupakan gagasan politik yang diidealisasikan oleh pengarangnya. Untuk itulah penelitian ini juga diharapkan dapat mengungkap konteks situasi atau kondisi sosial politik yang melatarbelakangi lahirnya karya sastra tersebtu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2.  Rumusan Masalah &lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, penelitian ini akan mencari akar persoalan terjadinya konflik sosial yang terjadi di dalam drama Man and Superman. Kemudian persoalan tersebut dibawa dalam ranah masyarakat nyata, yaitu persoalan yang ada di dalam masyarakat Inggris. Apakah persoalan perebutan kekuasaan dan hegemoni yang tergambar di dalam masyarakat Inggris benar-benar merupakan cerminan yang terjadi di dalam masyarakat sesungguhnya? Apa tujuan penulis karya ini mengungkapkan persoalan-persoalan tersebut? Dan terakhir bagaimana keterkaitan antara persoalan hegemoni yang terdapat dalam karya sastra dengan yang terdapat di dalam masyarakat Inggris? Untuk itulah agar arah dari penelitian ini lebih jelas, berikut bebebarapa pokok persoalan yang akan ditulis dalam penelitian tesis ini. &lt;br /&gt;1). Perebutan kekuasaan dan wacana hegemoni dalam drama Man and Superman.&lt;br /&gt;2). Konteks sosial politik masyarakat Inggris dalam kaitannya dengan persoalan hegemoni yang ada di dalam karya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.  Tujuan Penelitian &lt;br /&gt; 1.3.1. Tujuan Teoritis&lt;br /&gt; Secara teoritis, penelitian ini bertujuan menerapkan teori Hegemoni Gramsci terhadap drama Man and Superman karya George Bernard Shaw. Dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat mengungkap kondisi sosial politik masyarakat Inggris yang melatari lahirnya karya sastra tersebut. Menurut Gramsci karya sastra tidak terpisah dengan masyarakat, karya sastra merupakan bagian penting dari proses perubahan sosial. Sastra memiliki misi atau kekuatan formatif terhadap perubahan masyarakatnya, sehingga apa yang terdapt dalam karya sastra merupakan reaksi dinamika sosial itu sendiri. Itulah sebabnya, sesuatu yang terjadi dalam karya sastra tidak bisa lepas dari kondisi di dalam masyarakat. Untuk itu penelitian ini bertujuan memberikan sumbangan pemikiran bagi penerapan teori Hegemoni Gramsci,  khususnya dalam karya sastra. Hasilnya diharapkan dapat lebih memperkaya pengetahuan tentang penelitian karya sastra yang menggunakan teori Hegemoni Gramsci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.1. Tujuan Praktis&lt;br /&gt; Secara praktis penelitian ini bertujuan memberikan alternatif pemahaman drama Man and Superman dalam konteks hegemoni. Dengan cara seperti itu diharapkan pemahaman dan wawasan pembaca mengenai karya sastra bertambah. Hal ini dikarenakan masih minimnya penelitian mengenai karya sastra ini di Indonesia. Disamping itu, pemahaman ini diharapkan merangsang penelitian-penelitian lain dan meningkatkan apresiasi terhadap karya-karya George Bernard Shaw sebagai seorang sastrawan pemenang nobel pada tahun 1925.  Akhirnya semoga penelitian ini dapat menemukan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diaktualisasikan dalam konteks kehidupan saat ini. Dengan demikian pesan  moral yang sangat penting dapat disebarluaskan melalui penelitian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4.  Tinjauan Pustaka&lt;br /&gt;Buku atau hasil penelitian yang membicarakan karya-karya George Bernard Shaw masih sangat jarang di negeri ini. Kalaupun ada penelitian yang dilakukan mahasiswa lebih banyak pada karya George Bernard Shaw berjudul Pygmalian. Padahal menurut beberapa sumber, drama Man and Superman merupakan karya yang paling berpengaruh dari seluruh karya GBS (Jenny Jobson /http://www.galtonisnstitute.org.uk/Newsletters/GINL0406/language_of _degeneration.htm). &lt;br /&gt;Hasil ulasan yang fokus pada Man and Superman adalah sebuah uraian mengenai analisis tokoh-tokoh drama tersebut. Analisis yang  dilakukan oleh Wade Bradford  (http://plays.about.com/od/monologues/a/superman Act04/_2.htm) itu menekankan pada analisis tokoh  dalam kaitanya dengan karakteristik masyarakat Inggris. Dalam penelitian tersebut diungkapkan bahwa tokoh Ramsden dianggap sebagai tokoh yang merepresentasikan kaum tua masyarakat Inggris. Inggris sebagai negara yang berbasis kerajaan, sangat mengagungkan atau patuh pada kaum tua. Kaum tua memiliki hak-hak istimewa tersendiri sehingga semua keputusan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari kaum tua. Sebagai akibat dari pandangan tersebut, kaum muda memiliki keterbatasan-keterbatasan, tidak dapat mengambil keputusan yang baik bagi kehidupan mereka sendiri. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pertentangan antara kaum tua dengan kaum muda. Kaum muda yang direpresentasikan dengan tokoh John Tanner ingin mendobrak kekakuan dan keterbelakangan pemikiran kaum tua yang sangat membelenggu kemajuan masyarakat Inggris pada saat itu. &lt;br /&gt;Analisis lain mengenai Man and Superman dilakukan oleh Richard Connema yang dimuat di http://www.talkinbroadway.com/regional/sanfran/s927.html. Connema beranggapan bahwa tokoh John Tanner adalah gambaran dari George Bernard Shaw itu sendiri. Ia menggunakan pendekatan ekpresif yang menganggap karya sastra sebagai ekpresi dari pengarangnya. Menurutnya, apa yang dikemukakan oleh John Tanner, tokoh utama drama tersebut, merupakan pemikiran-pemikiran idealistik mengenai individu dan masyarakat yang diidamkan oleh George Bernard Shaw. &lt;br /&gt;Menurut Richard Connema, drama Man and Superman merupakan drama komedi yang cukup brillian. Pasalnya GBS mampu mengkombinasikan persoalan-persoalan keluarga, seks, dan gender menjadi isu politis yang mengena dan berkaitan dengan masyarakat, drama ini merupakan sindiran halus terhadap kebobrokan moral masyarakat Inggris pada masa itu.&lt;br /&gt;Penelitian atau tulisan mengenai drama Man and Superman yang terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Jenny Jopson (http://www.galtonisnstitute.org.uk/Newsletters/GINL0406/language_of _degeneration.htm). Penelitian tersebut berjudul The Language of Degeneration: Eugenic Ideas in The Time Machine by H.G. Wells and Man and Superman by George Bernard Shaw. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa drama Man and Superman sangat dekat dengan idealisme  yang ingin dibangun oleh penulisnya. GBS adalah seorang aktivis politik, maka gagasan drama tersebut sesungguhnya merupakan propaganda yang diperjuangkan oleh GBS. Namun perlu diingat apa yang disampaikan Jopson di sini berkaitan dengan gerakan atau organisasi British Euginic Moverment. Jopson menyebutkan bahwa GBS dan Wells adalah aktivis organisasi tersebut. &lt;br /&gt;Lebih lanjut, Jopson menyebutkan bahwa drama Man and Superman dapat dipahami sebagai suatu penjabaran atau interpretasi terhadap gagasan Charles Darwin terhadap The Origin of Species (1859). Dalam kontek ini, GBS menyadari adanya persaingan (pertarungan) antara individu dalam kehidupan. Konsep tersebut terinspirasi dari gagasan Darwin terhadap “The inferior (disadvantaged) members of the same species would gradually die out, leaving only the superior (advantaged) members of the species”, yang lemah akan selalu tertindas dan tersingkirkan. &lt;br /&gt;Menurut hasil pembacaan Jenny Jopson, Man and Superman merupakan idealisme GBS mengenai manusia sesungguhnya. Menurutnya jika agama tidak bisa memberikan kedamaian pada umat manusia, maka para ilmuan sosial adalah solusi yang dapat memberikan jalan keluar atas perpecahan antarmanusia tersebut. Jenny Jopson menginterpretasikan hal tersebut melalui kalimat “If there were no God….it would be necessary to create him(p. 215)”. Ungkapan tersebut menunjukan bahwa pemikiran manusia dapat melakukan hal yang terbaik bagi kehidupan manusia.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5.  Landasan Teori &lt;br /&gt; Teori Hegemoni Gramsci merupakan penyempurnaan teori kelas Marx yang belum berhasil merumuskan teori politik yang memadai (Hoare, 2000:vi; Sugiono, 1999: 20). Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas Marxisme dalam kaitannya dengan lahirnya konsep Hegemoni. Pemahaman akan teori Marxisme dapat mempermudah kita memahami konsep hegemoni, karena pada dasarnya kedua paradigma ini saling melengkapi. &lt;br /&gt; Marx membagi lingkup kehidupan manusia menjadi dua yaitu infrastruktur (basis/dasar) dan superstruktur (bangunan atas) (Barry, 1995:158). Infrastruktur adalah bidang produksi kehidupan material, sedangkan superstruktur terdiri atas dua unsur, yaitu tatanan institusional dan tatanan kesadaran kolektif. Tatanan institusonal merupakan lembaga yang mengatur kehidupan masyarakat di luar bidang produksi, terutama sistem hukum dan negara. Di sisi lain, tatanan kesadaran mencakup segala sistem kepercayaan, norma, dan nilai yang memberi kerangka pengertian makna dan orientasi spiritual (pandangan dunia, agama, filsafat, moralitas, nilai budaya, seni, dan sebagainya). Superstruktur ditentukan oleh infrastruktur, dan  infrastruktur dibentuk oleh dua faktor, yaitu tenaga-tenaga produktif dan hubungan-hubungan produktif (Magnis-Suseno, 1999:135-148). &lt;br /&gt; Dalam teori kelas Marx terdapat tiga usur penting. Pertama, besarnya peran struktural dibandingkan dengan segi kesadaran dan moralitas. Kedua, perbedaan kepentingan antara kelas atas dan kelas bawah yang menyebabkan perbedaan sikap terhadap perubahan sosial. Kelas atas (dominan) cenderung bersikap konservatif, sedangkan kelas bawah (subaltern) bersikap progresif dan revolusiner. Kelas atas berkepentingan mempertahankan status quo, menentang segala perubahan dalam struktur kekuasaan. Sebaliknya, kelas bawah berkepentingan terhadap perubahan. Ketiga, setiap kemajuan dalam susunan masyarakat hanya dapat tercapai melaui revolusi (Magnis-Suseno, 1999: 117-119). &lt;br /&gt; Simon (2001:19-20) menyatakan bahwa titik awal konsep Gramsci  tentang hegemoni berkaitan dengan  adanya suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas-kelas yang ada di bawahnya dengan cara kekerasan dan persuasi. Dalam catatannya terhadap karya Machiavelli, The Price, Gramsci menggunakan centaur mitologi Yunani yang menganggap kehidupan manusia adalah setengah binatang dan setengah manusia. Aktivitas manusia merupakan tindakan politik-kekuatan dan konsensus, otoritas dan hegemoni, kekerasan dan kesopanan. Hegemoni bukanlah hubungan dominasi menggunakan kekuasaan, melainkan hubungan persetujuan dengan mempertimbangkan kepemimpinan politik dan ideologis. Hegemoni adalah suatu organisasi konsensus. Dalam beberapa paragraf dari karyanya, Prison Notebooks, Gramsci menggunakan kata direzione (kepemimpinan, pengarahan) secara bergantian dengan hegemonia (hegemoni) dan berlawanan dengan dominazione (dominasi).&lt;br /&gt; Teori hegemoni dibangun atas premis yang menyatakan pentingnya ide dan tidak mencukupinya kekuatan fisik dalam kontrol sosial politik (Sugiono, 1999:31-34). Pentingnya ide dalam kontrol sosial politik memiliki arti agar yang dikusai mematuhi penguasa, sedangkan yang dikuasai tidak hanya harus merasa mempunyai dan menginternalisasi nilai-nilai serta norma penguasa. Lebih dari itu, mereka harus memberi persetujuan atas subordinasi mereka. Inilah yang dimaksudkan Gramsci dengan “hegemoni” atau menguasai dengan “kepemimpinan moral dan intelektual”. Di pihak lain, penggunaan kekuatan hanya merupakan salah satu dari berbagai macam bentuk kekuasaan. Stabilitas kekuasaan dapat terselenggara berkat inkorporasi kelompok yang dikuasai terhadap ideologi, moral, dan kultur penguasa. &lt;br /&gt; Secara literal, hegemoni berarti “kepemimpinan” (Faruk, 1999: 63), yaitu suatu kondisi dimana suatu kelompok mendominasi kelompok lain. Istilah ini lebih sering digunakan oleh para komentator politik untuk menunjukan dominasi. Konsep hegemoni berarti sesuatu yang lebih kompleks. Gramsci menggunakan konsep itu untuk meneliti bentuk-bentuk politis, kutural, dan ideologis tertentu dalam suatu masyarakat; suatu kelas fundamental dapat membangun kepemimpinanya sebagai suatu yang berbeda dari bentuk-bentuk dominasi yang bersifat memaksa.&lt;br /&gt; Dalam pemikiran Hegemoni Gramsci, ada istilah Fungsionaris Hegemoni yang dapat diartikan sebagai media untuk menanamkan pemahaman sehingga dapat dijadikan legitimasi dominasi. Pendidikan, intelektualitas, dan berbagai macam bentuk kebudayaan tinggi dan popular (termasuk ideologi, kepercayaan, dan common sense) merupakan perangkat hegemonik (Faruk, 1999: 63). Hal ini membedakan pemikiran Gramsci dengan aliran Marxis Ortodoks. Marxis Ortodoks menekankan pentingnya peranan represif dari negara dan masyarakat kelas, Gramsci memperkenalkan  dimensi “masyarakat sipil” untuk melokasikan cara-cara kompleks yang di dalamnya “kesetujuan” pada bentuk-bentuk dominasi yang diproduksi. &lt;br /&gt; Menurut Faruk (1999:65), setidaknya ada enam konsep kunci dalam pemikiran Gramsci, yaitu kebudayaan, hegemoni, ideologi, kepercayaan populer, kaum intelektual, dan negara. Keenam kata kunci ini menunjukan bahwa yang menjadi inti pemikiran Gramsci dalam menentukan kepemimpianan adalah moral dan intelektual. Hal ini berbeda dengan yang terdapat dalam bentuk-bentuk analisis Marxis yang lebih ortodoks dan mengindikasikan berbagai macam cara yang di dalamnya kepemimpinan sudah dibangun secara historis. (Faruk, 1999: 63).&lt;br /&gt; Superstruktur menurut Gramsci bukanlah semata-mata sebagai sebuah epifenomena atau refleksi (Sugiono, 1999:34). Dari elemen infrastruktur seperti yang dikemukankan oleh Karl Marx, Gramsci justru mengkarakterisasi superstruktur sebagai sesuatu yang penting dengan sendirinya. Bagi Lenin, hegemoni merupakan strategi yang harus dijalankan oleh kelas pekerja dan anggota-anggotanya untuk memperoleh dukungan dari mayoritas. Gramsci menambahkan dimensi baru pada masalah ini dengan memperluas pengertiannya sehingga hegemoni mencakup peran kelas kapitalis beserta anggotanya, baik dalam merebut kekuasaan negara maupun dalam mempertahankan kekuasaan yang telah diperoleh (Simon, 2001: 21).&lt;br /&gt; Gramsci mengubah makna hegemoni dari strategi (sebagaimana dikemukakan Lenin) menjadi sebuah konsep (seperti halnya konsep Marxisme tentang kekuatan dan hubungan produksi, kelas, dan negara) yang menjadi sarana untuk memahami masyarakat dengan tujuan untuk mengubahnya. Ia mengembangkan gagasan tentang kepemimpinan dan pelaksanaanya sebagai syarat untuk memperoleh kekuasaan. Hegemoni merupakan hubungan antara kelas dengan kekuatan sosial lain. Kelas hegemonik, atau kelompok kelas hegemonik, adalah kelas yang mendapatkan persetujuan dari kekuatan dan kelas sosial lain dengan cara menciptakan dan mempertahankan sistem aliansi melalui perjuangan politik dan ideologi (Semon, 2001: 22). &lt;br /&gt; Menurut Gramsci, revolusi fisik yang terjadi di Perancis tidak akan terjadi kalau sebelumnya tidak terjadi revolusi ideologis. Revolusi ideologis merupakan pencerahan yang membangkitkan gerakan perubahan dalam suatu masyarakat. Pencerahan, bagi Gramsci, merupakan revolusi yang luar biasa dalam dirinya sendiri. Filsafat tersebut memberikan suatu semangat borjuis internasional dalam bentuk kesadaran terpadu, suatu kesadaran yang sensitif terhadap seluruh nasib masyarakat umum pada seluruh Eropa. Pendek kata, revolusi sosial harus didahului oleh revolusi kebudayaan atau revolusi ideologis. &lt;br /&gt; Revolusi kebudayaan tidak berlangsung secara spontan, alamiah, melainkan melibatkan berbagai faktor kultural tertentu yang memungkinkan revolusi tersebut terjadi (Faruk, 1994: 66-67). Oleh karena itu dalam mendapatkan kekuasaan dibutuhkan waktu yang cukup lama. Penanaman ideologi melalui gagasan membutuhkan waktu yang cukup lama karena melalui proses yang cukup panjang. Namun demikian, perubahan yang diakibatkan dari sebuah kesadaran ideologis lebih penting dan lebih bermakna dalam kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt; Menurut Gramsci, ada suatu keterkaitan  yang penting antara kebudayaan dengan politik, meskipun pertalian itu lebih jauh daripada pertalian yang sederhana dan mekanis. Kebudayaan dibagi menjadi bermacam-macam bentuknya, misalnya kebudayaan “tinggi” dan “rendah”, kebudayaan elit atau popular, filsafat atau common sense; dan dianalisis dalam batas-batas efektivitasnya dalam merekatkan bentuk-bentuk kepemimpinan yang kompleks. Gramsci menolak konsepsi Marxis yang lebih dasar dan lebih ortodoks mengenai “dominasi kelas” dan menyukai satu pasangan konsep yang lebih tinggi dan bernuansa, yaitu “kesetujuan”. Gramsci fokus pada cara-cara yang kompleks dan menyeluruh dari praktik-praktik kultural, politis, dan ideologis yang bekerja untuk merekatkan masyarakat menjadi satu kesatuan yang relatif, meskipun tidak pernah lengkap. Gramsci membuat hubungan-hubungan yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan. Dia mempersoalkan wilayah common sense yang dianggap lugu dan spontan, menginterogasi jajaran luas bentuk-bentuk kultural dari yang “tertinggi” sampai yang “terendah” dan menerangkan situs-situs historis dan politis dari interaksi dan formasinya. &lt;br /&gt; Gramsci memilah superstruktur menjadi dua level struktur utama, yang pertama masyarakat sipil dan yang kedua masyarakat politik atau negara. Masyarakat sipil mencakup seluruh aparatus transmisi yang lazim disebut swasta, seperti universitas, sekolah, media massa, gereja dan lain sebagainya. Sebaliknya, masyarakat politik adalah semua institusi publik yang memegang kekuasaan untuk melaksanakan “perintah” secara yuridis, seperti tentara, politisi, pengadilan, birokrasi, dan pemerintahan. Kedua level superstruktur ini merepresentasikan dua ranah yang berbeda, yaitu ranah persekutuan dalam masyarakat sipil dan ranah kekuatan dalam masyarakat politik (Suginono, 1999: 35). &lt;br /&gt; Negara bagi Gramsci sama dengan masyarakat politik ditambah masyarakat sipil, atau hegemoni yang dilindungi baju besi koersi; kombinasi kompleks antara hegemoni dan kediktatoran. Dengan kata lain, hal itu merupakan gabungan antara aparatus koersif pemerintah dengan aparatus hegemonik instansi swasta. Hubungan hegemonik ditegakan jika legitimasi kekuasaan kelompok berkuasa tidak ditentang karena ideologi, kultur, nilai-nilai, norma-norma dan politiknya sudah diinternalisasi sebagai kepunyaan sendiri kelompok subordinat (subaltern) sehingga lahirlah konsensus. Dengan begitu, penggunaan kekuasaan koersif oleh negara tidak penting lagi (Sugiono, 1999: 36-37).&lt;br /&gt; Menciptakan hegemoni baru hanya dapat diraih dengan mengubah kesadaran, pola berfikir dan pemahaman masyarakat, “konsepsi mereka tentang dunia”, serta norma perilaku moral masyarakat. Kelas hegemonik diyakini bertindak bagi kemaslahatan masyarakat secara keseluruhan. Konsep hegemoni dengan demikian pengaplikasiannya melibatkan konstelasi kekuatan sosial politik yang disebutnya dengan blok historis, merupakan hubungan resiprokal antara wilayah aktivitas politik, etik, ataupun ideologis dengan wilayah ekonomi. Tanggung jawab untuk membangun blok historis ada dipundak “intelektual organik”.  Setiap intelektual kehadirannya terakit dengan struktur produktif dan politik masyarakat, dengan kelompok atau kelas yang mereka wakili. Intelektual organik adalah fungsionaris atau deputi kelompok penguasa (Sugiono, 1999: 42). &lt;br /&gt; Untuk meraih kekuasaan, Gramsci membedakan dua strategi, yaitu perang gerakan atau perang manuver dan perang posisi. Perang gerakan atau perang manuver mengacu pada strategi revolusioner Marxisme-Leninis. Perang posisi berupa sentralitas konsensus. Perjuangan merebut kekuasaaan dalam perang posisi lebih diarahkan pada upaya untuk mengenyahkan ideologi, norma, mitos politik, dan kebutaan keompok berkuasa. Perang posisi adalah sebuah proses transformasi kultural untuk menghancurkan sebuah hegemoni dan menggantikannya dengan hegemoni lain (Sugiono, 1999: 45-46).&lt;br /&gt; Bagi Gramsci, bentuk-bentuk kultural atau kebudayaan merupakan objek yang menarik untuk diteliti secara konkret, terutama dalam hubungannya dengan kemungkinan dioperasikanya dalam kehidupan praksis. Studi mengenai kebudayaan juga meliputi berbagai aktivitas kultural lainnya seperti seni dan kesusastraan (Faruk, 1994: 67). Kenyataan inilah yang memperkuat asumsi bahwa ada keterkaitan yang sangat erat antara kesusastraan dengan ideologi pengarangnya. &lt;br /&gt; Ada empat hal yang perlu dicatat dari teori Gramsci dalam bandingannya dengan teori Marx. Pertama, Gramsci berpendapat bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat pluralitas ideologi. Kedua, konflik tidak hanya terjadi antar kelas, tetapi dapat terjadi konflik antara kelompok-kelompok dengan kepentingan-kepentingan yang bersifat global (umum) untuk mendapatkan kontrol ideologi dan politik terhadap masyarakat. Ketiga, jika Marx menyebut kelas sosial harus menyadari keberadaan dirinya dan memiliki semangat juang sebagai kelas, Gramsci menyatakan bahwa untuk menjadi kelompok dominan, kelompok harus mewakili kepentingan umum. Kelompok dominan harus berkoordinasi, memperluas dan mengembangkan interesnya dengan kepentingan-kepentingan umum kelompok subaltern. Kata kunci dalam pemahaman teori Hegemoni Gramsci adalah negosiasi untuk mencapai konsensus semua kolompok. Keempat, Gramsci berpandangan bahwa seni atau sastra berada dalam superstruktur. Seni diletakkan dalam upaya pembentukan hegemoni dan budaya. Seni membawa ideologi atau superstruktur yang kohesi sosialnya dijamin kelompok dominan. Ideologi tersebut merupakan wujud counter-hegemony (hegemoni tandingan) atas hegemoni kelas penguasa yang dipertahankan melalui anggapan palsu bahwa kebiasaan dan kekuasaan penguasa merupakan kehendak Tuhan atau produk alam. Seni merupakan salah satu upaya persiapan budaya sebelum sebuah kelas melakukan tindakan politik. Hal ini berarti bahwa seniman atau sastrawan merupakan intelektual. Untuk mengidentifikasi ideologi tidak hanya melihat karya seni atau sastra, tetapi juga memperhatikan pandangan seniman dan intensi pengarang tentang kehidupan, serta kondisi sosial historis pada saat yang bersangkutan (Harjito, 2002: 23-24). &lt;br /&gt; Teori Hegemoni Gramsci di atas membuka dimensi baru dalam studi sosiologi mengenai kesusastraan. Kesusastraan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai gejala kedua yang tergantung dan ditentukan oleh masyarakat kelas sebagai infrastrukturnya, melainkan dipahami sebagai kekuatan sosial, politik, dan kultural yang berdiri sendiri, mempunyai sistem sendiri meskipun tidak terlepas dari infrastrukturnya. Ada cukup banyak studi sastra yang mendasarkan diri pada teori hegemoni tersebut, di antaranya studi sastra Raymond Williams (Faruk, 1994:78). &lt;br /&gt; Dalam bukunya yang berjudul Culture and Suciety (1967), Williams menolak teori Marxis ortodoks yang cenderung menempatkan kebudayaan sebagai superstruktur yang ditentukan, dan dengan demikian terpisah dari masyarakat kelas sebagai infrastrukturnya. Menurut Williams, masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu totalitas yang tidak terpisahkan satu sama lain. Di dalam totalitas, itu tidak ada perbedaan tingkat atau derajat antara elemen-elemen pembentuknya, baik yang berupa infrastruktur maupun superstrukturnya. Setiap usaha untuk mengambil salah satu elemen dalam totalitas pasti akan mebuahkan penemuan mengenai elemen yang lain yang tercermin di dalamnya. &lt;br /&gt; Masyarakat dan kebudayaan merupakan suatu totalitas, di dalamnya tidak ditemukan hubungan determinasi antara elemen yang satu dengan elemen yang lain, yang ada hanya hubungan pembatasan (setting limits). Pada gilirannya, untuk mengatasi persoalan determinasi tersebut, Wiliams menggunakan konsep Hegemoni Gramscian. &lt;br /&gt;  Sebagai kekuatan material, dunia gagasan atau ideologi berfungsi mengorganisasi massa manusia, menciptakan suatu tanah lapang yang di atasnya manusia bergerak. Bagi Gramsci hubungan antara yang ideal dengan yang material tidak berlangsung searah, melainkan bersifat saling tergantung dan interaktif. Kekuatan material merupakan isi, sedangkan ideologi-ideologi merupakan bentuknya. Kekuatan material tidak akan dapat dipahami secara historis tanpa bentuk dan ideologi-ideologi akan menjadi khayalan individual belaka tanpa kekuatan material (Faruk, 1999: 62).&lt;br /&gt; Persoalan kultural dan formasi ideologis menjadi penting bagi Gramsci karena di dalamnya berlangsung proses yang rumit. Gagasan-gagasan dan opini-opini tidak lahir begitu saja dari otak individual, melainkan mempunyai pusat formasi, iradiasi, penyebaran dan persuasi. Kemampuan gagasan atau opini dalam menguasai seluruh lapisan masyarakat merupakan puncaknya. Puncak tersebut oleh Gramsci disebut sebagai hegemoni (Faruk, 1999: 62).&lt;br /&gt; Sebagaimana sudah disebutkan, pemikiran Gramsci terdiri dari enam kata kunci, yaitu kebudayaan, hegemoni, ideologi, kepercayaan populer, kaum intelektual dan negara (Faruk, 1999:65). Agar lebih jelas mengenai masing-masing kata kunci tersebut, berikut ini penjelasan masing-masing kata kunci tersebut.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.5.1  Ideologi dan Hegemoni&lt;br /&gt; Gagasan tentang hegemoni pertama kali diperkenalkan pada tahun 1885 oleh Marxis Rusia, terutama oleh Plekhanove yaitu pada tahun 1883-1984. Gagasan ini dikembangkan sebagai bagian dari strategi menggulingkan rezim Tsarisme. Istilah Hegemony menunjukan kepemimpinan yang harus dibentuk oleh kaum proletar dan wakil-wakil politiknya, dalam suatu aliansi dengan kelompok-kelompok lain, termasuk beberapa kritikus borjuis, petani, dan intelektual yang berusaha mengakhiri negara polisi Tsaris. Dengan istilah lain, hegemoni dapat juga diartikan sebagai  kontrol dan kepemimpinan, khususnya oleh suatu negara terhadap suatu kelompok masyarakat dalam hal kebudayaan, politik dan militer, control and leadership, especially by one country over others within a group, cultulural, economic militery hegemony (Oxford English Dictionary ). &lt;br /&gt; Berdasar dari pemahaman kita akan pengertian hegemoni di atas, dapat disimpulkan bahwa di dalam hegemoni, hal yang memiliki peranan besar dalam perubahan sosial adalah ideologi. Ideologi yang lahir dari kesadaran akan eksistensi seseorang atau sekelompok orang akan menggerakan orang tersebut melakukan suatu perubahan.  Oleh karena itu, di dalam hegemoni kaum intelektual memiliki peran sentral sebagaimana yang diungkapkan Lenin, yang dikutip dalam buku Pengantar Komprehensif untuk Memahami Hegemoni karya Robert Bocock;&lt;br /&gt;“Betapapun kita mencoba untuk “mencoba meminjamkan kepada perjuangan ekonomi itu sendiri suatu karakter politik” kita tidak akan mampu mengembangkan kesadaran politik para pekerja....dengan tetap berada dalam kerangka perjuangan ekonomi, karena kerangka tersbut terlalu sempit.&lt;br /&gt;Untuk membawa pengetahuan politik ke para pekerja, sosial demokrat harus membaur ke segala kelas penduduk... (dan ini merupakan) kaum intelektual, selaku pelaku propaganda, adikator dan organiser”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sini dapat kita pahami bahwa pemikiran Lenin mengindikasikan teori memiliki peranan sentral dalam membangun opini masyarakat. Gagasan atau ide-ide dalam hegemoni sangat dipengaruhi oleh kesadaran ideologi, dan kepemimpinan teoritis sangat penting dalam persoalan ini. Lebih lanjut Lenin menyatakan; ...peran pejuang barisan depan hanya dapat dipenuhi oleh suatu partai yang dibimbing oleh teori yang paling maju.  &lt;br /&gt; Menurut Marx, ideologi adalah ajaran yang menjelaskan suatu keadaan, terutama mengenai struktur kekuasaan, sedemikian rupa, sehingga orang menganggapnya sah, padahal jelas tidak sah. Ideologi melayani kepentingan kelas berkuasa karena memberikan legitimasi kepada kepentingan kelas atas. Kritik ideologi  merupakan sumbangan terpenting teori Marx terhadap analisis struktur kekuasaan dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Pemahaman mengenai ideologi akan memperjelas perbedaan antara konsep Marx dan konsep Hegemoni Gramsci. Jika di dalam Marxisme, dominasi ditentukan oleh kekuatan ekonomi, maka dalam hegemoni Gramsci dominasi lebih ditentukan oleh intelektualitas atau ide-ide, paham dan pengetahuan. Reena Mistry menyebutkan bahwa unlike Marxist theories of domination, Gramsci relegates economic determinants to the background and brings to the fore the role of intellectuals in the process (1999) . Dengan kata lain, teori hegemoni Antonio Gramsci lebih menekankan pada tataran budaya dan ideologi, sedangkan Marxisme lebih pada wilayah kekuatan ekonomi. Gramsci menyebutkan bahwa perubahan ideologi harus diutamakan dalam pembangunan masyarakat. &lt;br /&gt;“Antonio Gramsci's theory of hegemony is of particular salience to the exploration of racial representations in the media because of its focus on culture and ideology.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam sebuah negara, tuntutan para penguasa terhadap kepatuhan hukum yang dibuat pemerintah adalah sebuah keputusan ideologis. Hukum yang dibuat oleh para penguasa berdasarkan pada kepentingan-kepentingan kelas yang berkuasa, meskipun terkadang dibuat atas nama kepentingan masyarakat yang diperintah. Ironisnya semua itu hanya pengelabuhan/pembohongan yang dilakukan  para penguasa untuk mendapat hati dari masyarakat. &lt;br /&gt; Kedudukan ideologi dalam sistem kapitalisme sama dengan konsep di dalam negara. Dalam kapitalisme, pemilik modal memiliki kedudukan sama dengan para penguasa. Pemilik modal dapat mengendalikan dan membuat aturan yang menguntungkan pemilik modal. Meskipun kaum buruh dapat menolak hal itu, tetapi jika pemilik modal bersikukuh dengan kententuannya, maka para buruh tidak akan dapat hidup. Bagaimanapun kehidupan kaum buruh sangat tergantung dari pekerjaan yang diberikan oleh para pemilik modal.  Marx menyebutkan, meskipun kaum buruh memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak pekerjaan yang ditawarkan pemilik modal, tetapi karena mereka hanya dapat hidup apabila bekerja, dan dengan demikianterpaksa para buruh menerima pekerjaan tersebut. &lt;br /&gt; Hegemoni suatu kelas terhadap kelas yang ada di bawahnya merupakan hasil dari bangunan konsensus. Konsensus merupakan suatu dominasi yang dilakukan bukan dengan suatu paksaan tetapi melalui persetujuan dan  pemahaman. Dalam Kamus Ilmiah Populer (Hantanto:1994), konsensus diartikan sebagai suatu persetujuan, kesepakatan bersama atau kata sepakat. Oleh karena itu, pada dasarnya konsensus berkaitan dengan persoalan psikologis. Dengan kata lain, konsensus merupakan kepatuhan atau ketertundukan seseorang atau sekelompok orang karena adanya suatu kesadaran. &lt;br /&gt; Pada dasarnya ketertundukan pada aturan dan perangkat hukum penguasa dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu karena takut, terbiasa, dan karena kesadaran/persetujuan. Dari ketiga hal tersebut, pandangan yang terakhir merupakan ciri dalam konsep hegemoni. Dengan demikian hegemoni bersifat menyeluruh karena bersifat psikologis (Patria dkk., 2003:125). &lt;br /&gt; Menurut Gramsci, hegemoni berdasar pada konsensus yang muncul melalui komitmen aktif atas klas sosial yang secara historis lahir dalam hubungan produksi. Gramsci mengatakan (secara tidak langsung) bahwa konsensus adalah komitmen aktif yang didasarkan pada adanya pandangan bahwa posisi tinggi yang ada adalah sah. Konsensus ini secara historis lahir karena prestasi yang berkembang dalam dunia produksi (Patria dkk., 2003:126).&lt;br /&gt; Sebuah konsensus yang diterima oleh kelas pekerja, bagi Gramsci, pada dasarnya bersifat pasif. Kemunculan konsensus bukan karena kelas yang terhegemoni dan menganggap struktur sosial yang ada itu sebagai keinginan mereka. Sebaliknya, hal tersebut terjadi karena mereka kekurangan basis konseptual yang membentuk kesadaran yang memungkinkan mereka memahami realitas sosial secara efektif.  &lt;br /&gt; Femia (Patria dkk., 2003:124) menyatakan bahwa setidaknya ada empat model konsensus, yaitu konsensus pada masa Romawi Kuno, pra-moderen, masa masyarakat kapitalis, dan masa pemikiran kontemporer. Keempat masa ini memiliki pemikiran-pemikiran khas.  Untuk lebih jelasnya berikut ini ditampilkan kutipan pendapat Femia mengenai konsensus hegemoni (Hendarto (1993: 79, Nezar dkk., 2003:124-125).&lt;br /&gt; Pertama, dalam sejarah Romawi Kuno, pusat kekuasaan berada dalam tangan seorang Kaisar. yang berperan sebagai hakim agung, sumber otoritas politik. “Konsensus” berada di tangan Kaisar seorang, segala sesuatu mutlak di tangan kaisar. &lt;br /&gt; Kedua, dalam sejarah pra-moderen, pandangan tentang konsensus tampil sejalan dengan konsepsi masyarakat organik dengan paham bahwa setiap orang mempunyai status dan fungsi yang ditentukan dalam hierarki alamiah (kodrat). Bahwa etika politik bukanlah pertama-tama bertalian dengan masalah hukum, melainkan lebih merupakan kewajiban manusia terhadap masyarakatnya. Di dalam konsensus dipahami bahwa subjek-subjek yang memegang otoritas memahami dan mengikutinya. Dalam pengertian ini tidak dipakai penerimaan indiviual karena tujuannya pada keteraturan universal. &lt;br /&gt; Ketiga, dalam masyarakat kapitalis lanjut secara filosofis dan politik tampil teori-teori hukum alam dan kontrak sosial. Konsensus dipandang sebagai tindakan yang dikehendaki atau sekurang-kurangnya dilakukan dengan sukarela secara individual, tidak ada sesuatu pun yang dapat memaksa manusia. Konsensus memasuki hidup bersama dengan perjanjian positif. Dengan kata lain, kebebasan individu mendapat tempat utama dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Keempat, dalam pemikiran politik dewasa ini, ada perubahan pengertian konsensus dari pengertian liberal mengungkapkan tuntutan yang baru. Warga negara secara individual menuntut keterlibatan secara langsung ataupun tidak langsung dalam masyarakat politik yang diorganisasi dan ditentukan. Dapat dikatakan bahwa konsep ini mengisi arti pokok yang tidak ada dalam pemikiran mengenai kontrak sosial. Konsensus dipandang sebagai kekhususan sifat dari sistem lembaga-lembaga demokratis yang familliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada tiga tingkatan hegemoni yang dikemukanakn Gramsci dalam konsepnya mengenai hegemoni, yaitu pertama hegemoni total (integral), hegemoni merosot (decadent), dan hegemoni minimum. Pertama, hegemoni integral adalah hegemoni yang ditandai dengan afiliasi massa yang mendekati totalitas, masyarakat menunjukan kesatuan moral dan intelektual yang kokoh. Kondisi tersebut tampak dalam hubungan organis antara pemerintah dengan yang diperintah. &lt;br /&gt; Kedua, hegemoni merosot adalah suatu kondisi hegemoni yang mengandung kontradiksi. Kontradiksi itu mengakibatkan adanya pertentangan-pertentangan antara penguasa dengan yang dikuasai. Dalam hegemoni ini rawan terjadi disintegrasi. &lt;br /&gt; Ketiga adalah minimal hegemoni. Hegemoni ini merupakan hegemoni paling rendah. Hegemoni bersandar pada satuan ideologis antara elit ekonomis, politis, dan intelektual yang diturunkan bersamaan dengan keengganan setiap campur tangan massa dalam kehidupan bernegara. Dengan demikian, kelompok-kelompok hegemonis tidak mau menyesuaikan kepentingan dan aspirasi-aspirasi mereka dengan kelas lain dalam masyarakat. &lt;br /&gt; Kata Ideologi memiliki pengertian yang cukup luas, oleh karena itu perllu diperhatikan makna dari ideologi. Pertama, ideologi adalah semua sistem besar yang memberikan orientasi kepada manusia. Ideologi memberikan ajaran kepada manusia tentang suatu keadaan, terutama mengenai struktur kekuasaan yang dianggap sah. Ideologi merupakan ilusi atau kesadaran palsu yang tidak menggambarkan situasi nyata manusia sebagaimana adanya. Ideologi menggambarkan realitas dengan penafsiran terbalik. Apa yang tidak baik dan tidak wajar dinyatakan sedemikian rupa sehingga nampak baik dan wajar. Hal itu terjadi karena ideologi melayani kepentingan kelas yang berkuasa sebagai alat legitimasi (Magnis-Suseno, 1999:122-123). &lt;br /&gt; Kedua, ideologi adalah sistem berpikir, kepercayaan, praktik-praktik simbolik yang berhubungan dengan tindakan sosial dan politik. Ideoloogi adalah sistem gagasan yang mempelajari keyakinan dan hal-hal ideal filosofis, ekonomis, politis, dan sosial. Ideologi dalam hal ini disebut neutral conception (Thompson, 2003:17).&lt;br /&gt; Ketiga, ideologi merupakan kepercayaan kepada suatu pelembagaan gagasan-gagasan sistematis yang diartikulasikan oleh kelompok masyarakat tertentu. Hal ini biasanya terwujud dalam suatu perkumpulan yang berjuang merealisasikan gagasan atau kepentingan kelompok tersebut, seperti perkumpulan anggota partai politik, serikat buruh, dan organisasi sosial lain yang bertujuan merealisasikan kepentingan mereka. Ideologi ini seringnya disebut dengan ideologi yang diselewengkan, karena ideologi yang dianut merupakan idealisme pemimpin mereka. &lt;br /&gt; Keempat, pengertian ideologi sama dengan kesadaran palsu, yaitu praktik-praktik gerakan ideologis untuk menggerakan suatu kelompok demi suatu kepentingan. Distorsi tersebut sengaja disebut untuk melanggengkan kepentingan kelompok berkuasa dan mengendalikan sepenuhnya pihak yang lemah (Storey, 2003:5). &lt;br /&gt; Kelima, ideologi dapat juga digunakan sebagai alat menyembunyikan realitas sebenarnya, yakni realitas dominasi para panguasa. Hal ini umumnya terdapat dalam ideologi kapitalis. Pada umumnya ideologi ini mengaburkan agar orang-orang yang dieksploitasi tidak merasa ditindas meskipun sesungguhnya mereka sedang diperas. &lt;br /&gt; Keenam, ideologi bukan hanya pelembagaan ide-ide, tetapi sebagai praktik material yang dapat dijumpai dalam praktik kehidupan sehari-hari. Ideologi seperti ini terdapat dalam cara-cara dan tempat ritual, kebiasaan-kebiasaan tertentu yang menghasilkan akibat yang mengikat dan melekatkan seseorang pada tatanan sosial. &lt;br /&gt; Persoalan sesungguhnya adalah kenapa ideologi tersebut lebih banyak menguntungkan orang-orang berkuasa. Ada beberapa alasan yang menjadikan ideologi para penguasa beredar di masyarakat. Pertama, pikiran yang berkuasa setiap zaman adalah pemikiran kelas berkuasa. Kedua, kelas yang menguasai sarana produksi material adalah kelas yang menguasai sarana produksi spiritual. Ketiga, hanya kelas atas yang mampu meresmikan dan menyebarkan pemikiran serta gagasan mereka. Akhirnya, nilai-nilai resmi masyarakat adalh nilai-nilai kelas atas (Magnis-Suseno, 1999: 124).&lt;br /&gt; Penguasaan ideologi kelas atas ini terjadi bukan hanya di dalam sistem masyarakat feodal, tetapi juga di dalam masyarakat kapitalis. Di zaman feodal, raja dianggap sebagai titisan Tuhan. Raja adalah orang suci yang sudah dipilih Tuhan untuk memerintah masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada yang berani membantah atau melanggar ketentuan dari seorang raja. Perbedaannya dengan sistem masyarakat kapitalis adalah kekuatan pemimpin itu sudah agak berkurang, meskipun kekuatan itu masih tetap ada dan masyarakat masih tunduk kepada ketentuan mereka yang kuat, baik kuat secara ekonomi, keturunan, maupun intelektual. &lt;br /&gt; Dari seluruh pengertian ideologi yang sudah disebutkan di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan ideologi dapat disamakan dengan kebudayaan, filsafat, pandangan dunia, atau reformasi moral dan intelektual (Simon, 2001: 85). Berdasarkan pengertian tersebut, ideologi memiliki aspek psikologis karena berkaitan dengan kesadaran dan ketidaksadaran seseorang. Ideologi dalam hal ini berkaitan dengan segala aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, ideologi bukan fantasi seseorang karena ia terjelma dalam cara hidup kolektif masyarakat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.5.2 Kebudayaan, Kepercayaan Populer, dan Common Sense&lt;br /&gt; Gramsci menyadari bahwa kebudayaan merupakan kekuatan material yang mempunyai dampak praktis dan “berbahaya” bagi masyarakat (via Faruk, 1999: 65). Oleh karena itu, kebudayaan bukan sekedar pengetahuan tanpa makna, tetapi  kebudayaan dapat berarti kekuatan politik. &lt;br /&gt; Gramsci menganggap kebudayaan sebagai organisasi, disiplin diri batiniah seseorang, merupakan suatu pencapaian suatu kesadaran yang lebih tinggi, yang dengan sokongannya seseorang berhasil dalam memahami nilai historis diri dan fungsinya di dalam kehidupan, hak-hak dan kewajibannya (via Faruk, 1999: 66).  Dengan demikian, kebudayaan tidak bisa disepelekan hanya sebagai pengetahuan saja, tetapi harus diperhatikan dan dipahami sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan kebudayaanlah sebuah negara atau suatu komunitas dapat mengangkat derajat dan martabatnya di mata komunitas atau negara lain. &lt;br /&gt; Pentingnya peranan kebudayaan didasarkan pada pemahaman bahwa manusia adalah produk sejarah. Mengingat yang paling penting dari manusia adalah pikirannya, dengan demikian kesadaran akan posisi seseorang akan menggugah adanya kesadaran diri untuk mengubah nasib diri yang sedang tereksploitasi, ia akan melakukan perlawanan atau pemberontakan setelah menyadari bahwa dirinya diperalat atau diperas oleh golongan atau kelompok lain. Kebudayaan memiliki peran penting karena dapat memberikan kesadaran kepada kelompok-kelompok yang menjadi korban eksploitasi kelas penguasa. Itulah sebabnya Gramsci beranggapan bahwa sebuah revolusi sosial hanya akan terjadi jika didahului oleh adanya revolusi kebudayaan. Revolusi sosial tidak terjadi secara  spontan, alamiah, tatapi melibatkan berbagai faktor kutural tertentu yang memungkinkan terjadinya revolusi sosial (via Faruk, 1999: 66). &lt;br /&gt; Gagasan-gagasan dan kepercayaan populer merupakan aspek yang sangat penting dalam perubahan sosial. Menurut Gramsci gagasan-gagasan dapat juga dikatakan sebagai kekuatan material. Aspek ini akan mempengaruhi cara pandang seseorang mengenai dunia. Dengan demikian dinamika sosial sangat dipengaruhi oleh cara pandang seseorang terhadap kehidupan. &lt;br /&gt; Dalam kaitannya dengan penyebaran gagasan-gagasan tersebut, folklor, common sense, dan opini-opini memiliki peran penting dalam penyebaran gagasan atau ideologi. Faruk menyebutkan ada tiga cara penyebaran gagasan-gagasan atau filsafat tertentu, yaitu melalui bahasa, common sense, dan folklor (Faruk, 1999: 71). Folklor meliputi sistem kepercayaan menyeluruh, tahayul-tahayul, opini-opini, cara-cara melihat tindakan dan segala sesuatu. Jika folklor dapat disamakan dengan karya sastra, maka karya sastra (sebagaimana disebutkan oleh Lotman) merupakan media yang tidak tergantikan oleh media lain dalam peranannya terhadap penyebaran gagasan. &lt;br /&gt;“Literature is accordingly defined as secondary modeling system (...) Literature possesses an exclusive, inherent system of signs (...) which serve to transmit special messages, not transmittable by other means” (via Noth, 1995351).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dari pernyataan tersebut dapat dipahami bahwa karya sastra merupakan media paling efektif dalam menyebarkan gagasan-gagasan. Dengan demikian, karya sastra menjadi sangat penting dipelajari dan dianalisis karena di dalamnya terdapat gagasan ideologis yang dapat mengubah kondisi sosial masyarakat.  &lt;br /&gt; Selain folklor dan common sense, bahasa juga memiliki peran sentral dalam penyebaran gagasan. Bahasa marupakan media utama komunikasi antara manusia dalam masyarakat. Dengan demikian, melalui bahasa dapat diketahui sejauh mana pemikiran seseorang. Menurut Faruk (1999:71) dari bahasa seseorang dapat ditafsirkan kompleksitas yang lebih besar atau lebih kurang dari konsepsinya mengenai dunia. Di dalam bahasa terkandung elemen-elemen suatu konsepsi mengenai dunia dan kebudayaan. &lt;br /&gt; Gramsci menyatakan bahwa common sense merupakan konsepsi tentang dunia yang paling pervasif meskipun tidak sistematik. Common sense berbeda dengan filsafat karena ia mempunyai dasar dalam pengalaman popular dan tidak merepressentasikan suatu konsepsi yang terpadu menganai dunia. Dengan demikian, filsafat merupakan tatanan intelektual yang tidak dapat dicapai oleh agama dan common sense (via Faruk, 1999: 71). &lt;br /&gt; Stratum sosial memiliki common sense sendiri-sendiri. Setiap arus filosofis manusia meninggalkan endapan pada common sense. Hal itu merupakan dokumen dari efektivitas historisnya. Common sense sendiri bukan merupakan sesuatu yang kaku dan immobil, melainkan selalu mentransformasikan dirinya, memperkaya dirinya dengan gagasan ilmiah dan opini-opini filosofis yang memasuki kehidupan sehari-hari. Sebagaimana disebutkan oleh Faruk, common sense menciptakan folklor masa depan, yaitu sebagai satu fase yang relatif kukuh dari pengetahuan popular pada suatu ruang dan waktu tertentu (via Faruk, 1999: 71).&lt;br /&gt; Menurut Gramsci, kesadaran untuk menjadi bagian dari kekuatan hegemonik yang khusus adalah tahap pertama ke arah kesadaran diri yang progresif yang di dalamnya teori dan praktek menjadi satu (via Faruk, 1999: 73). Hal ini dimaksudkan bahwa pemahaman teori harus diaplikasikan dalam kehidupan praktis sehari-hari. Setiap teori akan disempurnakan dalam praktek, dengan demikian teori akan mempermudah praktek dalam kehidupan sehari-hari. Teori akan menginspirasi adanya perubahan sosial masyarakat, teori merupakan panduan kehidupan atau praktek sosial.&lt;br /&gt; Dengan demikian, pengertian mengenai filsafat atau konsepsi mengenai dunia bagi Gramsci bukan sekedar persoalan akademik, melainkan merupakan persoalan politik. Filsafat merupakan gerakan kebudayaan, suatu ideologi dalam pengertian luas, yaitu sebagai suatu konsepsi mengeani dunia yang secara implistik memanifestasikan dirinya dalam seni, hukum, aktivitas ekonomi, dan dalam kehidupan individual maupun kolektif (via Faruk, 1999:74). Dengan demikian, ideologi filsafat berfungsi mempersatukan kekuatan-kekuatan sosial yang sesungguhnya bertentangan. Hal ini tercermin dari pada fungsi agama yang mempersatukan berbagai kekuatan sosial dalam satu jalur agama tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5.3 Kaum Intelektual &lt;br /&gt; Kaum intelektual merupakan agent of change yang memiliki fungsi menyebarkan ideologi perubahan kepada masyarakat. Oleh karena itu, ideologi tidak akan pernah efektif atau bermanfaat selama tidak ada yang menyebarkan ideologi tersebut. Para intelektual adalah pelaku atau pendorong adanya perubahan. Dengan kata lain, merekalah kunci utama adanya dinamika sosial. Peranan kaum intelektual di dalam menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai ideologis kepada masyarakat menjadi dominan. &lt;br /&gt; Penanaman nilai-nilai ideologis dilakukan melalui lembaga-lembaga sosial, seperti lembaga sekolah atau lembaga pengajaran dan lembaga keagamaan. Melalui lembaga-lembaga inilah ideologi disebarkan dan menjadi sebuah komando perubahan sosial. Dengan demikian, kaum intelektual disebut sebagai fungsionaris hegemoni (Faruk, 1999:75).&lt;br /&gt; Menurut Faruk (1999:75) kata intelektual bukan dipahami dalam pengertian yang sederhana, tetapi suatu strata sosial yang menyeluruh yang menjalankan fungsi organisasinonal dalam pengertian yang luas, baik dalam lapangan produksi, kebudayaan, ataupun dalam administrasi politik. &lt;br /&gt; Di dalam Prison Notebooks disebutkan bahwa sebenarnya semua orang berpotensi menjadi seorang intelektual. Namun ke-intelektual-an tersebut sangat ditentukan oleh fungsi mereka dalam masyarakat (via Hoare, 1983: 3).  &lt;br /&gt;“All man are potentially intellectuals in the sense of having an intellect and using it, but not all are intellectuals by social function.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernyataan tersebut menunjukan bahwa fungsi atau peran seseorang atau kaum intelektual lebih ditentukan oleh fungsinya dalam mempengaruhi dinamika sosial. Lebih lanjut Gramsci membedakan kaum intelektual menjadi dua, yaitu intelektual tradisional dan intelektual organik. Intelektual tradisional adalah para intelektual yang memiliki profesi khusus (seperti para ahli di bidang ilmu pengetahuan, bidang sastra dan lain sebagainya), sedangkan yang kedua adalah intelektual organik, yaitu mereka yang mengorganisasi dan memikirkan organisasi sosial tententu. Dalam konteks ini mereka tidak memiliki profesi tententu, tetapi peran mereka menginspirasi dan mendorong dinamika sosial (via Hoare, 1983: 3). Pengertian kedua ini menunjukan bahwa kaum intelektual memiliki peran paling besar di dalam menyebarkan ideologi-ideologi perubahan sosial. &lt;br /&gt; Simpulan dari paparan di atas adalah Gramsci menyatakan bahwa kaum intelektual merupakan ‘deputi’ dari kelompok dominan yang menjalankan fungsi khusus dari hegemoni sosial dan pemerintahan sosial,  yang meliputi: &lt;br /&gt;1). Persetujuan ‘spontan’ yang diberikan oleh populasi massa yang besar kepada kepemimpinan umum yang dilakukan kelompok dominan atas kehidupan sosial; persetujuan ini bersifat ‘historis’ disebabkan oleh prestise (dan kepercayaan diri yang konsekuen) dimana kelompok dominan menikmatinya karena posisi dan fungsi mereka dalam dunia produksi. &lt;br /&gt;2). Aparat kekuasaan secara ‘legal’ memaksakan disiplin pada kelompok-kelompok ini pada siapa yang tidak ‘setuju’ baik secara aktif maupun pasif. Aparatus ini, bagaimanapun juga, digunakan untuk seluruh masyarakat sebagai antisipasi dalam momen krisis dari kepemimpinan atau manakala persetujuan spontan telah melemah (Patria, 2003:158). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5.4 Negara &lt;br /&gt; Sebelum membicarakan makna sesungguhnya dari apa yang dinamakan negara, perlu kiranya dipahami bahwa pandangan Gramsci akan negara selalu bertolak dari pandangan Marxisme (meskipun ada beberapa perbedaan mendasar). Lahirnya konsep negara dan hegemoni Gramsci sebenarnya berasal dari ketimpangan yang ada dalam aliran pemikiran tersebut. Pertama, terjadinya kesenjangan teori Marxis antara teori dan praktek kelas proletariat. Kedua, upaya menemukan sarana dan strategi partai revolusioner  dalam menumbuhkan dukungan dan mencapai kekuatan penuh dalam masyarakat kapitalisme. Dengan kata lain, Gramsci ingin menyelesaikan kegagalan strategi dan taktik kelas proletariat dalam menumbangkan kelas borjuis di Italia. &lt;br /&gt; Bagi Gramsci, partai adalah alat sesungguhnya bagi kelas pekerja untuk menyatukan teori dan praktik. Teori muncul dari partai dan dalam rangka merespon problem yang dihadapi oleh masa yang terorganisir. Oleh karena itu, konsep tentang negara dan hegemoni sesungguhnya merupakan bagian dari praktek revolusioner yang dilakukannya. Dari praktik ini pula, Gramsci mencoba menyusun konsep baru tentang peranan partai dalam rangka menjalankan tugas revolusi  (Patria, dkk., 2003: 113).&lt;br /&gt; Negara atau state dalam Bahasa Inggris berarti suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Dengan pengertian lain, negara adalah pengorganisasian masyarakat dalam suatu wilayah dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu sebagai tempat negara itu berada (http://id.wikipedia.org/wiki/Negara).&lt;br /&gt; Negara merupakan institusi resmi yang mengatur kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, melalui negara produk-produk hukum dan aturan dibuat guna mengendalikan kehidupan setiap individu dalam masyarakat. Negara dalam pandangan Marxisme berkaitan dengan kelas-kelas sosial. Dengan demikian, negara dalam Marxisme adalah negara kelas. &lt;br /&gt; Dalam konsep Marxisme, negara tidak lepas dari model dalam kaitannya dengan ekonomi. Menurut Marx, para penguasa merupakan bagian dari orang-orang yang memiliki modal, hanya orang kaya yang dapat masuk di lembaga pemerintahan. Dengan kata lain, struktur kekuasaan dalam bidang ekonomi tercermin juga dalam bidang politik. Salah satu pokok teori Karl Marx adalah bahwa negara secara hakiki merupakan negara kelas, artinya negara dikuasai secara langsung atau tidak langsung oleh kelas-kelas yang menguasai bidang ekonomi (Magnis-Suseno, 2000: 121). &lt;br /&gt; Marx berpandangan bahwa negara bukanlah lembaga di atas masyarakat yang mengatur masyarakat tanpa pamrih, melainkan apa yang diusahakan oleh para pemegang kekuasaan tersebut sebagai usaha mengelabuhi masyarakatnya dengan tindakan-tindakan yang seolah-olah untuk kepentingan rakyat. Frederick Enggel menyatakan bahwa negara bertujuan untuk mempertahankan syarat-syarat kehidupan dan kekuasaan kelas berkuasa terhadap kelas yang dikuasai secara paksa (Magnis-Suseno, 2000:120). Jika demikian adanya, maka negara merupakan alat untuk melanggengkan kekuasaan bagi kelas-kelas atas atau kelas pemilik modal. Negara mengawasi setiap gerak dan pemikiran masyarakat sipil yang berada di bawah naungannya. Untuk itu Karl Marx (1869) menyebutkan bahwa negara berperan sebagai berikut. &lt;br /&gt;Negara terlibat, mengontrol, mengawasi, dan mengelola masyarakat sipil dari perbagai ekspresinya yang mencakup semua hal sampai gerakan-gerakannya yang paling tidak signifikan, dan dari bentuk-bentuk eksistensinya yang paling umum sampai kehidupan pribadi individu-individu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan demikian, di dalam konsep Marxisme, negara merupakan negara kelas yang mendukung kepentingan kelas-kelas penindas. Negara dalam hal ini bukan kawan melainkan lawan bagi masyarakat kecil. Orang kecil diharapkan tidak menuntut keadilan atau bantuan yang sesungguh-sungguh dari negara, karena negara justru merupakan wakil kelas-kelas yang menghisap tenaga kerja orang kecil (Magnis-Suseno, 2000:121). &lt;br /&gt; Berkenaan  dengan hal tersebut di atas Plato menyatakan; &lt;br /&gt;“Dan bentuk pemerintahan yang berbeda membuat hukum menjadi demokratis, tiranis, dan aristokratis, sesuai dengan kepentingan mereka; dan hukum ini, yang mereka ciptakan untuk kepentingan para penguasa sendiri, merupakan keadilan yang mereka terapkan pada rakyat mereka, dan seseorang yang melanggar hukum itu mereka hukum sebagai pelanggar hukum dan penjahat. ... satu-satunya kesimpulan yang masuk akal adalah bahwa dimana-mana hanya ada satu prinsip tentang keadilan yang merupakan kepentingan dari yang lebih kuat.” (Plato, 1992: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah memahami konsep negara di dalam Marxisme, kita perlu mengetahui konsep negara menurut Gramsci. Gramsci membedakan dua wilayah dalam negara; yaitu dunia masyarakat sipil dan masyarakat politik. Wilayah pertama penting bagi konsep hegemoni karena merupakan wilayah “kesetujuan” dan  “kehendak bebas”. Wilayah kedua merupakan dunia kekerasan, pemaksaan dan intervensi (Faruk, 1999:77). Negara tidak hanya menyangkut aparat-aparat pemerintah, melainkan juga aparat-aparat hegemonik atau masyarakat sipil. Jika Marx memandang negara hanya sebatas fisik, Gramsci lebih dalam dari itu. Negara adalah kompleks menyeluruh aktivitas-aktivitas teoritis dan praktis yang dengannya kelas penguasa tidak hanya membenarkan dan mempertahankan dominasinya, melainkan juga berusaha memenangkan kesetujuan aktif dari mereka yang diperintah. &lt;br /&gt; Pemahaman tersebut merupakan perluasan dari makna negara yang sesungguhnya. Gramsci memandang bahwa negara secara fisik dan ideologis, karena itu ada negara “etis” atau negara “kebudayaan”. Suatu negara disebut etis sepanjang salah satu fungsi terpentingnya adalah untuk membangkitkan massa penduduk yang besar pada level moral dan kultural; suatu level yang berhubungan dengan kebutuhan akan kekuatan-kekuatan produktif, dengan interes-interes kelas penguasa. Dengan demikian, negara dapat berfungsi sebagai edukator sejauh ia cenderung menciptakan suatu tipe atau level kebudayaan baru (Faruk, 1999:77). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6.  Metode Penelitian, Objek Penelitian, dan Metode Pengumpulan Data  &lt;br /&gt;1.6.1. Metode Penelitian &lt;br /&gt; Secara umum, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui data-data yang berhubungan dengan permasalahan dan studi pustaka yang difokuskan pada analisis data yang berupa teks. Menurut Moleong (2007:6), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Secara khusus, metode yang digunakan adalah analisis wacana sosiologi dengan penekanan pada persepsi wacana hegemoni yang dikembangkan oleh Gramsci. &lt;br /&gt; Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu menentukan karya sastra yang akan dianalisis, menentukan tema penelitian, menentukan metode yang akan digunakan, menentukan data dan mengapa data itu penting, analisis dan mengambil simpulan dari hasil pembacaan. &lt;br /&gt; Langkah awal yang dilakukan adalah menentukan drama Man and Superman yang akan dianalisis menggunakan pendekatan hegemoni Gramsci. Hal tersebut dilakukan dengan mengamati isu-isu hegemoni/dominasi yang dibangun dalam wacana yang ada dalam drama tersebut. Setelah melakukan pembacaan secara cermat, kemudian peneliti menentukan tema penelitian; yaitu dengan mencermati isu-isu ideologis politis atas dinamika yang dibangun dalam drama tersebut. &lt;br /&gt; Langkah berikutnya, peneliti menentukan pendekatan atau metode yang akan digunakan, yaitu menggunakan analisis tekstual. Peneliti menggunakan pendekatan ini karena dalam kajian karya sastra kita bisa mengunakan analisis yang berorientasi tekstual dan kontekstual. Teks dapat menjadi sesuatu yang dapat diteliti dan merupakan data empiris yang sangat penting dalam studi karya sastra. Selain itu, analisis tekstual dapat memperkaya pengetahuan tentang aspek formal teks media. Untuk mendapatkan kajian yang kaya makna sosiokultural, maka kajian karya sastra ini memperhatikan konteks sosio-kultural yang ada dalam karya sastra. &lt;br /&gt; Untuk memahami konteks budaya Inggris, studi ini mencoba memahami konsep hegemoni berdasar konflik-konflik yang tergambarkan dalam Man and Superman. Konflik sosial tersebut kemudian dikorelasikan atas pemikiran Marxisme dan konsep hegemoni Gramsci. Berdasar dari itu, penelitian ini menghubungkan dinamika sosial yang dibangun di dalam drama  Man and Superman dengan konteks sosial masyarakat Inggris pada masa-masa penulisan karya sastra tersebut. &lt;br /&gt; Untuk menunjukan korelasi antara teks drama Man and Superman dengan konteks sosio-budaya masyarakat Inggris, penulis melakukan pembacaan intertekstual berdasarkan analisis penulis tentang materi-materi yang ada di dalam drama Man and Superman yang dihubungakan dengan isu-isu dominasi laki-laki terhadap kaum perempuan, perjuangan kelas dan konflik-konflik sosial yang muncul di dalam cerita drama tersebut. Untuk mencapai pemahaman intertektual tersebut, penulis akan menggunakan analisis wacana berdasarkan adegan dalam masing-masing babak yang dianggap mencerminkan adanya persoalan hegemoni atau dominasi antara kelompok yang satu dengan yang lain. &lt;br /&gt; Sebelum sampai ke tahapan analisis, penulis menentuan data yang akan diambil yaitu berupa kutipan dialog dan pernyataan yang merepresentasikan gagasan hegemonis dari masing-masing tokoh yang ada di dalam drama tersebut. Data tersebut sangat penting mengingat metode penelitian yang  akan digunakan adalah analisis tekstual. Data yang diambil, sebelumnya diseleksi dan diklasifikasi terlebih dahulu sehinggga akan ditemukan data yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini. &lt;br /&gt; Dengan menggunkan analilsis tekstual yang dipadu dengan wacana yang ada dalam masyarkat maka data-data yang sudah dipilih akan diposisikan sebagai wacana tekstual. Agar lebih komprehensif, wacana-wacana tekstual tersebut dikaji dalam (1) tokoh yang terlibat dalam sebuah dialog; (2)  bagaimana mereka menmperbincangkan topik hegemoni; (3)  bagaimana pengaruh wacana hegemoni; (4) bagaimana konflik-konflik yang muncul dari berkembangnya wacana hegemoni atau dominasi dalam masyarakat; dan (5) bagaimana drama ini memandang wacana dinamika perjuangan kelas dan persoalan hegemoni. &lt;br /&gt; Hasil dari analisis wacana kemudian dikaitkan dengan persoalan hegemoni yang terjadi di dalam masyarakat Inggris masa itu, sekaligus dipadukan dengan pemikiran-pemikiran kritis tentang hegemoni, perjuangan kelas, dan dominasi. Dengan demikian, akan dapat diketahui bagaimana posisi yang diambil drama Man and Superman dalam memandang persoalan tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6.2.  Objek Penelitian &lt;br /&gt;1.6.2.1  Objek Material &lt;br /&gt;Objek material penelitian ini adalah sebuah tek drama berjudul Man and Superman yang ditulis oleh George Bernard Shaw (GBS) pada tahun 1903. Penelitian ini mendasarkan pada tek drama tersebut yang ditulis kembali oleh John A. Bertolini yang diterbitkan pada tahun 2004 dan di cetak oleh Creative Media Inc. di Amerika Serikat. Oleh Bertolini buku tersebut diberi judul Man and Superman and Three other Plays karena di dalamnya terdapat tiga teks drama lain, diantaranya; Mrs. Warren Profession, Candida dan The Devil’s Diciple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6.2.2 Objek Formal&lt;br /&gt;Supaya penelitian ini dapat mengkorelasikan gagasan-gagasan yang ada dalam karya sastra dengan tema penelitian ini, maka objek formal yang digunakan adalah teori hegemoni. Teori ini merupakan pengembangan dari konsep sosiologi Marxisme. Di dalam teori sosiologi ini akan kita temukan konsep-konsep yang sesuai dengan tema yang akan ditemukan dalam penelitian ini. Konsep-konsep yang dimaksud adalah konsep penindasan atau hegemoni, persaingan kelas, dan deskriminasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6.3 Metode Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan dengan metode pengumpulan data library research, yaitu penelitian pustaka yang dilakukan dengan membaca buku-buku ataupun dokumen yang berkaitan dengan objek penelitian atau tema penelitian ini. &lt;br /&gt;Data-data yang berkaitan dengan judul akan dituliskan dalam kolom-kolom yang disesuaikan dengan pokok persoalan dari judul tesis ini. Setelah data terkumpul, penulis mengklasifikasi dan menyusun data tersebut.&lt;br /&gt;Data-data yang sudah didapatkan dari hasil pembacaan, kemudian dianalisis berdasarkan kerangka teori yang sudah ditentukan. Analisis tersebut dilakukan dengan cara mengkomparasikan gagasan-gagasan yang ada di dalam landasan teori dengan data-data yang sudah di dapatkan dari objek penelitian.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.7.  Sistematika Penyajian&lt;br /&gt;Penulisan tesis ini akan dilakukan dengan cara sebagai berikut;&lt;br /&gt; Bab pertama akan membahas mengenai latar belakang, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian dan sistematika penyajian.&lt;br /&gt;Bab kedua, berbicara mengenai drama Man and Superman; sinopsis, konflik antartokoh,  dan tipologi hegemoni yang terdapat di dalam drama tersebut. Tipologi hegemoni meliputi: hegemoni kaum laki-laki atas kaum perempuan, hegemoni penguasa terhadap rakyatnya (negara politik dan masyarakat sipil), dan hegemoni kaum tua terhadap kaum muda (intelektual versus masyarakat biasa).&lt;br /&gt; Bab ketiga berbicara mengenai konteks keterkaitan sastra dengan masyarakat, kondisi sosial politik masyarakat Inggris, sejarah hidup pengarang serta kiprah penulis Man and Superman dalam pergerakan masyarakat.&lt;br /&gt;Bab keempat merupakan simpulan dan saran. Simpulan diambil dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Dari hasil penelitian ini tentunya akan didapat beberapa poin penting yang bisa dijadikan sebagai rujukan untuk penelitian selanjutnya. Sedangkan saran dimaksudkan agar pembaca dapat mengambil hikmah dari hasil penelitian ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1337986849160225727-423299646526145734?l=wajirannet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wajirannet.blogspot.com/feeds/423299646526145734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1337986849160225727&amp;postID=423299646526145734&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/423299646526145734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1337986849160225727/posts/default/423299646526145734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wajirannet.blogspot.com/2010/03/perebutan-kekuasaan-dan-hegemoni.html' title='PENDAHULUAN'/><author><name>Wajiran, S.S., M.A.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14866206060002466856</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1337986849160225727.post-8850954682987622039</id><published>2008-12-30T20:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T17:25:18.264-08:00</updated><title type='text'>Refleksi  Sosio Budaya Masyarakat Inggris dan Indonesia yang  Terdapat dalam Man and Superman dan Jalan Menikung</title><content type='html'>The Reflection of sociological culture of  the English and the Indonesian &lt;br /&gt;in Man and Superman and Jalan Menikung&lt;br /&gt;(A comparative study)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Latar belakang &lt;br /&gt; Latar belakang sosial budaya akan sangat berpengaruh terhadap isi atau corak suatu karya sastra. Oleh karena itu, karya yang dihasilkan di suatu negara akan memiliki perbedaan dengan karya sastra yang dihasilkan di negara lain. Perbedaan itu bisa disebabkan oleh adanya perbedaan adat istiadat, tingkat  ekonomi maupun keadaan sosial budaya masyarakatnya. Seperti yang dinyatakan dalam tulisan Sapardi Djoko Damono (1979:1), yang menyatakan bahwa sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan medium bahasa yang menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Sebagai suatu kenyataan sosial, kesusastraan mempunyai arti penting sebagai sarana untuk mengenalkan tata nilai, sikap hidup, serta alam pikiran suatu bangsa atau kelompok manusia (Achadiati Ikram, 1988). Pernyataan ini menegaskan keterkaitan yang erat antara karya sastra dengan kondisi masyarakatnya. &lt;br /&gt;Selain latar belakang kebudayaan, perbedaan jaman juga akan mengakibatkan adanya perbedaan muatan karya sastra. Sastra yang ditulis pada suatu kurun waktu tertentu langsung berkaitan dengan norma-norma dan adat istiadat jaman itu (Jan van Luxemburg, dkk., 1982: 23). Jika suatu jaman itu sedang bergolak mengenai masalah kemiskinan, maka banyak karya sastra yang berbicara tentang kemiskinan. Demikian juga dengan trend-trend yang lain, seperti masalah perjuangan wanita misalnya,  maka karya sastra pun akan secara serempak bicara mengenai wanita. Sapardi Djoko Damono (1979: 19) menyatakan bahwa lakon adalah potret yang tepat dari tata cara dan tingkah laku orang-orang pada jaman naskah itu ditulis.  &lt;br /&gt; Tren-tren yang tergambar dalam karya sastra tersebut di atas secara tidak langsung akan mengekpresikan latar belakang budaya suatu negara. Karena itu bisa dikatakan suatu karya sastra bisa mencerminkan budaya asal karya sastra itu. Meskipun demikian, gambaran yang ada dalam karya sastra tersebut sangat tergantung pada latar belakang atau minat dari penulis karya sastra tersebut. Hal ini selaras dengan ungkapan Aristotles yang menyatakan bahwa sastrawan adalah seorang yang melakukan peniruan terhadap suatu kehidupan (Aristotle Poetic: 39). Seorang penulis yang berminat di bidang sosial ia akan banyak menulis tentang sosial, demikian juga bidang-bidang yang lain seperti politik, ekonomi, agama, gender dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Mengingat keterkaitan yang begitu nyata antara karya sastra dengan kehidupan masyarakat, maka tugas ilmuan sastra adalah menelaah keterkaitan-keterkaitan tersebut. Sebagaimana yang dikatakan oleh Swingwood (1972: iv) bahwa sosiologi sastra bertugas menghubungkan pengalaman karakter-karakter dan situasi-situasi penulis dengan iklim historis mereka.  Dengan demikian akan ditemukan hubungan timbal balik antara karya sastra dengan masyarakat itu sendiri. Selain mampu memberikan pengaruh kepada masyarakat, karya sastra sangat dipengaruhi oleh isu-isu yang terjadi di dalam masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt; Plato mengatakan bahwa kenyataan sosial yang tergambar dalam suatu karya sastra merupakan tiruan atau imitasi dari apa yang terjadi di masyarakatnya (via Damono, 1979:18). Inilah yang mempertegas keterkaitan antara karya sastra dengan masyarakatnya. Tiruan tersebut memiliki tujuan tidak sekedar menggambarkan begitu saja, tetapi juga merupakan suatu cara untuk mengkritisi, mendukung atau dengan maksud mengenalkan pribadi suatu bangsa. Dalam hal sastra yang mengajarkan nilai-nilai kepada masyarakat, Renewellek dkk. (1995: ) menyatakan bahwa kegunaan karya sastra adalah berguna dan mendidik. Di tempat lain, kita juga mengenal adanya sastra propaganda, yaitu suatu karya sastra yang diciptakan untuk mempengaruhi sekaligus menuntut agar masyarakat mengikuti apa yang diajarkan di dalamnya. Di dalam penanaman nilai-nilai itu akan terjadi ketegangan-ketegangan, dan itulah ciri-ciri utama dalam novel politik (Howe, 1967 via Sapardi Djoko Damono: 51). &lt;br /&gt; Karya sastra Jalan Menikung tulisan Umar Kayam dan Man and Superman karya George bernard Shaw peneliti anggap merefleksikan  gagasan tersebut di atas. Kedua karya ini mewakili keadaan sosial politik masing-masing negara, karena keduanya merupakan karya sastra yang mengkritisi kebobrokan perilaku masyarakatnya. Drama Man and Sperman secara jelas menggambarkan sifat khas masyarakat Inggris yang terefleksikan melalui watak tokoh-tokohnya. Sifat dan tingkah laku masing-masing tokoh mencerminkan keangkuhan dan keegoisan individu dalam kehidupan masyarakat Inggris. Demikian juga yang ada dalam karya sastra Jalan Menikung, yang sedikit banyak menggambarkan ciri-ciri masyarakat Indonesia khususnya Jawa. &lt;br /&gt; Karya drama Man and Superman merupakan karya yang sangat penting untuk dipahami, karena selain berisikan kritik sosial karya ini mencermikan gagasan politik penulisnya (Wajiran, 2005). George Bernard Shaw atau sering disebut GBS adalah seorang aktivis politik yang secara langsung berperan besar terhadap perubahan negara Inggris pada saat itu. Disamping karena dari segi isinya, Man and Superman sangat penting untuk dipahami karena penulisnya adalah pemenang hadiah Nobel pada tahun 1925. Hadiah Nobel adalah sebuah penganugrahan yang sangat prestisius. Karena itu, penulis yang mendapatkan hadiah ini adalah penulis yang dianggap paling berpengaruh terhadap perubahan dunia. Hal inilah yang memperkuat akan pentingnya menelaah karya-karya yang dihasilkan oleh GBS, terutama Man and Superman.&lt;br /&gt; Tidak jauh berbeda dengan GBS, Umar Kayam merupakan seorang penulis terkenal di Indonesia. Ia terkenal sebagai seorang ilmuan yang memiliki multi talenta. Selain sebagai seorang sastrawan, ia juga dikenal sebagai ilmuan di bidang antropologi. Latar belakang ilmu sosial budaya yang dimiliki sangat berpengaruh terhadap karya-karya yang dihasilkannya. Oleh karena itu juga bobot kritik sosial dalam karya-karyanya lebih mengena dibandingkan dengan penulis lain. Apa yang dilukiskan dalam karya sastranya berdasarkan pengamatan atau penelitian yang mendalam terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia. Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam politik, sebagaimana halnya GBS, Umar Kayam lebih memilih “jalur hijau” dalam menyampaikan gagasan-gagasannya. Ia memperjuangkan ide-idenya melalui dunia pendidikan dan kebudayaan.&lt;br /&gt; Berdasar dari kenyataan di atas, penelitian ini mencoba membandingkan muatan yang ada dalam kedua karya sastra tersebut. Perbandingan yang dimaksud adalah pada persoalan tatanan keluarga, hegemoni, dan kedudukan perempuan. Dengan perbandingan ini diharapkan peneliti dapat memahami perbedaan sosio budaya yang melatarbelakangi lahirnya masing-masing karya sastra tersebut. Disamping itu juga hal ini diharapkan dapat membuktikan bahwa perbedaan budaya akan melahirkan karya sastra yang berbeda pula.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Rumusan Masalah &lt;br /&gt;Karya sastra Man and Superman memiliki tema yang hampir sama dengan apa yang ada pada Jalan  Menikung. Dari urutan permasalahan yang dikemukakan keduanya nampak memiliki persamaan. Masalah utama yang dibahas dalam drama Man and Superman adalah persoalan anak perempuan, sedangkan dalam novel Jalan Menikung permasalahan utamanya adalah mengenai strata sosial. Namun demikian, keduanya jelas-jelas menyinggung mengenai persoalan anak perempuan.  Hal inilah yang menjadikan peneliti tertarik untuk membahas persoalan yang ada dalam kedua karya sastra tersebut. &lt;br /&gt;Meskipun keduanya tidak secara terang-terangan menunjukan persamaan yang tegas, keduanya menggambarkan kondisi sosial politik yang peneliti anggap mewakili budaya masing-masing negara asal karya sastra tersebut. Oleh karena itu melalui penelitian bandingan ini peneliti ingin  mendeskripsikan beberapa persamaan mengenai tema yang ada dalam kedua karya sastra tersebut. Persamaan yang ada dalam kedua karya sastra itu, nampaknya bukan semata-mata pengaruh atau akibat intertektual. Tetapi lebih pada adanya common ground yang secara kebetulan kebudayaan yang melatarbelakangi kedua karya sastra ini memiliki sejarah sistem pemerintahan yang sama; yaitu sistem kerajaan. &lt;br /&gt;Selain pemahaman akan adanya kesamaan dari konsep sosial yang melatari kedua karya sastra itu, peneliti juga ingin mengungkap beberapa perbedaan sosio budaya yang melatari lahirnya karya sastra tersebut. Dengan demikian keadaan sosio budaya pada saat karya sastra itu ditulis dapat diungkap melalui karya sastra ini. &lt;br /&gt;Dengan menganalisis persamaan dan perbedaan yang ada dalam kedua karya sastra tersebut diharapkan akan dikaitkan dengan kontek sosio budaya masing-masing negara dimana kedua karya sastra tersebut diciptakan. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa latar belakang sosial budaya akan sangat berpengaruh terhadap corak suatu karya sastra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;1. Apakan persamaan antara Man and Superman dengan Jalan Menikung?&lt;br /&gt;2. Bagaimana perbedaan keadaan sosial politik berpengaruh terhadap karya sastra yang ada dalam Man and Superman dan Jalan Menikung?&lt;br /&gt;3. Bagaimana latar belakang keadaan sosial politik dari masing-masing karya sastra tersebut? &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Tujuan Penelitian &lt;br /&gt; Ada dua tujuan dilakukannya penelitian ini; yaitu tujugan teoritis dan tujuan praktis. Ada kurang lebih tiga tujuan teoritis yang ingin diungkap dari penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;1. Untuk menemukan adanya persamaan tema dalam Man and Superman dan Jalan Menikung.&lt;br /&gt;2. Menemukan konsep sosial yang ada dalam kedua karya sastra tersebut&lt;br /&gt;3. Menemukan perbedaan sosio-Budaya masyarakat Inggris dan Indonesia yang tercermin dalam kedua karya sastra tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain tujuan teoritis, ada juga tujuan praktis dari penelitian ini yang diantaranya adalah; Pertama, penelitian ini diharapkan akan memberikan suatu alternatif kajian terhadap suatu karya sastra menggunakan model komparatif atau bandingan. Untuk memberikan sumbangan pemikiran, bahwa karya sastra merupakan gambaran sesungguhnya dari masyarakat pendukung kebudayaan yang melatarbelakangi lahirnya karya sastra tersebut. Disamping itu penelitian ini juga menunjukan adanya keterkaitan yang erat antara karya sastra dengan latar belakang pengarangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Tinjauan Pustaka&lt;br /&gt;Sebenarnya buku yang membicarakan mengenai karya Umar Kayam sudah sangat banyak, namun untuk buku atau hasil penelitian yang membicarakan mengenai karya-karya George Bernard Shaw masih sangat jarang di negeri ini. Salah  satu hasil penelitian mengenai Man and Superman adalah hasil penelitian penulis sendiri mengenai konsep politik yang ada dalam drama tersebut. Penelitian itu masih sangat terbatas pemahamanya pada persoalan ekpresif, yaitu penelitian yang menekankan pada hubungan karya dengan penulisnya. Berdasar hasil penelitian tersebut disebutkan bahwa drama Man and Superman merupakan representasi gagasan politik yang diperjuangkan penulis melalui karya sastranya. &lt;br /&gt;Selain penelitian tersebut, hasil ulasan yang memfokuskan diri pada Man and Superman adalah sebuah uraian mengenai analisis tokoh-tokoh yang ada dalam drama tersebut. Analisis tersebut dilakukan oleh Wade Bradford. Ia menganalisis tokoh-tokoh dalam drama yang dikaitkan dengan karakteristik masyarakat Inggris. Dalam penelitian tersebut diungkapkan bahwa tokoh Ramsdem merupakan tokoh yang merepresentasikan kaum tua masyarakat Inggris. Dimana Inggris sebagai negara yang berbasis kerajaan, sangat mengagungkan atau patuh pada kaum tua. Kaum tua memiliki keistimewaan tersendiri sehingga segala keputusan hendaknya mendapat persetujuan terlebih dahulu dari kaum tua. &lt;br /&gt;Sedangkan untuk analisis  Jalan Menikung dapat kita lihat pada sebuah hasil penelitian yang tidak diketahui penelitinya. Penelitian tersebut menekankan pada sebuah perbandingan antara konsep yang ditulis oleh Clifford Geertz dalam bukunya The Religion of Java dengan Para Priyayi dan Jalan Menikung. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa tulisan Umar Kayam tersebut dapat melengkapi gagasan Clifford Geertz, dan juga menyanggah bagian-bagian tertentu mengenai struktur budaya masyarakat Jawa. Sebagai orang Jawa, yang sekaligus ilmuan budaya, Umar Kayam dianggap lebih mampu menggambarkan kebudayaan Jawa secara utuh melalui dua karyanya; terutama yang terdapat dalam Para Priyayi dan Jalan Menikung. &lt;br /&gt;Dari penelitian tersebut dapat dipahami bahwa menurut Clifford Geertz, struktur masyarakat Jawa terbagi dalam tiga tingkatan; yaitu kaum priyayi, santri dan abangan. Dari ketiga level ini, masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri juga, yang paling penting adalah karakteristik mereka yang saling berbeda. Hal itu bukan hanya dapat dilihat dari tampilan fisik; rumah, pakaian kendaraan dan lain-lain, tetapi juga bahasa yang mereka gunakan. Dalam bahasa Jawa kita mengenal tiga tingkatan bahasa; yaitu kromo, madya dan ngoko. Nah, kelas sosial juga sangat menentukan bahasa yang harus digunakan dalam pergaulan. Kepada siapa mereka berbicara, itu harus menggunakan tingkatan yang berbeda-beda. Geertz menyatkan bahwa kelas sosial menentukan gaya bahasa dan dialek (Anonim). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Landasan Teori &lt;br /&gt;a. Sosiologi Sastra &lt;br /&gt; Pendekatan sosiologi sastra akan digunakan dalam memandang aspek-aspek sosiologis yang terdapat dalam kedua karya sastra ini. Hal ini dilakukan berdasar atas pertimbangan bahwa kandungan yang terdapat dalam kedua karya sastra tersebut lebih banyak menyinggung persoalan-persoalan kehidupan suatu masyarakat atau individu dalam masyarakat. Pendekatan sosiologi menekankan pada aspek-aspek sosiologis yang ada dalam suatu karya sastra baik dalam kaitannya dengan persoalan keluarga, ekonomi, politik (kekuasaan), aktualisasi diri dan lain sebagainya. Dalam kontek ini Sosiologi Marxisme akan menjadi landasan utama dalam memandang persoalan yang ada dalam karya sastra tersebut. &lt;br /&gt; Laurenson (1972) menyatakan bahwa sosiologi sastra tidak jauh berbeda dengan sosiologi. Karena karya sastra juga memiliki keterkaitan dengan dunia sosial seseorang, adaptasinya dan keinginannya untuk merubah dunia sosial tersebut. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa novel sebagai bagian dari karya sastra juga merupakan usaha menciptakan kembali dunia sosial seseorang baik dengan keluarganya, politik, dan negara; yang bisa meliputi ketegangan-ketegangan antara kelompok-kelompok dan kelas sosial tertentu (Diana Laurenson dkk., 1972: 12).   Berdasarkan pemahaman ini jelaslah bahwa karya sastra memang tidak bisa dipisahkan dari kondisi sosial budaya masyarakatnya. &lt;br /&gt; Menurut Guljaev (1970) karya sastra merupakan hasil krativitas subjektif dan reflektif atas realita objektif (via Fokema, dkk., 1998). Karena seorang pengarang merupakan seorang pengamat sekaligus pengkhotbah. Atau dengan kata lain pengarang dianjurkan untuk melukiskan realita secara realistis dan membuat propaganda sosialis pada waktu yang bersamaan. &lt;br /&gt; Sastra dapat dipandang sebagai suatu gejala sosial. Sastra yang ditulis pada suatu kurun waktu tertentu langsung berkaitan dengan norma-norma dan adat istiadat jaman tersebut (Jan van Luxemburg, dkk., 1982: 23). Lenin menyatakan bahwa sebuah karya sastra harus memiliki tiga syarat; 1. sastra harus mempunyai suaatu fungsi sosial; 2. sastra harus mengabdi kepada rakkyat banyak; 3. sastra harus merupakan suatu bagian di dalam kegiatan partai komunis. Dengan demikian sastra dijadikan  suatu bagian di dalam mekanisme sosial-demokratik, yang digerakan oleh gugus depan segenap kelas kaum pekerja yang sadar akan politik. “Literature must become part of the organized, methodical, and unified labours of social-democratic party. (via Jan van Luxemburg, 1982, Peter Berry, 1995: 160).&lt;br /&gt; Hubungan antara karya sastra dan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Karena sastra adalah institusi sosial yang memakai medium bahasa (Sapardi Djoko Damono, 1979: 1). Teknik-teknik sastra seperti simbolisme dan matra bersifat sosial karena merupakan konvensi dan norma masyarakat. Lagi pula sastra “menyajikan kehidupan” dan “kehidupan” sebagian besar terdiri dari kenyataan sosial. Walaupun karya sastra juga “meniru” alam dan dunia subjektif manusia. (Renne Wellek, dkk., 1990; 109).&lt;br /&gt; De Bonald menyatakan bahwa sastra adalah ungkapan perasaan masyarakat. (literature is an expression of society)  (via Renne Wellek, dkk., 1990; 110). Apa yang terjadi di dalam masyarakat akan terefleksikan dalam karya sastra itu sesuai dengan daya tangkap pengarang. Disinilah kedudukan pengarang sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran penting dalam mengungkap persoalan-persoalan sosial itu. Karena pengarang pada dasarnya hanya mengekspresikan pengalaman dan pandangannya tentang kehidupan itu sendiri. &lt;br /&gt; Renne Wellek, dkk., (1990: 112-112) menyebutkan  bahwa secara deskriptif keterkaitan sastra dan masyarakat dapat dipilah sebagai berikut;&lt;br /&gt;Pertama, adalah sosiologi pengarang, profesi pengarang, dan institusi sastra. Latar belakang sosial, status pengarang dan ideologi pengarang yang terlihat dari berbagai kegiatan pengarang di luar karya sastra akan sangat berpengaruh terhadap corak karya sastra yang diciptakan. Kedua, adalah isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial. Yang terakhir adalah permasalahan pembaca dan dampak sosial karya sastra. Sejauh mana sastra ditentukan atau tergantung dari latar sosial, perubahan dan perkembangan sosial, adalah pertanyaan yang termasuk dalam ketiga jenis permasalahan di atas: sosiologi pengarang, isi karya sastra yang bersifat sosial, dan dampak sastra terhadap masyarakat. &lt;br /&gt; Berdasar dari pemahaman di atas, sejarah hidup pengarang sangat penting untuk dipahami. Karena setiap pengarang adalah warga masyarakat, ia dapat dipelajari sebagai makhluk sosial. Biografi pengarang adalah sumber utama, tetapi studi ini juga dapat meluas ke lingkungan atau melalui tempat pengarang tinggal dan berasal. Kita dapat mengumpulkan informasi latar belakang sosial, latar belakang keluarga, dan posisi ekonomi pengarang. (Renne Wellek, dkk., 1990; 112). Meskipun demikian tidak seluruhnya pengarang melakukan hal yang demikian. Shelley, Carlyle, dan Tolstoy merupakan contoh pengarang yang selama ini dianggap membelot dari kelas sosial mereka.  Penulis-penulis ini justru menggambarkan sesuatu yang tidak berkaitan dengan latar sosial masyarakatnya. &lt;br /&gt; Jika disususun secara sistematis, masalah asal, keterlibatan, dan ideologi sosial akan mengarah pada sosiologi pengarang sebagai tipe, atau sebagai suatu tipe pada waktu dan tempat tertentu. Kita dapat membedakan pengarang  menurut kadar integrasi mereka dalam proses sosial. Pada karya-karya pop kadar ini tinggi, akan tetapi pada karya-karya yang beraliran bohemianisme, karya poete maudit, dan karya pengarang yang menekankan kebebasan berkreasi, kadar ini kecil, bahkan mungkin tercipta jarak sosial yang ekstrim. (Renne Wellek, dkk., 1990; 114).&lt;br /&gt; Keterkaitan antara karya sastra dan masyarakat bukan hanya dari pengarang yang mendapat inspirasi dari kejadian sosial. Tetapi juga karya sastra bisa mempengaruhi kondisi sosial. Oleh karena itu karya sastra dipengaruhi dan mempengaruhi masyarakat. Dengan kata lain seni tidak hanya meniru kehidupan, tetapi juga membentuknya (Renne Wellek, dkk., 1990; 120). Kondisi seperti inilah yang menjadikan kita menyadari bahwa karya sastra sangat penting sebagai media pembelajaran bagi ma
